Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juni 2025

Pestok Tasikmalaya 2025: Tradisi Patok Domba dan Kambing Menjadi Simbol Ketangguhan Budaya Rakyat

Tradisi Patok Domba dan Kambing
Domba dan Kambing Tampil Sebagai
“Atlet Budaya”


Tasikmalaya, Rabu  26 Juni 2025

Ribuan pasang mata tertuju pada arena lapangan upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Suara sorak sorai berpadu dengan derap kaki domba yang memasuki arena. Bukan sekadar tontonan biasa, inilah Pestok Pesta Patok Domba dan Kambing, tradisi rakyat yang tetap berdiri tegak di tengah arus modernisasi.

Pestok tahun ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milangkala Kabupaten Tasikmalaya ke-393 dan Hari Bhayangkara ke-79. Tradisi ini menjadi simbol nyata bagaimana masyarakat Tasikmalaya menjaga warisan leluhur sambil terus melangkah maju.


Kehadiran Beragam Elemen, Bersatu dalam Budaya

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting yang mewakili institusi pemerintahan, keamanan, hingga elemen masyarakat. Hadir secara kolektif dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, mulai dari unsur pemerintahan daerah, TNI-Polri, lembaga legislatif, unsur penegakan hukum, tokoh peternakan lokal, serta berbagai komunitas pecinta domba.

Tanpa ada tokoh yang ditonjolkan, kehadiran mereka semua menjadi simbol kesetaraan dalam merayakan budaya dimana pejabat, petani, santri, hingga anak-anak sekolah berdiri sejajar di sisi arena, menjadi bagian dari perayaan yang menghidupkan.


Domba dan Kambing, Lebih dari Sekadar Ternak

Dalam perhelatan ini, domba dan kambing tampil sebagai “atlet budaya” yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan: bahwa kemandirian masyarakat bisa dibangun dari apa yang diwariskan. Pestok mengajarkan nilai perawatan, ketelatenan, serta kecintaan pada tradisi.

Setiap patokan bukan hanya soal adu kekuatan, tapi juga ketajaman strategi, kedekatan emosional antara manusia dan hewan peliharaannya, serta kebanggaan terhadap hasil ternak sendiri. Di sinilah budaya dan ekonomi saling bertautan.


Ruang Belajar yang Menghibur

Pestok tidak hanya menyuguhkan tontonan, tetapi juga memberi ruang edukasi. Bagi generasi muda, kegiatan ini memperkenalkan pentingnya peran peternakan tradisional. Bagi peternak, ini menjadi ajang pembuktian dan apresiasi. Bagi masyarakat umum, ini menjadi sarana melepas penat sambil merekatkan kebersamaan.

Lebih dari itu, Pestok juga memperlihatkan bahwa kegiatan lokal bisa dikemas sebagai destinasi budaya yang menarik dan berkarakter, memperkuat identitas daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai modern.


Tasikmalaya: Daerah yang Tumbuh Tanpa Lupa Akar

Di usia ke-393, Tasikmalaya memberi pelajaran penting: bahwa perkembangan tidak harus menjauh dari budaya. Pestok adalah contohnya. Di tengah gegap gempita zaman digital, tradisi lokal masih punya tempat tidak hanya di panggung kecil, tapi di hati masyarakat yang menyambutnya dengan gembira.

Pestok 2025 bukan sekadar peristiwa, melainkan napas hidup masyarakat. Di sinilah tradisi bukan untuk dikenang, melainkan untuk dijalani bersama dengan semangat yang setara, berbudaya, dan penuh cinta pada tanah sendiri.


Kamis, 19 Juni 2025

Dari Tanah, Tumbuh Harapan: Pelantikan HKTI Kota Tasikmalaya Digelar di Tengah Hijau KWT Kenanga

Pelantikan HKTI Kota Tasikmalaya
Momen Pelantikan HKTI Wilayah Kota Tasikmalaya 


Kota Tasikmalaya, Kamis 19 Juni 2025 – Di tengah hamparan tanaman produktif milik para wanita tani, sebuah momentum penting lahir: Pelantikan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Wilayah Kota Tasikmalaya resmi digelar di lingkungan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga, Kampung Nyanggahurip, RT 03 RW 02, Kelurahan Margabakti, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Pelantikan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, menyatu dengan denyut kehidupan para petani. Simbolis dan penuh makna, kegiatan ini tak digelar di hotel atau aula besar, melainkan di tengah-tengah komunitas tani tempat di mana HKTI hendak berakar.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dari berbagai lintas sektor. Di antaranya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil 15 Fraksi Gerindra, Haris Sanjaya, M.I.Pol., Sekretaris DPD HKTI Jabar Yayat S. Adhie, S.E., M.M., Wakil Ketua Bidang OKK DPD HKTI Budianto, serta Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA.

Kodim 0612/Tasikmalaya turut hadir melalui Danramil 1209/Cibeureum sebagai perwakilan Dandim 0612/Tsm, dan dukungan pengamanan hadir dari Kanit Intel Polresta Tasikmalaya Ipda Enung, serta Kapten Lek Agus Nugroho mewakili Danlanud Wiriadinata. Selain itu, acara turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK dr. Elvira Kamarrow Putri, Anggota Komisi II DPRD Kota H. Andi Warsandi, S.E.,, Plt Kadis Pertanian Gun Gun Pahlagunara, S.IP, Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Apt. Asep Saepulloh, S.Farm., MPH., serta Ketua DPC HKTI Kota Tasikmalaya H. Gilman Mawardi, S.Pd.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta doa pembuka. Dalam laporan panitia pelaksana, Dr. Dedi Natawijaya, Drs., M.S., menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan struktur organisasi HKTI di daerah, sekaligus menandai semangat baru gerakan pertanian rakyat di tingkat kota.

Sambutan dari Walikota Tasikmalaya menyampaikan harapan agar HKTI mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan, pemberdayaan petani, serta integrasi sektor pertanian dengan teknologi dan pasar. Beliau juga mengapresiasi dipilihnya KWT Kenanga sebagai lokasi pelantikan, karena mencerminkan kedekatan organisasi dengan masyarakat tani secara nyata.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelantikan resmi Ketua HKTI Kota Tasikmalaya dan jajarannya, yang disaksikan oleh seluruh undangan dan tamu kehormatan. Pelantikan ini juga memperkuat peran HKTI sebagai organisasi non-partisan yang memfasilitasi aspirasi, perlindungan, dan peningkatan kapasitas petani di tingkat lokal.

Kegiatan berlangsung tertib dan aman hingga selesai, meninggalkan kesan mendalam bahwa pertanian tidak hanya berbicara soal hasil panen, tetapi juga menyangkut tata kelola, kemandirian, dan masa depan pangan bangsa. Dari ladang KWT Kenanga yang subur, tekad baru tumbuh untuk menjadikan pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah.


