Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Desember 2025

Hari Juang TNI AD ke-80 : Dari Lapangan Upacara Makodim 0612/Tasikmalaya, TNI AD Meneguhkan Janji

Hari Juang TNI AD

Kasdim membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.

Tasikmalaya — Pada Senin 15 Desember 2025 Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya pagi itu tidak sekadar menjadi ruang baris-berbaris. Ia menjelma menjadi ruang pengingat, tempat para prajurit TNI Angkatan Darat menundukkan kepala sejenak, meneguhkan kembali janji pengabdian yang diwariskan oleh sejarah perjuangan bangsa.

Dalam Upacara Peringatan Hari Juang TNI AD ke-80 Tahun Anggaran 2025, Inspektur Upacara Kasdim 0612/Tasikmalaya, Mayor Inf Deni Zaenal Mutaqien, S.Sos., M.IP, membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Sebuah amanat yang tidak hanya berbicara tentang tugas, tetapi juga tentang realitas yang tengah dihadapi rakyat Indonesia: bencana yang datang silih berganti.

Kasad menegaskan bahwa meningkatnya frekuensi bencana alam menjadi ujian nyata bagi nilai-nilai dasar keprajuritan. Di saat rumah runtuh, sawah terendam, dan harapan masyarakat terguncang, kehadiran prajurit TNI AD bukan lagi sebatas simbol negara, melainkan wujud nyata kemanusiaan.

Nilai itu sejatinya telah lama tertanam dalam Sapta Marga, ketika prajurit menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kesiapannya mengabdi tanpa pamrih. Ia juga terpatri dalam Sumpah Prajurit, bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan kehormatan.

Lebih dari itu, amanat Kasad seolah mengajak seluruh prajurit untuk kembali menghidupkan Delapan Wajib TNI dalam praktik nyata: menjadi pelindung rakyat, bersikap sederhana, membantu kesulitan masyarakat, serta menjaga sikap dan tutur kata di tengah kehidupan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi kompas moral TNI AD saat berada di garis terdepan penanggulangan bencana maupun dalam tugas pembinaan teritorial.

Hari Juang TNI AD tidak lahir dari ruang komando yang nyaman, melainkan dari keringat dan pengorbanan prajurit bersama rakyat. Semangat itulah yang kembali digaungkan dalam upacara ini bahwa kekuatan TNI AD sejatinya terletak pada kemanunggalannya dengan rakyat.

Melalui peringatan Hari Juang ke-80, prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya diingatkan bahwa medan juang hari ini bukan hanya soal pertahanan negara, tetapi juga tentang kepekaan sosial, kecepatan bertindak, dan ketulusan melayani masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Upacara pun ditutup dengan kesadaran kolektif bahwa Sapta Marga bukan sekadar hafalan, Sumpah Prajurit bukan sekadar seremonial, dan Delapan Wajib TNI bukan sekadar aturan. Ketiganya adalah janji hidup prajurit TNI AD janji yang harus terus dijaga, terutama ketika rakyat paling membutuhkan kehadiran negara.

Minggu, 29 Juni 2025

TPT Longsor di Taraju, Satu Anak Meninggal Dunia: Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem


Longsor di Taraju
Lokasi Penyelamatan Korban 

Taraju, Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Taraju sejak pagi mengakibatkan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di kawasan pemukiman warga Kampung Mekarjaya RT 043/001, Desa Cikubang, mengalami longsor pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut berdampak pada dua rumah warga dan menutup jalur lingkungan sekitar.

Lebih tragis lagi, dalam insiden tersebut dilaporkan satu anak meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa musim hujan di wilayah perbukitan seperti Taraju menyimpan risiko tinggi, terutama bagi permukiman yang berada di area lereng dan tepi tebing.


Respons Cepat Aparat dan Masyarakat

Informasi awal diterima oleh petugas sekitar pukul 19.30 WIB melalui laporan dari anggota Linmas dan Kepala Desa Cikubang. Tanggap darurat langsung dilakukan oleh unsur desa, Babinsa, anggota Polsek Taraju, serta masyarakat setempat yang bergotong royong membantu mengevakuasi area terdampak dan mensterilkan lokasi.

Babinsa Desa Cikubang segera melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah desa, dan relawan setempat. Upaya penyelamatan serta pendataan dilakukan dengan cepat dan penuh kehati-hatian di tengah kondisi tanah yang masih labil.


Jalan Tertutup, Warga Dihimbau Waspada

Longsoran yang terjadi menyebabkan akses jalan lingkungan tertutup sepenuhnya oleh material tanah dan puing TPT. Hingga saat ini, belum ada laporan pengungsian massal, namun pihak aparat dan relawan tetap berjaga untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Masyarakat sekitar dihimbau untuk tidak panik namun tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun. Kondisi geografis dengan kontur tanah rawan longsor membuat area ini perlu perhatian ekstra, baik dari segi pemetaan risiko maupun mitigasi jangka panjang.


Langkah Ke Depan: Kesadaran Bencana Adalah Tanggung Jawab Bersama

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif antara warga, pemerintah, dan seluruh unsur pengaman wilayah. Ke depan, perlindungan terhadap infrastruktur pemukiman yang berada di titik rawan harus ditingkatkan, termasuk edukasi kebencanaan di tingkat keluarga dan komunitas.

Musibah tidak pernah diundang, namun sikap waspada dan terorganisir bisa menjadi benteng penyelamat. Kesedihan atas kehilangan nyawa seorang anak dalam peristiwa ini menjadi luka bersama, dan sekaligus pengingat agar setiap elemen masyarakat lebih sigap menjaga keselamatan lingkungan sekitarnya.


Sabtu, 28 Juni 2025

Semangat Tarung Drajat Menggema di Dadaha: 140 Peserta Tunjukkan Sportivitas Sejati dalam Kejursat Se-Tasikmalaya 2025

Tarung Drajat
Antusiasme Peserta Dari 17 Satuan Latihan
Se-Tasikmalaya 


Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

GOR Susi Susanti, yang berdiri kokoh di tengah Komplek Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya, kembali menjadi panggung semangat juang dan persaudaraan. Kali ini, lewat Kejuaraan Antar Satlat (Kejursat) Tarung Drajat Se-Tasikmalaya Tahun 2025, yang resmi dibuka dengan antusiasme tinggi dari 140 peserta dari 17 satuan latihan (Satlat) se-Tasikmalaya.

Lebih dari sekadar turnamen, Kejursat ini menjadi ruang tumbuh generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga tangguh dalam karakter. Tarung Drajat, sebagai olahraga asli Indonesia, kembali membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan hanya soal otot, tapi juga soal integritas, solidaritas, dan nilai kemanusiaan.


Bukan Sekadar Pertarungan, Tapi Perayaan Disiplin dan Persaudaraan

Acara pembukaan berlangsung sejak pagi dengan suasana tertib dan penuh semangat. Peserta dari berbagai daerah Tasikmalaya hadir mengenakan seragam kebanggaan masing-masing, membawa energi yang sama: bertarung dengan sikap ksatria dan sportif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh olahraga daerah. Mewakili banyak pihak dari wilayah Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya, kehadiran mereka memperkuat komitmen bersama untuk terus mendorong pembinaan olahraga bela diri yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter.


