Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2026

Dari Tasawuf ke Masa Depan: Transformasi Pesantren Idrisiyah Dimulai, Dandim 0612 Tasikmalaya Hadir Mengawal Arah Perubahan

Momen Kebersamaan Tamu Undangan
Di
Ponpes Idrisiyyah 

Tasikmalaya — Pagi di Komplek Pesantren Idrisiyah, Cisayong, Sabtu 17 Januari 2026, tidak hanya dipenuhi lantunan ayat suci dan barisan tamu undangan. Ada satu hal yang terasa lebih kuat: tekad untuk berubah. Dari ruang pesantren yang sarat tradisi, sebuah langkah besar dideklarasikan melalui Kick Off Transformasi Pesantren Idrisiyah dengan tema “Bertasawuf, Maju, Unggul, dan Mendunia.”

Sekitar seribuan lebih hadirin menjadi saksi, bahwa pesantren bukan sekadar penjaga nilai lama, tetapi juga penentu arah masa depan. Di antara jajaran pejabat pusat dan daerah yang hadir, tampak Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., yang baru menjabat, mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Kehadirannya menegaskan bahwa transformasi pendidikan dan pembinaan karakter bangsa adalah kerja bersama, termasuk unsur TNI yang selama ini dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

Rangkaian acara berjalan khidmat namun progresif. Dimulai dari lagu kebangsaan, pembacaan Al-Qur’an, hingga penayangan video transformasi yang menggambarkan perjalanan panjang Idrisiyah menuju wajah pendidikan yang lebih adaptif. Dalam sambutannya, pimpinan pesantren menegaskan bahwa menjadi manusia beruntung berarti berani berubah, dan perubahan itu harus bermuara pada lahirnya generasi yang cerdas akal, bersih hati, serta kokoh akhlaknya. Nilai **5T Tekun, Terampil, Toleran, Teladan, dan Takwa** ditegaskan sebagai fondasi karakter santri Idrisiyah.

Dialog lintas ruang pun terjadi melalui komunikasi virtual bersama alumni, mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan Idrisiyah dalam satu tarikan napas. Penandatanganan kerja sama dengan mitra pesantren serta apresiasi umroh bagi pendidik berprestasi menjadi simbol bahwa transformasi tidak berhenti di wacana, tetapi bergerak dalam aksi nyata.

Bupati Tasikmalaya, perwakilan Kementerian Agama RI, hingga Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menyampaikan pesan yang senada: pesantren adalah kekuatan strategis daerah dan bangsa. Pendidikan berbasis tasawuf yang dipadukan dengan kemajuan zaman diyakini mampu melahirkan generasi unggul yang tetap berpijak pada nilai kebangsaan dan kearifan lokal.

Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian Transformasi Pesantren Idrisiyah oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, disusul kultum dan doa oleh Pimpinan Umum Pesantren Idrisiyah. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik mula perjalanan panjang menuju pesantren yang berkiprah di tingkat nasional hingga global.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Dari Cisayong, Pesantren Idrisiyah mengirim pesan sederhana namun tegas: tasawuf tidak menghambat kemajuan, justru menjadi kompasnya.

Selasa, 15 Juli 2025

Pangdam III/Siliwangi Hadiri Tasikmalaya Expo & Babinsa Award di Bandung: Kodim 0612/Tasikmalaya Torehkan Prestasi dan Cetak Rekor MURI

Pangdam III/Siliwangi
Pangdam III/Siliwangi 
Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., CHRMP

Bandung, 14 Juli 2025  Dalam suasana penuh semangat membangun daerah, Graha Manggala Siliwangi Bandung menjadi saksi gelaran spektakuler Tasikmalaya Expo & Babinsa Award 2025, yang digagas oleh Kodim 0612/Tasikmalaya dalam rangka memperingati HUT Kodam III/Siliwangi. Acara ini tak hanya menjadi ruang pamer potensi lokal, namun juga pentas penghargaan bagi para Babinsa yang telah membumikan makna pengabdian di tingkat desa.

Puncak kegiatan dihadiri langsung oleh Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si, CHRMP didampingi Kasdam,Irdam,Kapoksahli, Danrem 062/Tarumanagara, dan para pejabat utama Kodam. Turut hadir pula tokoh nasional dan daerah seperti Wali Kota dan Bupati Tasikmalaya, anggota DPR RI, Kadin Jabar, hingga Kesbangpol Provinsi Jawa Barat. Lebih dari 150 peserta memadati lokasi, mencerminkan besarnya antusiasme terhadap kolaborasi pembangunan berbasis potensi lokal.


Tasikmalaya Expo: Menyulut Api Semangat UMKM

Dalam sambutannya, Pangdam III/Siliwangi menekankan bahwa Tasikmalaya Expo bukan sekadar pameran, melainkan etalase perjuangan ekonomi rakyat. "Kegiatan ini menunjukkan bahwa TNI, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bisa bersatu untuk mengangkat kekuatan ekonomi lokal. Ini lebih dari sekadar pameran ini adalah panggilan untuk bangkit bersama," ujar Pangdam.

Kodim 0612/Tasikmalaya melalui Expo ini mendorong geliat UMKM dan kearifan lokal untuk naik kelas, sejalan dengan semangat “Babinsa Membangun Daerah” yang menjadi tema besar tahun ini.


Babinsa Award: Membumikan Peran TNI di Tengah Masyarakat

Lebih dari itu, momentum Babinsa Award 2025 menjadi magnet utama. Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos, memimpin langsung jalannya penghargaan yang diberikan kepada para Bintara Pembina Desa (Babinsa) berprestasi. Mereka dinilai atas dedikasi luar biasa dalam pembinaan wilayah, ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pemberdayaan masyarakat.

Para nominasi disaring dari berbagai wilayah, dengan sejumlah kategori mulai dari kinerja terbaik hingga stand Koramil terbaik. Momen paling mengharukan hadir saat penghargaan Juara Utama Babinsa diberikan dan dilanjutkan dengan pengumuman Rekor MURI yang diraih oleh Kodim 0612/Tasikmalaya.


Cetak Sejarah: Kodim 0612/Tasikmalaya Raih Rekor MURI

Tepat di momen puncak Babinsa Award, Kodim 0612/Tasikmalaya berhasil mencatatkan diri dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan konsistensi dalam membina Babinsa sebagai motor penggerak pembangunan desa secara terukur dan berdampak.

Rekor ini menjadi simbol keberhasilan pendekatan TNI di tingkat akar rumput, sekaligus bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kinerja para Babinsa. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” sebagai bentuk pengabdian yang tak lekang oleh waktu.


