Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan dan Energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan dan Energi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Desember 2025

Karya Bhakti Hari Juang Kartika 2025: Jalan Sukamekar Disulap Jadi Ruang Gotong Royong

Karya Bhakti Hari Juang Kartika
Semangat Kebersamaan Membersihkan Lingkungan


Tasikmalaya — Pagi di Jl. Sukamekar RT/RW 001/016, Kelurahan Mangkubumi, terasa berbeda. Bukan hanya suara sapu dan garukan cangkul yang menyapa udara, tetapi juga energi kebersamaan yang mengalir tanpa komando. Tepat pukul 07.30 WIB, Karya Bhakti dalam rangka rangkaian Hari Juang Kartika 2025 resmi bergerak.

Bukan seremoni. Bukan pula agenda yang sekadar menggugurkan kewajiban.

Ini adalah pertemuan antara TNI AD dan warga dalam wujud paling sederhana namun paling tulus: membersihkan lingkungan tempat mereka hidup.

Di sepanjang jalan Sukamekar, prajurit dan masyarakat berdiri sejajar. Ada yang mengikis rumput liar, ada yang menata drainase yang mulai menyempit, ada pula yang mengangkut timbunan sampah untuk membuka kembali jalur air. Semua dilakukan tanpa banyak bicara. Yang berbicara hari ini adalah tindakan.

Karya Bhakti ini menjadi bagian dari ruh Hari Juang Kartika: mengingatkan bahwa kekuatan TNI tidak hanya lahir dari barak dan latihan, tetapi juga dari kedekatan dengan rakyatnya. Dari deru nafas yang sama-sama lelah, dari peluh yang jatuh di tanah yang sama.

Warga menyambut kegiatan ini sebagai momen yang membangkitkan semangat lama semangat gotong royong yang kadang tenggelam oleh rutinitas. “Ieu mah anu dipikahoyong,” kata seorang warga yang ikut menyapu, “TNI sareng masyarakat babarengan, teu aya jarak.”

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025 ini bukan akhir, melainkan pengingat: bahwa membenahi lingkungan adalah kerja bersama, bukan kerja musiman. Dan bahwa Hari Juang Kartika tidak hanya diperingati dengan upacara, tetapi juga dengan langkah nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Di Sukamekar, pagi ini, Hari Juang Kartika terasa hidup bukan sebagai tanggal, tapi sebagai gerakan.


Rabu, 04 Juni 2025

Satlinmas Desa Sukaraja Dilatih Tanggap Darurat, Babinsa dan Babinkamtibmas Jadi Pemateri Andalan

Satlinmas Desa
Satlinmas Desa Sukaraja 

Tasikmalaya – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus digalakkan. Salah satunya tampak di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu, 4 Juni 2025. Melalui Program Dana Desa Tahap I, pemerintah desa menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana yang diikuti oleh seluruh anggota Satlinmas.


Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hari ini digelar di GOR Desa Sukaraja dan menghadirkan narasumber langsung dari unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan desa. Babinsa Sertu Hariyanto, Babinkamtibmas Bripka Arief Firmansyah, serta Mantri Desa Yanto menjadi tiga tokoh kunci dalam sesi pemaparan materi.


Kegiatan dimulai dengan suasana penuh semangat. Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Sukaraja, Asep Nandang S. Pd.I, yang menekankan pentingnya edukasi dini untuk menghadapi bencana.


“Desa harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri saat bencana datang. Kuncinya ada pada kesiapan, pengetahuan, dan koordinasi. Dan pelatihan ini adalah pondasinya,” ujar Asep dalam sambutannya.


Materi yang diberikan tidak hanya sebatas teori, namun juga memuat simulasi singkat tentang tindakan cepat tanggap darurat, komunikasi di masa krisis, serta peran strategis Satlinmas dalam menenangkan warga dan mengevakuasi dengan tepat. Babinsa Sertu Hariyanto menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar reaksi, tetapi harus menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.


Pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antar lembaga di tingkat desa. Bripka Arief menambahkan bahwa kolaborasi antara unsur keamanan dan warga desa adalah modal utama dalam merespon keadaan darurat secara cepat dan efisien.


Dengan pelaksanaan yang berjalan tertib, aman, dan lancar, kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan masyarakat desa yang bisa direplikasi di wilayah lain. Program ini bukan hanya mencetak satlinmas yang tangguh, namun juga membangun desa yang waspada dan tahan uji terhadap ancaman bencana di masa depan.