Tarung Drajat, Olahraga yang Menyatukan Banyak Nilai

Lebih dari seni bela diri, Tarung Drajat adalah sistem pendidikan fisik dan mental. Di dalamnya, terkandung filosofi untuk menghormati lawan, menghargai proses, dan membentuk ketangguhan yang membumi. Kejursat ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi jembatan lintas usia, wilayah, bahkan profesi—semua bersatu lewat gerakan, semangat, dan tujuan yang sama.

Sebagai ajang pembinaan, Kejursat bukan hanya melahirkan atlet, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang memiliki mental petarung dan sikap pantang menyerah.


Dari Tasikmalaya untuk Indonesia: Membangun Karakter Lewat Bela Diri

Kegiatan Kejursat Tarung Drajat 2025 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, melainkan menjadi fondasi kuat dalam pembangunan karakter generasi muda di Tasikmalaya. Terlebih, semangat yang dibangun dalam arena juga mencerminkan nilai-nilai lokal yang menjunjung tinggi kebersamaan dan etika.

Di tengah tantangan zaman yang penuh distraksi, hadirnya Kejursat ini adalah pesan kuat: bahwa olahraga bela diri tetap relevan, membumi, dan mampu menjadi sarana pembentukan jati diri yang kokoh.

Dari arena Tarung Drajat di Dadaha, semangat petarung sejati kembali digemakan. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk membangun diri, komunitas, dan masa depan yang lebih kuat.


Tebing Longsor di Tapal Kuda Salawu, Akses Jalan Nasional Tertutup Sementara

 

Longsor di Tapal Kuda Salawu
Kolaborasi Pemulihan Di Tempat Longsor 

Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tasikmalaya sejak dini hari menyebabkan tebing longsor di jalur utama penghubung Garut–Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Tapal Kuda, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu. Material longsoran menutup seluruh badan jalan, mengakibatkan akses tidak bisa dilalui kendaraan dari kedua arah.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 06.10 WIB, sesaat setelah laporan awal diterima oleh aparat pada pukul 06.20 WIB melalui telepon dari seorang pengendara motor yang melintas di lokasi. Babinsa setempat segera merespons laporan tersebut dengan mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi cepat bersama relawan serta aparat desa.


Respons Cepat di Tengah Ancaman Alam

Bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, longsoran tanah dan bambu cukup tebal dan luas hingga menutupi seluruh permukaan jalan. Meski kondisi saat kejadian relatif sepi, potensi bahayanya tinggi, mengingat jalur tersebut adalah akses vital bagi masyarakat dan kendaraan antarkota.

Babinsa bersama unsur masyarakat, relawan, dan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum telah mulai melakukan upaya pembersihan material longsor. Dalam tahap awal, dilakukan evakuasi manual untuk membuka sebagian jalur agar kendaraan darurat bisa melintas.


Kondisi Terkini dan Imbauan

Hingga laporan ini disusun, jalan belum dapat dilalui baik dari arah Singaparna menuju Garut maupun sebaliknya. Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur tersebut sementara waktu dan mencari alternatif rute lain hingga proses pembersihan selesai dan kondisi dinyatakan aman.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah dengan kontur pegunungan dan tebing curam seperti Kecamatan Salawu. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu utama kejadian longsor, khususnya di area yang belum diperkuat secara struktural.


Langkah Kolaboratif untuk Pemulihan

Dalam situasi darurat ini, kolaborasi lintas unsur sangat diandalkan. Mulai dari masyarakat lokal, aparat kewilayahan, hingga dinas teknis bergerak bersama tanpa menunggu komando pusat. Respon awal cepat menjadi faktor kunci dalam mencegah risiko lebih besar dan mempercepat pemulihan akses jalan.

Ke depan, mitigasi bencana dan penguatan struktur tanah di jalur rawan longsor perlu ditingkatkan agar kejadian serupa dapat dihindari. Musim hujan tak hanya membawa air, tapi juga peringatan: bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama.

Sabtu, 21 Juni 2025

PAKSI DPD Tasikmalaya Resmi Dikukuhkan: Ketika Hukum, Budaya, dan Kemandirian Bertemu dalam Satu Ruang

PAKSI DPD Tasikmalaya
Paguyuban Advokat Sunda Indonesia (PAKSI) DPD Tasikmalaya.


Sabtu sore di Tasikmalaya bukan hanya tentang angin sejuk atau lalu lintas santai menuju malam. Tanggal 21 Juni 2025 menjadi saksi, saat sekumpulan pemikir hukum dan penjaga nilai-nilai Sunda berkumpul, bukan untuk berdebat, tapi untuk satu tujuan: mengukuhkan tekad bersama melalui Paguyuban Advokat Sunda Indonesia (PAKSI) DPD Tasikmalaya.

Bertempat di Kota Tasikmalaya, pengukuhan kepengurusan PAKSI periode 2025–2030 berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh simbol. Prosesi bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi bahwa hukum bisa berjalan beriringan dengan akar budaya.

Acara dimulai tepat pukul 16.00 WIB. Tak ada panggung mewah, tapi yang hadir adalah orang-orang dengan visi besar. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, diikuti penayangan profil DPP PAKSI yang seolah menjadi cermin tentang bagaimana hukum bisa membumi di tanah Sunda.

Ketua Pelaksana, Agung Firdaus, S.H., membuka lembaran pertemuan dengan semangat. “PAKSI bukan hanya tempat berkumpul para advokat. Ini rumah pemikiran, tempat nilai Sunda dilestarikan dalam bingkai konstitusi,” ungkapnya, lugas.

Sambutan pun hadir dari Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Tasikmalaya, Maman Rohman Setiadi, mewakili Wali Kota. Dalam narasi yang tenang tapi berisi, ia menyampaikan apresiasi kepada PAKSI yang membawa aroma segar dalam dinamika hukum lokal.

Lalu hadir sosok Zaideni Herdiasin, S.H., Ketua Harian DPP PAKSI Jawa Barat. Tak seperti pidato formal kebanyakan, ia bicara seperti berbagi cerita tentang idealisme, keberpihakan, dan pentingnya menjaga hukum tetap manusiawi. “Hukum tak selalu kaku. Ia bisa hangat, ketika dipadukan dengan nilai-nilai budaya yang telah hidup jauh sebelum kitab undang-undang lahir,” ujarnya.

Prosesi pengukuhan berjalan sederhana namun sarat makna. Asep Heri Kusmayadi resmi memimpin PAKSI DPD Tasikmalaya Raya untuk lima tahun ke depan. Di tangannya, para advokat diharapkan bukan hanya menjadi pembela hukum, tapi juga penjaga etika lokal.


