Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Tanggap Darurat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanggap Darurat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2025

TPT Longsor di Taraju, Satu Anak Meninggal Dunia: Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem


Longsor di Taraju
Lokasi Penyelamatan Korban 

Taraju, Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Taraju sejak pagi mengakibatkan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di kawasan pemukiman warga Kampung Mekarjaya RT 043/001, Desa Cikubang, mengalami longsor pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut berdampak pada dua rumah warga dan menutup jalur lingkungan sekitar.

Lebih tragis lagi, dalam insiden tersebut dilaporkan satu anak meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa musim hujan di wilayah perbukitan seperti Taraju menyimpan risiko tinggi, terutama bagi permukiman yang berada di area lereng dan tepi tebing.


Respons Cepat Aparat dan Masyarakat

Informasi awal diterima oleh petugas sekitar pukul 19.30 WIB melalui laporan dari anggota Linmas dan Kepala Desa Cikubang. Tanggap darurat langsung dilakukan oleh unsur desa, Babinsa, anggota Polsek Taraju, serta masyarakat setempat yang bergotong royong membantu mengevakuasi area terdampak dan mensterilkan lokasi.

Babinsa Desa Cikubang segera melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah desa, dan relawan setempat. Upaya penyelamatan serta pendataan dilakukan dengan cepat dan penuh kehati-hatian di tengah kondisi tanah yang masih labil.


Jalan Tertutup, Warga Dihimbau Waspada

Longsoran yang terjadi menyebabkan akses jalan lingkungan tertutup sepenuhnya oleh material tanah dan puing TPT. Hingga saat ini, belum ada laporan pengungsian massal, namun pihak aparat dan relawan tetap berjaga untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Masyarakat sekitar dihimbau untuk tidak panik namun tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun. Kondisi geografis dengan kontur tanah rawan longsor membuat area ini perlu perhatian ekstra, baik dari segi pemetaan risiko maupun mitigasi jangka panjang.


Langkah Ke Depan: Kesadaran Bencana Adalah Tanggung Jawab Bersama

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif antara warga, pemerintah, dan seluruh unsur pengaman wilayah. Ke depan, perlindungan terhadap infrastruktur pemukiman yang berada di titik rawan harus ditingkatkan, termasuk edukasi kebencanaan di tingkat keluarga dan komunitas.

Musibah tidak pernah diundang, namun sikap waspada dan terorganisir bisa menjadi benteng penyelamat. Kesedihan atas kehilangan nyawa seorang anak dalam peristiwa ini menjadi luka bersama, dan sekaligus pengingat agar setiap elemen masyarakat lebih sigap menjaga keselamatan lingkungan sekitarnya.


Sabtu, 28 Juni 2025

Tebing Longsor di Tapal Kuda Salawu, Akses Jalan Nasional Tertutup Sementara

 

Longsor di Tapal Kuda Salawu
Kolaborasi Pemulihan Di Tempat Longsor 

Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tasikmalaya sejak dini hari menyebabkan tebing longsor di jalur utama penghubung Garut–Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Tapal Kuda, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu. Material longsoran menutup seluruh badan jalan, mengakibatkan akses tidak bisa dilalui kendaraan dari kedua arah.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 06.10 WIB, sesaat setelah laporan awal diterima oleh aparat pada pukul 06.20 WIB melalui telepon dari seorang pengendara motor yang melintas di lokasi. Babinsa setempat segera merespons laporan tersebut dengan mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi cepat bersama relawan serta aparat desa.


Respons Cepat di Tengah Ancaman Alam

Bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, longsoran tanah dan bambu cukup tebal dan luas hingga menutupi seluruh permukaan jalan. Meski kondisi saat kejadian relatif sepi, potensi bahayanya tinggi, mengingat jalur tersebut adalah akses vital bagi masyarakat dan kendaraan antarkota.

Babinsa bersama unsur masyarakat, relawan, dan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum telah mulai melakukan upaya pembersihan material longsor. Dalam tahap awal, dilakukan evakuasi manual untuk membuka sebagian jalur agar kendaraan darurat bisa melintas.


Kondisi Terkini dan Imbauan

Hingga laporan ini disusun, jalan belum dapat dilalui baik dari arah Singaparna menuju Garut maupun sebaliknya. Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur tersebut sementara waktu dan mencari alternatif rute lain hingga proses pembersihan selesai dan kondisi dinyatakan aman.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah dengan kontur pegunungan dan tebing curam seperti Kecamatan Salawu. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu utama kejadian longsor, khususnya di area yang belum diperkuat secara struktural.