Sinergi yang Membumi, Penghargaan yang Menginspirasi

Dengan rangkaian acara yang padat namun sarat makna mulai dari video dokumenter, tari persembahan, sambutan inspiratif, hingga penghargaan demi penghargaan Tasikmalaya Expo dan Babinsa Award 2025 bukan hanya agenda seremonial. Ia adalah panggung kolaborasi lintas elemen untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

Melalui sinergi Babinsa, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM, Tasikmalaya menunjukkan bahwa kekuatan pembangunan tidak melulu soal anggaran besar, melainkan soal hati yang tulus dan semangat yang tidak pernah padam.


Sabtu, 21 Juni 2025

PAKSI DPD Tasikmalaya Resmi Dikukuhkan: Ketika Hukum, Budaya, dan Kemandirian Bertemu dalam Satu Ruang

PAKSI DPD Tasikmalaya
Paguyuban Advokat Sunda Indonesia (PAKSI) DPD Tasikmalaya.


Sabtu sore di Tasikmalaya bukan hanya tentang angin sejuk atau lalu lintas santai menuju malam. Tanggal 21 Juni 2025 menjadi saksi, saat sekumpulan pemikir hukum dan penjaga nilai-nilai Sunda berkumpul, bukan untuk berdebat, tapi untuk satu tujuan: mengukuhkan tekad bersama melalui Paguyuban Advokat Sunda Indonesia (PAKSI) DPD Tasikmalaya.

Bertempat di Kota Tasikmalaya, pengukuhan kepengurusan PAKSI periode 2025–2030 berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh simbol. Prosesi bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi bahwa hukum bisa berjalan beriringan dengan akar budaya.

Acara dimulai tepat pukul 16.00 WIB. Tak ada panggung mewah, tapi yang hadir adalah orang-orang dengan visi besar. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, diikuti penayangan profil DPP PAKSI yang seolah menjadi cermin tentang bagaimana hukum bisa membumi di tanah Sunda.

Ketua Pelaksana, Agung Firdaus, S.H., membuka lembaran pertemuan dengan semangat. “PAKSI bukan hanya tempat berkumpul para advokat. Ini rumah pemikiran, tempat nilai Sunda dilestarikan dalam bingkai konstitusi,” ungkapnya, lugas.

Sambutan pun hadir dari Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Tasikmalaya, Maman Rohman Setiadi, mewakili Wali Kota. Dalam narasi yang tenang tapi berisi, ia menyampaikan apresiasi kepada PAKSI yang membawa aroma segar dalam dinamika hukum lokal.

Lalu hadir sosok Zaideni Herdiasin, S.H., Ketua Harian DPP PAKSI Jawa Barat. Tak seperti pidato formal kebanyakan, ia bicara seperti berbagi cerita tentang idealisme, keberpihakan, dan pentingnya menjaga hukum tetap manusiawi. “Hukum tak selalu kaku. Ia bisa hangat, ketika dipadukan dengan nilai-nilai budaya yang telah hidup jauh sebelum kitab undang-undang lahir,” ujarnya.

Prosesi pengukuhan berjalan sederhana namun sarat makna. Asep Heri Kusmayadi resmi memimpin PAKSI DPD Tasikmalaya Raya untuk lima tahun ke depan. Di tangannya, para advokat diharapkan bukan hanya menjadi pembela hukum, tapi juga penjaga etika lokal.


Yang Hadir Bukan Sembarang Nama

Barisan tamu undangan yang hadir menambah bobot acara. Di antaranya:

• Letda Inf. Mahpudin, S.M., mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya

• Letda Sus Welly Gita Pratama dari Lanud Wiriadinata

• Boli Rahmany, Sekretaris Umum DPP PAKSI

• H. Encep Nur Jamal, S.H., M.H., Bendahara DPC PERADI Tasikmalaya

• Paus Kamaludin dari Dewan Pengawas DPP

• Seluruh jajaran pengurus dan anggota PAKSI DPD Tasikmalaya Raya periode 2025–2030

Acara ditutup tanpa hingar-bingar. Tidak ada lampu sorot yang menyilaukan, hanya semangat yang menyala. PAKSI DPD Tasikmalaya kini telah berdiri, bukan sebagai simbol kosong, tapi sebagai perwujudan bahwa hukum bisa tetap setia pada kearifan lokal.

Dan sore itu, Tasikmalaya sekali lagi membuktikan: ketika advokat berbicara dalam bahasa rakyat, hukum tidak lagi terasa jauh.


Rabu, 18 Juni 2025

Langkah Kecil Menuju Makna Besar: Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Menyapa Kampung Naga

Persit
Momen Di Kampung Naga 

Kampung Naga, 17 Juni 2025 – Di sebuah desa yang menyimpan hening dan hikmah, rombongan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya menapaki jalan bebatuan dan menyatu dengan kesejukan kearifan lokal. Bukan sekadar kunjungan, ini adalah perjalanan rasa antara budaya dan kepedulian.

Dipimpin langsung oleh Ny. Fara Octa, Ketua Persit Cabang XXIII, rombongan disambut hangat di jantung Kampung Naga sebuah kampung adat yang setia menjaga warisan leluhur dalam sunyi yang bermakna. Dalam kegiatan tersebut, turut mendampingi Danramil 1222/Salawu, Kapten Inf Hasan, serta Babinsa wilayah setempat yang selama ini aktif menjalin hubungan harmonis dengan warga.

Wisata budaya ini tidak berdiri sendiri. Di sela kekaguman pada rumah-rumah panggung dan filosofi hidup masyarakat adat, Persit menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada warga Kampung Naga sebagai bentuk kehadiran yang tidak hanya melihat, tetapi juga peduli.

“Di sini kita belajar bahwa hidup bisa sederhana tapi bermakna. Kita tidak datang membawa banyak hal, tapi kami berharap bisa membawa manfaat,” tutur Ny. Fara Octa.

Kehadiran Persit bersama unsur teritorial TNI menjadi cerminan sinergi nyata menghargai adat istiadat, sekaligus membawa pesan bahwa perhatian dan kasih sayang tetap bisa menjangkau hingga pelosok yang senyap.

Kampung Naga hari itu tidak ramai. Tapi terasa penuh. Penuh makna, penuh kesadaran bahwa budaya dan kemanusiaan bisa berjalan berdampingan, saling menguatkan. Inilah jejak kecil yang membisikkan pesan besar: peduli tak harus mewah, cukup tulus dan hadir.


Minggu, 15 Juni 2025

Tasikmalaya Gelar Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025: Warisan Budaya Sunda dalam Bingkai Prestasi dan Karakter Bangsa

Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025
Suasana Semangat Di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya 


Tasikmalaya, 15 Juni 2025 — Suasana penuh semangat dan kekayaan budaya Sunda menyelimuti halaman Balai Kota Tasikmalaya pada Minggu pagi, saat perhelatan Tasik Open Olahraga Panahan Tradisional Jamparing Kasoekapoeraan Se-Jawa Barat 2025 resmi dibuka. Acara ini mengusung tema "Ngajaga Warisan, Ngawangun Ajang Prestasi Bangsa", sebagai wujud nyata pelestarian budaya leluhur sekaligus pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga tradisional.

Dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparulloh, M.Pd, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Tasik Raya, Garut, Ciamis, Sumedang, hingga perwakilan dari Sumatera Barat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarat akan nilai-nilai historis dan kultural yang melekat kuat dalam tradisi masyarakat Sunda.


Hadir dalam acara ini para tokoh penting daerah, di antaranya:

• Danramil 1202/Indihiang Mayor Inf. Epi Mulyana mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya

• Kasi Binjas Lanud Wiriadinata Letda Kes Toni Purwantoko mewakili Danlanud Wiriadinata

• Kepala Dinas Porabudpar Kota Tasikmalaya Dr. Deddy Mulyana

• Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Tedi Setiadi

• Ketua KORMI Kota Tasikmalaya Dr. H. Imih Misbahul Munir

• Ketua KWS Puseur H. Rd. Arief Abimanyu Wiradisuria

• Pembina Jamparing Galunggung H. Ucu Anwar Surahman

• Ketua Pelaksana H. Dadan Sukandar, W. BE., MM., MBA.


Lebih dari Sekadar Perlombaan

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana H. Dadan Sukandar mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa jamparing bukan hanya olahraga, namun merupakan manifestasi budaya luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kegiatan ini mencakup 13 kategori dan memperebutkan piala bergilir dari Kasokapoeraan. Usia peserta termuda adalah empat tahun, menandakan regenerasi dalam pelestarian tradisi ini sudah dimulai sejak dini," ujarnya.

Sementara itu, Pembina Jamparing Galunggung H. Ucu Anwar Surahman menyampaikan harapan agar jamparing dapat semakin berkembang dan dikenal luas di seluruh Jawa Barat, bahkan hingga tingkat nasional. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua KWS Puseur, H. Rd. Arief Abimanyu, yang menekankan bahwa jamparing merupakan jati diri budaya Sunda dan dapat menjadi cikal bakal panahan tradisional Indonesia masuk dalam kancah olahraga dunia.


Simbol Warisan dan Keteladanan

Sekda Kota Tasikmalaya, dalam sambutan mewakili Wali Kota, menyampaikan bahwa olahraga jamparing tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wahana edukasi karakter. "Kita diajarkan untuk fokus pada tujuan, mengukur kekuatan, menyeimbangkan irama nafas dan hati, serta menerima hasil dengan lapang dada. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjutnya, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari pengembangan sport tourism berbasis budaya yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Tasikmalaya sebagai kota yang religius, berkelanjutan, dan berkarakter.


Parade Budaya yang Memukau

Usai seremoni pembukaan, para tamu undangan dan peserta disuguhkan dengan beragam penampilan seni budaya. Mulai dari rajah bubuka kilanang, tarian jamparing dari Sanggar Tari Sabadesa, hingga pentas kreasi seni budaya lainnya, semuanya menjadi bukti bahwa Tasikmalaya adalah pusat budaya yang terus hidup dan berkembang.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba panahan tradisional yang mempertandingkan berbagai kategori, menampilkan perpaduan antara teknik, filosofi, dan ketangguhan dari seluruh peserta.

Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025 bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah panggung warisan, ruang prestasi, dan pilar pembentukan karakter generasi muda. Kota Tasikmalaya kembali menegaskan diri sebagai pusat budaya Sunda yang tak hanya menjaga warisan, tetapi juga membidiknya untuk masa depan yang gemilang.

Rabu, 11 Juni 2025

Merajut Harmoni Sosial: Kunjungan Ketua Persit Daerah III/Siliwangi di Kodim 0612/Tasikmalaya

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman


Hari Selasa, 10 Juni 2025 menjadi momen yang penuh warna di Kota Tasikmalaya. Dalam suasana hangat dan bersahabat, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman, hadir bersama rombongan dalam kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya.

Bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi langkah nyata membangun semangat kepedulian dan solidaritas di tengah keluarga besar TNI AD, serta membuka ruang dialog dan kebersamaan dengan masyarakat.


Dimulai dari Pendidikan, Disambut dengan Hangat

Setibanya di TK Kartika, Jalan Taman Pahlawan Kusuma Bangsa, Kota Tasikmalaya, rombongan disambut dengan penuh kehangatan oleh Ny. Silvia Yan Octa, Ketua Persit Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya. Anak-anak, guru, dan anggota Persit turut menyemarakkan penyambutan ini, menjadi awal yang menyenangkan dari rangkaian kegiatan sepanjang hari itu.


Menabur Manfaat di Makodim 0612/Tasikmalaya

Perjalanan dilanjutkan ke Makodim 0612/Tasikmalaya, di mana digelar sejumlah agenda yang tidak hanya menyentuh internal organisasi Persit, namun juga masyarakat sekitar. Dari pembagian bantuan sosial, pengobatan gratis, hingga kunjungan ke pelaku UMKM lokal, semuanya dilaksanakan dengan semangat penuh kepedulian.

Dalam sesi pengarahan kepada anggota Persit, Ny. Leni menyampaikan pesan yang membekas: tentang pentingnya peran Persit bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai penguat moral dan sosial dalam rumah tangga dan masyarakat.

"Jadilah perempuan yang saling menguatkan, yang bekerja dengan hati, yang mampu menghadirkan perubahan kecil namun berarti. Kita adalah bagian dari wajah TNI di mata masyarakat," tutur beliau dengan lugas dan penuh semangat.


Menyapa Keluarga Prajurit, Menguatkan UMKM Lokal

Usai pengarahan, rombongan melanjutkan perjalanan ke RM Saung Panyawahan, Desa Mekarwangi, Cisayong untuk santap siang bersama. Namun, kegiatan tak berhenti di sana. Kunjungan dilanjutkan ke rumah Regina Artika Sari Dewi, putri dari Kopka Sarmin, anggota Koramil Cisayong. Anjangsana ini menjadi bentuk nyata empati dan perhatian keluarga besar TNI terhadap anggotanya.

Rangkaian kegiatan sosial dilengkapi dengan kunjungan ke pelaku UMKM binaan Kodim, seperti Agnesa Batik dan Dawalul Bordir. Produk-produk lokal yang penuh kreativitas ini menjadi simbol bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan seiring dengan peran aktif Persit dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal.


Makan Malam yang Mengikat Kebersamaan

Menjelang malam, rombongan menikmati makan malam di Bakso Laksana, Kota Tasikmalaya. Di balik meja makan, tercipta ruang keakraban tanpa sekat pangkat dan jabatan. Momen ini menjadi penutup hari yang panjang namun berkesan, sekaligus mempererat jaringan emosional antaranggota Persit dan perwakilan satuan wilayah Siliwangi.