Bukan Sekadar Seragam: Ketika Semangat Bela Negara Ditanamkan dari Aula Kecil di Cihideung

Pembukaan Pendidikan Bela Negara
Sambutan Kaban Kesbangpol
Drs. Ade Hendar, MM


Kota Tasikmalaya, Rabu 19 Juni 2025 – Di tengah tantangan kebangsaan yang makin kompleks, kesadaran akan pentingnya bela negara tak lagi bisa hanya dibebankan kepada militer. Hal inilah yang menjadi dasar digelarnya Pembukaan Pendidikan Bela Negara bagi Masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dengan tema “Peran serta masyarakat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Kegiatan yang digagas oleh Kesbangpol Kota Tasikmalaya dan dipimpin langsung oleh Kaban Kesbangpol, Drs. Ade Hendar, MM, ini diikuti oleh sekitar 75 peserta dari unsur Linmas. Hadir pula dalam pembukaan tersebut Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., Danramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, dan sejumlah tokoh pemerintahan tingkat kota dan kecamatan.

Dalam sambutannya, Drs. Ade Hendar menekankan bahwa bela negara bukan hanya urusan TNI dan Polri, tetapi tanggung jawab setiap warga negara. Pendidikan bela negara ini bertujuan membentuk karakter masyarakat yang tangguh, berjiwa patriotik, dan sadar akan nilai-nilai Pancasila. Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan ini akan dilaksanakan secara maraton di sepuluh kecamatan untuk menyebarluaskan semangat kebangsaan sekaligus menangkal ancaman ideologis seperti radikalisme, intoleransi, dan hoaks.

Sementara itu, Dandim 0612/Tasikmalaya, dalam sambutan sekaligus pernyataan pembukaan resmi kegiatan, menegaskan peran Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat desa dan kelurahan. “Linmas adalah mata dan telinga negara di tengah masyarakat. Tugas kalian bukan sekadar hadir, tapi menjadi teladan dan penjaga harmoni sosial,” tegasnya.

Letkol Arm Yan Octa Rombenanta juga menambahkan bahwa pelatihan bela negara bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dan integritas nasional di akar rumput. “Mari kita bangun negeri ini dari ruang-ruang kecil, dari tindakan-tindakan sederhana, namun bermakna bagi keutuhan bangsa,” ujarnya, sebelum menutup sambutan dengan pernyataan resmi pembukaan acara.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Dandim dan Kaban Kesbangpol, serta penyampaian materi bela negara oleh Danramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, yang memberikan pembekalan tentang disiplin, tanggung jawab, serta peran Linmas dalam sistem pertahanan semesta.

Meski digelar hanya dalam waktu singkat, kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh semangat. Di luar seremoni, yang tertinggal adalah komitmen bersama bahwa membela negara bisa dimulai dari lingkungan sendiri, dari menjaga tetangga, hingga memfilter informasi yang masuk ke rumah-rumah kita.


Cikapinis Tak Lagi Sama: Saat TNI dan Rakyat Bahu-Membahu Menyulam Harapan

Karya Bhakti Membangun Desa Bersama TNI
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P.


Karangnunggal, 18 Juni 2025 Ketika jalan-jalan desa tak lagi berdebu, rumah-rumah rapuh berdiri kembali dengan kokoh, dan Posyandu menjadi titik temu harapan baru, di sanalah jejak karya TNI dan rakyat tertinggal. Komando Distrik Militer (Kodim) 0612/Tasikmalaya resmi menutup Program Karya Bhakti Membangun Desa Bersama TNI Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Desa Cikapinis, Kecamatan Karangnunggal.

Bukan sekadar acara penutupan. Ini adalah titik hening untuk mengingat bahwa dalam satu bulan terakhir, masyarakat dan prajurit telah bekerja dengan tangan yang sama membangun, merawat, dan menyatu.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., yang dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa karya bhakti ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan jiwa kebersamaan.

“Apa yang kita bangun bersama di Cikapinis bukan hanya jalan, rumah, atau posyandu. Tapi juga rasa percaya, kepedulian, dan kebanggaan atas gotong royong. Saya titip, rawatlah hasil kerja kita bersama ini,” ujar Letkol Arm Yan Octa penuh harap.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas sektor: Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P., jajaran Forkopimda, Danramil se-jajaran Kodim 0612/Tsm, Pgs. Danramil 1215/Karangnunggal Mayor Caj Wawan, dan unsur Persit, serta tokoh masyarakat, adat, pemuda, hingga perwakilan Bank Indonesia dan Kejaksaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tasikmalaya memberikan apresiasi mendalam.

“Program ini tak hanya membangun desa, tetapi menggerakkan semangat kolektif. Gotong royong selama satu bulan telah menunjukkan bahwa kesejahteraan bisa dicapai bersama jika kita mau bersinergi,” tuturnya.


Pembangunan yang Bernapas

Hasil karya bhakti tahun ini bukan sekadar statistik. Ada pengaspalan jalan desa sepanjang 3 km, rehab 9 rumah tidak layak huni, dan perbaikan dua Posyandu. Di balik data itu ada cerita: tentang warga yang kini bisa membawa hasil panen tanpa harus terantuk lubang jalan, tentang anak-anak yang bisa ditimbang di Posyandu yang layak, dan tentang rumah yang kini kembali pantas disebut “tempat pulang.”

Tak hanya fisik, program ini juga menyentuh hati. Penyuluhan kebangsaan, bela negara, dan kesehatan jadi bagian dari edukasi sosial yang menyertai pembangunan.

Kepala Desa Cikapinis bersama para tokoh adat dan warga menyampaikan rasa terima kasih yang dalam. Suara mereka satu: “Terima kasih TNI dan semua pihak, karena kami tak lagi merasa sendiri membangun desa ini.”


Jejak Yang Tak Mudah Luntur

Ketika kegiatan resmi ditutup, yang tersisa bukan hanya foto dokumentasi. Tapi semangat. Kebersamaan yang mengakar. Kodim 0612/Tasikmalaya telah menanam benih nilai tentang membangun bukan untuk dilihat, tapi untuk dirasakan.

Karena desa yang tangguh bukan dibentuk dari anggaran semata, tapi dari kemauan untuk bergandengan tangan. Dan hari ini, Cikapinis membuktikannya.

Jumat, 06 Juni 2025

“Banteng” Presiden untuk Manonjaya: Kurban Bukan Hanya Soal Daging

Antusias Warga Prosesi Penyembelihan Hewan Kurban 


Manonjaya, 6 Juni 2025 

Seekor sapi raksasa seberat 9,5 kwintal tiba di Masjid Agung Manonjaya tanpa suara sirine atau karpet merah. Tapi kehadirannya menggetarkan. Bukan karena ukurannya yang mencolok, tapi karena siapa yang mengirimkannya dan untuk siapa ia disiapkan.

Sapi ini, dijuluki “Banteng”, adalah bagian dari kurban pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tak datang ke kota-kota besar. Ia justru hadir di jantung Tasikmalaya, tepatnya di Kecamatan Manonjaya tempat di mana banyak warga masih hidup dengan kesederhanaan yang jujur.


Lebih dari Daging: Ini Tentang Distribusi Rasa Peduli

Seekor sapi besar dipotong. Dagingnya dipilah rapi, ditimbang setengah kilo per paket, lalu dikemas menjadi 1.000 bungkus kurban. Tapi nilai kurban ini tak bisa ditakar hanya dengan satuan kilogram. Karena yang dibagi bukan hanya daging—tetapi juga perasaan diperhatikan.


