Powered By Blogger

Kamis, 19 Juni 2025

Bukan Sekadar Seragam: Ketika Semangat Bela Negara Ditanamkan dari Aula Kecil di Cihideung

Pembukaan Pendidikan Bela Negara
Sambutan Kaban Kesbangpol
Drs. Ade Hendar, MM


Kota Tasikmalaya, Rabu 19 Juni 2025 – Di tengah tantangan kebangsaan yang makin kompleks, kesadaran akan pentingnya bela negara tak lagi bisa hanya dibebankan kepada militer. Hal inilah yang menjadi dasar digelarnya Pembukaan Pendidikan Bela Negara bagi Masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dengan tema “Peran serta masyarakat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Kegiatan yang digagas oleh Kesbangpol Kota Tasikmalaya dan dipimpin langsung oleh Kaban Kesbangpol, Drs. Ade Hendar, MM, ini diikuti oleh sekitar 75 peserta dari unsur Linmas. Hadir pula dalam pembukaan tersebut Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., Danramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, dan sejumlah tokoh pemerintahan tingkat kota dan kecamatan.

Dalam sambutannya, Drs. Ade Hendar menekankan bahwa bela negara bukan hanya urusan TNI dan Polri, tetapi tanggung jawab setiap warga negara. Pendidikan bela negara ini bertujuan membentuk karakter masyarakat yang tangguh, berjiwa patriotik, dan sadar akan nilai-nilai Pancasila. Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan ini akan dilaksanakan secara maraton di sepuluh kecamatan untuk menyebarluaskan semangat kebangsaan sekaligus menangkal ancaman ideologis seperti radikalisme, intoleransi, dan hoaks.

Sementara itu, Dandim 0612/Tasikmalaya, dalam sambutan sekaligus pernyataan pembukaan resmi kegiatan, menegaskan peran Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat desa dan kelurahan. “Linmas adalah mata dan telinga negara di tengah masyarakat. Tugas kalian bukan sekadar hadir, tapi menjadi teladan dan penjaga harmoni sosial,” tegasnya.

Letkol Arm Yan Octa Rombenanta juga menambahkan bahwa pelatihan bela negara bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dan integritas nasional di akar rumput. “Mari kita bangun negeri ini dari ruang-ruang kecil, dari tindakan-tindakan sederhana, namun bermakna bagi keutuhan bangsa,” ujarnya, sebelum menutup sambutan dengan pernyataan resmi pembukaan acara.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Dandim dan Kaban Kesbangpol, serta penyampaian materi bela negara oleh Danramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, yang memberikan pembekalan tentang disiplin, tanggung jawab, serta peran Linmas dalam sistem pertahanan semesta.

Meski digelar hanya dalam waktu singkat, kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh semangat. Di luar seremoni, yang tertinggal adalah komitmen bersama bahwa membela negara bisa dimulai dari lingkungan sendiri, dari menjaga tetangga, hingga memfilter informasi yang masuk ke rumah-rumah kita.


Cikapinis Tak Lagi Sama: Saat TNI dan Rakyat Bahu-Membahu Menyulam Harapan

Karya Bhakti Membangun Desa Bersama TNI
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P.


Karangnunggal, 18 Juni 2025 Ketika jalan-jalan desa tak lagi berdebu, rumah-rumah rapuh berdiri kembali dengan kokoh, dan Posyandu menjadi titik temu harapan baru, di sanalah jejak karya TNI dan rakyat tertinggal. Komando Distrik Militer (Kodim) 0612/Tasikmalaya resmi menutup Program Karya Bhakti Membangun Desa Bersama TNI Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Desa Cikapinis, Kecamatan Karangnunggal.

Bukan sekadar acara penutupan. Ini adalah titik hening untuk mengingat bahwa dalam satu bulan terakhir, masyarakat dan prajurit telah bekerja dengan tangan yang sama membangun, merawat, dan menyatu.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., yang dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa karya bhakti ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan jiwa kebersamaan.

“Apa yang kita bangun bersama di Cikapinis bukan hanya jalan, rumah, atau posyandu. Tapi juga rasa percaya, kepedulian, dan kebanggaan atas gotong royong. Saya titip, rawatlah hasil kerja kita bersama ini,” ujar Letkol Arm Yan Octa penuh harap.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas sektor: Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P., jajaran Forkopimda, Danramil se-jajaran Kodim 0612/Tsm, Pgs. Danramil 1215/Karangnunggal Mayor Caj Wawan, dan unsur Persit, serta tokoh masyarakat, adat, pemuda, hingga perwakilan Bank Indonesia dan Kejaksaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tasikmalaya memberikan apresiasi mendalam.