Lebih dari Sekadar Kunjungan

Kunjungan kerja ini bukan hanya tentang agenda, tetapi tentang nilai. Tentang bagaimana Persit menanamkan rasa peduli, menghidupkan semangat gotong royong, serta mengambil peran dalam membentuk keluarga TNI yang tangguh dan masyarakat yang mandiri.

Melalui kegiatan ini, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman memperlihatkan bahwa organisasi istri prajurit bukan sekadar pendamping dalam diam, tapi motor penggerak dalam sunyi yang membawa makna bagi banyak pihak.

Salam hormat untuk para perempuan hebat di Persit Kartika Chandra Kirana – teruslah menjadi cahaya di tengah pengabdian!


Jumat, 06 Juni 2025

“Banteng” Presiden untuk Manonjaya: Kurban Bukan Hanya Soal Daging

Antusias Warga Prosesi Penyembelihan Hewan Kurban 


Manonjaya, 6 Juni 2025 

Seekor sapi raksasa seberat 9,5 kwintal tiba di Masjid Agung Manonjaya tanpa suara sirine atau karpet merah. Tapi kehadirannya menggetarkan. Bukan karena ukurannya yang mencolok, tapi karena siapa yang mengirimkannya dan untuk siapa ia disiapkan.

Sapi ini, dijuluki “Banteng”, adalah bagian dari kurban pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tak datang ke kota-kota besar. Ia justru hadir di jantung Tasikmalaya, tepatnya di Kecamatan Manonjaya tempat di mana banyak warga masih hidup dengan kesederhanaan yang jujur.


Lebih dari Daging: Ini Tentang Distribusi Rasa Peduli

Seekor sapi besar dipotong. Dagingnya dipilah rapi, ditimbang setengah kilo per paket, lalu dikemas menjadi 1.000 bungkus kurban. Tapi nilai kurban ini tak bisa ditakar hanya dengan satuan kilogram. Karena yang dibagi bukan hanya daging—tetapi juga perasaan diperhatikan.


Warga dari berbagai penjuru Kecamatan Manonjaya datang, tidak sekadar untuk menerima, tapi untuk merasakan: bahwa negara itu nyata, bahwa kepemimpinan bisa menyentuh hingga ke meja makan rakyat kecil.


Hadir untuk Menyaksikan, Bukan Sekadar Seremonial

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh berbagai tokoh:

• Camat Manonjaya, Bpk. Kadir, S.Sos

• Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar

• Kapolsek Manonjaya, AKP Endang Wijaya

• Ketua MUI Kec. Manonjaya, KH. Ace Munawar

• Ketua LPTQ, KH. Muhammad Yunus

• Ketua DKM Masjid Agung Manonjaya, KH. Asep Saepuloh

• Kasi Kessos Kec. Manonjaya, Bpk. Sansan


Warga sekitar yang tak hanya datang untuk menerima, tapi juga menyaksikan semangat gotong royong bekerja nyata.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Tidak ada panggung megah. Tapi ada ruang sederhana tempat warga saling menyapa, bersyukur, dan berbagi cerita.


Edukasi Sunyi dari Seekor Sapi

Dalam sunyi prosesi kurban ini, ada pelajaran besar yang terucap tanpa kata:

Bahwa kepedulian itu tidak harus datang dengan ramai, tapi harus datang dengan tulus. Bahwa berkurban bukan cuma ibadah, tapi juga kesempatan untuk menyampaikan pesan: kita masih peduli, kita masih bersaudara.

“Kurban ini bukan hanya tentang daging. Ini tentang menghadirkan negara dalam bentuk paling sederhana: dalam sebungkus rejeki yang disampaikan dengan hormat,” ujar Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar.

Hari ini seekor sapi jatuh, tapi harkat sesama manusia terangkat.

Dan Manonjaya mencatatnya bukan hanya di laporan, tapi di hati mereka yang menerima.


Selasa, 18 Maret 2025

KEBERSAMAAN DI BULAN SUCI: KORAMIL 1208/MANONJAYA DAN GANDARA GRUP BAGIKAN TAKJIL UNTUK WARGA

Berbagi Takjil
Pembagian Takjil 


Tasikmalaya – Suasana Ramadan semakin hangat dengan aksi berbagi yang dilakukan oleh Koramil 1208/Manonjaya bekerja sama dengan Gandara Grup. Pada Selasa sore, menjelang waktu berbuka puasa, ratusan warga Kecamatan Manonjaya tampak berkumpul di depan Koramil 1208/Manonjaya, Jalan Warung Sumedang, Desa Manonjaya. Mereka menerima takjil berupa 1.000 cup kolak yang dibagikan secara gratis dalam kegiatan yang penuh kebersamaan ini.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar, beserta anggotanya, yang turut berbaur dengan masyarakat untuk membagikan takjil. Kehadiran berbagai pihak, termasuk perwakilan Camat Manonjaya, Kasi Kesos Bapak Sansan Ayip S., A.Md., S.E., M.Si., Ketua Persit KCK Ranting 09 beserta anggota, Kepala Desa Manonjaya, anggota FKFFI, serta tim dari Gandara Grup, semakin mempererat solidaritas dalam berbagi keberkahan Ramadan.

Lettu Inf Mirhamdi Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar serta wujud nyata sinergi antara TNI dan elemen masyarakat dalam mendukung nilai-nilai kebersamaan di bulan suci. “Ramadan adalah bulan penuh berkah. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan warga Manonjaya, terutama yang tengah menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Gandara Grup mengungkapkan rasa syukurnya bisa turut serta dalam kegiatan sosial ini. “Semoga apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan semakin mempererat hubungan antara dunia usaha dan lingkungan sekitar,” katanya.

Masyarakat yang menerima takjil pun mengungkapkan rasa terima kasihnya. Salah satu warga, Ibu Siti (45), mengatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan belum sempat menyiapkan menu berbuka.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan, dan diakhiri dengan doa bersama agar kebersamaan dan kepedulian ini terus berlanjut di masa-masa mendatang. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan memperkuat tali silaturahmi. Koramil 1208/Manonjaya dan Gandara Grup telah menunjukkan bahwa kebersamaan dalam berbagi bisa menjadi semangat yang menginspirasi.


Sumber : Koramil 1208/Mnj

Minggu, 16 Februari 2025

Kolaborasi Berkah: Koramil 1208/Manonjaya dan PT Maleo Gelar Dikhitan Bersama dan Penyerahan Al-Qur'an di Manonjaya

Koramil 1208/Manonjaya
Momen Bersama 


Tasikmalaya – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Koramil 1208/Manonjaya bekerja sama dengan PT Maleo Rahma Indo Abadi dan Yayasan Al-Hikmah mengadakan kegiatan Dikhitan Bersama dan Penyerahan Al-Qur'an bagi masyarakat Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Acara penuh keberkahan ini digelar pada Minggu, 16 Februari 2025 di Masjid Al-Hikmah, Kampung Karang Tinggal.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Sekmat Manonjaya, Danramil 1208/Manonjaya Lettu Inf Mirhamdi Siregar, Ketua Yayasan Al-Hikmah, Kepala Desa Manonjaya, serta para tokoh masyarakat. Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa saat 25 anak dari Desa Manonjaya mengikuti prosesi khitan dengan penuh semangat dan keceriaan.