Warga dari berbagai penjuru Kecamatan Manonjaya datang, tidak sekadar untuk menerima, tapi untuk merasakan: bahwa negara itu nyata, bahwa kepemimpinan bisa menyentuh hingga ke meja makan rakyat kecil.


Hadir untuk Menyaksikan, Bukan Sekadar Seremonial

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh berbagai tokoh:

• Camat Manonjaya, Bpk. Kadir, S.Sos

• Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar

• Kapolsek Manonjaya, AKP Endang Wijaya

• Ketua MUI Kec. Manonjaya, KH. Ace Munawar

• Ketua LPTQ, KH. Muhammad Yunus

• Ketua DKM Masjid Agung Manonjaya, KH. Asep Saepuloh

• Kasi Kessos Kec. Manonjaya, Bpk. Sansan


Warga sekitar yang tak hanya datang untuk menerima, tapi juga menyaksikan semangat gotong royong bekerja nyata.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Tidak ada panggung megah. Tapi ada ruang sederhana tempat warga saling menyapa, bersyukur, dan berbagi cerita.


Edukasi Sunyi dari Seekor Sapi

Dalam sunyi prosesi kurban ini, ada pelajaran besar yang terucap tanpa kata:

Bahwa kepedulian itu tidak harus datang dengan ramai, tapi harus datang dengan tulus. Bahwa berkurban bukan cuma ibadah, tapi juga kesempatan untuk menyampaikan pesan: kita masih peduli, kita masih bersaudara.

“Kurban ini bukan hanya tentang daging. Ini tentang menghadirkan negara dalam bentuk paling sederhana: dalam sebungkus rejeki yang disampaikan dengan hormat,” ujar Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar.

Hari ini seekor sapi jatuh, tapi harkat sesama manusia terangkat.

Dan Manonjaya mencatatnya bukan hanya di laporan, tapi di hati mereka yang menerima.


Rabu, 04 Juni 2025

Satlinmas Desa Sukaraja Dilatih Tanggap Darurat, Babinsa dan Babinkamtibmas Jadi Pemateri Andalan

Satlinmas Desa
Satlinmas Desa Sukaraja 

Tasikmalaya – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus digalakkan. Salah satunya tampak di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu, 4 Juni 2025. Melalui Program Dana Desa Tahap I, pemerintah desa menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana yang diikuti oleh seluruh anggota Satlinmas.


Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hari ini digelar di GOR Desa Sukaraja dan menghadirkan narasumber langsung dari unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan desa. Babinsa Sertu Hariyanto, Babinkamtibmas Bripka Arief Firmansyah, serta Mantri Desa Yanto menjadi tiga tokoh kunci dalam sesi pemaparan materi.


Kegiatan dimulai dengan suasana penuh semangat. Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Sukaraja, Asep Nandang S. Pd.I, yang menekankan pentingnya edukasi dini untuk menghadapi bencana.


“Desa harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri saat bencana datang. Kuncinya ada pada kesiapan, pengetahuan, dan koordinasi. Dan pelatihan ini adalah pondasinya,” ujar Asep dalam sambutannya.


Materi yang diberikan tidak hanya sebatas teori, namun juga memuat simulasi singkat tentang tindakan cepat tanggap darurat, komunikasi di masa krisis, serta peran strategis Satlinmas dalam menenangkan warga dan mengevakuasi dengan tepat. Babinsa Sertu Hariyanto menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar reaksi, tetapi harus menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.


Pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antar lembaga di tingkat desa. Bripka Arief menambahkan bahwa kolaborasi antara unsur keamanan dan warga desa adalah modal utama dalam merespon keadaan darurat secara cepat dan efisien.


Dengan pelaksanaan yang berjalan tertib, aman, dan lancar, kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan masyarakat desa yang bisa direplikasi di wilayah lain. Program ini bukan hanya mencetak satlinmas yang tangguh, namun juga membangun desa yang waspada dan tahan uji terhadap ancaman bencana di masa depan.



Sumber : Babinsa Desa Sukaraja 

Jumat, 28 Maret 2025

Satgas Pemberantasan Premanisme Kabupaten Tasikmalaya Resmi Digarap: Sinergi Kuat untuk Keamanan Masyarakat

Sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah
Momen Bersama 


Kabupaten Tasikmalaya – Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan Satgas Pemberantasan Premanisme pada Kamis (27/3) di Halaman Gedung Setda Kabupaten Tasikmalaya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen strategis, mulai dari Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, perwakilan DPRD, Dandim 0612/Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya Kota, hingga perwakilan Kejari, BIN, Brimob, Denpom, serta unsur Forkopimda dan ASN Pemkab Tasikmalaya. Sebanyak 300 peserta apel hadir, termasuk jajaran TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, Damkar, dan ASN dari berbagai SKPD.

Jawa Barat Serius Berantas Premanisme

Apel ini merupakan langkah nyata menindaklanjuti program Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam memberantas premanisme baik yang terorganisir maupun tidak. Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk memperkuat sinergi dan aksi nyata dalam menegakkan keamanan di wilayah masing-masing.

Dalam amanatnya, Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Mohamad Zen, S.Pd., yang bertindak sebagai pimpinan apel menegaskan beberapa poin penting, di antaranya:

1️⃣ Menjaga wibawa negara dan ketertiban umum dengan mencegah segala bentuk premanisme.

2️⃣ Penegakan hukum yang tegas dan adil terhadap segala pelanggaran yang berkaitan dengan premanisme.

3️⃣ Pencegahan premanisme secara sistematis dan masif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

4️⃣ Peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan.

Strategi dan Langkah Nyata

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Forkopimda telah menyusun berbagai langkah strategis untuk memberantas premanisme di daerah. Di antaranya:

✅ Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme di tingkat kabupaten/kota untuk pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi.

✅ Koordinasi lintas sektoral dengan TNI, Polri, BIN, Kejaksaan, hingga Detasemen Polisi Militer (Denpom).

✅ Pelaksanaan patroli gabungan dan operasi preventif untuk menekan angka premanisme di wilayah.

✅ Rehabilitasi dan pembinaan bagi kelompok yang berpotensi mengganggu keamanan agar bisa beralih ke kegiatan yang lebih positif.

✅ Konsolidasi dengan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa (Forkopimcam & Tripides) untuk memastikan implementasi program berjalan dengan baik.

Tasikmalaya Siap Bebas Premanisme!

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Kabupaten Tasikmalaya siap menjadi daerah yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan program ini.

“Kita harus bergerak bersama. Premanisme tidak boleh dibiarkan tumbuh subur di tengah masyarakat. Melalui koordinasi, edukasi, dan tindakan tegas, kita wujudkan Tasikmalaya yang lebih aman,” ujar salah satu pejabat yang hadir dalam apel.

Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari gerakan besar untuk menciptakan lingkungan yang tertib, bebas dari premanisme, serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga Kabupaten Tasikmalaya.

Kabupaten Tasikmalaya siap maju! Mari bersama-sama dukung langkah ini demi keamanan dan ketertiban bersama!


