Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Sosial dan Kemanusiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial dan Kemanusiaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Januari 2026

Menutup Tahun dengan Sujud dan Doa, Kodim 0612/Tasikmalaya Kirim Harapan dari Masjid At-Taqwa

Kodim 0612/Tasikmalaya
Momen Doa Bersama 

Tasikmalaya – Pergantian tahun tidak selalu harus dirayakan dengan gegap gempita. Di Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, malam akhir tahun justru dimaknai dengan keheningan, sujud, dan doa yang dipanjatkan bersama. Selasa, 31 Desember 2025, para prajurit dan PNS Kodim 0612/Tasikmalaya berkumpul dalam satu barisan iman, menghadap Sang Pencipta, menyambut Tahun Baru 2026 dengan hati yang tunduk dan penuh harap.

Doa bersama ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan ikhtiar batin untuk menutup lembaran tahun dengan introspeksi. Dalam suasana masjid yang khusyuk, lantunan doa mengalir sebagai pengakuan atas segala kekhilafan, sekaligus permohonan agar langkah pengabdian ke depan senantiasa berada dalam ridho Allah SWT.

Momentum tersebut juga menjadi ruang empati. Di tengah doa-doa yang terucap, terselip harapan tulus untuk saudara-saudara sebangsa di Aceh dan Sumatera yang tengah diuji oleh bencana alam. Jarak geografis tak menjadi sekat bagi kepedulian. Dari Tasikmalaya, doa dikirimkan agar para korban diberi kekuatan, keselamatan, dan jalan kemudahan dalam melewati masa sulit.

Bagi keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya, doa bersama ini adalah pengingat bahwa kekuatan sejati tidak hanya bersumber dari fisik dan kedisiplinan, tetapi juga dari kedalaman spiritual dan keteguhan iman. Prajurit dan PNS tidak hanya dituntut siap secara profesional, namun juga kuat secara batin dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Memasuki Tahun Baru 2026, doa-doa yang dipanjatkan menjadi pijakan awal untuk melangkah dengan niat yang lebih lurus, semangat yang diperbarui, dan kepedulian sosial yang terus dijaga. Dari Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, harapan pun dirajut: semoga Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dijauhkan dari segala musibah, serta dianugerahi kedamaian dan persatuan.

Senin, 15 Desember 2025

Usai Upacara, Pengabdian Dilanjutkan: Tali Asih untuk Veteran dan Warakawuri di Hari Juang TNI AD


Bakti Sosial
Pemberian Tali Asih Ke Salah Satu Veteran 

Tasikmalaya — Senin, 15 Desember 2025, Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya belum sepenuhnya sunyi setelah Upacara Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat berakhir. Di tempat yang sama, makna Hari Juang justru berlanjut dalam wujud yang lebih sederhana, namun sarat rasa : bakti sosial pemberian tali asih kepada para veteran dan warakawuri.

Kegiatan bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor Inf Deni Zaenal Mutaqien, S.Sos., M.IP, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang TNI AD. Tanpa barisan pasukan dan aba-aba komando, suasana berubah menjadi lebih hangat dan personal. Sapaan, jabat tangan, dan senyum menjadi bahasa utama pengabdian.

Pemberian tali asih ini bukan sekadar bantuan simbolik. Ia adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang lebih dahulu berjuang para veteran yang pernah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan masa muda demi tegaknya bangsa, serta para warakawuri yang setia menopang perjuangan dalam senyap.

Hari Juang TNI AD pada momentum ini seolah menemukan makna utuhnya. Jika upacara menjadi ruang pengingat sejarah, maka bakti sosial menjadi bukti bahwa semangat juang itu terus hidup dalam kepedulian nyata. Nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI tidak berhenti di lapangan upacara, tetapi diterjemahkan dalam tindakan kemanusiaan.

Kasdim 0612/Tasikmalaya menegaskan bahwa perhatian kepada veteran dan warakawuri merupakan bagian tak terpisahkan dari jati diri TNI AD. Pengabdian kepada bangsa tidak mengenal garis waktu; ia terus mengalir dari generasi ke generasi prajurit.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI AD tidak hanya tercermin dari kedisiplinan pasukan, tetapi juga dari kepekaan hati terhadap mereka yang telah berjasa. Dalam suasana yang sederhana, Hari Juang kembali menemukan ruhnya tentang menghormati masa lalu, merawat kebersamaan, dan menjaga nilai kemanusiaan.

Di Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya, Senin itu, Hari Juang tidak ditutup dengan aba-aba. Ia ditutup dengan doa, rasa hormat, dan komitmen untuk terus melanjutkan pengabdian.

Jumat, 10 Oktober 2025

Bakti Sosial Persit Kodim 0612/Tasikmalaya di Manggungjaya: Saat Doa dan Haru Menyatu dalam Kebaikan

Bakti Sosial
Penerima Manfaat Baksos Sedang Mendoakan 

Jumat Siang 10 Oktober 2025 di Desa Manggungjaya , Kecamatan Rajapolah, terasa berbeda dari biasanya. Langit teduh seolah ikut menyambut langkah penuh kepedulian rombongan Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Fara Yan Octa Rombenanta, yang datang bersama Danramil 1205/Rajapolah Kapten Inf Syamsul Alam dan Ketua Persit Ranting VI, Ny. Ani Syamsul Alam.

Dalam kegiatan bakti sosial yang digelar sederhana namun sarat makna itu, Persit Kodim 0612/Tasikmalaya menyerahkan bantuan sosial kepada warga lanjut usia dan penyandang disabilitas di Kampung Margasari dan Kampung Sukajadi, Desa Manggungjaya.