Dalam momen yang penuh makna ini, Danramil 1208/Manonjaya Lettu Inf Mirhamdi Siregar secara simbolis menyerahkan Al-Qur'an kepada Ketua DKM Al-Hikmah sebagai bentuk kepedulian spiritual dan dukungan terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Lettu Inf Mirhamdi Siregar menyampaikan, "Kegiatan ini tidak hanya sebagai wujud kepedulian, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan dengan masyarakat. Kami berharap program ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi bagi semua pihak."

Ketua Yayasan Al-Hikmah turut mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari Koramil 1208/Manonjaya dan PT Maleo Rahma Indo Abadi. "Kami sangat berterima kasih atas kontribusi yang luar biasa ini. Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk kebaikan bersama," ujarnya.

Acara yang berlangsung tertib dan penuh khidmat ini tidak hanya memberikan manfaat fisik melalui prosesi khitan, tetapi juga manfaat spiritual melalui penyerahan Al-Qur'an, memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi inspirasi tentang pentingnya kebersamaan dalam berbagi dan memperkuat iman.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Koramil 1208/Manonjaya di bawah kepemimpinan Lettu Inf Mirhamdi Siregar bersama PT Maleo Rahma Indo Abadi menunjukkan bahwa sinergi yang baik dapat membawa keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat.

Bersama Kita Berbagi, Bersama Kita Kuat!



Sumber : Warga Dan Koramil 1208/Manonjaya

Kamis, 13 Februari 2025

Koramil 1208/Manonjaya Merajut Cahaya Ilmu: Pembagian 1001 Al Quran dan Iqro di PAUD dan TK Barakatul Huda

Koramil 1208/Manonjaya
Momen Bersama Di Yayasan Barakatul Huda 


Tasikmalaya – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai religius sejak dini, Koramil 1208/Manonjaya melaksanakan Program Pembagian 1001 Al Quran dan Iqro di Yayasan Barakatul Huda, Dusun Nempel, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Manonjaya, Kamis, 13 Februari 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pendidikan moral dan spiritual generasi penerus bangsa.

Hadir dalam acara ini, Danramil 1208/Manonjaya Lettu Inf Mirhamdi Siregar, yang dengan penuh perhatian menyerahkan Al Quran dan Iqro kepada siswa-siswi PAUD dan Taman Kanak-kanak. Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala Desa Pasir Panjang, Babinsa Desa Pasir Panjang, Kepala Dusun Nempel, Pimpinan Yayasan Barakatul Huda, serta guru pembimbing dan pengajar yang menyaksikan kegembiraan anak-anak saat menerima Al Quran dan Iqro.

Menanamkan Nilai Religius Sejak Usia Dini

Pembagian Al Quran dan Iqro ini bukan sekadar pemberian sarana belajar, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun fondasi akhlak mulia bagi generasi muda. Danramil 1208/Manonjaya Lettu Inf Mirhamdi Siregar menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk kontribusi TNI dalam membina generasi yang berakhlak baik dan cinta tanah air.

“Kami berharap dengan program ini, anak-anak dapat mengenal Al Quran lebih dekat dan menjadikannya pedoman hidup. Ini adalah investasi untuk masa depan bangsa yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Sinergi Bersama untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Keberhasilan program ini tercipta berkat sinergi antara Koramil 1208/Manonjaya dengan berbagai pihak terkait. Kepala Desa Pasir Panjang menyampaikan apresiasi atas kepedulian TNI dalam memajukan pendidikan agama. Pimpinan Yayasan Barakatul Huda pun mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada generasi muda di wilayah ini.

“Kehadiran Koramil 1208/Manonjaya memberikan motivasi bagi anak-anak untuk lebih giat belajar Al Quran. Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan dukungannya,” ucap Pimpinan Yayasan dengan penuh haru.

Edukasi dan Inspirasi bagi Generasi Qurani

Tidak hanya berhenti pada pembagian buku suci, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan nilai-nilai agama sejak usia dini. Guru pembimbing dan pengajar dengan penuh kasih membimbing anak-anak untuk mulai belajar membaca Al Quran dan Iqro secara bertahap.

Program ini menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli pada pendidikan agama bagi anak-anak. Sinergi yang ditunjukkan Koramil 1208/Manonjaya bersama masyarakat dan tokoh agama diharapkan mampu memperkuat karakter moral dan spiritual generasi penerus.

Membangun Generasi Qurani dengan Kepedulian Sosial

Kegiatan ini berjalan tertib, aman, dan penuh kehangatan, dengan senyum ceria terpancar dari wajah anak-anak saat menerima Al Quran dan Iqro. Mereka dengan semangat membuka halaman-halaman suci yang kelak menjadi pedoman hidup mereka.

Program Pembagian 1001 Al Quran dan Iqro ini membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia. Dengan kebersamaan yang terjalin, diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi daerah lain untuk turut serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Mari terus dukung program-program edukatif dan inspiratif seperti ini demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Koramil 1208/Manonjaya telah membuktikan bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai pelindung negara, tetapi juga sebagai penggerak dalam membangun karakter bangsa sejak usia dini.



Sumber : Koramil 1208/Mnj

Jumat, 17 Januari 2025

Senam Anak Indonesia Hebat: Langkah Nyata SMAN 1 Manonjaya Menuju Generasi Sehat

SMAN 1 Manonjaya
Antusiasme Peserta Senam Anak Indonesia Hebat

Manonjaya, Tasikmalaya – Jum’at, 17 Januari 2025.

Lapangan SMAN 1 Manonjaya tampak dipenuhi antusiasme seluruh warga sekolah pada pagi ini. Dalam upaya menanamkan gaya hidup sehat, mereka mengadakan Senam Anak Indonesia Hebat – sebuah kegiatan rutin yang menjadi bagian dari pembiasaan positif di lingkungan sekolah.

Senam yang dilakukan bersama-sama ini bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan juga momen untuk mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan staf.

Tidak ada konsep yang rumit dalam kegiatan ini, tetapi pelaksanaannya memberikan manfaat yang luar biasa. Senam dilakukan secara serentak dengan panduan gerakan sederhana dan iringan lagu yang membangkitkan semangat pagi. Dengan waktu yang tidak terlalu lama, kegiatan ini mampu meningkatkan kebugaran sekaligus menghidupkan suasana menyenangkan di awal hari belajar.