Rabu, 12 Februari 2025

Danramil 1205/Rajapolah Mendampingi Survey Gudang di Cihambirung: Upaya Optimalisasi Penyerapan Gabah di Tasikmalaya

Koramil 1205/Rajapolah
Foto Bersama Brigjen TNI Mudia, LO Bulog Jabar


Tasikmalaya – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan memastikan penyerapan gabah secara optimal, dilakukan survey gudang di Kampung Cihambirung, Desa Karangsembung, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu, 12 Februari 2025. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.00 ini menjadi momen penting dalam mengevaluasi kesiapan infrastruktur penyimpanan gabah di wilayah tersebut.

Hadir dalam kegiatan ini Brigjen TNI Mudia, LO Bulog Jabar, yang memberikan perhatian serius terhadap efektivitas penyerapan gabah dari para petani lokal. Didampingi oleh Bapak Safarudin dari Bulog Jabar, kehadiran beliau menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Danramil 1205/Rajapolah, Kapten Inf Muklis Gozali, turut hadir mendampingi dalam survey ini. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai perwakilan TNI, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di wilayahnya. Peran aktif Danramil dalam kegiatan ini memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan.

Bapak Yono Jaya Pranomo, Kepala Desa Karangsembung, menyampaikan harapannya agar penyerapan gabah dapat berjalan maksimal sehingga membantu stabilisasi harga dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. “Kami berharap Bulog dapat menyerap hasil panen dengan optimal sehingga harga gabah tetap stabil dan menguntungkan bagi petani,” ujarnya.

Selain itu, Bapak Irfan Herdiana selaku Koordinator PPL Badan Penyuluhan Pertanian Jamanis turut memberikan pandangan teknis mengenai kualitas gabah dan upaya peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Dukungan dari Badan Penyuluhan Pertanian diharapkan mampu memberikan solusi-solusi praktis bagi para petani dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian.

Kegiatan survey ini tidak hanya bertujuan untuk menilai kapasitas gudang, namun juga untuk memastikan kualitas penyimpanan yang baik sehingga ketahanan pangan dapat terjamin. Dengan adanya kolaborasi antara Bulog, TNI, pemerintah desa, dan penyuluh pertanian, diharapkan penyerapan gabah di Kecamatan Jamanis dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Sinergi yang terjalin dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga stabilitas pangan di Tasikmalaya. Langkah nyata ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi yang baik antar lembaga dan pemerintah setempat sangat diperlukan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.



Sumber : Koramil 1205/Rajapolah 

Selasa, 21 Januari 2025

Lahan Pesantren Jadi Lokasi Swasembada Pangan: Kolaborasi Polres Tasikmalaya Kota dan Ponpes Al-Ashriyyah Nurul Ihsan

Swasembada Pangan

Lahan Pesantren Menjadi Lokasi Swasembada Pangan

Tasikmalaya, 21 Januari 2025 – Sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, Polres Tasikmalaya Kota bersama Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Ihsan mengembangkan lahan seluas enam hektare di Kampung Salapan, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, sebagai lokasi penanaman jagung. Langkah ini tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menghadirkan peluang pembelajaran bagi para santri.

Pendiri Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Ihsan, M. Jaeni Nurjamil, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat. “Alhamdulillah, kami mendukung sepenuhnya program swasembada pangan ini. Sebagai penerima manfaat, kami juga memanfaatkan momen ini untuk memberikan edukasi kepada para santri mengenai teknik bercocok tanam,” ujarnya.

Dari total enam hektare lahan, tiga hektare telah digarap dan ditanami jagung, sementara tiga hektare lainnya sedang dalam tahap persiapan. Meski demikian, seluruh proses pengolahan lahan hingga penanaman sejauh ini masih dilakukan secara manual oleh para santri bersama masyarakat sekitar.

“Insyaallah, lahan ini akan memberikan manfaat besar dan menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah. Kami berharap program ini terus berkembang dan semakin menguatkan semangat gotong royong di masyarakat,” tambahnya.

Meski program ini berjalan lancar, beberapa kendala teknis masih dihadapi, seperti keterbatasan alat untuk pengolahan lahan. Jaeni mengungkapkan harapannya agar pemerintah dapat menyediakan peralatan seperti mesin pemotong rumput, alat semprot, dan vitamin tanaman untuk mendukung keberhasilan program.

“Sejauh ini, semua pengerjaan masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Dengan dukungan alat-alat yang memadai, saya yakin hasilnya akan lebih optimal,” jelasnya.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pesantren dapat berkontribusi secara signifikan terhadap penguatan ketahanan pangan. Pesantren yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan agama kini juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.

Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat mampu menciptakan solusi bagi tantangan nasional. Diharapkan, inisiatif seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan program serupa demi mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.



Sumber : Pendim 0612/Tsm, dan https://priangan.tribunnews.com/2025/01/21/polres-tasikmalaya-kota-dan-ponpes-al-ashriyyah-nurul-ihsan-sinergi-tanami-lahan-untuk-swasembada

Senin, 13 Januari 2025

Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 10 Tasikmalaya: Upaya Pemerintah Wujudkan Generasi Sehat

SMAN 10 Tasikmalaya
Siswi SMA Negeri 10 Kota Tasikmalaya Sedang Menikmati Makan Bergizi Gratis  

Tasikmalaya, 13 Januari 2025 – SMA Negeri 10 Kota Tasikmalaya menjadi lokasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan langkah nyata dari pemerintah untuk memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang cukup sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), sesuai dengan program Presiden Prabowo.

Program ini bertujuan untuk mendukung kesehatan siswa dengan menyediakan makanan bergizi yang terdiri dari nasi, lauk yang segar, sayuran hijau, dan buah-buahan lokal. Paket makanan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan gizi siswa agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Acara ini dihadiri oleh Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor Inf Deni Zaenal Mutaqien, Kapolsek, Danramil, camat setempat, serta Kepala Sekolah SMAN 10 Kota Tasikmalaya dan para guru. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi muda yang sehat, kuat, dan siap berkompetisi.

Dalam kegiatan ini, selain pembagian makanan, juga dilakukan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat bagi siswa. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga pola makan bergizi, sekaligus mengedukasi mereka untuk memilih makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dari pemerintah untuk mendukung pembangunan generasi muda yang sehat, yang pada gilirannya akan membangun masa depan bangsa yang lebih cerah.

“Dengan perhatian terhadap gizi generasi muda, pemerintah berharap dapat mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan maju melalui program seperti ini.”






Sumber : Pendim 0612/Tsm 

SMA 2 Singaparna Sambut Program Makan Bergizi Gratis: Langkah Kecil untuk Generasi Hebat

SMA 2 Singaparna
Beberapa Murid SMA 2 Singaparna Menikmati Makan Bergizi Gratis

Tasikmalaya akhirnya turut merasakan dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Meski baru bergulir pada Senin, 13 Januari 2025, sedikit lebih lambat dibanding wilayah lain, kehadiran program ini membawa angin segar bagi para siswa, khususnya di SMA 2 Singaparna. Sambutan hangat terlihat saat petugas datang membawa makanan sehat yang siap dinikmati.

Para siswa bersemangat menikmati menu bergizi yang disediakan, mulai dari daging hingga susu. Rahel (16), salah satu siswa, dengan penuh rasa syukur berkata, “Alhamdulillah, akhirnya ada pembagian makan gratis. Lumayan banget buat menghemat uang jajan, dan makanannya sehat!”