Yang Hadir Bukan Sembarang Nama

Barisan tamu undangan yang hadir menambah bobot acara. Di antaranya:

• Letda Inf. Mahpudin, S.M., mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya

• Letda Sus Welly Gita Pratama dari Lanud Wiriadinata

• Boli Rahmany, Sekretaris Umum DPP PAKSI

• H. Encep Nur Jamal, S.H., M.H., Bendahara DPC PERADI Tasikmalaya

• Paus Kamaludin dari Dewan Pengawas DPP

• Seluruh jajaran pengurus dan anggota PAKSI DPD Tasikmalaya Raya periode 2025–2030

Acara ditutup tanpa hingar-bingar. Tidak ada lampu sorot yang menyilaukan, hanya semangat yang menyala. PAKSI DPD Tasikmalaya kini telah berdiri, bukan sebagai simbol kosong, tapi sebagai perwujudan bahwa hukum bisa tetap setia pada kearifan lokal.

Dan sore itu, Tasikmalaya sekali lagi membuktikan: ketika advokat berbicara dalam bahasa rakyat, hukum tidak lagi terasa jauh.


Jumat, 20 Juni 2025

Tragedi Sunyi di Bojongasih: Seorang Ibu Tiga Anak Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gantung Diri

Gantung Diri
Lokasi Kejadian 


Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 20 Juni 2025  Suasana duka menyelimuti warga Kampung Kebon Tujuh, RT 01 RW 03, Dusun Madur, Desa Bojongasih, Kecamatan Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya, setelah seorang ibu rumah tangga berinisial YN (32) ditemukan meninggal dunia akibat tindakan gantung diri di kediamannya.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, bertepatan dengan waktu Salat Jumat. Berdasarkan keterangan keluarga, YN sebelumnya sempat keluar rumah menuju bekas pabrik di sekitar kampung untuk mencari anaknya yang berinisial H (12). Setelah kembali, diduga YN melakukan aksi bunuh diri saat rumah dalam keadaan sepi dan tertutup rapat.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, H, sepulang dari masjid. Ia sontak terkejut mendapati ibunya dalam keadaan tergantung di area dapur menggunakan kain. H langsung memberi tahu anggota keluarga lainnya dan warga sekitar untuk meminta pertolongan.

Babinsa Desa Bojongasih dari Koramil 1217/Bantarkalong bersama Bhabinkamtibmas dari Polsek Bojongasih segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Mereka melakukan koordinasi untuk evakuasi serta pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain maupun kerugian materiel dalam kejadian tersebut.

Korban, yang merupakan warga asli Desa Bojongasih, meninggalkan tiga orang anak. Pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat ini turut mendampingi keluarga, memberikan dukungan moral, dan berkoordinasi dengan aparat desa dalam penanganan lanjut, termasuk trauma healing bagi anak-anak yang ditinggalkan.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua tentang pentingnya kepekaan terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar kita. Tekanan hidup yang tak terlihat kadang dapat membebani secara berat tanpa kita sadari. Dukungan keluarga, komunitas, serta akses terhadap bantuan psikologis sangat diperlukan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda sedang menghadapi tekanan berat, jangan ragu untuk bicara. Bantuan tersedia. Anda tidak sendirian.


Sabtu, 18 Januari 2025

Kebakaran Tragis di Cipanas: Tragedi, Pelajaran, dan Langkah Antisipasi Masa Depan

Kebakaran Rumah di Cipanas
Ilustrasi Yang Menggambarkan Kejadian  Kebakaran Tragis Di Desa

Desa Cipanas, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya – Sebuah kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu dini hari, 18 Januari 2025, mengguncang warga Desa Cipanas. Rumah semi permanen milik Wahidin habis dilalap api, menelan kerugian besar dan merenggut nyawa Anemah (80), nenek pemilik rumah yang tak mampu menyelamatkan diri.

Awal Mula : Api dan Kelalaian

Kapolsek Cipatujah, AKP Supian, menjelaskan hasil penyelidikan sementara mengarah pada tungku pembuatan gula aren yang ditinggalkan dalam keadaan menyala sebagai sumber api. “Tungku tersebut masih menyala saat pemilik rumah tidur, sehingga memicu kebakaran hebat yang langsung melahap bahan-bahan mudah terbakar di rumah tersebut,” ujar AKP Supian.

Wahidin, pemilik rumah, baru menyadari kebakaran saat hendak melaksanakan salat Subuh. Meski sempat meminta bantuan warga untuk menyelamatkan Anemah, kobaran api yang cepat meluas dan minimnya peralatan pemadam membuat upaya penyelamatan sia-sia.

Duka Mendalam dan Kerugian Besar

Saat api berhasil dipadamkan, tubuh Anemah ditemukan di antara reruntuhan rumah yang sudah rata dengan tanah. Selain kehilangan nyawa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit. Rumah dan harta benda, termasuk uang tunai Rp 30 juta yang disimpan di dalam rumah, habis terbakar.

Total kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta. Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Cipanas.

Pelajaran Berharga untuk Masa Depan

Kejadian ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Peralatan tradisional seperti tungku memang masih menjadi andalan masyarakat, namun tanpa kehati-hatian, risiko yang ditimbulkan sangat besar.

Sebagai langkah solutif, masyarakat dapat melakukan hal berikut :

1. Peningkatan Edukasi Bahaya Kebakaran

Pemerintah desa dan pihak terkait perlu mengadakan sosialisasi rutin terkait pengelolaan tungku, penggunaan api, dan potensi bahaya lainnya.

2. Pengadaan Peralatan Pemadam Darurat

Dengan minimnya akses ke pemadam kebakaran di daerah pedesaan, pengadaan alat pemadam sederhana seperti ember pasir, tabung pemadam, atau bahkan sumur pompa bersama dapat menjadi solusi cepat.

3. Peningkatan Infrastruktur Keamanan

Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan dinas terkait untuk menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pencegahan serta penanganan bencana kebakaran di wilayah terpencil.

4. Penggunaan Teknologi Aman

Peralihan dari tungku tradisional ke peralatan memasak modern yang lebih aman, seperti kompor gas dengan fitur pengaman otomatis, bisa menjadi pilihan untuk mengurangi risiko kebakaran.

Menjadikan Tragedi sebagai Momentum Perubahan

Kejadian di Cipanas ini seharusnya tidak hanya menjadi berita duka, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran bersama. Bencana bisa menimpa siapa saja, namun dengan langkah pencegahan yang tepat, dampaknya dapat diminimalkan.

Warga Desa Cipanas kini berupaya bangkit, bergotong royong membantu keluarga korban, sambil merefleksikan pentingnya menjaga keselamatan. Semoga tragedi ini menjadi pengingat untuk kita semua bahwa kehati-hatian adalah kunci utama dalam mencegah bencana serupa di masa depan.




Sumber : Ilustrasi Gambar AI, Polsek Cipatujah, dan https://kabarsingaparna.pikiran-rakyat.com/kabar-singaparna/pr-3238981600/tragedi-kebakaran-hanguskan-rumah-dan-renggut-nyawa-nenek-di-cipatujah-tasikmalaya?page=all

Tragedi di Kampung Cibeurih: Pria Meninggal Dunia Akibat Tertabrak Kereta Api Malabar

Tragedi di Jalur Rel Kereta Api
Evakuasi Korban Tertabrak Kereta Api Malabar 

Tasikmalaya – Insiden tragis mengguncang warga Kampung Cibeurih, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, pada Jumat malam, 17 Januari 2025. Seorang pria ditemukan tewas di jalur kereta api, diduga akibat tertabrak Kereta Api Malabar yang melaju dari arah Bandung menuju Malang.

Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga setempat, yang segera melaporkan kejadian kepada pihak berwenang. Aparat Polsek Indihiang bersama Tim Gabungan Polres Tasikmalaya Kota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Identitas Korban dan Penyelidikan Awal

Hasil identifikasi di lokasi mengungkap bahwa korban berinisial RM (43), seorang warga Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di atas rel kereta api, dengan luka fatal akibat benturan langsung dengan kereta.

Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Jajang Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, telah terjadi kecelakaan di Kampung Cibeurih, Kecamatan Indihiang, di mana seorang pria ditemukan meninggal dunia akibat tertabrak kereta api,” jelasnya dalam keterangannya pada Jumat malam.

Lebih lanjut, Iptu Jajang menyebut bahwa pihaknya masih menyelidiki kronologi kejadian dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi. “Kami terus mendalami penyebab pasti insiden ini,” tambahnya.

Evakuasi dan Langkah Selanjutnya

Usai melakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwenang memastikan akan terus mengupayakan penelusuran detail kejadian ini guna memberikan kepastian kepada keluarga korban dan masyarakat.

Pentingnya Keselamatan di Jalur Kereta Api

Kejadian ini menjadi pengingat serius akan pentingnya kewaspadaan masyarakat di sekitar jalur kereta api. Iptu Jajang mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di sekitar rel, mengingat potensi bahaya yang sangat besar.

“Rel kereta api bukanlah tempat yang aman untuk dilintasi atau digunakan sebagai jalur alternatif. Kami meminta masyarakat lebih berhati-hati demi mencegah tragedi serupa di masa depan,” tegasnya.

Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, kepolisian berharap dapat segera menyelesaikan kasus ini. Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus peringatan bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan di area transportasi umum.

"Mari tingkatkan kesadaran dan saling menjaga satu sama lain demi mencegah tragedi serupa di masa depan."




Sumber : Polsek Indihiang, Koramil 1202/Indihiang, dan https://www.rmoljabar.id/diduga-tertabrak-kereta-api-seorang-pria-di-kota-tasikmalaya-ditemukan-tewas-tergeletak

Senin, 13 Januari 2025

Insiden Kekerasan di Kampung Barak: Warisan yang Berujung pada Kekacauan

Insiden Kekerasan di Kampung Barak
Ilustrasi Insiden Yang Menggambarkan Suasana  Tegang Di Lokasi Kejadian.

Kampung Barak, Desa Pakemitan Kidul, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, dikejutkan dengan sebuah insiden tragis pada Minggu malam, 12 Januari 2025. Di balik gemerlap rumah mewah milik H. Endang Abdurahman, ketegangan mencuat akibat aksi kekerasan yang diduga dipicu perselisihan harta warisan.

Pelaku berinisial CS (42), yang merupakan adik ipar dari korban Hj. Rina, menciptakan teror di lingkungan tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, aksi ini berlangsung dalam kondisi pelaku yang diduga terpengaruh minuman keras. CS menghentikan mobil anak korban, memaksanya menyerahkan kendaraan, dan mengendarainya secara ugal-ugalan menuju kediaman korban.

Dari Sengketa ke Aksi Kekerasan

Tiba di rumah korban sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku menabrakkan mobil ke pintu garasi, masuk ke rumah dengan membawa senjata tajam dan benda yang diduga pistol kecil. Kekerasan pun tak terhindarkan. Hj. Rina sempat ditodongkan senjata di kepala, sementara H. Endang mengalami luka akibat penganiayaan. Keduanya terpaksa berlindung di kamar untuk menyelamatkan diri.

Masyarakat sekitar dibuat geger oleh aksi "koboi jalanan" ini, terlebih saat pelaku melepaskan tembakan yang suaranya menggema di area tersebut. Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat penggunaan senjata api di wilayah Tasikmalaya adalah sesuatu yang jarang terjadi.

Upaya Penegakan Hukum dan Langkah Cepat Aparat

Polsek Ciawi bersama tim gabungan dari Polres Tasikmalaya Kota bertindak cepat. Pelaku berhasil diamankan oleh satuan gabungan, termasuk Tim Maung Galunggung dan Sat Reskrim. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara mendetail oleh Tim Inafis, yang menemukan dua selongsong proyektil, serta kerusakan pada kendaraan dan properti rumah korban.

Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Jajang Kurniawan, membenarkan kejadian ini dan menegaskan bahwa penyelidikan mendalam sedang dilakukan. “Pelaku sudah kami amankan dan sedang diperiksa lebih lanjut,” ungkapnya.

Pelajaran dari Insiden

Kasus ini menggarisbawahi pentingnya menyelesaikan sengketa keluarga melalui jalur hukum dan mediasi. Konflik yang dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian hanya akan menimbulkan dampak yang lebih buruk, seperti yang terjadi di Kampung Barak.

Selain itu, insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kepemilikan dan penyalahgunaan senjata api ilegal yang dapat mengancam keselamatan umum. Aparat diharapkan dapat mengusut tuntas asal-usul senjata yang digunakan dalam insiden ini.

Solusi : Menghidupkan Dialog dan Pencegahan Kekerasan

Pemerintah desa dan tokoh masyarakat diharapkan mengambil peran aktif dalam mendorong mediasi pada kasus-kasus sengketa keluarga. Program edukasi terkait penyelesaian konflik secara damai juga dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa.

Sebagai masyarakat, kita juga perlu lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Ketika ada indikasi konflik atau perilaku mencurigakan, melaporkannya kepada pihak berwenang bisa menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi.

Kejadian di Kampung Barak adalah sebuah peringatan bagi kita semua. Di tengah kehidupan yang damai, dialog dan penyelesaian damai harus menjadi fondasi dalam setiap interaksi keluarga maupun masyarakat. Semoga kasus ini menjadi yang terakhir, dan keadilan dapat ditegakkan untuk memberi pelajaran bagi semua pihak.





Sumber : Polres Tasikmalaya, Ilustrasi Gambar AI, dan https://www.rmoljabar.id/insiden-penganiayaan-dan-perusakan-hebohkan-tasikmalaya-diduga-terkait-harta-warisan

Minggu, 12 Januari 2025

Tragedi di Jalan Wasita Kusuma: Remaja SMK Meninggal Dunia Akibat Pengeroyokan

Remaja SMK
Ilustrasi : Menggambarkan Suasana Setelah  Insiden Kekerasan Di  Jalanan

Tasikmalaya – Sebuah peristiwa tragis kembali menggemparkan Kota Tasikmalaya. Seorang remaja bernama Yoga, pelajar SMK asal Desa Sukaraharja, Kecamatan Cisayong, meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan di Jalan Wasita Kusuma, Kecamatan Indihiang, pada Minggu dini hari (12/1/2025). Dua rekannya, Nandi dan Ferdi, turut mengalami luka serius dalam insiden tersebut.

Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Tasikmalaya dan Polsek Indihiang saat ini masih menyelidiki kasus ini. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diharapkan dapat mengungkap identitas pelaku.

Kronologi Kejadian

Pada malam nahas itu, Yoga dan enam temannya sedang dalam perjalanan pulang setelah berkumpul di kawasan Rancabango. Mereka mengendarai tiga sepeda motor, salah satunya adalah Honda Sonic yang ditumpangi Yoga, Ferdi, dan Nandi.

Sekitar pukul 3 pagi, saat melintasi Jalan Wasita Kusuma, kelompok mereka dihampiri oleh beberapa pengendara motor lain. Pelaku sempat menuduh mereka sebagai anggota geng motor.

“Kami ditanya, ‘maneh geng motor lain?’ (kamu geng motor bukan?). Kami jawab bukan, tapi mereka langsung menyerang,” ujar Ferdi, salah satu korban selamat.

Serangan dilakukan menggunakan helm dan botol minuman keras. Akibatnya, motor yang dikendarai Yoga oleng dan menabrak pembatas jalan. Korban terpental, sementara Nandi bahkan sempat tertabrak oleh salah satu motor pelaku.

Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Yoga yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke RS Hermina, sementara Nandi dirawat di RS Permata Bunda. Meski telah mendapatkan perawatan intensif, nyawa Yoga tidak dapat diselamatkan. Ia meninggal dunia beberapa jam setelah kejadian, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya.

Polisi Temukan Bukti Penting

Kapolsek Indihiang, Kompol Iwan, menjelaskan bahwa laporan awal yang diterima pihaknya adalah dugaan kecelakaan lalu lintas. Namun, hasil olah TKP menunjukkan adanya indikasi kekerasan.

“Di lokasi, kami menemukan serpihan botol, ceceran darah, dan tembok median jalan yang rusak akibat tabrakan. Kami juga mengamankan dua sepeda motor, salah satunya diduga milik pelaku,” jelasnya.

Saat ini, Polsek Indihiang bersama Satreskrim Polres Tasikmalaya terus berupaya mengungkap identitas pelaku dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. “Kami mohon doanya agar kasus ini segera terungkap,” tambah Kompol Iwan.

Refleksi: Kekerasan yang Harus Dihentikan

Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang bahaya kekerasan jalanan yang sering kali melibatkan remaja. Tindakan brutal seperti ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat.

Upaya pencegahan kekerasan harus dimulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga komunitas lokal. Edukasi tentang resolusi konflik yang damai dan nilai-nilai kemanusiaan sangat penting untuk ditanamkan sejak dini.

Harapan untuk Keadilan

Tragedi yang menimpa Yoga bukan hanya duka bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Semoga aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dan menegakkan keadilan.

Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di lingkungan sekitar. Kekerasan bukanlah solusi, melainkan awal dari kehancuran.

Saatnya kita bersatu untuk menciptakan masyarakat yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan. Setiap langkah kecil adalah kontribusi besar menuju perubahan positif. 




Sumber : Ilustrasi Gambar AI, Polsek Indihiang, dan  https://www.detik.com/jabar/hukum-dan-kriminal/d-7728917/ngeri-pelajar-smk-di-tasik-tewas-diserang-sekelompok-pemotor

Rabu, 08 Januari 2025

Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya: Kehilangan Besar bagi Pemerintahan dan Masyarakat

Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya
Berpulangnya Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya

Kabar duka datang dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tasikmalaya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Bapak Adang Mulyana, berpulang ke rahmatullah pada Rabu dini hari, 8 Januari 2025, di kediamannya di Perum Tandala, Kecamatan Kawalu. Almarhum wafat sekitar pukul 01.00 WIB setelah sekian lama berjuang melawan komplikasi penyakit yang dideritanya.

Kepergian Bapak Adang Mulyana meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat, jajaran pemerintah, serta masyarakat Kota Tasikmalaya. Almarhum dikenal sebagai seorang pemimpin berdedikasi tinggi yang telah memberikan banyak kontribusi, baik saat menjabat sebagai Kepala DKP3, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), maupun saat menjadi Camat Cihideung.

Kondisi Kesehatan dan Perjuangan Almarhum

Sejak beberapa tahun terakhir, Bapak Adang Mulyana diketahui mengalami komplikasi penyakit serius yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif, termasuk cuci darah secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan almarhum sering absen dari tugas dinas sepanjang tahun 2024 untuk fokus pada pemulihan kesehatan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya, Gungun Pahlagunara, mengonfirmasi kabar duka ini. “Betul, beliau meninggal tadi malam. Kami sangat kehilangan sosok beliau yang sangat berdedikasi dalam pekerjaannya,” ujarnya.

Tantangan DKP3 Pasca Kepergian Almarhum

Kepergian Bapak Adang Mulyana semakin mempertegas krisis kepemimpinan di lingkungan DKP3. Dalam beberapa bulan terakhir, tugas-tugas dinas sudah banyak terbengkalai karena kondisi kesehatan almarhum. Situasi semakin berat karena Sekretaris DKP3, Bapak Heru Susanto, juga diketahui sedang sakit sejak Oktober 2024, sehingga organisasi praktis hanya berjalan dengan dukungan kepala bidang dan kepala seksi.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera menstabilkan jalannya pemerintahan, khususnya di sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan, pertanian, dan perikanan masyarakat.

Mencari Solusi di Tengah Krisis

Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa sistem pemerintahan perlu lebih tangguh dalam menghadapi situasi krisis, terutama ketika terjadi kekosongan atau kendala pada posisi kepemimpinan. Pemerintah Kota Tasikmalaya diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengisi jabatan strategis yang kosong dengan figur-figur yang mampu melanjutkan visi dan misi almarhum.

Selain itu, perlu ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan kesehatan ASN agar mereka dapat menjalankan tugas dengan optimal. Kejadian ini juga menjadi pelajaran penting untuk memprioritaskan sistem kerja yang mampu beradaptasi dengan situasi darurat tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

Selamat jalan, Bapak Adang Mulyana. Dedikasi dan kontribusimu akan selalu menjadi warisan berharga bagi masyarakat dan pemerintahan Kota Tasikmalaya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.


Sumber : Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya, https://radartasik.id/2025/01/08/innalillahi-wainnailaihi-rojiun-kepala-dinas-ketahanan-pangan-kota-tasikmalaya-adang-mulyana-wafat/

Selasa, 07 Januari 2025

Wabah PMK di Tasik Selatan: Menghadapi Tantangan dengan Kolaborasi dan Kepedulian

Wabah PMK di Tasik Selatan
Ilustrasi : Pemeriksaan Hewan Yang Terkena PMK

Tasikmalaya, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini menjadi perhatian serius di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan ditemukannya 470 ekor sapi terinfeksi dan 36 di antaranya mati, wabah ini tidak hanya mengancam kesehatan hewan ternak, tetapi juga kesejahteraan para peternak di wilayah Tasik Selatan.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, SP MP, mengungkapkan bahwa kasus pertama teridentifikasi pada Desember di Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah. Gejala awal berupa keluarnya lendir dari mulut ternak dan penurunan nafsu makan menjadi sinyal kuat terjadinya infeksi.