“Program ini tak hanya membangun desa, tetapi menggerakkan semangat kolektif. Gotong royong selama satu bulan telah menunjukkan bahwa kesejahteraan bisa dicapai bersama jika kita mau bersinergi,” tuturnya.


Pembangunan yang Bernapas

Hasil karya bhakti tahun ini bukan sekadar statistik. Ada pengaspalan jalan desa sepanjang 3 km, rehab 9 rumah tidak layak huni, dan perbaikan dua Posyandu. Di balik data itu ada cerita: tentang warga yang kini bisa membawa hasil panen tanpa harus terantuk lubang jalan, tentang anak-anak yang bisa ditimbang di Posyandu yang layak, dan tentang rumah yang kini kembali pantas disebut “tempat pulang.”

Tak hanya fisik, program ini juga menyentuh hati. Penyuluhan kebangsaan, bela negara, dan kesehatan jadi bagian dari edukasi sosial yang menyertai pembangunan.

Kepala Desa Cikapinis bersama para tokoh adat dan warga menyampaikan rasa terima kasih yang dalam. Suara mereka satu: “Terima kasih TNI dan semua pihak, karena kami tak lagi merasa sendiri membangun desa ini.”


Jejak Yang Tak Mudah Luntur

Ketika kegiatan resmi ditutup, yang tersisa bukan hanya foto dokumentasi. Tapi semangat. Kebersamaan yang mengakar. Kodim 0612/Tasikmalaya telah menanam benih nilai tentang membangun bukan untuk dilihat, tapi untuk dirasakan.

Karena desa yang tangguh bukan dibentuk dari anggaran semata, tapi dari kemauan untuk bergandengan tangan. Dan hari ini, Cikapinis membuktikannya.

Rabu, 18 Juni 2025

Langkah Kecil Menuju Makna Besar: Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Menyapa Kampung Naga

Persit
Momen Di Kampung Naga 

Kampung Naga, 17 Juni 2025 – Di sebuah desa yang menyimpan hening dan hikmah, rombongan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya menapaki jalan bebatuan dan menyatu dengan kesejukan kearifan lokal. Bukan sekadar kunjungan, ini adalah perjalanan rasa antara budaya dan kepedulian.

Dipimpin langsung oleh Ny. Fara Octa, Ketua Persit Cabang XXIII, rombongan disambut hangat di jantung Kampung Naga sebuah kampung adat yang setia menjaga warisan leluhur dalam sunyi yang bermakna. Dalam kegiatan tersebut, turut mendampingi Danramil 1222/Salawu, Kapten Inf Hasan, serta Babinsa wilayah setempat yang selama ini aktif menjalin hubungan harmonis dengan warga.

Wisata budaya ini tidak berdiri sendiri. Di sela kekaguman pada rumah-rumah panggung dan filosofi hidup masyarakat adat, Persit menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada warga Kampung Naga sebagai bentuk kehadiran yang tidak hanya melihat, tetapi juga peduli.

“Di sini kita belajar bahwa hidup bisa sederhana tapi bermakna. Kita tidak datang membawa banyak hal, tapi kami berharap bisa membawa manfaat,” tutur Ny. Fara Octa.

Kehadiran Persit bersama unsur teritorial TNI menjadi cerminan sinergi nyata menghargai adat istiadat, sekaligus membawa pesan bahwa perhatian dan kasih sayang tetap bisa menjangkau hingga pelosok yang senyap.

Kampung Naga hari itu tidak ramai. Tapi terasa penuh. Penuh makna, penuh kesadaran bahwa budaya dan kemanusiaan bisa berjalan berdampingan, saling menguatkan. Inilah jejak kecil yang membisikkan pesan besar: peduli tak harus mewah, cukup tulus dan hadir.