Sumber : Babinsa Desa Sukaraja 

Minggu, 19 Januari 2025

Krisis Sampah Plastik di Bendungan Leuwikeris : Mencari Solusi di Tengah Kemegahan Infrastruktur

 

Bendungan Leuwikeris
Bendungan Leuwikeris 

Bendungan Leuwikeris, Mahakarya  yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, kini dihadapkan pada masalah yang tak terduga: penumpukan sampah plastik. Di balik kejayaan bendungan dengan daya tampung 81 juta meter kubik ini, tersembunyi ancaman lingkungan yang bisa merusak manfaat besar yang diimpikannya—dari irigasi, pengendalian banjir, hingga pembangkit listrik.

Sampah Plastik: Kiriman dari Hulu yang Tak Berujung

Menurut Humas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Rahmat, sebagian besar sampah yang mencemari bendungan berasal dari limbah rumah tangga, terutama plastik dan styrofoam. Sampah ini mengalir dari hulu, melibatkan tiga wilayah utama: Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis.

"Kami sudah melakukan pengangkutan sampah setiap hari, tapi jumlahnya tak pernah habis," ujar Rahmat pada Minggu, 19 Januari 2025. Ironisnya, meskipun ada upaya keras dari pihak BBWS, belum ada koordinasi efektif dengan pemerintah daerah setempat untuk menangani masalah ini secara menyeluruh.

Dampak Lingkungan dan Kehidupan Warga Sekitar

Bagi warga seperti Supriatna yang tinggal di sekitar bendungan, sampah bukan sekadar masalah estetika. "Pernah sampai bau anyir, kemungkinan besar dari sampah itu," katanya. Pemandangan tumpukan sampah yang terapung-apung di permukaan air bendungan telah mengurangi keindahan alami kawasan ini, bahkan mengancam fungsi vital bendungan.

Langkah-Langkah Darurat dan Tantangan yang Dihadapi

BBWS telah memasang jaring pengaman di area bendungan untuk mengurangi tumpukan sampah yang mengalir ke wilayah kritis. Namun, langkah ini dianggap belum cukup. Lebih lanjut, sampah yang terkumpul sementara hanya disimpan di area sekitar bendungan karena keterbatasan akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Rahmat menambahkan, "Sebaiknya ada solusi jangka panjang, termasuk pembuangan langsung ke TPA dan edukasi masyarakat di wilayah hulu."

Mengurai Masalah: Edukasi, Koordinasi, dan Inovasi

Permasalahan ini memerlukan pendekatan holistik. Berikut beberapa solusi yang dapat ditindaklanjuti segera:

1. Peningkatan Koordinasi Antarwilayah

Pemerintah daerah di Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis perlu menyatukan langkah untuk pengelolaan sampah di sumbernya. Pemetaan daerah penghasil sampah terbesar harus dilakukan sebagai dasar perencanaan.

2. Edukasi dan Kampanye Publik

Masyarakat di hulu sungai harus dilibatkan melalui kampanye kesadaran lingkungan. Program seperti bank sampah, daur ulang kreatif, hingga pemberdayaan komunitas dapat menjadi langkah awal.

3. Pemanfaatan Teknologi Pengelolaan Sampah

Investasi dalam teknologi pengolahan sampah, seperti insinerator ramah lingkungan atau instalasi biokonversi, bisa mengurangi volume sampah plastik secara signifikan.

4. Kolaborasi dengan Sektor Swasta

Melibatkan perusahaan dalam program tanggung jawab sosial untuk mendukung pengelolaan sampah dapat menjadi terobosan penting. Program seperti penukaran sampah plastik dengan insentif ekonomi dapat memotivasi masyarakat.

Belajar dari Bendungan Lain : Inspirasi untuk Leuwikeris

Bendungan di daerah lain seperti Jatiluhur dan Cirata telah sukses melibatkan masyarakat dalam upaya pembersihan berkala. Mungkinkah Leuwikeris menerapkan pendekatan serupa? Dengan melibatkan warga sekitar dalam patroli sampah atau pemberdayaan komunitas untuk memilah sampah, bendungan ini dapat menjadi contoh harmoni antara infrastruktur dan lingkungan.