Para penerima bantuan di antaranya Ibu Titin, Ibu Tuti Setiawati, Raka  anak penyandang tuna rungu dan tuna wicara, serta Ibu Engkoy dan Bapak Ate yang kini tengah berjuang melawan keterbatasan fisik. Paket bantuan diserahkan langsung oleh rombongan dengan penuh kehangatan dan senyum tulus.

Momen paling menyentuh terjadi ketika para penerima manfaat memanjatkan doa bersama. Suara lirih penuh syukur dan mata yang berkaca-kaca menciptakan suasana haru yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Tak ada jarak antara pemberi dan penerima  hanya rasa kebersamaan yang mengalir lembut di tengah kegiatan itu.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh ketenangan. Para anggota Persit tampak kompak dan sigap dalam membantu, sementara masyarakat sekitar ikut menyaksikan dengan rasa bangga dan terharu.

Melalui kegiatan ini, Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu ditandai dengan kemewahan, tetapi dengan keikhlasan hati untuk hadir dan berbagi. Di balik senyum dan doa yang terucap, tersimpan makna besar tentang kemanusiaan: bahwa kebaikan sekecil apa pun akan selalu meninggalkan jejak yang abadi.


Sumber : Koramil 1205/Rajapolah 

Rabu, 18 Juni 2025

Langkah Kecil Menuju Makna Besar: Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Menyapa Kampung Naga

Persit
Momen Di Kampung Naga 

Kampung Naga, 17 Juni 2025 – Di sebuah desa yang menyimpan hening dan hikmah, rombongan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya menapaki jalan bebatuan dan menyatu dengan kesejukan kearifan lokal. Bukan sekadar kunjungan, ini adalah perjalanan rasa antara budaya dan kepedulian.

Dipimpin langsung oleh Ny. Fara Octa, Ketua Persit Cabang XXIII, rombongan disambut hangat di jantung Kampung Naga sebuah kampung adat yang setia menjaga warisan leluhur dalam sunyi yang bermakna. Dalam kegiatan tersebut, turut mendampingi Danramil 1222/Salawu, Kapten Inf Hasan, serta Babinsa wilayah setempat yang selama ini aktif menjalin hubungan harmonis dengan warga.

Wisata budaya ini tidak berdiri sendiri. Di sela kekaguman pada rumah-rumah panggung dan filosofi hidup masyarakat adat, Persit menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada warga Kampung Naga sebagai bentuk kehadiran yang tidak hanya melihat, tetapi juga peduli.

“Di sini kita belajar bahwa hidup bisa sederhana tapi bermakna. Kita tidak datang membawa banyak hal, tapi kami berharap bisa membawa manfaat,” tutur Ny. Fara Octa.

Kehadiran Persit bersama unsur teritorial TNI menjadi cerminan sinergi nyata menghargai adat istiadat, sekaligus membawa pesan bahwa perhatian dan kasih sayang tetap bisa menjangkau hingga pelosok yang senyap.

Kampung Naga hari itu tidak ramai. Tapi terasa penuh. Penuh makna, penuh kesadaran bahwa budaya dan kemanusiaan bisa berjalan berdampingan, saling menguatkan. Inilah jejak kecil yang membisikkan pesan besar: peduli tak harus mewah, cukup tulus dan hadir.


Rabu, 11 Juni 2025

Merajut Harmoni Sosial: Kunjungan Ketua Persit Daerah III/Siliwangi di Kodim 0612/Tasikmalaya

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman


Hari Selasa, 10 Juni 2025 menjadi momen yang penuh warna di Kota Tasikmalaya. Dalam suasana hangat dan bersahabat, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman, hadir bersama rombongan dalam kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya.

Bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi langkah nyata membangun semangat kepedulian dan solidaritas di tengah keluarga besar TNI AD, serta membuka ruang dialog dan kebersamaan dengan masyarakat.


Dimulai dari Pendidikan, Disambut dengan Hangat

Setibanya di TK Kartika, Jalan Taman Pahlawan Kusuma Bangsa, Kota Tasikmalaya, rombongan disambut dengan penuh kehangatan oleh Ny. Silvia Yan Octa, Ketua Persit Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya. Anak-anak, guru, dan anggota Persit turut menyemarakkan penyambutan ini, menjadi awal yang menyenangkan dari rangkaian kegiatan sepanjang hari itu.


Menabur Manfaat di Makodim 0612/Tasikmalaya

Perjalanan dilanjutkan ke Makodim 0612/Tasikmalaya, di mana digelar sejumlah agenda yang tidak hanya menyentuh internal organisasi Persit, namun juga masyarakat sekitar. Dari pembagian bantuan sosial, pengobatan gratis, hingga kunjungan ke pelaku UMKM lokal, semuanya dilaksanakan dengan semangat penuh kepedulian.

Dalam sesi pengarahan kepada anggota Persit, Ny. Leni menyampaikan pesan yang membekas: tentang pentingnya peran Persit bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai penguat moral dan sosial dalam rumah tangga dan masyarakat.

"Jadilah perempuan yang saling menguatkan, yang bekerja dengan hati, yang mampu menghadirkan perubahan kecil namun berarti. Kita adalah bagian dari wajah TNI di mata masyarakat," tutur beliau dengan lugas dan penuh semangat.


Menyapa Keluarga Prajurit, Menguatkan UMKM Lokal

Usai pengarahan, rombongan melanjutkan perjalanan ke RM Saung Panyawahan, Desa Mekarwangi, Cisayong untuk santap siang bersama. Namun, kegiatan tak berhenti di sana. Kunjungan dilanjutkan ke rumah Regina Artika Sari Dewi, putri dari Kopka Sarmin, anggota Koramil Cisayong. Anjangsana ini menjadi bentuk nyata empati dan perhatian keluarga besar TNI terhadap anggotanya.

Rangkaian kegiatan sosial dilengkapi dengan kunjungan ke pelaku UMKM binaan Kodim, seperti Agnesa Batik dan Dawalul Bordir. Produk-produk lokal yang penuh kreativitas ini menjadi simbol bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan seiring dengan peran aktif Persit dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal.