“Informasi ini kami peroleh dari laporan masyarakat. Setelah itu, tim kami langsung turun ke lapangan untuk investigasi, khususnya di wilayah Tasik Selatan,” ujar Tatang, Selasa (7/1).

Angka yang Mengkhawatirkan

Kabupaten Tasikmalaya memiliki populasi ternak sapi sekitar 45 ribu ekor. Namun, penyebaran PMK telah menembus tiga kecamatan Cikalong, Cipatujah, dan Karangnunggal dengan 470 sapi terinfeksi. Menurut Tatang, langkah preventif segera diambil, termasuk koordinasi intensif dengan Balai Veteriner Kesehatan Hewan di Subang.

Kolaborasi dan Solusi Bersama

Menghadapi krisis ini, DPKPP Kabupaten Tasikmalaya tidak tinggal diam. Selain tindakan investigasi, penyuluhan kepada peternak menjadi kunci penting. Pendekatan edukatif dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait langkah-langkah pencegahan seperti karantina, kebersihan kandang, hingga vaksinasi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para peternak, masyarakat, dan instansi terkait untuk mengendalikan penyebaran PMK,” tambah Tatang.

Membangkitkan Kepedulian Peternak Lokal

Wabah ini mengingatkan pentingnya kepedulian kolektif dalam menjaga kesehatan hewan ternak. Bagi peternak seperti Pak Udin di Cipatujah, yang telah kehilangan dua sapi akibat PMK, edukasi menjadi bekal penting. “Saya jadi lebih paham tentang pencegahan penyakit ini. Kami berharap ada solusi cepat untuk menyelamatkan ternak lainnya,” ungkapnya.

Mengubah Krisis Menjadi Kesempatan

Melalui pendekatan ini, DPKPP berharap wabah PMK dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran peternak tentang pentingnya kesehatan hewan. Dengan dukungan berbagai pihak, Kabupaten Tasikmalaya optimistis mampu mengatasi tantangan ini dan menjaga sektor peternakan tetap tangguh.

Bagaimana Anda sebagai pembaca dapat berkontribusi? Awali dengan berbagi informasi ini kepada orang-orang di sekitar Anda. Bersama, kita bisa menjadi bagian dari solusi.



Sumber : Ilustrasi AI, https://www.ayotasik.com/berita-tasik/3314292209/470-sapi-di-kabupaten-tasikmalaya-terinfeksi-pmk-kadis-pertanian-36-eko-mati

Jumat, 03 Januari 2025

Penemuan Mayat Lansia di Sariwangi: Kisah Kesepian dan Perhatian Sosial yang Terabaikan

Kisah Kesepian dan Perhatian Sosial yang Terabaikan
Ilustrasi : Lansia Kesepian dan Perhatian Sosial yang Terabaikan

Tasikmalaya – Sebuah kejadian menggemparkan masyarakat Kampung Benjan, Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, pada Kamis sore (2/1/2025). Seorang lansia berinisial IK ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di pinggir sungai oleh warga yang tengah mencari rumput untuk ternaknya. Penemuan ini membuka cerita pilu tentang kesepian yang sering dialami kaum lanjut usia.

Identitas Terungkap

Polisi mengonfirmasi bahwa korban adalah seorang wanita berusia 71 tahun yang tinggal seorang diri di sekitar lokasi kejadian. “Hasil pemeriksaan dari tim kesehatan menunjukkan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diketahui sudah pikun dan hidup sebatang kara,” ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, pada Jumat (3/1/2025).

Kematian yang Sunyi

Berdasarkan keterangan warga dan pihak desa, IK telah lama menjalani hidup tanpa pendamping, tanpa sanak saudara yang merawat. Kondisinya yang sudah pikun membuatnya semakin terisolasi. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan, dan korban diperkirakan telah meninggal lebih dari satu hari sebelum ditemukan.

Pesan yang Menggetarkan

Kasus ini tidak hanya menjadi berita kriminal semata, tetapi juga mengingatkan kita pada kenyataan pahit yang sering kali terabaikan: bagaimana banyak lansia yang hidup dalam kesendirian tanpa dukungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

Kejadian ini seharusnya membuka mata kita semua untuk lebih peduli terhadap keberadaan orang tua yang hidup sendiri. Apakah mereka memiliki akses terhadap kebutuhan dasar? Apakah mereka memiliki dukungan emosional?

Menghidupkan Solidaritas Sosial

Tragedi ini bisa menjadi momen refleksi untuk memperkuat solidaritas sosial. Masyarakat dan pemerintah perlu lebih serius dalam memberikan perhatian terhadap kaum lansia, terutama mereka yang hidup sendiri. Program seperti kunjungan berkala, pendampingan sosial, dan penguatan jaringan keluarga perlu digalakkan.

Mari jadikan kejadian ini sebagai pengingat bahwa setiap manusia layak mendapatkan kasih sayang dan perhatian hingga akhir hayatnya. Jangan biarkan kesendirian merenggut harapan dan kehidupan seseorang.

Selamat Jalan, IK. Semoga tenang di peristirahatan terakhirmu.


Sumber : Ilustrasi AI, dan https://priangan.tribunnews.com/2025/01/03/mayat-di-kampung-benjan-tasikmalaya-ternyata-warga-sekitar-tinggal-sendiri-dan-sudah-pikun

Rabu, 01 Januari 2025

Hujan Deras dan Angin Kencang: BPBD Kota Tasikmalaya Sigap Evakuasi Pohon Tumbang

Sigap Evakuasi Pohon Tumbang
Ilustrasi yang menggambarkan situasi hujan deras dan angin kencang dengan petugas BPBD

Tasikmalaya tengah menghadapi musim hujan yang penuh tantangan. Hujan deras yang mengguyur pada Rabu (1/1/2025) sore, disertai angin kencang, memaksa warga dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berjibaku dengan bencana pohon tumbang di dua lokasi.

Dahan patah yang menimpa kabel di Jalan Cieunteung, Argasari, menjadi salah satu titik krusial yang langsung direspons oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Harisman, Koordinator TRC, memastikan evakuasi dilakukan dengan cepat dan aman, meski situasi di lapangan menuntut kecepatan dan ketelitian.

Di lokasi lain, pohon tumbang menimpa sebuah rumah di Kampung Cilembang RT 06/15, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung. Rumah yang dihuni oleh keluarga Mudyanto dengan empat jiwa tersebut menjadi saksi nyata bagaimana alam kadang menyapa tanpa aba-aba. Meski begitu, BPBD bergerak cepat untuk mengevakuasi pohon dan memastikan penghuni rumah dalam kondisi aman.

Harisman mengingatkan warga untuk tetap waspada di tengah musim penghujan. “Biasanya hujan deras terjadi pada sore hari. Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah dan melaporkan segera jika ada potensi bahaya,” ujarnya.