Harapan Baru untuk Leuwikeris

Bendungan Leuwikeris adalah simbol kemajuan. Namun, keberlanjutan bendungan ini memerlukan tanggung jawab kolektif. Jika masalah sampah tidak segera diatasi, manfaatnya akan tergerus oleh kerusakan lingkungan yang terus mengintai.

Ini bukan sekadar masalah BBWS atau pemerintah daerah—ini adalah tantangan bersama yang membutuhkan aksi nyata dari semua pihak. Semoga Leuwikeris tidak hanya menjadi mahakarya infrastruktur, tetapi juga inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan.



Sumber : Dokumentasi Pendim, dan https://jabarekspres.com/berita/2025/01/19/bendungan-leuwikeris-diselimuti-sampah-ini-tanggapan-bbws/

Jumat, 17 Januari 2025

Sinergi TNI dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat — Koramil 1211/Singaparna Gelar Kegiatan Olahraga dan Pembersihan Lingkungan

Koramil 1211/Singaparna
Olahraga Bersih Dilanjutkan Pembersihan Lingkungan 

Singaparna, Tasikmalaya – 17 Januari 2025, TNI selalu hadir untuk mendukung masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Kali ini, Koramil 1211/Singaparna menunjukkan komitmennya dengan menggelar kegiatan yang berbeda, menggabungkan olahraga bersama, pembersihan lingkungan, dan bela diri boxing di Alun-Alun Singaparna pada hari Jumat, 17 Januari 2025.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, serta masyarakat yang berfokus pada kebersihan lingkungan dan kesehatan. Tidak hanya sekadar berolahraga, acara ini juga bertujuan mempererat hubungan antara aparat dengan masyarakat, serta menanamkan semangat gotong royong untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Semangat Bersama dalam Gerakan Kebersihan dan Kesehatan

Acara dimulai dengan pembukaan yang mengajak seluruh peserta untuk fokus pada pentingnya kebersihan dan kesehatan sebagai bagian dari kesejahteraan masyarakat. Seluruh peserta, mulai dari Kapolsek Singaparna, Ibu Sekmat Singaparna, anggota Koramil 1211/Singaparna, hingga berbagai elemen masyarakat, berkumpul di Alun-Alun Singaparna dengan satu tujuan besar: menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan masyarakat yang lebih sehat.

Peregangan dan Senam Bersama – Olahraga Sebagai Pembuka

Sesi pertama dimulai dengan peregangan dan senam bersama yang dipimpin oleh instruktur profesional. Olahraga ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh, tetapi juga mengajarkan pentingnya disiplin dan kerja sama antar sesama. TNI yang dikenal dengan kedisiplinannya mengajak masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat dalam suasana yang penuh keceriaan.

Pengenalan Boxing: Mengasah Mental dan Fisik

Setelah senam bersama, peserta diberikan pengenalan dasar bela diri boxing. Ini bukan sekadar olahraga fisik, tetapi juga tentang mentalitas juara. Boxing mengajarkan ketahanan mental yang penting untuk menghadapi tantangan hidup, serta mengajarkan pentingnya ketenangan dan fokus dalam bertindak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya fokus pada kekuatan fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat.

Gotong Royong Bersih-Bersih Alun-Alun Singaparna

Kegiatan ditutup dengan gotong royong bersama untuk membersihkan area Alun-Alun Singaparna. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta terjun langsung untuk membersihkan lingkungan, mengangkat sampah, dan merapikan area sekitar. Ini adalah bentuk nyata dari semangat gotong royong yang sudah lama menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. TNI, yang selalu menjadi contoh dalam kegiatan sosial, memimpin aksi kebersihan ini sebagai wujud tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

TNI: Mengabdi untuk Rakyat, Mewujudkan Keamanan dan Kesejahteraan

Kegiatan ini adalah contoh nyata dari peran TNI dalam membangun dan memelihara hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui olahraga, kebersihan, dan pembinaan karakter.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Koramil 1211/Singaparna sekali lagi menunjukkan bahwa TNI tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pendorong kemajuan masyarakat, menjaga kebersihan, serta mempererat tali persaudaraan antar sesama.