Sementara itu, Fajar (16), yang sering kesulitan memenuhi asupan gizi, merasa sangat terbantu. “Biasanya cuma jajan di depan sekolah. Dengan program ini, perut kenyang, belajar juga lebih fokus. Harapannya program ini terus berlanjut,” ucapnya sembari menghabiskan makanannya tanpa tersisa.

Namun, kehadiran program ini bukan sekadar soal makan gratis. Hj. Wiwin Widaniawati, Kepala SMA 2 Singaparna, menegaskan bahwa langkah ini adalah upaya solutif untuk memperbaiki kualitas kesehatan dan pendidikan. “Anak-anak yang sehat memiliki potensi besar untuk menjadi generasi cerdas dan berkualitas. Terima kasih kepada Bapak Presiden atas kepeduliannya kepada anak-anak bangsa,” ungkapnya.

Solusi Nyata untuk Tantangan Lokal

Tasikmalaya bukan tanpa masalah. Banyak siswa yang mengandalkan jajanan di luar sekolah sebagai sumber energi harian, yang seringkali tidak memenuhi standar gizi. Dengan hadirnya program MBG, tantangan ini mulai teratasi. Anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan sehat, tetapi juga pembiasaan pola makan yang baik.

Ke depan, solusi ini bisa diperkuat dengan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat lokal untuk memberikan edukasi tentang pentingnya gizi. Workshop singkat tentang makanan sehat, melibatkan UKM lokal untuk penyediaan bahan makanan, hingga pemberdayaan kantin sekolah berbasis gizi bisa menjadi langkah lanjutan yang tak hanya mendukung program pemerintah, tapi juga memberdayakan ekonomi lokal.

Langkah Awal untuk Masa Depan Cerah

Program MBG bukan sekadar pembagian makanan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi yang kuat, cerdas, dan sehat. Dengan tubuh yang bugar, fokus belajar meningkat, dan potensi siswa dapat berkembang maksimal.

Meskipun terlambat, program ini menjadi awal perubahan besar di Tasikmalaya. Karena masa depan bangsa ada di tangan anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga sehat. Kini, harapan baru terbit dari piring makan siang mereka.

Siapkah kita menjaga keberlanjutan program ini? Tentu saja! Dengan dukungan semua pihak, langkah kecil ini bisa menjadi gerakan besar untuk Indonesia yang lebih baik.




Sumber : Pendim 0612/Tasikmalaya, dan https://kabarsingaparna.pikiran-rakyat.com/kabar-singaparna/pr-3238966094/pembagian-makan-bergizi-gratis-di-kabupaten-tasikmalaya-akhirnya-berjalan?page=all

Rabu, 08 Januari 2025

Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya: Kehilangan Besar bagi Pemerintahan dan Masyarakat

Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya
Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya

Kabar duka datang dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tasikmalaya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Bapak Adang Mulyana, berpulang ke rahmatullah pada Rabu dini hari, 8 Januari 2025, di kediamannya di Perum Tandala, Kecamatan Kawalu. Almarhum wafat sekitar pukul 01.00 WIB setelah sekian lama berjuang melawan komplikasi penyakit yang dideritanya.

Kepergian Bapak Adang Mulyana meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat, jajaran pemerintah, serta masyarakat Kota Tasikmalaya. Almarhum dikenal sebagai seorang pemimpin berdedikasi tinggi yang telah memberikan banyak kontribusi, baik saat menjabat sebagai Kepala DKP3, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), maupun saat menjadi Camat Cihideung.

Kondisi Kesehatan dan Perjuangan Almarhum

Sejak beberapa tahun terakhir, Bapak Adang Mulyana diketahui mengalami komplikasi penyakit serius yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif, termasuk cuci darah secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan almarhum sering absen dari tugas dinas sepanjang tahun 2024 untuk fokus pada pemulihan kesehatan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya, Gungun Pahlagunara, mengonfirmasi kabar duka ini. “Betul, beliau meninggal tadi malam. Kami sangat kehilangan sosok beliau yang sangat berdedikasi dalam pekerjaannya,” ujarnya.

Tantangan DKP3 Pasca Kepergian Almarhum

Kepergian Bapak Adang Mulyana semakin mempertegas krisis kepemimpinan di lingkungan DKP3. Dalam beberapa bulan terakhir, tugas-tugas dinas sudah banyak terbengkalai karena kondisi kesehatan almarhum. Situasi semakin berat karena Sekretaris DKP3, Bapak Heru Susanto, juga diketahui sedang sakit sejak Oktober 2024, sehingga organisasi praktis hanya berjalan dengan dukungan kepala bidang dan kepala seksi.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera menstabilkan jalannya pemerintahan, khususnya di sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan, pertanian, dan perikanan masyarakat.

Mencari Solusi di Tengah Krisis

Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa sistem pemerintahan perlu lebih tangguh dalam menghadapi situasi krisis, terutama ketika terjadi kekosongan atau kendala pada posisi kepemimpinan. Pemerintah Kota Tasikmalaya diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengisi jabatan strategis yang kosong dengan figur-figur yang mampu melanjutkan visi dan misi almarhum.

Selain itu, perlu ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan kesehatan ASN agar mereka dapat menjalankan tugas dengan optimal. Kejadian ini juga menjadi pelajaran penting untuk memprioritaskan sistem kerja yang mampu beradaptasi dengan situasi darurat tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

Selamat jalan, Bapak Adang Mulyana. Dedikasi dan kontribusimu akan selalu menjadi warisan berharga bagi masyarakat dan pemerintahan Kota Tasikmalaya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.


Sumber : Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya, https://radartasik.id/2025/01/08/innalillahi-wainnailaihi-rojiun-kepala-dinas-ketahanan-pangan-kota-tasikmalaya-adang-mulyana-wafat/

Selasa, 07 Januari 2025

Wabah PMK di Tasik Selatan: Menghadapi Tantangan dengan Kolaborasi dan Kepedulian

Wabah PMK di Tasik Selatan
Ilustrasi : Pemeriksaan Hewan Yang Terkena PMK

Tasikmalaya, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini menjadi perhatian serius di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan ditemukannya 470 ekor sapi terinfeksi dan 36 di antaranya mati, wabah ini tidak hanya mengancam kesehatan hewan ternak, tetapi juga kesejahteraan para peternak di wilayah Tasik Selatan.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, SP MP, mengungkapkan bahwa kasus pertama teridentifikasi pada Desember di Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah. Gejala awal berupa keluarnya lendir dari mulut ternak dan penurunan nafsu makan menjadi sinyal kuat terjadinya infeksi.

“Informasi ini kami peroleh dari laporan masyarakat. Setelah itu, tim kami langsung turun ke lapangan untuk investigasi, khususnya di wilayah Tasik Selatan,” ujar Tatang, Selasa (7/1).

Angka yang Mengkhawatirkan

Kabupaten Tasikmalaya memiliki populasi ternak sapi sekitar 45 ribu ekor. Namun, penyebaran PMK telah menembus tiga kecamatan Cikalong, Cipatujah, dan Karangnunggal dengan 470 sapi terinfeksi. Menurut Tatang, langkah preventif segera diambil, termasuk koordinasi intensif dengan Balai Veteriner Kesehatan Hewan di Subang.