Langkah Kolaboratif untuk Pemulihan

Dalam situasi darurat ini, kolaborasi lintas unsur sangat diandalkan. Mulai dari masyarakat lokal, aparat kewilayahan, hingga dinas teknis bergerak bersama tanpa menunggu komando pusat. Respon awal cepat menjadi faktor kunci dalam mencegah risiko lebih besar dan mempercepat pemulihan akses jalan.

Ke depan, mitigasi bencana dan penguatan struktur tanah di jalur rawan longsor perlu ditingkatkan agar kejadian serupa dapat dihindari. Musim hujan tak hanya membawa air, tapi juga peringatan: bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama.

Jumat, 17 Januari 2025

Babinsa Koramil 1202/Indihiang Respons Cepat Atap Rumah Warga Ambruk Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang di Kp. Cijolang, Bungursari

Babinsa Koramil 1202/Indihiang
Respon Cepat Serda Indra Babinsa Koramil 1202/Indihiang Di Lokasi Kejadian 

Tasikmalaya, 17 Januari 2025 – Sebuah insiden tak terduga terjadi di Kampung Cijolang, RT 01/RW 05, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Pada pukul 15.00 WIB, atap rumah milik Bapak Yono (67 tahun) ambruk akibat hujan deras yang disertai angin kencang. Material atap rumah yang terbuat dari baja ringan terbawa angin, menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan pada struktur bangunan.

Kronologis Kejadian : Menurut keterangan Bapak Yono, kejadian ini terjadi dengan cepat setelah hujan deras yang disertai angin kencang. Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menyebabkan atap rumahnya yang terbuat dari baja ringan ambruk, akibat paparan cuaca ekstrem. Meski rumah tersebut rusak, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa atau luka.

Karugian : Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil cukup dirasakan oleh Bapak Yono, yang rumahnya kehilangan sebagian besar atap. Dengan kerusakan pada bagian atap baja ringan, Bapak Yono kini harus melakukan perbaikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada bangunan rumahnya.

Langkah-langkah yang Diambil : Menanggapi kejadian ini, Serda Indra, Babinsa Koramil 1202/Indihiang, segera turun ke lokasi untuk memeriksa situasi dan memberikan bantuan. Serda Indra juga menghimbau kepada warga setempat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang mungkin terjadi di masa mendatang. Laporan kejadian ini juga telah disampaikan kepada komando atas untuk tindak lanjut lebih lanjut.

Peringatan kepada Warga : Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem, terutama di musim hujan disertai angin kencang. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kondisi rumah dan lingkungan sekitar serta mengikuti peringatan cuaca yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi yang cepat dan tepat antara masyarakat dan pihak berwenang dalam menangani situasi darurat. Sinergi antara aparat militer dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi cuaca buruk dan potensi bencana alam lainnya.




Sumber : Koramil 1202/Indihiang 

Kamis, 16 Januari 2025

Babinsa Koramil 1208/Manonjaya Sertu Rudi Tanggapi Cepat Pohon Tumbang Rusak Rumah Warga di Manonjaya

Babinsa Koramil 1208/Manonjaya
Kondisi Rumah dan Korban Yang Terluka

Manonjaya, Tasikmalaya – Bencana alam menghebohkan wilayah Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, pada Kamis sore, 16 Januari 2025. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon besar tumbang dan menimpa rumah salah satu warga di Kampung Suka Karya, RT 31/RW 06. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan segera dilaporkan oleh warga setempat kepada Babinsa Koramil 1208/Manonjaya, Sertu Rudi.

Begitu mendengar laporan, Sertu Rudi langsung menuju lokasi kejadian tanpa menunda waktu. Dengan sigap, ia segera memastikan keadaan sekitar aman dan memeriksa kondisi korban. Sesampainya di lokasi, ia mendapati Ibu Ai (72 tahun) yang tertimpa atap rumahnya akibat pohon tumbang. Sertu Rudi segera memberikan perhatian pada Ibu Ai yang mengalami luka ringan di bagian kepala dan membantunya untuk segera dievakuasi menuju Puskesmas Manonjaya.

Tanggap Cepat Babinsa Sertu Rudi

Setelah memastikan Ibu Ai mendapatkan pertolongan medis, Sertu Rudi juga memimpin pengamanan dan evakuasi puing-puing yang menimpa rumah korban. Ia bekerja sama dengan aparat desa dan masyarakat untuk menjaga lokasi kejadian agar tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut.