Minggu, 15 Juni 2025

Tasikmalaya Gelar Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025: Warisan Budaya Sunda dalam Bingkai Prestasi dan Karakter Bangsa

Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025
Suasana Semangat Di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya 


Tasikmalaya, 15 Juni 2025 — Suasana penuh semangat dan kekayaan budaya Sunda menyelimuti halaman Balai Kota Tasikmalaya pada Minggu pagi, saat perhelatan Tasik Open Olahraga Panahan Tradisional Jamparing Kasoekapoeraan Se-Jawa Barat 2025 resmi dibuka. Acara ini mengusung tema "Ngajaga Warisan, Ngawangun Ajang Prestasi Bangsa", sebagai wujud nyata pelestarian budaya leluhur sekaligus pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga tradisional.

Dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparulloh, M.Pd, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Tasik Raya, Garut, Ciamis, Sumedang, hingga perwakilan dari Sumatera Barat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarat akan nilai-nilai historis dan kultural yang melekat kuat dalam tradisi masyarakat Sunda.


Hadir dalam acara ini para tokoh penting daerah, di antaranya:

• Danramil 1202/Indihiang Mayor Inf. Epi Mulyana mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya

• Kasi Binjas Lanud Wiriadinata Letda Kes Toni Purwantoko mewakili Danlanud Wiriadinata

• Kepala Dinas Porabudpar Kota Tasikmalaya Dr. Deddy Mulyana

• Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Tedi Setiadi

• Ketua KORMI Kota Tasikmalaya Dr. H. Imih Misbahul Munir

• Ketua KWS Puseur H. Rd. Arief Abimanyu Wiradisuria

• Pembina Jamparing Galunggung H. Ucu Anwar Surahman

• Ketua Pelaksana H. Dadan Sukandar, W. BE., MM., MBA.


Lebih dari Sekadar Perlombaan

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana H. Dadan Sukandar mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa jamparing bukan hanya olahraga, namun merupakan manifestasi budaya luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kegiatan ini mencakup 13 kategori dan memperebutkan piala bergilir dari Kasokapoeraan. Usia peserta termuda adalah empat tahun, menandakan regenerasi dalam pelestarian tradisi ini sudah dimulai sejak dini," ujarnya.

Sementara itu, Pembina Jamparing Galunggung H. Ucu Anwar Surahman menyampaikan harapan agar jamparing dapat semakin berkembang dan dikenal luas di seluruh Jawa Barat, bahkan hingga tingkat nasional. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua KWS Puseur, H. Rd. Arief Abimanyu, yang menekankan bahwa jamparing merupakan jati diri budaya Sunda dan dapat menjadi cikal bakal panahan tradisional Indonesia masuk dalam kancah olahraga dunia.


Simbol Warisan dan Keteladanan

Sekda Kota Tasikmalaya, dalam sambutan mewakili Wali Kota, menyampaikan bahwa olahraga jamparing tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wahana edukasi karakter. "Kita diajarkan untuk fokus pada tujuan, mengukur kekuatan, menyeimbangkan irama nafas dan hati, serta menerima hasil dengan lapang dada. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjutnya, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari pengembangan sport tourism berbasis budaya yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Tasikmalaya sebagai kota yang religius, berkelanjutan, dan berkarakter.


Parade Budaya yang Memukau

Usai seremoni pembukaan, para tamu undangan dan peserta disuguhkan dengan beragam penampilan seni budaya. Mulai dari rajah bubuka kilanang, tarian jamparing dari Sanggar Tari Sabadesa, hingga pentas kreasi seni budaya lainnya, semuanya menjadi bukti bahwa Tasikmalaya adalah pusat budaya yang terus hidup dan berkembang.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba panahan tradisional yang mempertandingkan berbagai kategori, menampilkan perpaduan antara teknik, filosofi, dan ketangguhan dari seluruh peserta.

Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025 bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah panggung warisan, ruang prestasi, dan pilar pembentukan karakter generasi muda. Kota Tasikmalaya kembali menegaskan diri sebagai pusat budaya Sunda yang tak hanya menjaga warisan, tetapi juga membidiknya untuk masa depan yang gemilang.

Rabu, 11 Juni 2025

Merajut Harmoni Sosial: Kunjungan Ketua Persit Daerah III/Siliwangi di Kodim 0612/Tasikmalaya

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman


Hari Selasa, 10 Juni 2025 menjadi momen yang penuh warna di Kota Tasikmalaya. Dalam suasana hangat dan bersahabat, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman, hadir bersama rombongan dalam kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya.

Bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi langkah nyata membangun semangat kepedulian dan solidaritas di tengah keluarga besar TNI AD, serta membuka ruang dialog dan kebersamaan dengan masyarakat.