Musim hujan adalah ujian solidaritas bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Dalam situasi ini, kolaborasi antara warga dan petugas menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama. Jika Anda tinggal di area rawan pohon tumbang, tetap siaga dan selalu prioritaskan keselamatan keluarga.

Tetaplah awas, Tasikmalaya, karena hujan adalah anugerah yang menuntut kewaspadaan. Bagaimana dengan lingkungan sekitar Anda? Sudahkah pohon di depan rumah Anda diperiksa keamanannya? Jangan tunggu hingga dahan patah menjadi ancaman!




Sumber : https://jabar.tribunnews.com/2025/01/01/hujan-disertai-angin-kencang-landa-tasikmalaya-satu-unit-rumah-tertimpa-pohon-tumbang

Senin, 30 Desember 2024

Gudang Keset Kain di Mangkubumi Dilalap Api: Tragis, Dibakar oleh Pria Diduga Alami Gangguan Jiwa

Gudang Keset

Ilustrasi : Gudang Keset Kain di Mangkubumi di Lalap Api (AI) 

Tasikmalaya, Sabtu malam (28/12/2024), sebuah insiden mengejutkan mengguncang Kampung Perbu, Kelurahan/Kecamatan Mangkubumi. Sebuah gudang penyimpanan keset kain milik seorang pengusaha lokal, Dahlan, hangus dilalap api. Tragedi ini bukan hanya melibatkan kebakaran biasa, tetapi diduga disebabkan oleh aksi seorang pria yang disebut mengalami gangguan jiwa.

Kejadian bermula sekitar pukul 21.30 WIB. Gudang yang penuh dengan tumpukan keset kain, produk khas usaha kreatif Tasikmalaya, tiba-tiba berubah menjadi lautan api. Kepulan asap hitam dan api yang cepat membesar memaksa warga sekitar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Keset Ludes, Lingkungan Selamat

Dua unit fire truck dari Damkar BPBD Kota Tasikmalaya dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Meski api menyala hebat akibat bahan kain yang mudah terbakar, upaya cepat petugas berhasil mencegah kebakaran merembet ke bangunan sekitar. Sayangnya, seluruh produk keset kain di gudang tersebut tak terselamatkan.

“Iya, yang terbakar itu tempat penyimpanan keset kain milik Pak Dahlan. Alhamdulillah, api tidak menyebar ke bangunan lain, meskipun barang di dalamnya habis semua,” ujar Asep Sudrajat, Plh Kabid Damkar BPBD Kota Tasikmalaya, saat dikonfirmasi pada Minggu (29/12/2024).

Aksi Tragis, Motif Misterius

Kesaksian warga mengungkap fakta mengejutkan: kebakaran ini diduga disengaja. Seorang pria yang diketahui mengalami gangguan jiwa dilaporkan membakar tumpukan keset kain. Motif aksi tersebut masih menjadi misteri, namun pihak Damkar menegaskan bahwa tugas mereka hanya sebatas pemadaman.

“Dari informasi warga, pelaku memang punya sakit kejiwaan. Soal motif atau hal lainnya, kami tidak mendalami. Fokus kami adalah membantu masyarakat memadamkan api,” jelas Asep.

Tragedi Lokal, Pembelajaran Bersama

Peristiwa ini menyisakan duka bagi Dahlan dan menjadi peringatan bagi warga sekitar. Di tengah upaya menjaga keberlangsungan usaha lokal, insiden seperti ini mengingatkan akan pentingnya pengamanan tambahan, baik untuk aset usaha maupun lingkungan sekitar.

Kini, selain upaya penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait, masyarakat berharap ada perhatian khusus terhadap kondisi mental individu yang mungkin menjadi ancaman, baik bagi diri mereka sendiri maupun orang lain.

Mangkubumi bersedih, tetapi optimisme untuk bangkit tetap menyala, seperti api yang kali ini telah berhasil dijinakkan.



Sumber : https://radartasik.id/2024/12/30/dibakar-gudang-milik-pengusaha-keset-kain-di-tasikmalaya-hangus-tak-bersisa/

Minggu, 29 Desember 2024

KECELAKAAN DI TANJAKAN BOHONG: TRUK BERMUATAN PUPUK GAGAL MENANJAK

Tasikmalaya, 29 Desember 2024 – Tanjakan Bohong, jalur curam yang terkenal rawan kecelakaan di Jalan Raya Garut-Tasikmalaya, kembali menjadi saksi insiden nahas. Sebuah truk boks bermuatan pupuk terguling akibat gagal menanjak pada Sabtu malam, 28 Desember 2024.

Kejadian tersebut berlangsung di tikungan tajam yang menjadi ciri khas tanjakan ini. Truk kehilangan daya saat menanjak, menyebabkan sopir harus membanting setir untuk menghindari risiko lebih besar. Kendaraan akhirnya terguling dan masuk ke lahan perkebunan warga sekitar.

Tidak Ada Korban Jiwa

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Iwan Sujarwo, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Pengemudi truk bersama istri dan bayi mereka berhasil diselamatkan.

"Anggota kami yang sedang mengatur lalu lintas libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di lokasi sempat meminta penumpang turun dari kendaraan. Sesaat setelah mereka keluar, rem truk putus dan kendaraan mundur hingga terguling. Alhamdulillah, semua selamat," jelas AKP Iwan.

Ketiga penumpang yang sempat mengalami syok langsung dievakuasi ke Pos Tapal Kuda untuk mendapatkan pendampingan. "Kami pastikan mereka dalam kondisi aman dan tenang sebelum melanjutkan perjalanan," tambahnya.

Proses Evakuasi yang Menantang

Evakuasi truk berlangsung cukup lama karena beratnya muatan pupuk. Dengan menggunakan kendaraan derek, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi truk dari area perkebunan. Beruntung, lokasi kejadian tidak mengganggu arus lalu lintas karena truk berada di luar badan jalan.

Truk Box

Evakuasi Truk (Foto diambil dari Pikiran Rakyat Garut melalui situs pikiranrakyatgarut.com)

Peringatan untuk Pengendara

Tanjakan Bohong kerap menjadi lokasi kecelakaan, terutama bagi pengendara yang kurang memahami medan. Tikungan tajam, jalanan curam, dan licin akibat hujan sering kali menjadi penyebab utama.

"Kami mengimbau semua pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur ini. Periksa kondisi kendaraan, khususnya rem, dan pastikan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melewati tanjakan," pesan AKP Iwan.

Dengan kejadian ini, Tanjakan Bohong kembali mengingatkan semua pihak akan pentingnya kewaspadaan dan persiapan matang saat berkendara, terutama di jalur rawan seperti ini.



Sumber : https://garut.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-528917784/tanjakan-bohong-di-jalan-raya-garut-tasikmalaya-kembali-terjadi-kecelakaan-truk-box-muatan-pupuk-gagal-nanjak?page=all

Jumat, 27 Desember 2024

Kebakaran Gardu Listrik di Jl. Ibrahim Adji, Kecamatan Indihiang Berhasil Dikendalikan

Kebakaran Gardu Listrik
Kebakaran Gardu Listrik 

Tasikmalaya – Sebuah kebakaran menimpa gardu listrik yang terletak di Jalan Ibrahim Adji, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, pada Jumat (27/12/2024) sekitar pukul 18.20 WIB. Kebakaran ini mengakibatkan pemadaman listrik di sekitar kawasan alun-alun Indihiang.

