Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2025

Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Pasar Murah Ramadhan: Meringankan Beban Masyarakat di Bulan Penuh Berkah

Pasar Murah Bazar
Pembukaan Pasar Murah Dan UMKM 


Tasikmalaya, 17 Maret 2025 – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar Pasar Murah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Inisiatif ini bertujuan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga mereka dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih nyaman.

Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., membuka acara ini secara langsung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan rakyat.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa terbebani harga yang tinggi, terutama di bulan penuh berkah ini. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan dunia usaha sangat penting untuk meringankan beban warga," ujar Dandim.

Pasar murah ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk unsur Forkopimda Tasikmalaya, yang hadir baik secara langsung maupun melalui perwakilan. Sejumlah tokoh penting turut berpartisipasi, seperti perwakilan Walikota Tasikmalaya, Danlanud Wiriadinata, Kapolres Tasikmalaya Kota, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kepala Kejaksaan Negeri, serta perwakilan dari Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama.

Selain itu, kalangan swasta juga berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Hadir di antaranya Pimpinan PT Nukar, Martin Stephan dari Asia Toserba, perwakilan Smartfren, serta Ketua Yayasan Sijum, yang turut memperkuat sinergi dalam membantu masyarakat.

Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran, berkat kolaborasi dengan Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Kota Tasikmalaya. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat mereka berbondong-bondong datang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga bersubsidi.

Ramadhan bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga momen untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan adanya kegiatan ini, Kodim 0612/Tasikmalaya kembali menunjukkan perannya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan.

Semangat gotong royong yang terjalin dalam acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus peduli dan berbagi di tengah tantangan ekonomi. Pasar Murah Ramadhan ini bukan hanya transaksi jual beli, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian yang membawa berkah bagi semua.


Selasa, 21 Januari 2025

Menghidupkan Desa dengan Ubi dan Tales: Babinsa Koramil 1205/Rajapolah Bersama Poktan Anugrah

Babinsa Koramil 1205/Rajapolah
Perawatan Ubi Jalar dan Tales 

Tasikmalaya, 21 Januari 2025 – Sebuah kolaborasi harmonis antara Babinsa Koramil 1205/Rajapolah dan Poktan Anugrah Desa Karangmulya tengah membangun mimpi besar dari lahan pertanian. Bertempat di Kampung Pesantren, Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, kegiatan perawatan ubi jalar dan tales ini bukan hanya soal hasil tani, tetapi juga tentang harapan dan kemandirian masyarakat.

Serda Andrian Oktora, Babinsa Desa Karangmulya, bersama para petani Poktan Anugrah, dengan semangat gotong-royong melakukan perawatan tanaman ubi jalar unggulan jenis Asban dan Manohara. Dua jenis ini dikenal memiliki kualitas premium dengan potensi pasar yang menjanjikan. Tak hanya itu, mereka juga melakukan pengambilan bibit tales Pratama, yang menjadi simbol keberlanjutan agribisnis lokal.

Menghidupkan Lahan, Menghidupkan Asa

Di tengah tantangan modernisasi, keberadaan pertanian sering kali dianggap usang. Namun, di Desa Karangmulya, pertanian justru menjadi episentrum perubahan. Ubi jalar dan tales bukan sekadar komoditas, tetapi lambang kerja keras dan ketahanan pangan di tengah dinamika zaman.

Serda Andrian mengungkapkan, “Ini bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi soal membangun kemandirian. Petani kita adalah pahlawan yang menjaga desa tetap hidup dengan hasil bumi mereka.”

Di sisi lain, Poktan Anugrah terus berinovasi. Pemilihan jenis Asban dan Manohara dilakukan karena ketahanannya terhadap cuaca ekstrem dan nilai ekonomisnya yang tinggi. Sementara itu, bibit tales Pratama disiapkan untuk mendukung diversifikasi hasil pertanian di Desa Karangmulya.

Langkah Nyata untuk Masa Depan Desa

Kampung Pesantren menjadi saksi bahwa sinergi antara TNI melalui Babinsa dan kelompok tani dapat menciptakan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Kerja sama ini membuktikan bahwa kemajuan tidak selalu dimulai dari teknologi canggih, tetapi dari ketulusan dan kerja keras di ladang.

Semangat ini juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memberdayakan potensi lokal. Dari ubi hingga tales, semuanya berakar pada harapan akan desa yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing.

Dengan optimisme yang terus ditanam, Desa Karangmulya membuktikan bahwa hal besar bisa dimulai dari hal sederhana—tanah yang digarap dengan cinta dan semangat gotong-royong yang tak pernah pudar.






