Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Keamanan dan Ketertiban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keamanan dan Ketertiban. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juni 2025

Bukan Sekadar Seragam: Ketika Semangat Bela Negara Ditanamkan dari Aula Kecil di Cihideung

Pembukaan Pendidikan Bela Negara
Sambutan Kaban Kesbangpol
Drs. Ade Hendar, MM


Kota Tasikmalaya, Rabu 19 Juni 2025 – Di tengah tantangan kebangsaan yang makin kompleks, kesadaran akan pentingnya bela negara tak lagi bisa hanya dibebankan kepada militer. Hal inilah yang menjadi dasar digelarnya Pembukaan Pendidikan Bela Negara bagi Masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dengan tema “Peran serta masyarakat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Kegiatan yang digagas oleh Kesbangpol Kota Tasikmalaya dan dipimpin langsung oleh Kaban Kesbangpol, Drs. Ade Hendar, MM, ini diikuti oleh sekitar 75 peserta dari unsur Linmas. Hadir pula dalam pembukaan tersebut Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., Danramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, dan sejumlah tokoh pemerintahan tingkat kota dan kecamatan.

Dalam sambutannya, Drs. Ade Hendar menekankan bahwa bela negara bukan hanya urusan TNI dan Polri, tetapi tanggung jawab setiap warga negara. Pendidikan bela negara ini bertujuan membentuk karakter masyarakat yang tangguh, berjiwa patriotik, dan sadar akan nilai-nilai Pancasila. Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan ini akan dilaksanakan secara maraton di sepuluh kecamatan untuk menyebarluaskan semangat kebangsaan sekaligus menangkal ancaman ideologis seperti radikalisme, intoleransi, dan hoaks.

Sementara itu, Dandim 0612/Tasikmalaya, dalam sambutan sekaligus pernyataan pembukaan resmi kegiatan, menegaskan peran Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat desa dan kelurahan. “Linmas adalah mata dan telinga negara di tengah masyarakat. Tugas kalian bukan sekadar hadir, tapi menjadi teladan dan penjaga harmoni sosial,” tegasnya.

Letkol Arm Yan Octa Rombenanta juga menambahkan bahwa pelatihan bela negara bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dan integritas nasional di akar rumput. “Mari kita bangun negeri ini dari ruang-ruang kecil, dari tindakan-tindakan sederhana, namun bermakna bagi keutuhan bangsa,” ujarnya, sebelum menutup sambutan dengan pernyataan resmi pembukaan acara.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Dandim dan Kaban Kesbangpol, serta penyampaian materi bela negara oleh Danramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, yang memberikan pembekalan tentang disiplin, tanggung jawab, serta peran Linmas dalam sistem pertahanan semesta.

Meski digelar hanya dalam waktu singkat, kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh semangat. Di luar seremoni, yang tertinggal adalah komitmen bersama bahwa membela negara bisa dimulai dari lingkungan sendiri, dari menjaga tetangga, hingga memfilter informasi yang masuk ke rumah-rumah kita.


Rabu, 04 Juni 2025

Satlinmas Desa Sukaraja Dilatih Tanggap Darurat, Babinsa dan Babinkamtibmas Jadi Pemateri Andalan

Satlinmas Desa
Satlinmas Desa Sukaraja 

Tasikmalaya – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus digalakkan. Salah satunya tampak di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu, 4 Juni 2025. Melalui Program Dana Desa Tahap I, pemerintah desa menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana yang diikuti oleh seluruh anggota Satlinmas.


Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hari ini digelar di GOR Desa Sukaraja dan menghadirkan narasumber langsung dari unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan desa. Babinsa Sertu Hariyanto, Babinkamtibmas Bripka Arief Firmansyah, serta Mantri Desa Yanto menjadi tiga tokoh kunci dalam sesi pemaparan materi.


Kegiatan dimulai dengan suasana penuh semangat. Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Sukaraja, Asep Nandang S. Pd.I, yang menekankan pentingnya edukasi dini untuk menghadapi bencana.