Makan Malam yang Mengikat Kebersamaan

Menjelang malam, rombongan menikmati makan malam di Bakso Laksana, Kota Tasikmalaya. Di balik meja makan, tercipta ruang keakraban tanpa sekat pangkat dan jabatan. Momen ini menjadi penutup hari yang panjang namun berkesan, sekaligus mempererat jaringan emosional antaranggota Persit dan perwakilan satuan wilayah Siliwangi.


Lebih dari Sekadar Kunjungan

Kunjungan kerja ini bukan hanya tentang agenda, tetapi tentang nilai. Tentang bagaimana Persit menanamkan rasa peduli, menghidupkan semangat gotong royong, serta mengambil peran dalam membentuk keluarga TNI yang tangguh dan masyarakat yang mandiri.

Melalui kegiatan ini, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman memperlihatkan bahwa organisasi istri prajurit bukan sekadar pendamping dalam diam, tapi motor penggerak dalam sunyi yang membawa makna bagi banyak pihak.

Salam hormat untuk para perempuan hebat di Persit Kartika Chandra Kirana – teruslah menjadi cahaya di tengah pengabdian!


Jumat, 06 Juni 2025

“Banteng” Presiden untuk Manonjaya: Kurban Bukan Hanya Soal Daging

Antusias Warga Prosesi Penyembelihan Hewan Kurban 


Manonjaya, 6 Juni 2025 

Seekor sapi raksasa seberat 9,5 kwintal tiba di Masjid Agung Manonjaya tanpa suara sirine atau karpet merah. Tapi kehadirannya menggetarkan. Bukan karena ukurannya yang mencolok, tapi karena siapa yang mengirimkannya dan untuk siapa ia disiapkan.

Sapi ini, dijuluki “Banteng”, adalah bagian dari kurban pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tak datang ke kota-kota besar. Ia justru hadir di jantung Tasikmalaya, tepatnya di Kecamatan Manonjaya tempat di mana banyak warga masih hidup dengan kesederhanaan yang jujur.


Lebih dari Daging: Ini Tentang Distribusi Rasa Peduli

Seekor sapi besar dipotong. Dagingnya dipilah rapi, ditimbang setengah kilo per paket, lalu dikemas menjadi 1.000 bungkus kurban. Tapi nilai kurban ini tak bisa ditakar hanya dengan satuan kilogram. Karena yang dibagi bukan hanya daging—tetapi juga perasaan diperhatikan.


Warga dari berbagai penjuru Kecamatan Manonjaya datang, tidak sekadar untuk menerima, tapi untuk merasakan: bahwa negara itu nyata, bahwa kepemimpinan bisa menyentuh hingga ke meja makan rakyat kecil.


Hadir untuk Menyaksikan, Bukan Sekadar Seremonial

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh berbagai tokoh:

• Camat Manonjaya, Bpk. Kadir, S.Sos

• Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar

• Kapolsek Manonjaya, AKP Endang Wijaya

• Ketua MUI Kec. Manonjaya, KH. Ace Munawar

• Ketua LPTQ, KH. Muhammad Yunus

• Ketua DKM Masjid Agung Manonjaya, KH. Asep Saepuloh

• Kasi Kessos Kec. Manonjaya, Bpk. Sansan


Warga sekitar yang tak hanya datang untuk menerima, tapi juga menyaksikan semangat gotong royong bekerja nyata.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Tidak ada panggung megah. Tapi ada ruang sederhana tempat warga saling menyapa, bersyukur, dan berbagi cerita.


Edukasi Sunyi dari Seekor Sapi

Dalam sunyi prosesi kurban ini, ada pelajaran besar yang terucap tanpa kata:

Bahwa kepedulian itu tidak harus datang dengan ramai, tapi harus datang dengan tulus. Bahwa berkurban bukan cuma ibadah, tapi juga kesempatan untuk menyampaikan pesan: kita masih peduli, kita masih bersaudara.

“Kurban ini bukan hanya tentang daging. Ini tentang menghadirkan negara dalam bentuk paling sederhana: dalam sebungkus rejeki yang disampaikan dengan hormat,” ujar Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar.

Hari ini seekor sapi jatuh, tapi harkat sesama manusia terangkat.

Dan Manonjaya mencatatnya bukan hanya di laporan, tapi di hati mereka yang menerima.


Selasa, 18 Maret 2025

KEBERSAMAAN DI BULAN SUCI: KORAMIL 1208/MANONJAYA DAN GANDARA GRUP BAGIKAN TAKJIL UNTUK WARGA

Berbagi Takjil
Pembagian Takjil 


Tasikmalaya – Suasana Ramadan semakin hangat dengan aksi berbagi yang dilakukan oleh Koramil 1208/Manonjaya bekerja sama dengan Gandara Grup. Pada Selasa sore, menjelang waktu berbuka puasa, ratusan warga Kecamatan Manonjaya tampak berkumpul di depan Koramil 1208/Manonjaya, Jalan Warung Sumedang, Desa Manonjaya. Mereka menerima takjil berupa 1.000 cup kolak yang dibagikan secara gratis dalam kegiatan yang penuh kebersamaan ini.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar, beserta anggotanya, yang turut berbaur dengan masyarakat untuk membagikan takjil. Kehadiran berbagai pihak, termasuk perwakilan Camat Manonjaya, Kasi Kesos Bapak Sansan Ayip S., A.Md., S.E., M.Si., Ketua Persit KCK Ranting 09 beserta anggota, Kepala Desa Manonjaya, anggota FKFFI, serta tim dari Gandara Grup, semakin mempererat solidaritas dalam berbagi keberkahan Ramadan.