Sumber : Pendim 0612/Tsm, dan Koramil 1205/Rajapolah

Jumat, 17 Januari 2025

Pergeseran Pola Belanja: Adaptasi Pelaku Usaha di Tengah Tantangan Digital

Pasar Tradisional
Ilustrasi Pergeseran Pola Belanja Masyarkat ke Platform Online 

Tasikmalaya – Dalam beberapa tahun terakhir, pola belanja masyarakat menunjukkan pergeseran besar dari toko fisik ke platform online. Fenomena ini membawa tantangan baru bagi para pelaku usaha, terutama mereka yang bergantung pada penjualan langsung.

Pasar Cikurubuk, salah satu pusat aktivitas ekonomi di Tasikmalaya, turut merasakan dampaknya. Yuli, seorang penjaga toko pakaian di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa sejak pandemi Covid-19, jumlah pembeli yang berkunjung ke tokonya mengalami penurunan drastis.

“Dulu, banyak orang datang langsung ke pasar. Tapi setelah pandemi, mereka lebih memilih belanja lewat aplikasi online,” ujar Yuli, sambil merapikan dagangannya.

Situasi ini memaksa pemilik usaha di pasar tradisional untuk berinovasi. Pemilik toko tempat Yuli bekerja, misalnya, mulai merambah dunia digital dengan menggunakan live streaming sebagai cara baru untuk memasarkan produk mereka. Strategi ini tidak hanya membantu mempertahankan pelanggan lama tetapi juga menjangkau pembeli dari luar daerah.

Sementara itu, Delis, karyawan sebuah toko pakaian thrift di Mal Mayasari Plaza, juga mengalami hal serupa. “Kami mulai aktif di berbagai platform digital, dan live streaming menjadi bagian penting untuk menarik pelanggan,” ungkap Delis.

Pengalaman Berbelanja Langsung, Keunggulan Toko Fisik

Meskipun belanja online menawarkan kemudahan dan harga yang kompetitif, banyak pelaku usaha seperti Yuli menekankan pentingnya pengalaman berbelanja langsung. Dengan mengunjungi toko fisik, konsumen dapat memastikan kualitas produk yang akan mereka beli.

“Kalau belanja langsung, pelanggan bisa memastikan bahan dan ukuran sesuai keinginan. Hal seperti ini sulit dilakukan kalau hanya melihat gambar di aplikasi,” tambah Yuli.

Namun, ia tidak menampik bahwa harga di platform digital seringkali lebih murah, meskipun kualitasnya kadang tidak sesuai harapan. Inilah yang menjadi salah satu tantangan bagi toko-toko fisik.

Adaptasi adalah Kunci Bertahan

Menghadapi perubahan ini, pelaku usaha di Tasikmalaya menunjukkan bahwa adaptasi adalah solusi utama. Menggabungkan penjualan online dan offline menjadi cara untuk bertahan di tengah ketatnya persaingan. Live streaming menjadi salah satu strategi yang banyak diterapkan, memungkinkan interaksi langsung dengan pelanggan tanpa mereka harus datang ke toko.

Namun, dukungan dari konsumen juga sangat diperlukan. Berbelanja di toko fisik tidak hanya membantu mempertahankan keberlangsungan usaha lokal, tetapi juga memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih personal bagi pelanggan.

“Harapannya, masyarakat mau kembali ramai berbelanja langsung di pasar atau toko fisik. Kami ingin suasana pasar kembali hidup seperti dulu, apalagi saat Ramadan yang biasanya membawa omzet besar,” tutup Yuli dengan penuh harap.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, para pelaku usaha di Tasikmalaya optimis bahwa mereka mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Dukungan dari masyarakat adalah kunci untuk menjaga ekonomi lokal tetap bergerak maju.




Sumber : Ilustrasi Gambar AI, dan https://radartasik.id/2025/01/17/ikuti-tren-belanja-online-pedagang-pasar-induk-cikurubuk-kota-tasikmalaya-jualan-secara-live-stream/

Minggu, 05 Januari 2025

Krisis Harga Cabai di Tasikmalaya: Tantangan, Penyebab, dan Solusi Inovatif Pemkot

Krisis Harga Cabai di Tasikmalaya
Ilustrasi : Program Setaman Cinta 

Tasikmalaya kembali dihadapkan pada persoalan kenaikan harga cabai yang signifikan usai momentum Natal dan Tahun Baru. Di Pasar Cikurubuk, harga cabai rawit domba kini melambung hingga Rp80.000 per kilogram, jauh dari harga normal Rp30.000–Rp40.000 per kilogram. Kondisi ini turut menyeret jenis cabai lainnya seperti cabai merah besar yang dijual Rp75.000 per kilogram dan cabai merah keriting di angka Rp65.000 per kilogram.