“Desa harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri saat bencana datang. Kuncinya ada pada kesiapan, pengetahuan, dan koordinasi. Dan pelatihan ini adalah pondasinya,” ujar Asep dalam sambutannya.


Materi yang diberikan tidak hanya sebatas teori, namun juga memuat simulasi singkat tentang tindakan cepat tanggap darurat, komunikasi di masa krisis, serta peran strategis Satlinmas dalam menenangkan warga dan mengevakuasi dengan tepat. Babinsa Sertu Hariyanto menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar reaksi, tetapi harus menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.


Pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antar lembaga di tingkat desa. Bripka Arief menambahkan bahwa kolaborasi antara unsur keamanan dan warga desa adalah modal utama dalam merespon keadaan darurat secara cepat dan efisien.


Dengan pelaksanaan yang berjalan tertib, aman, dan lancar, kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan masyarakat desa yang bisa direplikasi di wilayah lain. Program ini bukan hanya mencetak satlinmas yang tangguh, namun juga membangun desa yang waspada dan tahan uji terhadap ancaman bencana di masa depan.



Sumber : Babinsa Desa Sukaraja 

Senin, 30 Desember 2024

"Operasi Akhir Tahun: Polres Tasikmalaya Kota Gempur Penyalahgunaan Miras"

Operasi Akhir Tahun

Ilustrasi Operasi Akhir Tahun Penyalahgunaan Miras (AI)

Saat kalender mendekati malam pergantian tahun, Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat. Tidak hanya sekadar patroli, kali ini Tim Maung Galunggung bersama Satresnarkoba memimpin sebuah misi penting: membongkar peredaran miras ilegal yang selama ini mengintai di balik layar perayaan tahun baru.

Kisah Rumah di Bungursari

Di balik kesunyian dini hari, Senin, 30 Desember 2024, langkah tegas Tim Maung membawa cerita tersendiri. Berdasarkan laporan masyarakat, sebuah rumah di Kecamatan Bungursari dicurigai sebagai "gudang rahasia" miras. Ketika pintu terbuka, petugas menemukan puluhan botol arak Bali, tersimpan rapi di dalam rumah tersebut.

Tidak ada selebrasi besar dari pemilik rumah, hanya pengungkapan bahwa miras-miras itu kini diamankan di Mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut.

Operasi Ganda: Jejak Miras di Dua Lokasi Lain

Tak hanya di Bungursari, Satresnarkoba Polres Tasikmalaya Kota pun turut menggelar operasi serupa. Dengan langkah terencana, tim ini berhasil menyita 40 botol miras dari dua lokasi berbeda.

Di Jalan Sukalaya, Kecamatan Cihideung, 11 botol anggur ginseng ditemukan di tangan YL (53). Sementara itu, di Kecamatan Cisayong, miras jenis ciu dan arak Bali milik seorang pemuda berusia 22 tahun berinisial Sep turut diamankan.

Lebih dari Sekadar Razia

Operasi cipta kondisi ini memiliki misi yang lebih besar dari sekadar penegakan hukum. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, menegaskan bahwa tindakan ini adalah langkah strategis untuk meredam potensi gangguan keamanan selama malam pergantian tahun.

"Miras sering menjadi pemicu utama keributan hingga kecelakaan. Kami tidak akan mentolerir hal ini," ujar AKBP Joko.

Ia juga mengimbau warga Kota Tasikmalaya untuk merayakan malam tahun baru dengan bijak. Tanpa miras, tanpa pelanggaran hukum, dan tentu saja tanpa merugikan orang lain.

Perayaan Positif, Harapan Baru

Pesannya sederhana namun mendalam: malam tahun baru adalah momen untuk merayakan, bukan merusak. Daripada membakar waktu dengan aktivitas yang membahayakan, Kapolres mengajak masyarakat untuk memulai tahun baru dengan langkah positif.

"Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Dengan operasi semacam ini, Polres Tasikmalaya Kota tidak hanya menciptakan rasa aman tetapi juga memberi teladan bahwa keamanan adalah investasi bersama untuk hari esok yang lebih baik.

Tahun baru adalah tentang harapan, bukan kegaduhan. Bagaimana Anda merayakannya?



Sumber : https://kabarpriangan.pikiran-rakyat.com/kabar-priangan/pr-1488923061/jelang-malam-tahun-baru-polres-tasikmalaya-kota-intensifkan-razia-miras?page=all

Sabtu, 28 Desember 2024

“JAYARATU WAS-WAS?”: DESA KECIL YANG SELALU SIAP MENGHADAPI HEBOH ISU BESAR

Di sudut Tasikmalaya yang tenang, Desa Jayaratu mendadak masuk sorotan. Bukan karena acara budaya atau prestasi gemilang, tapi lantaran sebuah kejadian mengejutkan di Kampung Urug. Penangkapan terduga teroris pada Jumat (27/12/2024) membuat kepala-kepala menoleh dan jari-jari mengetik berita ini lebih cepat dari biasanya.

Namun, tunggu dulu. Ini bukan cerita mencekam ala film laga. Kepala Desa Jayaratu, Rudi Kusmayadi, langsung buka suara untuk meredam kepanikan yang tak perlu. “Orang itu bukan warga sini kok. Jangan khawatir, mari jaga kondusivitas, apalagi sekarang mau tahun baru,” katanya dengan nada santai, tapi tegas.

Jayaratu: Desa Lokal dengan Ketahanan Global

Uniknya, Jayaratu ini bukan desa yang asal-asalan soal keamanan. Tiap bulan, ada pertemuan khusus dengan Ketua RT. Bukan cuma buat ngobrol-ngobrol biasa, tapi juga sesi ‘briefing’ soal cara menjaga wilayah tetap damai. “Saya selalu bilang ke RT, tolong awasi tamu di lingkungan masing-masing. Lapor aja kalau ada tamu menginap lebih dari 1x24 jam,” ujar Rudi.

Desa

Ilustrasi Desa Jayaratu Briefing Menjaga Wilayah Tetap Damai (AI)

Desa ini juga punya kelebihan. Mayoritas warganya asli Jayaratu, dengan pendatang hanya segelintir, itupun karena pernikahan. Praktis, rasa kebersamaan di sini lebih erat, seperti bubur sumsum yang tak bisa dipisahkan dari kuah gula merahnya.

Jangan Panik, Jangan Kepo Berlebihan

Satu pesan penting dari Rudi: jangan terpancing isu liar. Apalagi sekarang banyak ‘wartawan dadakan’ di media sosial yang suka bikin cerita meledak-ledak tanpa fakta. Kalau ada yang mencurigakan, cukup laporkan ke pihak berwenang. Jayaratu punya koneksi langsung ke Polsek dan Koramil. Jadi, bukan tempat yang gampang disusupi hoaks.

Jadi, Apa Pelajaran dari Jayaratu?

Kejadian ini seolah memberi pelajaran penting: desa kecil bisa punya ketahanan besar. Tanpa drama, tanpa panik berlebihan, tapi tetap waspada. Desa ini mengajarkan bahwa keamanan bukan soal siapa yang punya CCTV paling mahal, tapi siapa yang paling peduli dengan tetangganya.

Jadi, kalau mau belajar soal bagaimana komunitas lokal bisa jadi contoh ketenangan global, Jayaratu jelas layak jadi inspirasi. Bukan karena sensasinya, tapi karena kesederhanaan yang penuh makna.



Sumber : https://priangan.tribunnews.com/2024/12/28/pemdes-jayaratu-tasikmalaya-minta-warganya-aktif-laporkan-tamu-1x24-jam-jaga-kondusivitas-wilayah

DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...