Kolaborasi dan Solusi Bersama

Menghadapi krisis ini, DPKPP Kabupaten Tasikmalaya tidak tinggal diam. Selain tindakan investigasi, penyuluhan kepada peternak menjadi kunci penting. Pendekatan edukatif dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait langkah-langkah pencegahan seperti karantina, kebersihan kandang, hingga vaksinasi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para peternak, masyarakat, dan instansi terkait untuk mengendalikan penyebaran PMK,” tambah Tatang.

Membangkitkan Kepedulian Peternak Lokal

Wabah ini mengingatkan pentingnya kepedulian kolektif dalam menjaga kesehatan hewan ternak. Bagi peternak seperti Pak Udin di Cipatujah, yang telah kehilangan dua sapi akibat PMK, edukasi menjadi bekal penting. “Saya jadi lebih paham tentang pencegahan penyakit ini. Kami berharap ada solusi cepat untuk menyelamatkan ternak lainnya,” ungkapnya.

Mengubah Krisis Menjadi Kesempatan

Melalui pendekatan ini, DPKPP berharap wabah PMK dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran peternak tentang pentingnya kesehatan hewan. Dengan dukungan berbagai pihak, Kabupaten Tasikmalaya optimistis mampu mengatasi tantangan ini dan menjaga sektor peternakan tetap tangguh.

Bagaimana Anda sebagai pembaca dapat berkontribusi? Awali dengan berbagi informasi ini kepada orang-orang di sekitar Anda. Bersama, kita bisa menjadi bagian dari solusi.



Sumber : Ilustrasi AI, https://www.ayotasik.com/berita-tasik/3314292209/470-sapi-di-kabupaten-tasikmalaya-terinfeksi-pmk-kadis-pertanian-36-eko-mati

Senin, 06 Januari 2025

Tasikmalaya Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis: Langkah Awal Mewujudkan Generasi Emas

Makan Bergizi Gratis
Sinergis Lintas Instansi

Tasikmalaya, 6 Januari 2025 – Pagi yang cerah di Kota Tasikmalaya menjadi saksi langkah sinergis lintas instansi. Para pejabat pemerintah eksekutif, legislatif, Polri, TNI, dan Kejaksaan kompak berjalan kaki dari Markas Kodim 0612/Tasikmalaya menuju SMPN 2 Tasikmalaya, membawa semangat baru untuk masa depan generasi muda.

Kegiatan ini menandai uji coba perdana pembagian makanan bergizi gratis, sebuah program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Sebanyak 1.056 siswa SMPN 2 Tasikmalaya menikmati makanan bergizi yang disajikan dengan wadah stainless bersih dan higienis, terdiri dari ayam goreng, sayuran, nasi, dan buah jeruk.

Langkah Kecil yang Menginspirasi

Para pejabat yang hadir, termasuk Penjabat Wali Kota Tasikmalaya, Asep Sukmana, dan Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, langsung memantau pembagian makanan. Kehadiran mereka menegaskan komitmen untuk memastikan kegiatan berjalan lancar sekaligus menjadi inspirasi akan pentingnya kolaborasi demi masa depan generasi penerus bangsa.

“Pelajar tadi bilang makanannya enak, bersih, dan bergizi. Ini langkah awal yang membanggakan. Kami optimis program ini ke depannya bisa menjangkau seluruh pelajar di Tasikmalaya,” ujar Asep Sukmana.

Ucapan Terima Kasih yang Tulus dari Siswa

Dalam kesempatan ini, Naura Albina Muhaemin, salah satu perwakilan siswa SMPN 2 Tasikmalaya, mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas program ini.

Kolaborasi dan Komitmen Berkelanjutan

Sebanyak 2.999 paket makanan didistribusikan ke tujuh sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA, dalam uji coba hari pertama. Kodim 0612 Tasikmalaya bersama jajaran pemerintah daerah memastikan bahwa program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan generasi muda.

Letkol Yan Octa Rombenanta menyatakan, “Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang harapan. Dengan kolaborasi yang solid, kami yakin program ini akan membawa dampak besar bagi anak-anak kita.”

Lebih dari Sekadar Program

Selain menyediakan nutrisi penting, program ini juga mendidik para siswa untuk lebih peduli pada kebersihan dan keberlanjutan. Mereka diminta membawa peralatan makan sendiri dari rumah, membiasakan diri hidup lebih bersih dan teratur.

Dari Tasikmalaya untuk Masa Depan Indonesia

Program makan bergizi gratis ini adalah langkah kecil yang membawa dampak besar. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh para pejabat dan antusiasme siswa menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan sederhana.

Kota Tasikmalaya telah membuktikan diri sebagai pelopor langkah inspiratif. Harapannya, inisiatif ini menjadi teladan bagi daerah lain demi menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan penuh harapan.


Sumber : Pendim 0612/Tasikmalaya, Humas Pemkot Tasikmalaya, dan https://bandung.kompas.com/read/2025/01/06/131307278/pejabat-tasikmalaya-jalan-kaki-bagikan-makan-gratis-perdana-bagi-siswa-smp 

Jumat, 03 Januari 2025

Melihat Keajaiban Tasikmalaya: Momen Libur Nataru yang Menghidupkan Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Libur Nataru
Ilustrasi : Destinasi Memukau Di Tasikmalaya 

Tasikmalaya sedang bersinar. Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), wilayah ini bukan hanya menjadi persinggahan, tapi juga tempat di mana cerita baru terukir. Ribuan wisatawan datang dan pergi, membawa serta kenangan dari destinasi-destinasi yang memukau.

Dalam laporan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), lebih dari 80 ribu wisatawan melintasi berbagai sudut Tasikmalaya. Angka yang begitu hidup ini bahkan belum mencapai puncaknya, karena libur sekolah masih berlanjut.

Dari hangatnya Cipanas Galunggung hingga megahnya pantai-pantai selatan seperti Karang Tawulan dan Sindangkerta, setiap destinasi punya kisahnya sendiri. Cipanas Galunggung menjadi primadona, mengundang ribuan pengunjung untuk merasakan sensasi berendam di kolam air panas alami sambil menikmati panorama gunung yang memanjakan mata.

Tak hanya itu, Pamijahan—tempat yang menyimpan aura spiritual mendalam—mendapat kunjungan ribuan peziarah. Di sisi lain, panggilan ombak di Pantai Karang Tawulan dan Sindangkerta memikat para pencinta laut.

Namun, yang menjadikan libur Nataru kali ini lebih spesial adalah kehadiran destinasi-destinasi "tersembunyi" yang mulai unjuk gigi. Desa Wisata Sukasetia, Arga Hot Spring, hingga Pangangonan Hill mencuri perhatian. Tempat-tempat ini mengajarkan bahwa keindahan tak selalu berada di pusat keramaian.


Salah satu kejutan datang dari Kampung Naga, dengan keunikan adat dan budaya yang tetap terjaga. Hanya 78 pengunjung yang datang, tapi angka kecil ini justru menunjukkan eksklusivitasnya sebagai destinasi yang menawarkan ketenangan di tengah gegap gempita liburan.