Bagi pedagang dan konsumen, lonjakan harga ini tak ubahnya bencana kecil. Yani, seorang pedagang di Pasar Cikurubuk, mengeluhkan kenaikan harga yang memengaruhi minat beli masyarakat. “Harga sekarang bukan naik lagi, tapi pindah harga,” ujarnya, dengan nada bercampur humor dan keprihatinan. Ia menduga faktor cuaca ekstrem dan serangan hama telah memengaruhi produktivitas petani, sehingga pasokan ke pasar menurun drastis.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Apep Yosa, menjelaskan bahwa ketergantungan pada pasokan dari luar daerah seperti Kabupaten Garut dan Ciamis memperparah situasi. Minimnya produktivitas di daerah penghasil cabai ditambah tingginya permintaan pada momentum Nataru menjadi pemicu utama.

Namun, bukan Tasikmalaya namanya jika hanya berdiam diri tanpa inovasi. Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, Pemkot Tasikmalaya meluncurkan program Setaman Cinta (Semangat Tanam di Lahan Pekarangan Cinta Alam). Program ini mengedukasi warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka guna menanam tanaman pangan seperti cabai.

"Melalui Setaman Cinta, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan cabai sendiri tanpa terlalu bergantung pada pasar," kata Apep. Dengan pendekatan ini, warga diharapkan tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga produsen kecil yang mendukung ketahanan pangan lokal.

Bagi Anda yang tertarik, menanam cabai tidak membutuhkan lahan luas. Pot kecil di halaman rumah, atau bahkan botol bekas, bisa menjadi media tanam sederhana. Dengan perawatan rutin, hasilnya tidak hanya mengurangi beban pengeluaran, tetapi juga menjadi langkah kecil menuju kemandirian pangan.

Lonjakan harga cabai juga memberikan pelajaran penting: peran petani lokal tidak bisa diabaikan. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu bersinergi untuk menciptakan ekosistem pangan yang mandiri. Sebuah langkah sederhana seperti menanam cabai di rumah Anda bisa menjadi solusi nyata untuk mencegah “pedasnya” harga cabai di masa depan.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Sudahkah pekarangan rumah Anda diisi dengan tanaman bermanfaat? Mari bersama wujudkan kemandirian pangan untuk masa depan Tasikmalaya yang lebih baik. 

#SetamanCinta #MandiriPangan #TasikmalayaBangkit


Sumber : Ilustrasi AI, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya dan https://kabarpriangan.pikiran-rakyat.com/kabar-priangan/pr-1488940146/harga-cabai-rawit-domba-di-kota-tasikmalaya-tembus-rp80-ribu-per-kg?page=all

Jumat, 03 Januari 2025

Melihat Keajaiban Tasikmalaya: Momen Libur Nataru yang Menghidupkan Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Libur Nataru
Ilustrasi : Destinasi Memukau Di Tasikmalaya 

Tasikmalaya sedang bersinar. Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), wilayah ini bukan hanya menjadi persinggahan, tapi juga tempat di mana cerita baru terukir. Ribuan wisatawan datang dan pergi, membawa serta kenangan dari destinasi-destinasi yang memukau.

Dalam laporan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), lebih dari 80 ribu wisatawan melintasi berbagai sudut Tasikmalaya. Angka yang begitu hidup ini bahkan belum mencapai puncaknya, karena libur sekolah masih berlanjut.

Dari hangatnya Cipanas Galunggung hingga megahnya pantai-pantai selatan seperti Karang Tawulan dan Sindangkerta, setiap destinasi punya kisahnya sendiri. Cipanas Galunggung menjadi primadona, mengundang ribuan pengunjung untuk merasakan sensasi berendam di kolam air panas alami sambil menikmati panorama gunung yang memanjakan mata.

Tak hanya itu, Pamijahan—tempat yang menyimpan aura spiritual mendalam—mendapat kunjungan ribuan peziarah. Di sisi lain, panggilan ombak di Pantai Karang Tawulan dan Sindangkerta memikat para pencinta laut.

Namun, yang menjadikan libur Nataru kali ini lebih spesial adalah kehadiran destinasi-destinasi "tersembunyi" yang mulai unjuk gigi. Desa Wisata Sukasetia, Arga Hot Spring, hingga Pangangonan Hill mencuri perhatian. Tempat-tempat ini mengajarkan bahwa keindahan tak selalu berada di pusat keramaian.


Salah satu kejutan datang dari Kampung Naga, dengan keunikan adat dan budaya yang tetap terjaga. Hanya 78 pengunjung yang datang, tapi angka kecil ini justru menunjukkan eksklusivitasnya sebagai destinasi yang menawarkan ketenangan di tengah gegap gempita liburan.