Lettu Inf Mirhamdi Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar serta wujud nyata sinergi antara TNI dan elemen masyarakat dalam mendukung nilai-nilai kebersamaan di bulan suci. “Ramadan adalah bulan penuh berkah. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan warga Manonjaya, terutama yang tengah menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Gandara Grup mengungkapkan rasa syukurnya bisa turut serta dalam kegiatan sosial ini. “Semoga apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan semakin mempererat hubungan antara dunia usaha dan lingkungan sekitar,” katanya.

Masyarakat yang menerima takjil pun mengungkapkan rasa terima kasihnya. Salah satu warga, Ibu Siti (45), mengatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan belum sempat menyiapkan menu berbuka.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan, dan diakhiri dengan doa bersama agar kebersamaan dan kepedulian ini terus berlanjut di masa-masa mendatang. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan memperkuat tali silaturahmi. Koramil 1208/Manonjaya dan Gandara Grup telah menunjukkan bahwa kebersamaan dalam berbagi bisa menjadi semangat yang menginspirasi.


Sumber : Koramil 1208/Mnj

Kodim 0612/Tasikmalaya Buka Pasar Murah Ramadhan dan Langsung Berbagi Takjil Bersama Persit dan Mitra

Berbagi Takjil
Dandim 0612/Tsm Berbagi Takjil Ke Warga Yang Melintas 


Tasikmalaya, 17 Maret 2025 – Suasana kebersamaan begitu terasa di Markas Kodim 0612/Tasikmalaya dalam rangkaian kegiatan Ramadhan 1446 H. Setelah membuka secara resmi Pasar Murah Ramadhan, Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., bersama Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0612 dan sejumlah undangan, turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan dunia usaha dalam membantu masyarakat, khususnya di bulan suci. Turut hadir dalam aksi sosial ini perwakilan dari Walikota Tasikmalaya, Danlanud Wiriadinata, Kapolres Tasikmalaya Kota, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, serta berbagai perusahaan, termasuk Gandara Group, PT Nukar, Asia Toserba, dan Smartfren.

Partisipasi dunia usaha dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Gandara Group, sebagai salah satu perusahaan yang ikut berkontribusi, menegaskan komitmennya dalam mendukung masyarakat, baik melalui Pasar Murah Ramadhan maupun kegiatan berbagi takjil. “Kami ingin berperan dalam membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau serta mendukung aksi sosial yang bermanfaat,” ujar perwakilan Gandara Group.

Di lokasi bazar, suasana penuh kehangatan tercipta saat Dandim, ibu-ibu Persit, serta para undangan membagikan takjil kepada warga. Anak-anak, pekerja harian, hingga pengendara yang melintas menerima takjil dengan penuh syukur. Seorang pengemudi ojek online yang kebetulan lewat mengungkapkan rasa terima kasihnya, merasa terbantu bisa berbuka puasa tanpa harus berhenti bekerja lebih lama.

Ramadhan adalah waktu untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kodim 0612/Tasikmalaya, melalui aksi nyata ini, kembali menegaskan perannya tak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang selalu hadir untuk berbagi dan peduli.


Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Pasar Murah Ramadhan: Meringankan Beban Masyarakat di Bulan Penuh Berkah

Pasar Murah Bazar
Pembukaan Pasar Murah Dan UMKM 


Tasikmalaya, 17 Maret 2025 – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar Pasar Murah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Inisiatif ini bertujuan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga mereka dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih nyaman.

Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., membuka acara ini secara langsung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan rakyat.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa terbebani harga yang tinggi, terutama di bulan penuh berkah ini. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan dunia usaha sangat penting untuk meringankan beban warga," ujar Dandim.

Pasar murah ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk unsur Forkopimda Tasikmalaya, yang hadir baik secara langsung maupun melalui perwakilan. Sejumlah tokoh penting turut berpartisipasi, seperti perwakilan Walikota Tasikmalaya, Danlanud Wiriadinata, Kapolres Tasikmalaya Kota, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kepala Kejaksaan Negeri, serta perwakilan dari Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama.

Selain itu, kalangan swasta juga berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Hadir di antaranya Pimpinan PT Nukar, Martin Stephan dari Asia Toserba, perwakilan Smartfren, serta Ketua Yayasan Sijum, yang turut memperkuat sinergi dalam membantu masyarakat.

Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran, berkat kolaborasi dengan Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Kota Tasikmalaya. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat mereka berbondong-bondong datang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga bersubsidi.

Ramadhan bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga momen untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan adanya kegiatan ini, Kodim 0612/Tasikmalaya kembali menunjukkan perannya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan.

Semangat gotong royong yang terjalin dalam acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus peduli dan berbagi di tengah tantangan ekonomi. Pasar Murah Ramadhan ini bukan hanya transaksi jual beli, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian yang membawa berkah bagi semua.


Minggu, 16 Februari 2025

Kolaborasi Berkah: Koramil 1208/Manonjaya dan PT Maleo Gelar Dikhitan Bersama dan Penyerahan Al-Qur'an di Manonjaya

Koramil 1208/Manonjaya
Momen Bersama 


Tasikmalaya – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Koramil 1208/Manonjaya bekerja sama dengan PT Maleo Rahma Indo Abadi dan Yayasan Al-Hikmah mengadakan kegiatan Dikhitan Bersama dan Penyerahan Al-Qur'an bagi masyarakat Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Acara penuh keberkahan ini digelar pada Minggu, 16 Februari 2025 di Masjid Al-Hikmah, Kampung Karang Tinggal.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Sekmat Manonjaya, Danramil 1208/Manonjaya Lettu Inf Mirhamdi Siregar, Ketua Yayasan Al-Hikmah, Kepala Desa Manonjaya, serta para tokoh masyarakat. Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa saat 25 anak dari Desa Manonjaya mengikuti prosesi khitan dengan penuh semangat dan keceriaan.