Lebih dari sekadar destinasi, liburan ini juga menghidupkan roda ekonomi lokal. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum dengan menyuguhkan makanan khas, seperti opak, ranginang, dan kerajinan tangan yang memukau. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang tak hanya melayani kebutuhan wisatawan, tapi juga menjadi duta budaya Tasikmalaya.

"Ini bukan sekadar angka, tapi harapan," ujar Sekretaris Disparpora, H. Dodi Ajat Sudrajat, dengan optimisme yang membara. Ia menekankan bagaimana setiap kunjungan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Di balik angka dan data, ada narasi tentang bagaimana Tasikmalaya sedang membangun identitasnya sebagai destinasi yang layak diperhitungkan. Tempat ini bukan sekadar tujuan perjalanan, tetapi pengalaman yang melibatkan hati, rasa, dan makna.

Pantai Sindangkerta Cipatujah

Jadi, bagi mereka yang belum berkunjung, apa lagi yang Anda tunggu? Tasikmalaya menunggu dengan tangan terbuka, menawarkan petualangan yang tak akan Anda temukan di tempat lain. Karena di sinilah keajaiban terjadi, setiap hari.



Sumber :Ilustrasi AI,Foto Penulis,Disparpora Tasikmalaya dan https://radartasik.id/2025/01/02/81-788-wisatawan-nikmati-liburan-nataru-di-kabupaten-tasikmalaya-ekonomi-lokal-menggeliat/

Rabu, 01 Januari 2025

Awal Tahun Ceria! Diskon 50% Tarif Listrik PLN untuk Pelanggan Rumah Tangga

PLN

Diskon 50% Tarif Listrik 

Tasikmalaya – Kabar heboh di awal 2025! PLN hadir dengan program diskon tarif listrik 50% untuk pelanggan rumah tangga. Bukan gimmick, bukan basa-basi – ini adalah upaya nyata untuk meringankan beban hidup masyarakat. Yang paling menarik? Diskonnya langsung terasa tanpa ribet, tanpa registrasi, dan tanpa drama.

Siapa Saja yang Kena "Sihir Diskon" Ini?

Diskon ini berlaku bagi pelanggan dengan daya listrik:

  • 450 VA – buat yang punya rumah mungil atau kos-kosan hemat daya, ini surga banget!

  • 900 VA – cocok buat rumah tangga sederhana, tapi aktivitas tetap maksimal.

  • 1.300 VA – penghuni rumah modern? Jangan khawatir, kamu juga dapat potongan!

  • 2.200 VA – rumah besar atau usaha kecil? Yuk, nikmati separuh harga untuk listrik!


Gampang Banget, Ini Caranya!

1. Pelanggan Pascabayar

Diskon otomatis muncul di tagihan kamu.

  • Pemakaian Januari? Bayarnya periode 1-20 Februari 2025 sudah setengah harga!

  • Pemakaian Februari? Bayarnya periode 1-20 Maret 2025, juga setengah harga!

2. Pelanggan Prabayar

Lagi isi token di bulan Januari atau Februari? Diskonnya langsung potong harga, nggak perlu kode promo apapun!


Tanpa Registrasi, Tanpa Stress

Ini bagian yang bikin rileks: PLN udah beresin semua dari sistem digitalnya. Jadi kamu cuma perlu duduk santai, bayar listrik, dan nikmati potongannya. Serius, nggak perlu ngantri, nggak perlu input apa-apa, apalagi bawa berkas ke kantor PLN.

Hemat Itu Gaya Hidup, Bukan Pilihan

Program ini bukan sekadar diskon, tapi sinyal dari PLN buat kita semua: hemat itu bisa dimulai dari mana saja, termasuk dari pemakaian listrik. Jangan cuma dipakai buat hemat tagihan, pakai kesempatan ini buat produktivitas!

Lokal Banget, Tasikmalaya Tetap di Depan

Di Tasikmalaya, diskon ini pas banget buat keluarga yang lagi putar otak buat pengeluaran sekolah anak atau nambah modal usaha kecil. Buat kamu yang tinggal di daerah Pelosok lainnya, manfaatkan hematnya listrik ini buat hidup lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut, tinggal buka PLN Mobile atau kontak PLN di 123. Jangan sampai ketinggalan ya – setahun sekali loh ada program kayak gini! belum tentu tahun depan ada kan hehe...


Sumber : PLN 


Senin, 30 Desember 2024

TASIKMALAYA MENUJU ERA BARU: ZONA INTEGRITAS DILUNCURKAN DI BALE KOTA


Zona Integritas Diluncurkan

Sumber : https://images.app.goo.gl/8eAcXTSwrZ3x5Aca6

Senin pagi, 30 Desember 2024, suasana Halaman Bale Kota Tasikmalaya terasa berbeda. Di bawah terik matahari yang mulai memanjat, Penjabat Wali Kota Tasikmalaya, Drs. Asep Sukmana, M.Si., mengambil langkah besar yang menandai babak baru dalam pemerintahan daerah ini: pencanangan pembangunan zona integritas.

Bukan sekadar seremoni, acara ini menyoroti komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk membersihkan diri dari jebakan lama—korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dalam sambutannya, Asep Sukmana berbicara dengan nada tegas namun penuh harapan.

"Zona integritas bukan sekadar simbol, tapi aksi nyata untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani. ASN di Kota Tasikmalaya harus menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tegasnya.

Pernyataan ini tidak hanya menggarisbawahi tugas moral para aparatur sipil negara, tetapi juga memberi pesan bahwa birokrasi yang baik adalah fondasi kepercayaan masyarakat. Asep bahkan membagikan kisah diskusi intensnya bersama para pejabat eselon 2 malam sebelumnya. Evaluasi kinerja, eksplorasi masalah, hingga perencanaan ke depan menjadi fokus obrolan serius tersebut.

"Tidak hanya soal menghindari korupsi, reformasi birokrasi ini juga tentang bagaimana kita meningkatkan kualitas pelayanan publik," lanjutnya.

Momentum untuk Berubah

Acara ini dihadiri para kepala dinas, pejabat struktural, hingga ASN dari berbagai bidang. Namun lebih dari itu, pencanangan zona integritas ini adalah seruan perubahan. Dengan atmosfer Bale Kota yang kental dengan semangat reformasi, langkah ini diharapkan menjadi momentum untuk menciptakan pelayanan publik yang benar-benar profesional dan bersih.

Langkah ini bukan hanya upaya lokal, tetapi bagian dari gerakan besar reformasi birokrasi yang digaungkan pemerintah pusat. Di tengah derasnya kritik terhadap birokrasi di berbagai daerah, Tasikmalaya mencoba menampilkan wajah baru.

Antara Harapan dan Tanggung Jawab

Pesan dari pagi itu jelas: integritas adalah pondasi pemerintahan. Namun, komitmen ini harus dibuktikan, bukan hanya di atas kertas. Asep mengingatkan, perubahan sejati dimulai dari setiap individu ASN yang memikul tanggung jawab moral sebagai abdi negara.

Apakah ini hanya sekadar formalitas atau benar-benar awal perubahan besar? Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal yang pasti, Kota Tasikmalaya mencoba melangkah ke depan dengan optimisme baru.