Lebih dari sekadar destinasi, liburan ini juga menghidupkan roda ekonomi lokal. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum dengan menyuguhkan makanan khas, seperti opak, ranginang, dan kerajinan tangan yang memukau. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang tak hanya melayani kebutuhan wisatawan, tapi juga menjadi duta budaya Tasikmalaya.

"Ini bukan sekadar angka, tapi harapan," ujar Sekretaris Disparpora, H. Dodi Ajat Sudrajat, dengan optimisme yang membara. Ia menekankan bagaimana setiap kunjungan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Di balik angka dan data, ada narasi tentang bagaimana Tasikmalaya sedang membangun identitasnya sebagai destinasi yang layak diperhitungkan. Tempat ini bukan sekadar tujuan perjalanan, tetapi pengalaman yang melibatkan hati, rasa, dan makna.

Pantai Sindangkerta Cipatujah

Jadi, bagi mereka yang belum berkunjung, apa lagi yang Anda tunggu? Tasikmalaya menunggu dengan tangan terbuka, menawarkan petualangan yang tak akan Anda temukan di tempat lain. Karena di sinilah keajaiban terjadi, setiap hari.



Sumber :Ilustrasi AI,Foto Penulis,Disparpora Tasikmalaya dan https://radartasik.id/2025/01/02/81-788-wisatawan-nikmati-liburan-nataru-di-kabupaten-tasikmalaya-ekonomi-lokal-menggeliat/

Jumat, 27 Desember 2024

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Akhir Tahun: Tantangan bagi Konsumen dan Peluang bagi Produsen

Menjelang akhir tahun, berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Tasikmalaya, menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok. Fenomena ini, meskipun membebani konsumen, menciptakan dinamika ekonomi menarik bagi pelaku bisnis dan produsen lokal.

Di Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya, harga telur ayam telah mencapai Rp33 ribu per kilogram, naik signifikan dari Rp26 ribu hanya beberapa pekan lalu. Pedagang mengaitkan kenaikan ini dengan tingginya permintaan selama musim liburan serta pasokan terbatas akibat cuaca ekstrem. Meski demikian, lonjakan harga tidak hanya menjadi tantangan bagi pedagang tetapi juga peluang bagi produsen untuk meningkatkan keuntungan.

Harga Telur Naik

Harga Telur Naik

Cuaca ekstrem turut memengaruhi komoditas lainnya. Harga cabai merah domba melambung hingga Rp70 ribu per kilogram, sementara cabai rawit mencapai Rp65 ribu per kilogram. Komoditas sayuran seperti kubis, bawang daun, dan buncis juga mencatat kenaikan harga. Meski kondisi ini memberatkan, sektor pertanian lokal bisa memanfaatkan momentum untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menggenjot distribusi ke pasar-pasar strategis.

Apep Yosa Firmansyah, Kepala Dinas KUMKMPP Kota Tasikmalaya, menjelaskan bahwa lonjakan harga ini adalah pola musiman. "Kenaikan harga selalu terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru. Bagi pelaku bisnis, ini menjadi peluang untuk memperluas pasar, meskipun konsumen harus lebih bijak mengelola pengeluaran," jelasnya.

Sementara itu, sektor beras justru menunjukkan tren positif dengan harga yang stabil atau menurun. Beras premium dijual Rp12 ribu per kilogram, memberikan angin segar bagi konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa sektor tetap mampu menjaga kestabilan meski tekanan ekonomi meningkat.

Dari perspektif bisnis, kondisi ini menciptakan peluang inovasi, terutama dalam pengelolaan rantai pasok. Produsen dan distributor dapat memanfaatkan teknologi untuk memprediksi permintaan dan mengatasi tantangan distribusi akibat cuaca ekstrem.

Sebagai respons, pelaku UMKM di bidang makanan dan minuman mulai beradaptasi dengan menciptakan produk alternatif berbasis bahan yang lebih terjangkau. Beberapa pelaku usaha bahkan menawarkan paket hemat untuk menarik perhatian konsumen yang terdampak lonjakan harga.

Dengan dinamika ini, akhir tahun menjadi periode penuh tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, konsumen perlu menyesuaikan pengeluaran. Di sisi lain, pelaku bisnis dapat melihat ini sebagai momentum untuk berinovasi dan memperkuat posisi di pasar.


Sumber : (https://mediaindonesia.com/jabar/berita/729191/terus-melonjak-harga-telur-di-tasikmalaya-tembus-rp33-ribukg) pada tanggal (25-12-2024)


DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...