Penyebab tumbangnya pohon tersebut diduga akibat tanah yang labil setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Angin kencang memperburuk situasi, menyebabkan pohon besar yang berada di dekat rumah warga tumbang menimpa atap rumah milik Ibu Ai.

Koordinasi dan Kerja Sama Masyarakat

Keberadaan Babinsa yang selalu siap tanggap dalam situasi darurat kali ini menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara aparat TNI, masyarakat, dan aparat desa. Sertu Rudi mengoordinasikan langkah-langkah selanjutnya dengan Danramil 1208/Manonjaya dan merencanakan pembersihan pohon tumbang keesokan harinya untuk memastikan kondisi aman dan terkendali.

Pesan dari Babinsa untuk Masyarakat

Meskipun tidak berkomunikasi secara langsung dalam wawancara, Sertu Rudi memberikan pesan penting kepada masyarakat di lokasi kejadian. "Kita harus saling menjaga dan waspada, terutama saat musim hujan dengan cuaca ekstrem. Semua pihak harus bekerja sama untuk mengurangi dampak bencana alam seperti ini," katanya sambil memastikan keadaan di lokasi terkendali.

Situasi di sekitar lokasi kejadian kini dilaporkan aman, dan langkah-langkah selanjutnya untuk pembersihan pohon tumbang akan dilaksanakan pada pagi hari berikutnya. Warga diimbau untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan sekitar agar bencana serupa dapat diminimalisir.







Sumber : Koramil 1208/Mnj

Heboh Pohon Bambu Tumbang di Langkob, Respon Cepat Tim Gabungan Kembalikan Kelancaran Jalan Raya Garut-Tasikmalaya

Heboh Pohon Bambu Tumbang di Langkob
Ilustrasi Tim Gabungan Evakuasi Pembersihan Rumpun Bambu 

Kamis pagi, 16 Januari 2025, suasana di Jalan Raya Garut-Tasikmalaya mendadak gempar. Rumpun pohon bambu besar di kawasan Langkob, Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, tumbang dan menutupi seluruh badan jalan. Kejadian ini sempat memicu kekhawatiran warga dan pengguna jalan, tetapi berkat respons sigap tim gabungan, situasi berhasil diatasi dalam waktu yang terbilang singkat.

Kapolsek Salawu, AKP Dedi Darsono, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Rumpun bambu yang lapuk akibat usia dan cuaca ekstrem beberapa hari terakhir tak mampu lagi menahan beban, hingga akhirnya tumbang dan menghalangi lajur jalan dari dua arah.

“Tim gabungan langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Dengan kerja sama yang solid antara Polsek Salawu, Koramil 1222 Salawu, dan petugas Pekerjaan Umum Dinas Marga, evakuasi berjalan cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam, tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB, jalan kembali normal,” ujar Dedi.

Operasi Evakuasi: Bukti Kerja Cepat dan Terkoordinasi

Proses evakuasi berlangsung efisien. Tim gabungan menggunakan peralatan sederhana, termasuk gergaji mesin dan alat manual lainnya, untuk memotong bambu yang tumbang. Tidak hanya itu, pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup juga dilakukan untuk mengurangi dampak pada pengguna jalan.

Hebatnya, meski tumbangnya rumpun bambu menutup seluruh jalan, tidak terjadi kemacetan parah. Hal ini berkat koordinasi yang apik antara petugas di lapangan. Respons cepat ini menuai apresiasi dari para pengendara dan warga setempat, yang menyaksikan langsung dedikasi petugas dalam mengatasi masalah.

Cuaca Ekstrem Jadi Peringatan

Kejadian ini menjadi pengingat akan dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Kombinasi angin kencang dan hujan lebat beberapa hari terakhir turut berkontribusi pada tumbangnya pohon bambu. Menurut AKP Dedi Darsono, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi pohon-pohon besar di sekitar jalan atau pemukiman.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada. Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan perawatan pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang, demi mencegah kejadian serupa,” tambah Dedi.

Antara Krisis dan Pelajaran Berharga

Insiden ini tak hanya mengingatkan kita akan bahaya alam, tetapi juga menunjukkan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat. Kerja sama solid antara Polsek Salawu, Koramil 1222 Salawu, dan Dinas Marga patut diacungi jempol.