Kegiatan sederhana seperti ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara soal teori, tetapi juga kebiasaan positif yang mampu menciptakan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari. Melalui senam bersama, SMAN 1 Manonjaya memberikan teladan nyata bahwa langkah kecil seperti bergerak bersama dapat menjadi awal dari perubahan besar menuju generasi yang sehat, aktif, dan produktif.

Dengan terus menjalankan pembiasaan seperti ini, SMAN 1 Manonjaya menginspirasi banyak pihak bahwa kebiasaan baik adalah fondasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. 




Sumber :  https://www.instagram.com/p/DE6YkjJTeSQ/?igsh=MXFxbGc1cGd4N3RwbA==

Sabtu, 11 Januari 2025

SMA Al Muttaqin Kirim Delegasi ke KSEF 2025: Anak Muda Tasikmalaya Unjuk Gigi di Panggung Dunia

SMA Al Muttaqin

Generasi Emas Tasikmalaya Siap Bersinar di Panggung Dunia Bersama
SMA Al Muttaqin.

Langit Tasikmalaya bersinar terang saat SMA Al Muttaqin mengukir sejarah dengan melepas lima siswa terbaiknya untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Korea Science Engineering Fair (KSEF). Bertempat di Laboratorium Biologi sekolah, acara pelepasan pada Kamis, 9 Januari 2025, menjadi momen berharga bagi para siswa, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah.

Ketua Umum Yayasan Al Muttaqin, Ir. H. Ade Ruhyana, dan Ketua LPI Al Muttaqin, Dr. H. D. Suryatman, M.Si., dengan bangga melepas delegasi yang siap bertanding di Cheonan, Korea Selatan, pada 11–14 Januari 2025.

Mereka tak hanya sekadar berkompetisi. Lima siswa ini membawa tiga karya ilmiah unggulan yang mampu menginspirasi dunia.

Karya-Karya Anak Bangsa yang Siap Mendunia

1. Inovasi Anti Pemalsuan Dokumen

Sahla Alika Malik hadir dengan terobosannya, sebuah tinta berbasis carbon quantum dots berukuran nano, yang didoping atom Boron (B) dan Sulfur (S). Tinta ini bukan sekadar tinta biasa, tapi solusi untuk melawan pemalsuan dokumen seperti paspor dan visa. Dengan fluoresensi dua warna yang unik, tinta ini menjadi kunci keaslian dokumen hanya dengan sinar tertentu.

2. Panduan Karier Berbasis Teori Holland

Duo Siti Azizah dan Previdya Amanda membawa penelitian tentang pemetaan minat dan bakat siswa menggunakan teori Holland, yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Proyek ini tak hanya menjadi panduan karier siswa tetapi juga jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih personal.

3. Obat Antikanker dari Jamur Trichoderma

Sarah Kamilya dan Nizar Nurjaman menggali potensi jamur Trichoderma Sp. sebagai kandidat obat alami kanker payudara. Lewat uji in vitro dan in silico, mereka memberikan harapan baru bagi dunia kesehatan dengan bahan alami yang menjanjikan.

Langkah Besar Menuju Panggung Internasional

Proses panjang telah dilalui oleh para delegasi ini. Dimulai dari seleksi ketat dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) hingga terpilih untuk bersaing di ajang internasional. Kepala SMA Al Muttaqin, In In Kadarsolihin, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa ini adalah kali pertama SMA Al Muttaqin mengikuti KSEF, namun menjadi bukti nyata visi sekolah sebagai pusat budaya riset.

“Kami ingin membangun generasi muda yang paham bahwa riset adalah jawaban atas tantangan global. Kami bangga bisa menjadi bagian dari ajang yang mengumpulkan anak-anak muda berbakat dari berbagai negara untuk bersama-sama menjawab persoalan dunia melalui sains,” tutur In In.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi Sahla, kompetisi ini adalah langkah kecil menuju impian besar. “Ide saya lahir dari kegemaran membaca jurnal ilmiah. Tahun lalu saya meneliti nanopartikel, dan sekarang saya kembangkan menjadi solusi yang lebih nyata dan berdampak luas,” katanya penuh semangat.

Sahla yakin bahwa inovasi adalah kunci masa depan. Dengan tinta anti-pemalsuan ciptaannya, ia berharap kontribusinya dapat membantu masyarakat luas, bahkan dunia.

Harapan untuk Generasi Muda Indonesia

In In Kadarsolihin menargetkan medali emas dari ajang ini, tetapi lebih dari itu, ia berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi para siswa untuk menyadari pentingnya riset. “Riset bukan hanya untuk menang kompetisi, tetapi juga untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi dunia saat ini,” tambahnya.

Dengan dukungan penuh dari institusi seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, dan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, langkah SMA Al Muttaqin semakin kokoh untuk mengharumkan nama Indonesia.

Maju terus, generasi muda Tasikmalaya! Dunia menunggu karya-karya luar biasa kalian.




Sumber : https://www.instagram.com/p/DEo7-Lhz2vO/?igsh=cmNqNXN2MjRjb3lr, https://radartasik.id/2025/01/10/lima-siswa-sma-al-muttaqin-berangkat-ke-korea-untuk-kompetisi-sains-salah-satunya-bisa-buat-nano-partikel/3/, dan https://www.instagram.com/smafavoritalmuttaqin?igsh=Y3N2b2ZqYmpuNWxq

Sabtu, 04 Januari 2025

Kampung Pramuka: Membumikan Nilai Kepramukaan di Tasikmalaya untuk Masa Depan yang Berkarakter

Kampung Pramuka
Ilustrasi : Kepramukaan di Tasikmalaya untuk Masa Depan yang Berkarakter

Tasikmalaya tak pernah kehabisan cara untuk menginspirasi. Kini, sebuah inisiatif visioner dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tasikmalaya mulai mengakar di tengah masyarakat: Kampung Pramuka. Dengan semangat pengabdian, program ini menyatukan cita-cita pendidikan karakter dan pemberdayaan masyarakat dalam satu paket yang menjanjikan masa depan lebih cerah.

Hingga saat ini, 21 Kampung Pramuka telah berdiri di 21 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, mereka tidak berhenti di sini. Target ambisius mereka adalah menjadikan angka ini 39 pada tahun 2025, mencakup seluruh kecamatan yang ada.

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, E Koswara, menuturkan bahwa meski sempat tertunda akibat Pilkada Serentak 2024 untuk menghindari politisasi, optimisme tetap menjadi bahan bakar utama gerakan ini.

Kampung Pramuka: Lebih dari Sekadar Simbol

Kampung Pramuka bukan hanya wilayah administratif yang diberi label. Ini adalah ruang hidup bagi semangat kepramukaan, tempat di mana nilai-nilai luhur Trisatya dan Dasa Darma dirayakan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini berfokus pada lima pilar utama: religi, ekonomi, seni, gotong royong, dan publikasi. Setiap pilar dirancang untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Religius : Selawat, tilawah, dakwah, dan kegiatan keagamaan lainnya menjadi pilar utama untuk memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat. Pramuka menjadi jembatan antara ajaran agama dan implementasinya dalam kehidupan.