Dimulai dari Pendidikan, Disambut dengan Hangat

Setibanya di TK Kartika, Jalan Taman Pahlawan Kusuma Bangsa, Kota Tasikmalaya, rombongan disambut dengan penuh kehangatan oleh Ny. Silvia Yan Octa, Ketua Persit Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya. Anak-anak, guru, dan anggota Persit turut menyemarakkan penyambutan ini, menjadi awal yang menyenangkan dari rangkaian kegiatan sepanjang hari itu.


Menabur Manfaat di Makodim 0612/Tasikmalaya

Perjalanan dilanjutkan ke Makodim 0612/Tasikmalaya, di mana digelar sejumlah agenda yang tidak hanya menyentuh internal organisasi Persit, namun juga masyarakat sekitar. Dari pembagian bantuan sosial, pengobatan gratis, hingga kunjungan ke pelaku UMKM lokal, semuanya dilaksanakan dengan semangat penuh kepedulian.

Dalam sesi pengarahan kepada anggota Persit, Ny. Leni menyampaikan pesan yang membekas: tentang pentingnya peran Persit bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai penguat moral dan sosial dalam rumah tangga dan masyarakat.

"Jadilah perempuan yang saling menguatkan, yang bekerja dengan hati, yang mampu menghadirkan perubahan kecil namun berarti. Kita adalah bagian dari wajah TNI di mata masyarakat," tutur beliau dengan lugas dan penuh semangat.


Menyapa Keluarga Prajurit, Menguatkan UMKM Lokal

Usai pengarahan, rombongan melanjutkan perjalanan ke RM Saung Panyawahan, Desa Mekarwangi, Cisayong untuk santap siang bersama. Namun, kegiatan tak berhenti di sana. Kunjungan dilanjutkan ke rumah Regina Artika Sari Dewi, putri dari Kopka Sarmin, anggota Koramil Cisayong. Anjangsana ini menjadi bentuk nyata empati dan perhatian keluarga besar TNI terhadap anggotanya.

Rangkaian kegiatan sosial dilengkapi dengan kunjungan ke pelaku UMKM binaan Kodim, seperti Agnesa Batik dan Dawalul Bordir. Produk-produk lokal yang penuh kreativitas ini menjadi simbol bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan seiring dengan peran aktif Persit dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal.


Makan Malam yang Mengikat Kebersamaan

Menjelang malam, rombongan menikmati makan malam di Bakso Laksana, Kota Tasikmalaya. Di balik meja makan, tercipta ruang keakraban tanpa sekat pangkat dan jabatan. Momen ini menjadi penutup hari yang panjang namun berkesan, sekaligus mempererat jaringan emosional antaranggota Persit dan perwakilan satuan wilayah Siliwangi.


Lebih dari Sekadar Kunjungan

Kunjungan kerja ini bukan hanya tentang agenda, tetapi tentang nilai. Tentang bagaimana Persit menanamkan rasa peduli, menghidupkan semangat gotong royong, serta mengambil peran dalam membentuk keluarga TNI yang tangguh dan masyarakat yang mandiri.

Melalui kegiatan ini, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman memperlihatkan bahwa organisasi istri prajurit bukan sekadar pendamping dalam diam, tapi motor penggerak dalam sunyi yang membawa makna bagi banyak pihak.

Salam hormat untuk para perempuan hebat di Persit Kartika Chandra Kirana – teruslah menjadi cahaya di tengah pengabdian!


Jumat, 06 Juni 2025

“Banteng” Presiden untuk Manonjaya: Kurban Bukan Hanya Soal Daging

Antusias Warga Prosesi Penyembelihan Hewan Kurban 


Manonjaya, 6 Juni 2025 

Seekor sapi raksasa seberat 9,5 kwintal tiba di Masjid Agung Manonjaya tanpa suara sirine atau karpet merah. Tapi kehadirannya menggetarkan. Bukan karena ukurannya yang mencolok, tapi karena siapa yang mengirimkannya dan untuk siapa ia disiapkan.

Sapi ini, dijuluki “Banteng”, adalah bagian dari kurban pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tak datang ke kota-kota besar. Ia justru hadir di jantung Tasikmalaya, tepatnya di Kecamatan Manonjaya tempat di mana banyak warga masih hidup dengan kesederhanaan yang jujur.