Langkah proaktif seperti pemantauan rutin terhadap pohon-pohon rawan tumbang, serta edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana, dapat menjadi solusi jangka panjang. Jika tim gabungan bisa bergerak secepat ini dalam menghadapi tantangan, optimisme bahwa masalah serupa bisa diatasi dengan baik pun semakin tinggi.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dengan koordinasi, kepedulian, dan kerja sama, hambatan sebesar apa pun dapat diatasi. Jalan Raya Garut-Tasikmalaya kini kembali lancar, dan kejadian ini meninggalkan satu pesan penting: waspada, sigap, dan saling bahu-membahu adalah kunci menghadapi tantangan alam.





Sumber : Ilustrasi Gambar AI, Polsek Salawu, Koramil 1222/Salawu, dan https://kabarsingaparna.pikiran-rakyat.com/kabar-singaparna/pr-3238975039/jalan-raya-garut-tasikmalaya-sempat-terhalang-akibat-rumpun-bambu-tumbang-di-tanjowaringin?page=all

Rabu, 01 Januari 2025

Sinergitas TNI dan Pemerintah Hadapi Angin Puting Beliung di Sukaratu: Cepat, Sigap, dan Gotong Royong

Sinergitas TNI dan Pemerintah Hadapi Angin Puting Beliung
Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam proses pemulihan setelah bencana

Sukaratu, Tasikmalaya – Awal tahun 2025 menjadi tantangan bagi warga Desa Sukaratu dan Desa Indrajaya, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Rabu siang (1/1), angin puting beliung melanda dua desa tersebut, menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Namun, di tengah musibah ini, sinergitas TNI dan pemerintah desa membuktikan bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong adalah solusi terbaik dalam menghadapi bencana.

Musibah Datang Tanpa Peringatan

Kejadian bermula sekitar pukul 13.20 WIB ketika cuaca mendung gelap menyelimuti Kampung Ciakar, Desa Sukaratu. Angin kencang yang membentuk pusaran meluluhlantakkan atap rumah warga sebelum bergerak ke arah Kampung Cicurug Sengked, Desa Indrajaya. Dalam waktu 20 menit, sekitar 22 rumah di dua desa mengalami kerusakan, termasuk satu mushola. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

"Kami sedang gotong royong memperbaiki masjid ketika angin datang tiba-tiba. Semua orang langsung menyelamatkan diri," ujar Kokom Komarudin, Ketua RW 05 Kampung Ciakar.

Sinergitas TNI dan Pemerintah: Cepat Tangani Dampak

Tidak butuh waktu lama bagi TNI melalui Danramil 1207/Cisayong dan Babinsa setempat untuk turun tangan. Bersama perangkat desa, mereka segera berkoordinasi dengan kecamatan untuk melakukan langkah tanggap darurat. Gotong royong pembersihan puing-puing rumah terdampak dimulai pada sore hari, melibatkan TNI, Babinmas, pemerintah desa, dan warga setempat.

"Ini bukan hanya tugas kami sebagai aparat, tapi wujud kepedulian bersama. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat sangat penting dalam situasi seperti ini," tegas Danramil 1207/Cisayong.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kades Sukaratu, Kades Indrajaya, dan perangkat kecamatan, yang bahu-membahu bersama warga. Kehadiran TNI menjadi motor penggerak bagi masyarakat untuk tetap semangat, meski sedang menghadapi cobaan.

Himbauan: Waspada dan Bersiap

Melalui Babinsa, TNI mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Beberapa langkah antisipasi yang disarankan:

1. Perhatikan Lingkungan: Pangkas pohon tinggi yang dekat dengan rumah agar tidak tumbang saat angin kencang.

2. Siapkan Titik Evakuasi: Ketahui lokasi aman untuk mengungsi jika bencana datang.

3. Waspadai Tanda-tanda Cuaca Buruk: Langit gelap dan angin kencang sering menjadi pertanda awal.

TNI juga mengimbau agar semangat gotong royong terus dijaga, tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam keseharian. "Bencana ini mengajarkan kita pentingnya persatuan. Dengan sinergi, semua tantangan bisa dihadapi bersama," tambah Danramil.

Pelajaran Berharga: Kekompakan adalah Kunci

Musibah ini bukan hanya soal kerugian, tetapi juga pelajaran tentang solidaritas. Sinergitas TNI, pemerintah desa, dan masyarakat telah membuktikan bahwa kerja sama yang harmonis adalah kunci keberhasilan dalam mengatasi krisis.

Kampung Ciakar dan Cicurug Sengked kini perlahan bangkit, membawa semangat baru di awal tahun. Semoga bencana ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu siap, waspada, dan tetap menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan apa pun.