Dalam momen yang penuh makna ini, Danramil 1208/Manonjaya Lettu Inf Mirhamdi Siregar secara simbolis menyerahkan Al-Qur'an kepada Ketua DKM Al-Hikmah sebagai bentuk kepedulian spiritual dan dukungan terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Lettu Inf Mirhamdi Siregar menyampaikan, "Kegiatan ini tidak hanya sebagai wujud kepedulian, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan dengan masyarakat. Kami berharap program ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bagi semua pihak."

Ketua Yayasan Al-Hikmah turut mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari Koramil 1208/Manonjaya dan PT Maleo Rahma Indo Abadi. "Kami sangat berterima kasih atas kontribusi yang luar biasa ini. Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk kebaikan bersama," ujarnya.

Acara yang berlangsung tertib dan penuh khidmat ini tidak hanya memberikan manfaat fisik melalui prosesi khitan, tetapi juga manfaat spiritual melalui penyerahan Al-Qur'an, memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi inspirasi tentang pentingnya kebersamaan dalam berbagi dan memperkuat iman.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Koramil 1208/Manonjaya di bawah kepemimpinan Lettu Inf Mirhamdi Siregar bersama PT Maleo Rahma Indo Abadi menunjukkan bahwa sinergi yang baik dapat membawa keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat.

Bersama Kita Berbagi, Bersama Kita Kuat!



Sumber : Warga Dan Koramil 1208/Manonjaya

Sabtu, 18 Januari 2025

Koramil 1205/Rajapolah Hadirkan Kepedulian Melalui Imtihan dan Santunan Anak Yatim Piatu di Majelis Ta'lim Miftahur Rohmat

Koramil 1205/Rajapolah
Imtihan Majelis Ta'lim Miftahur Rohmat 

Rajapolah, Tasikmalaya – Malam penuh keberkahan tersaji pada Sabtu, 18 Januari 2025, di Madrasah Miftahur Rohmat, Kampung Sukaruas, Desa Sukaraja. Kegiatan Imtihan Majelis Ta'lim Miftahur Rohmat berlangsung khidmat, menggabungkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, dan silaturahmi yang mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat.

Dalam acara ini, Serma Alif Effendi hadir mewakili Danramil 1205/Rajapolah. Selain berperan sebagai qori dengan lantunan ayat suci yang menyentuh hati, ia juga menjadi penghubung yang membawa pesan kepedulian dari Koramil kepada masyarakat. Kehadirannya menguatkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun solidaritas dan empati.

Sambutan disampaikan oleh Sertu Hariyanto, yang menekankan pentingnya semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. “Acara ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai agama dan kebersamaan dapat menjadi dasar untuk membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kasih sayang,” ucapnya.

Sertu Hariyanto juga secara simbolis menyerahkan santunan kepada 13 anak yatim piatu. Bantuan ini disalurkan melalui para dermawan, yakni Bapak Saepul Rohman dan Bapak Suyanto, yang dengan tulus berbagi rezeki untuk meringankan beban dan memberikan harapan baru bagi anak-anak tersebut.

Hadirin yang Memperkuat Silaturahmi

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting yang mencerminkan kekompakan masyarakat. Kepala Desa Sukaraja, Asep Nandang, S.Pd.I., memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Ajengan Jajang Saipul Milah, pimpinan Madrasah Miftahur Rohmat, turut memberikan motivasi spiritual yang mendalam. Ketua DKM Masjid Jami Al-Hikmat, Ustad Tatang Kadarusman, bersama tokoh agama lainnya, menambah kehangatan acara dengan nasihat yang inspiratif.

Para Ketua RT setempat Endang Tedi, Yudi Herdani, dan Jajang Lukman juga hadir, memastikan bahwa kegiatan berjalan lancar. Tidak ketinggalan, santri dan santriyah Pondok Pesantren Miftahur Rohmat turut serta menyemarakkan acara, menampilkan wajah generasi muda yang bersemangat dalam mengamalkan nilai-nilai agama.

Kegiatan yang Menginspirasi dan Bermakna

Keberhasilan acara ini tidak hanya terlihat dari suasana khidmat yang tercipta, tetapi juga dari pesan-pesan positif yang tersampaikan. Peran Serma Alif Effendi sebagai perwakilan Danramil 1205/Rajapolah sekaligus qori menunjukkan bagaimana Koramil senantiasa hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam tugas militer, tetapi juga dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.

Acara ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat membawa pesan bahwa kebersamaan adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Di malam yang penuh berkah itu, Kampung Sukaruas tidak hanya bersinar karena lampu-lampu malam, tetapi juga karena cahaya cinta, kasih sayang, dan harapan yang terpancar dari setiap individu yang hadir. Kegiatan seperti ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk melestarikan budaya berbagi dan peduli.





Sumber : Pendim 0612/Tsm, Koramil 1205/Rajapolah 

Kamis, 16 Januari 2025

Kodim 0612/Tasikmalaya Rayakan HUT ke-79 Persit Kartika Chandra Kirana dengan Bakti Sosial Donor Darah: Semangat Peduli yang Mengalir

Kodim 0612/Tasikmalaya
Komandan bersama Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tsm 

Kodim 0612/Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya untuk berbagi kebaikan. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Persit Kartika Chandra Kirana, sebuah kegiatan bakti sosial yang penuh makna digelar di Markas Kodim 0612/Tasikmalaya pada Kamis (16/01/2025). Kali ini, aksi donor darah menjadi fokus utama, mengundang anggota TNI, Persit, Polri, hingga masyarakat umum untuk berkontribusi langsung bagi kemanusiaan.

Dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh semangat. Tak hanya sebuah seremoni, donor darah ini menjadi upaya nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Lebih dari sekadar angka, aksi ini menyampaikan pesan besar tentang kepedulian sosial yang melibatkan semua lapisan masyarakat.

TNI dan Masyarakat, Beriringan Menebar Kebaikan

Dalam sambutannya, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos, menegaskan bahwa momen HUT Persit ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga refleksi atas nilai-nilai kemanusiaan yang terus dihidupkan.

“Kami ingin HUT ke-79 Persit Kartika Chandra Kirana ini tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga aksi nyata untuk masyarakat. Setiap tetes darah yang didonorkan adalah harapan baru bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Letkol Yan Octa dengan penuh optimisme.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Fara Octa. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan betapa semangat gotong-royong masih hidup di tengah masyarakat.

“Partisipasi dari berbagai pihak, mulai dari anggota TNI hingga masyarakat sipil, adalah bukti nyata bahwa kita bisa bergandengan tangan untuk kebaikan bersama. Semoga darah yang didonorkan hari ini menjadi berkat bagi yang menerimanya,” ungkap Ny. Fara dengan tulus.

Momentum untuk Menghidupkan Solidaritas

Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima darah, tetapi juga memberi dampak positif bagi para pendonornya. Selain membantu sesama, donor darah secara rutin diketahui dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Lebih dari itu, acara ini juga mempererat hubungan emosional antara TNI, Persit, dan masyarakat. Mereka yang hadir tak hanya mendonorkan darah, tetapi juga mendonasikan waktu, tenaga, dan empati untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Donor Darah: Lebih dari Sekadar Kegiatan Sosial

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti bahwa ulang tahun bukan hanya soal perayaan, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan. Kodim 0612/Tasikmalaya memberikan teladan bahwa dengan berbagi, kebahagiaan justru semakin bertambah.

Dengan semangat HUT ke-79 Persit Kartika Chandra Kirana, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus bersinergi menciptakan perubahan. Satu tetes darah, satu nyawa terselamatkan. Mari terus peduli, mari terus berbagi.







Sumber : Pendim 0612/Tsm 

Rabu, 08 Januari 2025

Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya: Kehilangan Besar bagi Pemerintahan dan Masyarakat

Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya
Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya

Kabar duka datang dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tasikmalaya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Bapak Adang Mulyana, berpulang ke rahmatullah pada Rabu dini hari, 8 Januari 2025, di kediamannya di Perum Tandala, Kecamatan Kawalu. Almarhum wafat sekitar pukul 01.00 WIB setelah sekian lama berjuang melawan komplikasi penyakit yang dideritanya.

Kepergian Bapak Adang Mulyana meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat, jajaran pemerintah, serta masyarakat Kota Tasikmalaya. Almarhum dikenal sebagai seorang pemimpin berdedikasi tinggi yang telah memberikan banyak kontribusi, baik saat menjabat sebagai Kepala DKP3, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), maupun saat menjadi Camat Cihideung.

Kondisi Kesehatan dan Perjuangan Almarhum

Sejak beberapa tahun terakhir, Bapak Adang Mulyana diketahui mengalami komplikasi penyakit serius yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif, termasuk cuci darah secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan almarhum sering absen dari tugas dinas sepanjang tahun 2024 untuk fokus pada pemulihan kesehatan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya, Gungun Pahlagunara, mengonfirmasi kabar duka ini. “Betul, beliau meninggal tadi malam. Kami sangat kehilangan sosok beliau yang sangat berdedikasi dalam pekerjaannya,” ujarnya.

Tantangan DKP3 Pasca Kepergian Almarhum

Kepergian Bapak Adang Mulyana semakin mempertegas krisis kepemimpinan di lingkungan DKP3. Dalam beberapa bulan terakhir, tugas-tugas dinas sudah banyak terbengkalai karena kondisi kesehatan almarhum. Situasi semakin berat karena Sekretaris DKP3, Bapak Heru Susanto, juga diketahui sedang sakit sejak Oktober 2024, sehingga organisasi praktis hanya berjalan dengan dukungan kepala bidang dan kepala seksi.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera menstabilkan jalannya pemerintahan, khususnya di sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan, pertanian, dan perikanan masyarakat.

Mencari Solusi di Tengah Krisis

Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa sistem pemerintahan perlu lebih tangguh dalam menghadapi situasi krisis, terutama ketika terjadi kekosongan atau kendala pada posisi kepemimpinan. Pemerintah Kota Tasikmalaya diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengisi jabatan strategis yang kosong dengan figur-figur yang mampu melanjutkan visi dan misi almarhum.

Selain itu, perlu ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan kesehatan ASN agar mereka dapat menjalankan tugas dengan optimal. Kejadian ini juga menjadi pelajaran penting untuk memprioritaskan sistem kerja yang mampu beradaptasi dengan situasi darurat tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

Selamat jalan, Bapak Adang Mulyana. Dedikasi dan kontribusimu akan selalu menjadi warisan berharga bagi masyarakat dan pemerintahan Kota Tasikmalaya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.


Sumber : Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya, https://radartasik.id/2025/01/08/innalillahi-wainnailaihi-rojiun-kepala-dinas-ketahanan-pangan-kota-tasikmalaya-adang-mulyana-wafat/

Jumat, 03 Januari 2025

"Tasikmalaya Bicara: Saat Anak dan Perempuan Berani Melawan Sunyi"

Saat Anak dan Perempuan Berani Melawan Sunyi
Ilustrasi : Lapor Kekerasan Perempuan dan Anak

Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Tasikmalaya kian menanjak, menciptakan urgensi bagi perubahan besar. Dalam lima tahun terakhir, data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) mencatat lonjakan kasus dari 42 pada 2020 menjadi 164 hingga November 2024. Namun, angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada cerita keberanian yang layak didengar dan didukung.