Sumber : Koramil 1211/Singaparna


Kolaborasi Koramil 1208/Manonjaya, FKPPI, dan Pedagang Kaki Lima Wujudkan Kebersihan Lapangan Alun-Alun Manonjaya

Koramil 1208/Manonjaya
Jumsih di Lapangan Alun-Alun Manonjaya 

Tasikmalaya, 17 Januari 2025 – Dalam semangat gotong royong, Koramil 1208/Manonjaya bersama Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di Lapangan Alun-Alun Manonjaya. Dimulai pukul 08.00 WIB, kegiatan ini dipimpin oleh Batibung Koramil 1208/Manonjaya, Peltu Eri Herlambang, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di sekitar Lapangan Alun-Alun Manonjaya yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Gotong royong lintas komunitas ini menjadi salah satu cara efektif mempererat solidaritas antara TNI, komunitas pedagang, dan masyarakat umum.

Sinergi Tiga Pilar Kebersihan

Kegiatan ini dihadiri oleh:

  • Peltu Eri Herlambang, Batibung Koramil 1208/Manonjaya.

  • H. Tia, Penasehat FKPPI.

  • Bapak Japra, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Manonjaya.

  • Anggota Koramil 1208/Manonjaya.

  • Anggota FKPPI Manonjaya.

  • Anggota Paguyuban Pedagang Kaki Lima.

Seluruh peserta bekerja sama membersihkan area lapangan dan sekitarnya, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Manfaat dan Harapan

Kegiatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga fasilitas umum. Lapangan Alun-Alun Manonjaya kini kembali bersih dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari olahraga hingga acara budaya.

Sinergi seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga lingkungan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bukan lagi sekadar harapan, tetapi kenyataan.






Sumber : Pendim 0612/Tsm, dan Koramil 1208/Manonjaya

Jumat Bersih di Sukaraja: Warga dan Tokoh Bergotong Royong Bersama Koramil 1205/Rajapolah

Babinsa Koramil 1205/Rajapolah
Kebersamaan Masyarkat Bersama Babinsa Sukaraja 

Rajapolah, Tasikmalaya — Semangat gotong royong kembali digaungkan Koramil 1205/Rajapolah dalam kegiatan "Jumat Bersih" yang berlangsung pada Jumat, 17 Januari 2025. Dengan penuh kebersamaan, masyarakat Sukaraja bersama Babinsa Desa Sukaraja, Sertu Hariyanto, bergandeng tangan membersihkan area pemakaman di Kampung Sukaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan. Pembersihan makam bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga penghormatan terhadap leluhur, nilai yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Kepedulian Kolektif di Tengah Kesibukan Warga

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Desa Sukaraja, Asep Nandang, S.Pd.I., Ketua RW 002 Yuyu Wahyudi, serta para Ketua RT, yaitu Maman, Amir Hamzah, Itang Iskandar, dan Dede Rahmat. Kehadiran para pemimpin lokal ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam menjaga lingkungan sekitar.

Menurut Sertu Hariyanto, Babinsa yang memimpin kegiatan tersebut, gotong royong seperti ini tidak hanya memperkuat persatuan tetapi juga memberikan contoh kepada generasi muda. “Melalui aksi ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kebersihan makam juga mencerminkan penghormatan kita kepada para pendahulu,” ujar Sertu Hariyanto.

Jumat Bersih: Tradisi Bernilai Edukatif dan Sosial

Selain membersihkan makam, kegiatan ini menjadi momen edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Para tokoh masyarakat yang hadir juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada warga, seperti pentingnya hidup rukun dan saling mendukung dalam berbagai situasi.

Kepala Desa Sukaraja, Asep Nandang, menambahkan, “Gotong royong ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga kebersihan hati. Dengan bekerja bersama, kita bisa saling mengenal lebih dekat, mempererat tali silaturahmi, dan membangun desa yang lebih baik.”

Kebersamaan untuk Masa Depan yang Lebih Bersih

Meskipun sederhana, kegiatan seperti ini memiliki dampak besar bagi kehidupan bermasyarakat. Warga yang hadir dengan antusias membuktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama masyarakat Sukaraja.

Kegiatan berakhir dengan tertib, aman, dan lancar, meninggalkan area makam yang kini terlihat lebih bersih dan rapi. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan pesan moral yang mendalam: bahwa membersihkan lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, dan dengan bersatu, tantangan seberat apa pun bisa dihadapi bersama.

"Gotong royong adalah jiwa kita. Mari terus rawat semangat ini, karena melalui kebersamaan, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik."







Sumber : Pendim 0612/Tsm, dan Koramil 1205/Rajapolah 





Jumat, 03 Januari 2025

"Gas Metana di TPA Ciangir: Ancaman Tak Kasatmata atau Energi Masa Depan?"