Sumber : Babinsa Koramil 1207/Csy dan Warga Setempat.

Hujan Deras dan Angin Kencang: BPBD Kota Tasikmalaya Sigap Evakuasi Pohon Tumbang

Sigap Evakuasi Pohon Tumbang
Ilustrasi yang menggambarkan situasi hujan deras dan angin kencang dengan petugas BPBD

Tasikmalaya tengah menghadapi musim hujan yang penuh tantangan. Hujan deras yang mengguyur pada Rabu (1/1/2025) sore, disertai angin kencang, memaksa warga dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berjibaku dengan bencana pohon tumbang di dua lokasi.

Dahan patah yang menimpa kabel di Jalan Cieunteung, Argasari, menjadi salah satu titik krusial yang langsung direspons oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Harisman, Koordinator TRC, memastikan evakuasi dilakukan dengan cepat dan aman, meski situasi di lapangan menuntut kecepatan dan ketelitian.

Di lokasi lain, pohon tumbang menimpa sebuah rumah di Kampung Cilembang RT 06/15, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung. Rumah yang dihuni oleh keluarga Mudyanto dengan empat jiwa tersebut menjadi saksi nyata bagaimana alam kadang menyapa tanpa aba-aba. Meski begitu, BPBD bergerak cepat untuk mengevakuasi pohon dan memastikan penghuni rumah dalam kondisi aman.

Harisman mengingatkan warga untuk tetap waspada di tengah musim penghujan. “Biasanya hujan deras terjadi pada sore hari. Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah dan melaporkan segera jika ada potensi bahaya,” ujarnya.

Musim hujan adalah ujian solidaritas bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Dalam situasi ini, kolaborasi antara warga dan petugas menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama. Jika Anda tinggal di area rawan pohon tumbang, tetap siaga dan selalu prioritaskan keselamatan keluarga.

Tetaplah awas, Tasikmalaya, karena hujan adalah anugerah yang menuntut kewaspadaan. Bagaimana dengan lingkungan sekitar Anda? Sudahkah pohon di depan rumah Anda diperiksa keamanannya? Jangan tunggu hingga dahan patah menjadi ancaman!




Sumber : https://jabar.tribunnews.com/2025/01/01/hujan-disertai-angin-kencang-landa-tasikmalaya-satu-unit-rumah-tertimpa-pohon-tumbang

Minggu, 29 Desember 2024

SIAGA BENCANA NATAL DAN TAHUN BARU, BPBD TASIKMALAYA DIRIKAN 5 POSKO KOLABORASI


BPBD


Tasikmalaya, 29 Desember 2024 – Menyongsong libur Natal dan Tahun Baru 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mengambil langkah preventif dengan mendirikan lima posko kolaborasi di berbagai titik rawan bencana di wilayahnya. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi selama periode liburan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin SIP, melalui Koordinator Posko Nataru 2024-2025, Abdul Azis Riswandi SKep, mengungkapkan bahwa kelima posko tersebut beroperasi sejak 23 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025. Posko ini terletak di lokasi strategis, yaitu Lingkar Gentong, Salawu, Alun-Alun Singaparna, Pesanggrahan Cipatujah, dan Cikalong – kawasan yang diketahui rentan terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Abdul Azis menjelaskan bahwa posko-posko ini juga sejalan dengan keputusan Gubernur Jawa Barat yang menetapkan status siaga darurat bencana di seluruh provinsi. Hal serupa juga dilakukan oleh Bupati Tasikmalaya, yang mengimbau kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi selama masa liburan.

Dengan menyiapkan 34 personel dari Pusdaolps, 10 anggota Damkar, dan dua relawan kebencanaan per posko, BPBD memastikan kesiapan operasional yang matang. Tim monitoring dan evaluasi juga sudah disiapkan untuk memastikan pelaksanaan yang optimal di wilayah rawan bencana, meminimalkan dampak kerugian akibat bencana yang mungkin terjadi.

"Kami fokus pada pemantauan dan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja," ujar Abdul Azis.

Upaya ini menunjukkan komitmen BPBD Kabupaten Tasikmalaya dalam mengedepankan keselamatan masyarakat selama liburan, memastikan segala kebutuhan terkait informasi kebencanaan dan operasional posko berjalan dengan baik.


Sumber : https://radartasik.id/2024/12/29/kalau-ada-apa-apa-saat-liburan-natal-dan-tahun-baru-datangi-posko-bpbd-kabupaten-tasikmalaya-ada-di-5-lokasi/


DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...