Ekonomi : Kampung Pramuka menggulirkan dana bergulir untuk memberdayakan masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat komunitas.

Seni dan Budaya : Kegiatan di Kampung Pramuka menjaga seni tradisional agar tetap hidup. Ini bukan sekadar pelestarian, tetapi juga revitalisasi budaya yang memperkuat identitas lokal.

Gotong Royong : Prinsip ini menjadi roh kehidupan sosial di Kampung Pramuka. Kolaborasi masyarakat dalam berbagai kegiatan memastikan harmoni sosial tetap terjaga.

Publikasi : Melalui publikasi kreatif, Kampung Pramuka tidak hanya memperkenalkan potensi lokal seperti seni dan wisata, tetapi juga menginspirasi daerah lain untuk mengambil langkah serupa.

Motor Penggerak Perubahan Sosial

Mohamad Zen, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, menjelaskan bahwa Kampung Pramuka tidak hanya menjadi wadah pendidikan karakter. Lebih dari itu, program ini menjadi mitra masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial.

“Gerakan ini kami desain untuk membantu masyarakat mengatasi masalah mereka, meningkatkan kapasitas, dan memenuhi kebutuhan yang ada. Kami ingin Kampung Pramuka menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat dan kawasan,” jelasnya.

Semangat Keberlanjutan

Dalam esensinya, Kampung Pramuka adalah laboratorium hidup untuk menciptakan generasi yang berkarakter, cinta tanah air, dan berdaya saing tinggi. Program ini membuktikan bahwa kepramukaan bukan hanya tentang kerapian seragam, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya.

Ketika program ini benar-benar mencapai seluruh kecamatan di Tasikmalaya pada 2025, bukan hanya angka yang akan berbicara, tetapi juga dampaknya yang menyentuh setiap aspek kehidupan masyarakat.

Kampung Pramuka bukan sekadar inovasi. Ia adalah jejak nyata dari visi besar Tasikmalaya untuk membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai luhur dan menjulang menuju masa depan yang lebih baik.

“Dari Tasikmalaya, kita belajar bahwa kepramukaan bukan sekadar aktivitas, melainkan gaya hidup yang menginspirasi perubahan nyata.” 



Sumber : Kwarcab Pramuka Kab. Tasikmalaya, https://radartasik.id/2025/01/04/kampung-pramuka-mengatasi-masalah-sosial-di-kabupaten-tasikmalaya/2/, dan Ilustrasi AI 

SUBUH BERJAMA'AH AKBAR BERSAMA TNI: MENYATUKAN SPIRITUALITAS DAN KEBERSAMAAN DI MASJID AGUNG KOTA TASIKMALAYA

Subuh Berjamaah Bersama TNI
Keberkahan subuh dalam kebersamaan, semangat merajut ukhuwah dan hikmah ceramah

Tasikmalaya, 4 Januari 2025 – Subuh kali ini terasa istimewa di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Dalam suasana yang penuh khidmat, ratusan jamaah berkumpul dalam kegiatan Subuh Berjama'ah Akbar yang diadakan oleh Komunitas Satmori (Saturday Morning Religious) Kota Tasikmalaya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara spiritualitas dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.

Kebersamaan Lintas Elemen

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Forkominda Kota Tasikmalaya, Dandim 0612/Tasikmalaya yang diwakili oleh Mayor Chk Wawan Sofywan selaku Pabung, Danlanud Wiriadinata, Kapolres Kota Tasikmalaya, para Danramil, Babinsa Kelurahan Tawangsari, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas Satmori, dan masyarakat umum. Kehadiran TNI, melalui Kodim 0612, menjadi bukti nyata peran aktif mereka dalam mempererat hubungan dengan masyarakat.

Rangkaian Acara Penuh Makna

Acara dimulai dengan Sholat Subuh Berjamaah yang menggetarkan hati para peserta. Dilanjutkan dengan pembukaan resmi, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dan sambutan dari Ketua Komunitas Satmori, H. Noves, yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam ibadah.

Mayor Chk Wawan Sofywan, mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kolaborasi TNI dengan masyarakat untuk membangun fondasi spiritual yang kuat. "Subuh adalah waktu terbaik untuk memulai hari. Dengan berkumpul bersama, kita tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat sinergi antar elemen masyarakat," ujarnya.

Puncak acara diisi oleh tausyiah dari Ustadz Kaka yang mengajak para jamaah untuk menjadikan Subuh sebagai momentum refleksi, memperbaiki diri, dan membangun semangat kebersamaan. Pesan-pesannya yang inspiratif mampu menggugah hati dan menyatukan visi jamaah untuk terus menebar manfaat di masyarakat.

Peran TNI dalam Memperkuat Komunitas

Kehadiran TNI, khususnya melalui Kodim 0612/Tasikmalaya, menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menunjukkan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam membangun harmoni dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Komunitas Satmori: Dari Jalanan Menuju Masjid

Sebagai pelopor kegiatan ini, Komunitas Satmori membuktikan bahwa nilai-nilai religius dapat menjadi fondasi bagi komunitas modern. Kehadiran para "Biker Subuhan" menjadi simbol transformasi positif, mengajak semua pihak untuk memulai hari dengan semangat kebaikan.

Pesan dari Kota Tasikmalaya

Subuh Berjama'ah Akbar ini adalah pengingat bahwa kekuatan spiritualitas dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat. Dengan dukungan TNI dan komunitas, kegiatan ini mencerminkan harmoni yang bisa terwujud jika semua pihak bersatu untuk tujuan yang mulia.

Mari jadikan momen Subuh sebagai awal langkah menuju kehidupan yang lebih baik. Kota Tasikmalaya, dengan dukungan TNI dan masyarakatnya, terus menjadi inspirasi bagaimana spiritualitas dan kebersamaan dapat menciptakan dampak positif yang nyata.



Sumber : Pendim 0612/Tsm 

Selasa, 31 Desember 2024

Cinta yang Menembus Batas: Pernikahan Massal Tunanetra di Gedung Aisyah, Kota Tasikmalaya

Pernikahan Massal Tunanetra di Gedung Aisyah

Pasangan Pernikahan Massal Tunanetra di Gedung Aisyah 

Kehangatan dan haru memenuhi Gedung Aisyah di Kota Tasikmalaya pada Selasa, 31 Desember 2024. Di tempat ini, lima pasangan tunanetra dari Priangan Timur mengikrarkan janji suci dalam sebuah pernikahan massal yang untuk pertama kalinya digelar khusus bagi mereka. Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi pengingat bahwa cinta dan harapan dapat melampaui segala keterbatasan.