Munculnya Suara dari Dalam Kegelapan

Menurut Kepala DPPKBP3A, Imin Muhaemin, peningkatan kasus ini salah satunya disebabkan oleh kemudahan pelaporan melalui layanan daring seperti SP4NLAPOR. “Kini masyarakat lebih melek dan lebih mudah menyampaikan laporan terjadinya kekerasan,” ungkapnya.

Sistem pelaporan daring telah membuka ruang bagi korban untuk menyuarakan apa yang selama ini terkubur. Meski begitu, perjuangan korban tak berhenti pada laporan. Banyak dari mereka masih harus menghadapi ketakutan, stigma, hingga tekanan ekonomi.

Di Balik Data, Ada Luka yang Tak Terlihat

Angka-angka ini menyimpan kisah-kisah yang sering kali luput dari perhatian. Perempuan kerap terjebak dalam situasi dilema, memilih antara melawan atau bertahan demi keluarga. Sementara itu, anak-anak menjadi korban tanpa perlindungan memadai, menunggu keberanian dari orang dewasa di sekitar mereka untuk bertindak.

Meningkatkan Tindakan, Bukan Hanya Pelaporan

Imin menegaskan, pelaporan saja tidak cukup. “Keberadaan layanan pelaporan online harus diimbangi dengan langkah pencegahan, edukasi, serta penanganan yang cepat dan efektif,” katanya.

Edukasi masyarakat menjadi kunci. Pemahaman tentang tanda-tanda kekerasan, pentingnya melaporkan, dan cara menangani kasus sejak dini harus ditanamkan. Direktur Taman Jingga, Ipa Zumrotul Falihah, turut mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus pendampingan korban, agar mereka mendapatkan bantuan yang lebih komprehensif. Sayangnya, hingga kini, rencana tersebut masih menggantung tanpa kejelasan.

Saatnya Kolaborasi: Kita Tidak Bisa Sendiri


Peningkatan jumlah kasus ini adalah cerminan dari kerja bersama yang belum maksimal. Pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya harus bersatu untuk menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih kuat. Langkah preventif harus berjalan seiring dengan penguatan layanan pendampingan korban.

Tahun 2025 adalah kesempatan untuk membalik keadaan. Dengan kolaborasi yang nyata, keberanian korban dapat disambut dengan dukungan penuh dari masyarakat. “Ini bukan hanya soal laporan, tetapi bagaimana kita bergerak bersama menciptakan lingkungan yang aman dan penuh empati,” tutup Imin.

Melawan Kekerasan, Membawa Harapan

Kota Tasikmalaya bisa menjadi pionir dalam membangun sistem perlindungan yang inklusif. Edukasi, dukungan, dan tindakan kolektif adalah kunci. Saatnya semua pihak bangkit, bukan hanya untuk menyaksikan perubahan, tetapi untuk menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Karena setiap anak dan perempuan di kota ini layak mendapatkan kehidupan yang aman dan bermartabat.



Sumber : Ilustrasi AI , https://www.instagram.com/kemenpppaigsh=cTVtenE0Z3VoNmtp, https://www.instagram.com/dppkbp3a_kotatasikmalaya?igsh=MTNpZW45NHA5aTMwMA==, dan https://radartasik.id/2025/01/03/kasus-kekerasan-terhadap-anak-dan-perempuan-di-kota-tasikmalaya-meningkat-tajam/2/

Selasa, 31 Desember 2024

Cinta yang Menembus Batas: Pernikahan Massal Tunanetra di Gedung Aisyah, Kota Tasikmalaya

Pernikahan Massal Tunanetra di Gedung Aisyah

Pasangan Pernikahan Massal Tunanetra di Gedung Aisyah 

Kehangatan dan haru memenuhi Gedung Aisyah di Kota Tasikmalaya pada Selasa, 31 Desember 2024. Di tempat ini, lima pasangan tunanetra dari Priangan Timur mengikrarkan janji suci dalam sebuah pernikahan massal yang untuk pertama kalinya digelar khusus bagi mereka. Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi pengingat bahwa cinta dan harapan dapat melampaui segala keterbatasan.

Salah satu pasangan yang menjadi perhatian adalah Edi (60) dan Engkar (56). Dengan penuh syukur, keduanya berbagi kisah perjalanan cinta mereka yang bermula dari komunikasi melalui telepon, perangkat yang sudah disesuaikan untuk kebutuhan mereka. Pertemuan pertama mereka dalam sebuah acara komunitas disabilitas menjadi awal hubungan yang terus berkembang hingga kini resmi berkomitmen sebagai pasangan suami istri.

“Tidak ada persiapan khusus,” ujar Edi dengan lembut. “Saya pernah menikah sebelumnya, tetapi istri saya telah berpulang pada Desember 2022. Hari ini, saya memulai hidup baru bersama Engkar, seorang ibu luar biasa dengan dua anak. Dukungan keluarga dan panitia sangat berarti, hingga kami bisa mewujudkan momen ini.”

Bagi Edi, cinta adalah tentang keberanian memulai kembali. Ia berharap prosesi ini tidak hanya menjadi pengalaman indah bagi dirinya, tetapi juga membawa manfaat lebih luas. “Kami juga ingin menjadi lebih mandiri, dan semoga pemerintah dapat mendukung lewat bantuan modal usaha. Acara seperti ini sangat bermakna bagi kami yang memiliki tantangan fisik,” ungkapnya penuh harapan.

Pernikahan massal ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Aisyah dan komunitas disabilitas setempat. Panitia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut, membuka jalan bagi lebih banyak pasangan tunanetra untuk meraih kebahagiaan serupa.

“Kami berkomitmen menjadikan acara ini agenda rutin, memberikan kesempatan kepada lebih banyak saudara kami untuk menikah dan memulai kehidupan baru,” ujar salah seorang panitia.