Lebih dari Daging: Ini Tentang Distribusi Rasa Peduli

Seekor sapi besar dipotong. Dagingnya dipilah rapi, ditimbang setengah kilo per paket, lalu dikemas menjadi 1.000 bungkus kurban. Tapi nilai kurban ini tak bisa ditakar hanya dengan satuan kilogram. Karena yang dibagi bukan hanya daging—tetapi juga perasaan diperhatikan.


Warga dari berbagai penjuru Kecamatan Manonjaya datang, tidak sekadar untuk menerima, tapi untuk merasakan: bahwa negara itu nyata, bahwa kepemimpinan bisa menyentuh hingga ke meja makan rakyat kecil.


Hadir untuk Menyaksikan, Bukan Sekadar Seremonial

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh berbagai tokoh:

• Camat Manonjaya, Bpk. Kadir, S.Sos

• Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar

• Kapolsek Manonjaya, AKP Endang Wijaya

• Ketua MUI Kec. Manonjaya, KH. Ace Munawar

• Ketua LPTQ, KH. Muhammad Yunus

• Ketua DKM Masjid Agung Manonjaya, KH. Asep Saepuloh

• Kasi Kessos Kec. Manonjaya, Bpk. Sansan


Warga sekitar yang tak hanya datang untuk menerima, tapi juga menyaksikan semangat gotong royong bekerja nyata.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Tidak ada panggung megah. Tapi ada ruang sederhana tempat warga saling menyapa, bersyukur, dan berbagi cerita.


Edukasi Sunyi dari Seekor Sapi

Dalam sunyi prosesi kurban ini, ada pelajaran besar yang terucap tanpa kata:

Bahwa kepedulian itu tidak harus datang dengan ramai, tapi harus datang dengan tulus. Bahwa berkurban bukan cuma ibadah, tapi juga kesempatan untuk menyampaikan pesan: kita masih peduli, kita masih bersaudara.

“Kurban ini bukan hanya tentang daging. Ini tentang menghadirkan negara dalam bentuk paling sederhana: dalam sebungkus rejeki yang disampaikan dengan hormat,” ujar Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar.

Hari ini seekor sapi jatuh, tapi harkat sesama manusia terangkat.

Dan Manonjaya mencatatnya bukan hanya di laporan, tapi di hati mereka yang menerima.


Rabu, 04 Juni 2025

Satlinmas Desa Sukaraja Dilatih Tanggap Darurat, Babinsa dan Babinkamtibmas Jadi Pemateri Andalan

Satlinmas Desa
Satlinmas Desa Sukaraja 

Tasikmalaya – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus digalakkan. Salah satunya tampak di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu, 4 Juni 2025. Melalui Program Dana Desa Tahap I, pemerintah desa menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana yang diikuti oleh seluruh anggota Satlinmas.


Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hari ini digelar di GOR Desa Sukaraja dan menghadirkan narasumber langsung dari unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan desa. Babinsa Sertu Hariyanto, Babinkamtibmas Bripka Arief Firmansyah, serta Mantri Desa Yanto menjadi tiga tokoh kunci dalam sesi pemaparan materi.


Kegiatan dimulai dengan suasana penuh semangat. Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Sukaraja, Asep Nandang S. Pd.I, yang menekankan pentingnya edukasi dini untuk menghadapi bencana.


“Desa harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri saat bencana datang. Kuncinya ada pada kesiapan, pengetahuan, dan koordinasi. Dan pelatihan ini adalah pondasinya,” ujar Asep dalam sambutannya.


Materi yang diberikan tidak hanya sebatas teori, namun juga memuat simulasi singkat tentang tindakan cepat tanggap darurat, komunikasi di masa krisis, serta peran strategis Satlinmas dalam menenangkan warga dan mengevakuasi dengan tepat. Babinsa Sertu Hariyanto menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar reaksi, tetapi harus menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.


Pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antar lembaga di tingkat desa. Bripka Arief menambahkan bahwa kolaborasi antara unsur keamanan dan warga desa adalah modal utama dalam merespon keadaan darurat secara cepat dan efisien.


Dengan pelaksanaan yang berjalan tertib, aman, dan lancar, kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan masyarakat desa yang bisa direplikasi di wilayah lain. Program ini bukan hanya mencetak satlinmas yang tangguh, namun juga membangun desa yang waspada dan tahan uji terhadap ancaman bencana di masa depan.



Sumber : Babinsa Desa Sukaraja 

DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...