Salah satu pasangan yang menjadi perhatian adalah Edi (60) dan Engkar (56). Dengan penuh syukur, keduanya berbagi kisah perjalanan cinta mereka yang bermula dari komunikasi melalui telepon, perangkat yang sudah disesuaikan untuk kebutuhan mereka. Pertemuan pertama mereka dalam sebuah acara komunitas disabilitas menjadi awal hubungan yang terus berkembang hingga kini resmi berkomitmen sebagai pasangan suami istri.

“Tidak ada persiapan khusus,” ujar Edi dengan lembut. “Saya pernah menikah sebelumnya, tetapi istri saya telah berpulang pada Desember 2022. Hari ini, saya memulai hidup baru bersama Engkar, seorang ibu luar biasa dengan dua anak. Dukungan keluarga dan panitia sangat berarti, hingga kami bisa mewujudkan momen ini.”

Bagi Edi, cinta adalah tentang keberanian memulai kembali. Ia berharap prosesi ini tidak hanya menjadi pengalaman indah bagi dirinya, tetapi juga membawa manfaat lebih luas. “Kami juga ingin menjadi lebih mandiri, dan semoga pemerintah dapat mendukung lewat bantuan modal usaha. Acara seperti ini sangat bermakna bagi kami yang memiliki tantangan fisik,” ungkapnya penuh harapan.

Pernikahan massal ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Aisyah dan komunitas disabilitas setempat. Panitia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut, membuka jalan bagi lebih banyak pasangan tunanetra untuk meraih kebahagiaan serupa.

“Kami berkomitmen menjadikan acara ini agenda rutin, memberikan kesempatan kepada lebih banyak saudara kami untuk menikah dan memulai kehidupan baru,” ujar salah seorang panitia.

Kisah-kisah seperti ini menunjukkan bahwa kekuatan cinta dan kebersamaan mampu memberikan harapan baru, bahkan di tengah berbagai keterbatasan. Melalui dukungan keluarga, komunitas, dan masyarakat luas, kehidupan yang lebih baik dan bermakna selalu dapat diraih.

Pernikahan massal ini menjadi simbol bahwa cinta dan kebahagiaan tidak mengenal batas, memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus menciptakan ruang yang lebih inklusif dan penuh kasih bagi sesama.


Sumber : Pendim 0612/Tasikmalaya dan https://jabar.tribunnews.com/2024/12/31/berawal-dari-ngobrol-lewat-hp-sepasang-tunanetra-asal-tasikmalaya-bersanding-di-pelaminan


Senin, 30 Desember 2024

Empat Bocah Manonjaya dan Sepeda Tanpa Rem: Perjalanan Nekat ke Kawah Gunung Galunggung yang Menginspirasi

Empat Bocah Manonjaya dan Sepeda Tanpa Rem

Dalam dunia yang kian modern, kisah perjuangan seringkali muncul dari tempat yang tak terduga. Seperti kisah empat bocah SD asal Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, yang mencuri perhatian dunia maya setelah aksi nekat mereka bersepeda menuju kawah Gunung Galunggung menjadi viral di TikTok.

Rangga, Radja, Rivan, dan Riki, empat anak sekolah dasar ini, berangkat dengan sepeda BMX sederhana tanpa rem, hanya bermodal semangat, rasa ingin tahu, dan Rp 6.000 di kantong. Peralatan yang minim tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk mewujudkan mimpi kecil menjelajahi alam.

Perjalanan Dimulai: Antara Nekat dan Tekad

Berangkat dari rumah mereka pada pukul 06.00 pagi, Minggu, 29 Desember 2024, keempat bocah ini mengandalkan aplikasi Google Maps untuk menuntun arah. Waktu tempuh yang diperkirakan hanya 1,5 jam ternyata berubah menjadi perjalanan berat selama tujuh jam. Rute menanjak menuju Gunung Galunggung tidak menyurutkan langkah mereka meski perbekalan habis di tengah jalan.

Radja, siswa kelas 6 SD, menjadi penggerak ide perjalanan ini. Ia berhasil meyakinkan tiga temannya untuk ikut serta, meskipun orang tua mereka tidak tahu pasti gunung mana yang menjadi tujuan mereka.

Tantangan dan Pertemuan di Pintu Kawah

Ketika akhirnya mereka tiba di pintu masuk kawasan wisata, seorang wisatawan asal Bogor merasa iba dan membayar tiket masuk mereka. Namun, tawaran tumpangan mobil ditolak. Dengan sopan, mereka hanya meminta agar tiket masuknya saja yang dibayarkan, sebab tujuan mereka adalah menikmati kawah Gunung Galunggung.

Setelah memasuki kawasan wisata, para petugas terkesima melihat semangat anak-anak ini. Dengan penuh simpati, mereka mengangkut keempat bocah itu beserta sepedanya ke area kawah menggunakan mobil patroli.

Momen Langka di Kawah Gunung Galunggung

Setiba di kawah, keempat bocah ini memanfaatkan waktu untuk berfoto dan menikmati keindahan alam. Para pengunjung lain yang menyaksikan perjuangan mereka turut memberi makanan dan camilan sebagai bentuk apresiasi. Bahkan, beberapa atlet sepeda dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Tasikmalaya yang sedang berlatih di lokasi turut memberikan uang jajan.

Di sana, mereka tidak hanya menemukan keindahan alam, tetapi juga pelajaran tentang solidaritas dan kebaikan dari orang-orang yang peduli.

Pulang dengan Senyuman

Saat perjalanan pulang, petugas Polisi Hutan (Polhut) mengangkut mereka hingga ke pos Lanud Wiriadinata di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Meskipun ditawari diantar sampai rumah, mereka memilih untuk melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda, mungkin agar orang tua mereka tidak mengetahui petualangan ini.

Dari kejadian ini, keempat bocah ini bukan hanya menjadi viral di media sosial, tetapi juga mengajarkan kita tentang tekad, keberanian, dan semangat pantang menyerah.

Kisah yang Menginspirasi

Perjalanan mereka adalah pengingat bagi kita semua bahwa mimpi tidak selalu butuh fasilitas mewah atau modal besar. Kadang, yang diperlukan hanyalah keberanian untuk melangkah, meskipun dengan sepeda tanpa rem dan uang saku yang nyaris tak cukup.

Mungkin, di balik nekatnya aksi ini, tersembunyi pesan bahwa keberanian seorang anak mampu menembus batas logika. Dan dalam kesederhanaan, kita sering kali menemukan arti sejati dari sebuah petualangan.

Jadi, apa mimpi Anda hari ini? Apakah Anda cukup berani untuk melangkah seperti Rangga, Radja, Rivan, dan Riki?



Sumber : https://radartasik.id/2024/12/30/kisah-4-bocah-sd-dari-manonjaya-bersepeda-ke-kawah-galunggung-7-jam-dipandu-google-map-tanpa-rem-rp-6-000/2/

DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...