Bale Kota di Senin pagi ini bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga pengingat bahwa sebuah kota, seperti manusia, bisa memilih untuk berubah.


Sumber : https://radartasik.id/2024/12/30/pj-wali-kota-tasikmalaya-asep-sukmana-serukan-pembangunan-zona-berintegritas-agar-bebas-korupsi/#google_vignette

Minggu, 29 Desember 2024

Pembangunan Tangki Septik Individu di Desa Cikubang Selesai, Warga Bersyukur!

Desa Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, baru saja merayakan selesainya pembangunan Tangki Septik Individu Perdesaan untuk 50 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi di desa yang sebelumnya masih menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan limbah rumah tangga.

Septik Tank

Pembangunan Tangki Septik di Desa Cikubang 

Pembangunan tersebut meliputi 50 titik, dengan rincian 6 unit dilengkapi dengan bangunan WC sementara, sementara 44 unit lainnya hanya terdiri dari pemasangan kloset dan tangki septik. Ini merupakan langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, yang seringkali terabaikan di daerah-daerah perdesaan.

Menurut Karna Sonata, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Cikubang, proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. "Alhamdulillah, proyek ini dapat selesai tepat waktu. Kami melibatkan masyarakat setempat, baik tukang maupun pengambilan material lokal, yang membuat proses ini menjadi lebih dekat dengan kebutuhan warga," ujarnya dengan rasa syukur, Minggu, 29 Desember 2024.

Pembangunan ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat, dengan pagu anggaran sebesar Rp 456 juta. Dana ini disalurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya untuk tahun anggaran 2024.

Terima Kasih dari Pemerintah Desa

Kepala Desa Cikubang, Jajang, juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah, baik Pusat maupun Kabupaten Tasikmalaya, atas bantuan yang diberikan. "Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami. Bantuan ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga memberikan perubahan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat kami," ujar Jajang.

Ia juga berharap, dengan adanya fasilitas WC dan tangki septik individu ini, masalah buang air besar sembarangan yang menyebabkan bau tidak sedap dan potensi penyakit bisa segera teratasi. "Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya oleh warga dan membawa dampak positif bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan," tambahnya.

Apresiasi untuk KSM dan Stakeholder Lainnya

Jajang juga mengapresiasi kerja keras Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pengerjaan pembangunan ini. "Kami sangat menghargai keterlibatan KSM dan seluruh stakeholder yang telah membantu dalam pelaksanaan program ini. Tanpa kerja sama yang solid, tentu semua ini tidak akan terwujud," ungkapnya.

Harapan untuk Masa Depan

Meskipun 50 KK di Desa Cikubang sudah menerima manfaat dari program ini, masih ada sekitar 600 KK yang belum memiliki fasilitas WC dan tangki septik. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Cikubang berharap agar program serupa dapat berlanjut pada tahun 2025, sehingga lebih banyak keluarga di desa ini bisa merasakan manfaatnya. "Kami berharap, tahun depan program ini bisa dilanjutkan agar seluruh warga dapat menikmati fasilitas sanitasi yang layak," kata Jajang dengan penuh harap.

Menatap Masa Depan yang Lebih Bersih dan Sehat

Bantuan pembangunan WC dan tangki septik ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol perubahan dalam hal kesehatan lingkungan. Di Desa Cikubang, langkah kecil ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk mencapai desa yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Harapannya, dengan adanya fasilitas sanitasi yang memadai, warga bisa hidup lebih nyaman dan bebas dari risiko penyakit akibat buruknya sanitasi.

Pembangunan seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah dapat memberi dampak positif langsung pada kehidupan masyarakat. Bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga soal keberlanjutan dan kualitas hidup yang lebih baik. Semoga program serupa bisa terus berlanjut di seluruh penjuru Indonesia.


Sumber : https://kabarsingaparna.pikiran-rakyat.com/kabar-singaparna/pr-3238919964/pembangunan-bantuan-intalasi-lumpur-tinja-di-desa-cikubang-taraju-tuntas-dikerjakan?page=all dan https://www.idisionline.com/berita/ucapan-terimakasih-warga-atas-selesainya-pembangunan-bio-septic-tank-di-desa-cikubang

WALI KOTA BARU, PEDESTRIAN CIHIDEUNG TASIKMALAYA MENANTI SENTUHAN MAGIS

Kota Tasikmalaya — Pedestrian Jalan Cihideung mungkin masih menjadi teka-teki besar dalam agenda perbaikan Kota Tasikmalaya. Setelah sekian lama, kawasan yang seharusnya menjadi wajah kota ini kini berubah layaknya pasar bebas tanpa arah. Dengan hadirnya wali kota baru, mampukah kawasan ini kembali menemukan jati dirinya sebagai ruang publik yang nyaman dan ikonik?

Pedestrian Cihideung

Potret Pedestrian Cihideung: Ruang Publik yang Menanti Sentuhan Perubahan

Kondisi pedestrian Jalan Cihideung saat ini menyisakan potret campur aduk. Aktivitas warga tak lagi terfokus pada kenyamanan berjalan kaki atau menikmati estetika kota. Malah, kawasan ini kini lebih dikenal sebagai tempat jual beli yang dipenuhi pedagang hingga parkir liar.

Seorang pengunjung, Ardiansyah (34), yang sempat mampir ke pedestrian usai berbelanja di Jalan HZ Mustofa, mengungkapkan rasa kecewanya. "Dulu pas awal pembangunan, tempat ini indah dan bersih. Sekarang jadi kurang menarik. Semoga wali kota baru bisa memperbaiki kondisi ini," ujarnya.

Tak hanya Ardiansyah, Pepi Yulianti (40), warga Kawalu, juga menyampaikan harapannya. “Kalau dikelola lebih baik, tempat ini bisa jadi ikon untuk wisatawan luar kota. Tidak perlu melarang pedagang sepenuhnya, tapi jumlahnya harus tertata. Yang penting, parkir liar jangan dibiarkan," katanya dengan penuh antusias.

Menunggu Langkah Berani Pemimpin Baru

Dengan pergantian kepala daerah, harapan masyarakat mengerucut pada pembenahan kawasan ini. Tidak hanya soal keindahan visual, tetapi juga fungsi pedestrian sebagai ruang interaksi sosial yang aman dan nyaman.

Langkah pembenahan tidak harus menjadi mimpi besar yang sulit dicapai. Penataan ulang pedagang, pengelolaan parkir, hingga pengembalian fungsi pedestrian sebagai ruang terbuka hijau bisa menjadi awal yang baik. Jika dikelola dengan serius, kawasan ini tak hanya menjadi kebanggaan warga lokal, tetapi juga daya tarik wisata yang membanggakan Tasikmalaya.

Wali kota baru, tantangan Anda telah jelas. Jalan Cihideung menunggu sentuhan magis untuk menjadikannya lebih dari sekadar pedestrian—sebuah cerminan visi baru Tasikmalaya yang berkelas dan berbudaya. Akankah Anda menjawab tantangan ini?


Sumber : https://radartasik.id/2024/12/29/tantangan-wali-kota-tasikmalaya-baru-harus-bisa-benahi-pedestrian-jalan-cihideung/


DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...