Kisah-kisah seperti ini menunjukkan bahwa kekuatan cinta dan kebersamaan mampu memberikan harapan baru, bahkan di tengah berbagai keterbatasan. Melalui dukungan keluarga, komunitas, dan masyarakat luas, kehidupan yang lebih baik dan bermakna selalu dapat diraih.

Pernikahan massal ini menjadi simbol bahwa cinta dan kebahagiaan tidak mengenal batas, memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus menciptakan ruang yang lebih inklusif dan penuh kasih bagi sesama.


Sumber : Pendim 0612/Tasikmalaya dan https://jabar.tribunnews.com/2024/12/31/berawal-dari-ngobrol-lewat-hp-sepasang-tunanetra-asal-tasikmalaya-bersanding-di-pelaminan


Minggu, 29 Desember 2024

TNI AD Ke-79: Membangun Sinergi Lewat Bakti Sosial dan Pesta Rakyat di Manonjaya

Tasikmalaya Tanggal 28 Desember 2024, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Hari Juang TNI AD yang ke-79 bukan sekadar seremonial atau parade militer. Ini adalah sebuah ajakan untuk berkolaborasi, bukan hanya untuk menghormati sejarah, tetapi untuk menciptakan perubahan nyata di tingkat masyarakat. Bersama Sera Sani Foundation, TNI tak hanya hadir dengan seragamnya yang khas, tetapi juga dengan tangan terbuka untuk memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan.

TNI AD Ke-79

Momen Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo Berdoa dan Hadiri Kegiatan Bakti Sosial 

Bakti Sosial yang Tidak Hanya Sekedar Bantuan

Kegiatan ini bukan sekadar memberi bantuan – meski itu jelas penting. Bantuan renovasi rumah bagi veteran, pemberian kaki palsu, serta paket sembako untuk masyarakat kurang mampu memang menjadi sorotan utama. Namun, yang jauh lebih menarik adalah pesan yang tersirat dalam setiap kegiatan tersebut: TNI bukanlah entitas yang jauh dan tak terjangkau, melainkan bagian dari masyarakat yang selalu siap memberikan yang terbaik.

Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, yang memimpin jalannya acara, mengungkapkan dengan jelas bahwa ketahanan wilayah bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang rasa kebersamaan. Apa yang dilakukan di Manonjaya adalah bukti nyata dari sinergitas antara TNI dan warga lokal, yang tak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terwujud dalam aksi nyata.


Pesta Rakyat: Lebih Dari Sekadar Hiburan

Jika biasanya pesta rakyat identik dengan musik dan kembang api, kali ini pesta rakyat di Manonjaya punya cita rasa berbeda. Lomba mancing massal dan menangkap ikan tanpa alat pancing menjadi bagian yang sangat khas dalam acara ini. Lebih dari sekadar hiburan, ini adalah pengalaman edukatif bagi anak-anak yang, di tengah liburan sekolah, bisa belajar langsung tentang alam dan ketekunan.

Mujair, bawal, nila, patin, dan ikan mas yang dilepas di kolam menjadi saksi dari semangat gotong-royong yang terasa begitu kental. Sera Sani Verena, pendiri Sera Sani Foundation, berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Baginya, ini bukan hanya soal memberi bantuan, tapi juga mengedukasi dan mempererat hubungan antargenerasi. Dan bagi anak-anak yang belajar memancing, siapa tahu suatu hari mereka bisa menjadi pemimpin yang memiliki kebijaksanaan untuk mengelola potensi daerah dengan lebih baik.


TNI dan Masyarakat: Dua Kekuatan yang Tak Terpisahkan

Bagi Letjen Kunto Arief Wibowo, acara ini adalah gambaran dari pentingnya membangun ekosistem pertahanan yang berbasis pada potensi lokal. "Kami tidak hanya hadir untuk memperkuat fisik dan ketahanan militer, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi. Lahan yang dulu tidak produktif kini mulai berkembang melalui berbagai upaya pertanian, perkebunan, dan peternakan. Semua ini menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong kesejahteraan," jelasnya.

Dengan hadirnya TNI di tengah masyarakat, ada ikatan emosional yang terjalin. Antusiasme yang luar biasa dari warga Manonjaya membuktikan bahwa kedekatan antara TNI dan masyarakat bukanlah hal yang mustahil. Ini adalah sebuah sinergi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan, bukan sekadar untuk hari ini, tetapi untuk masa depan.


Manonjaya: Model Kolaborasi Masa Depan

Melihat keberhasilan acara ini, bukan hal yang berlebihan jika menyebut bahwa Manonjaya menjadi model kecil dari Indonesia yang mengedepankan kolaborasi antara militer dan masyarakat. Sera Sani Foundation dan TNI membuktikan bahwa untuk menciptakan perubahan, tidak harus menunggu kebijakan besar dari pemerintah. Inisiatif lokal dengan sentuhan militer bisa memberikan dampak yang luar biasa.

Acara ini, lebih dari sekadar perayaan, adalah cerminan bahwa dengan sinergi yang tepat, kita bisa membangun ketahanan bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi. Ini adalah agenda yang lebih besar daripada sekadar peringatan Hari Juang. Ini adalah awal dari perubahan nyata untuk masyarakat Manonjaya dan, harapannya, akan menginspirasi daerah lain untuk mengikuti jejaknya.

Jika ada satu hal yang bisa diambil dari acara ini, itu adalah bahwa kolaborasi tanpa batas antara masyarakat dan TNI adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Manonjaya telah menunjukkan jalan, kini giliran kita untuk melangkah.


Sumber : Pendim 0612/Tasikmalaya,dan https://radartasik.id/2024/12/29/veteran-di-kabupaten-tasikmalaya-dapat-kaki-palsu-di-hari-juang-tni-ad-ke-79/2/

DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...