Ilustrasi : Fenomena Kemunculan Gas Metana di TPA Ciangir 

Fenomena kemunculan gas metana di permukaan tanah sanitary landfill di TPA Ciangir, Kota Tasikmalaya, menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk aktivis lingkungan dari Indonesia Green Movement (IGM). Bagi sebagian orang, ini adalah ancaman serius; bagi sebagian lainnya, ini adalah peluang yang belum dimanfaatkan.

Menurut Direktur Eksekutif IGM, Muhamad Rafi Faza, gas metana adalah salah satu gas rumah kaca yang sangat berkontribusi pada pemanasan global. Namun, ironisnya, gas yang “muncul dari sampah” ini sering kali dianggap tidak penting oleh banyak pihak.

“Bayangkan saja, satu ton sampah saja dapat menghasilkan 50 kilogram gas metana. Jika dibiarkan begitu saja, gas ini bisa memengaruhi kesehatan masyarakat sekitar dan memicu krisis lingkungan yang lebih besar. Tapi, jika kita cerdas, ini bisa menjadi ‘emas baru’ dalam bentuk energi,” ujar Faza.

Ancaman bagi Lingkungan dan Kesehatan

Gas metana, berdasarkan laporan Compendium of Chemical Hazards: Methane (2019) dari Public Health England, dapat menyebabkan pengurangan kadar oksigen di udara. Dampaknya? Tidak main-main: dari sakit kepala, muntah-muntah, hingga kehilangan memori.

Kondisi ini menjadi alarm bagi masyarakat sekitar TPA. Faza bahkan secara tegas menyebutkan bahwa jika tidak ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, masalah ini bisa dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian.

“Gas metana bukan sekadar asap tak terlihat. Ini adalah ancaman nyata. Jika kita diam, kita hanya menunggu waktu untuk bencana,” tambahnya.

Gas Metana: Dari Masalah Menjadi Solusi

Namun, seperti dua sisi mata uang, gas metana bukan hanya ancaman. Dengan teknologi yang tepat, ia bisa menjadi energi baru terbarukan (EBT). Dalam konteks ini, Kota Tasikmalaya memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor inovasi energi di Priangan Timur.

“Teknologi sudah ada. Gas metana bisa diubah menjadi listrik, bahan bakar alternatif, atau sumber energi lainnya. Ini adalah peluang besar yang seharusnya tidak kita sia-siakan,” kata Faza.

Langkah konkret yang diusulkan mencakup investasi teknologi konversi gas metana, pelatihan SDM, hingga kemitraan dengan sektor swasta yang fokus pada energi terbarukan.

Mendorong Evaluasi dan Inovasi Pemerintah

Faza tidak ragu untuk menyarankan evaluasi terhadap Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya jika tidak ada upaya signifikan untuk menangani gas metana ini. Menurutnya, tanggung jawab pemerintah bukan hanya tentang “menanggulangi,” tetapi juga “mengolah” potensi ancaman menjadi solusi.

“Jika kepala dinasnya diam saja, berarti kita sedang menghadapi masalah kepemimpinan. Kepedulian itu harus diwujudkan dalam langkah konkret, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Momentum untuk Berubah

Gas metana di TPA Ciangir adalah peringatan keras bahwa pengelolaan sampah tidak bisa dianggap remeh. Kota Tasikmalaya tidak hanya membutuhkan inovasi, tetapi juga keberanian untuk mengubah ancaman menjadi berkah.

Masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha harus bersinergi. Karena jika tidak, Ciangir hanya akan menjadi cerita klasik tentang potensi yang hilang – ancaman yang dibiarkan menguap begitu saja, bersama gas metana yang merusak atmosfer kita.

Ini bukan sekadar tentang sampah. Ini adalah tentang masa depan kita. Pertanyaannya, apakah kita akan tetap diam, ataukah kita akan bergerak untuk menjadikan TPA Ciangir sebagai titik awal revolusi energi baru Tasikmalaya?


Sumber : Ilustrasi Gambar AI, https://radartasik.id/2025/01/02/kemunculan-gas-metana-di-tpa-ciangir-kota-tasikmalaya-ancaman-atau-peluang/2/, dan https://aliansizerowaste.id/2023/11/23/bahaya-di-balik-menumpuknya-gas-metana-di-tpa/

DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...