Kronologis Kejadian

Peristiwa bermula ketika seorang petugas parkir yang bertugas di sekitar alun-alun Kecamatan Indihiang melaporkan insiden tersebut kepada piket Koramil 1202/Indihiang, Serka Timan Suhendar. Petugas melaporkan adanya kobaran api besar yang melahap gardu listrik di depan sebuah sekolah di kawasan tersebut.

Mendengar laporan ini, Serka Timan bergerak cepat dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran wilayah Kecamatan Indihiang. Sekitar pukul 18.40 WIB, petugas pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Dengan sigap, tim pemadam berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 30 menit. Pada pukul 19.10 WIB, api yang membakar gardu listrik tersebut dinyatakan padam sepenuhnya, sehingga mencegah dampak yang lebih luas.

Akibat Kejadian

Kebakaran ini menyebabkan satu gardu listrik di Jalan Ibrahim Adji rusak berat, yang berdampak pada pemadaman listrik sementara di area alun-alun Kecamatan Indihiang. Namun, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.

Penyebab Kebakaran

Berdasarkan pengamatan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang dipicu oleh gesekan ranting pohon dengan jaringan listrik di sekitar gardu. Faktor ini menjadi perhatian untuk penanganan dan pencegahan insiden serupa di masa mendatang.

Langkah Tanggap Cepat

Serka Timan Suhendar bersama pihak terkait mengambil langkah-langkah cepat dan terkoordinasi, di antaranya:

  • Menerima laporan dari warga sekitar.
  • Menghubungi petugas pemadam kebakaran dan PLN untuk menangani situasi.
  • Memastikan keamanan lokasi hingga proses perbaikan gardu listrik oleh tim PLN.
  • Melaporkan perkembangan kejadian kepada komando atas.

Penanganan Lanjutan

Saat ini, pihak PLN telah melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap gardu listrik yang terbakar. Serka Timan juga mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya yang disebabkan oleh ranting pohon yang terlalu dekat dengan jaringan listrik.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat dalam merespons kejadian darurat. Dengan langkah cepat dan kerja sama yang baik, potensi kerugian yang lebih besar berhasil dicegah.



Sumber : Informasi Dari Serka Timan Suhendar Babinsa Koramil 1202/Indihiang Kodim 0612/Tasikmalaya 

Kamis, 26 Desember 2024

Kecelakaan di Tanjakan Bohong, Tasikmalaya-Garut Tanjakan Bohong, 25 Desember 2024 – Kecelakaan Truk Terguling Libatkan Beberapa Kendaraan

Pada hari Rabu, 25 Desember 2024, sekitar pukul 18.30 WIB, sebuah kecelakaan terjadi di Tanjakan Bohong, Jalan Raya Tasikmalaya-Garut, melibatkan satu unit truk yang terguling dan menimpa mobil penumpang serta kendaraan roda dua. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan materiil pada beberapa kendaraan serta luka-luka pada pengemudi dan pengendara motor.

Kecelakaan berawal ketika truk yang melaju di tanjakan tersebut terguling, dan mengenai sebuah mobil penumpang jenis Toyota Rush serta sebuah motor. Dalam peristiwa ini, supir truk mengalami luka-luka, sementara pengendara motor mengalami patah kaki.

Akibat Kejadian

  1. Supir truk mengalami luka-luka.
  2. Pengendara motor mengalami patah kaki.
  3. Truk mengalami kerusakan parah.
  4. Toyota Rush rusak parah.
  5. Kolbak rusak.
  6. Motor mengalami kerusakan.

Segera setelah kejadian, beberapa langkah telah diambil untuk menangani situasi:

  • Babinsa setempat datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan.
  • Mengamankan jalan agar lalu lintas tidak terganggu lebih lanjut.
  • Memanggil mobil derek untuk mengevakuasi kendaraan yang terlibat.
  • Melaporkan kejadian kepada satuan atas untuk koordinasi lebih lanjut.

Meski ada beberapa kendaraan yang rusak dan korban luka-luka, untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Pihak berwenang terus melakukan penanganan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di lokasi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.

> Video ini di terima dari warga setempat dilokasi kejadian 

Penemuan Diduga Granat Peninggalan Kolonial di Kelurahan Tugujaya Berhasil Diamankan

Tasikmalaya, 26 Desember 2024 – Sebuah benda yang diduga granat peninggalan zaman kolonial ditemukan di wilayah Kelurahan Tugujaya, Kota Tasikmalaya. Penemuan ini memicu penanganan cepat dari aparat keamanan, memastikan situasi tetap kondusif dan aman bagi warga sekitar.

Kejadian ini bermula pada Rabu, 25 Desember 2024, pukul 15.30 WIB, saat Bapak Kusnan, warga Jln. HZ Mustofa Gang H. Sulaiman RT 02 RW 03, melakukan penggalian untuk pemasangan tiang cor di halaman rumahnya. Di kedalaman satu meter, ia menemukan sebuah benda logam berbentuk bulat yang diduga kuat merupakan granat lama. Karena hujan lebat, Bapak Kusnan baru melaporkan penemuan tersebut kepada Ketua RW setempat, Bapak Ade Suparno, keesokan harinya, Kamis, 26 Desember 2024, pukul 08.00 WIB.

Mendapat laporan ini, Ketua RW segera menghubungi Babinsa Kelurahan Tugujaya, Peltu Suprapto, Babinkamtibmas, dan Lurah Tugujaya. Aparat bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan memastikan keselamatan warga sekitar. Penanganan lebih lanjut dilakukan oleh Tim Gegana dari Polda Jawa Barat, yang tiba di lokasi untuk mengevakuasi dan mengamankan benda tersebut guna dimusnahkan.

Tim yang Terlibat dalam Penanganan:

  • Polres Tasikmalaya dipimpin oleh Kapolsek Cihideung.
  • Brimob Pelopor D Cineam.
  • Unit Intel Kodim 0612/Tasikmalaya.
  • Babinsa Kelurahan Tugujaya 

Proses evakuasi berlangsung dengan lancar, tanpa insiden tambahan. Lokasi kejadian tetap aman selama proses berlangsung, berkat koordinasi dan pengamanan yang ketat dari seluruh pihak terkait.

Evakuasi Diduga Granat Peninggalan Kolonial 

Atas insiden ini, pihak keamanan mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat melakukan penggalian, terutama di kawasan yang memiliki potensi peninggalan sejarah. Jika menemukan benda mencurigakan, warga diminta untuk tidak menunda laporan kepada aparat terkait agar dapat segera dilakukan penanganan.

Penemuan ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan sinergi antara masyarakat dan pihak berwenang untuk menjaga keamanan lingkungan. Situasi kini kembali kondusif, dan dokumentasi lengkap kejadian telah disiapkan untuk proses evaluasi lebih lanjut.


DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...