Powered By Blogger

Selasa, 07 Januari 2025

Wabah PMK di Tasik Selatan: Menghadapi Tantangan dengan Kolaborasi dan Kepedulian

Wabah PMK di Tasik Selatan
Ilustrasi : Pemeriksaan Hewan Yang Terkena PMK

Tasikmalaya, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini menjadi perhatian serius di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan ditemukannya 470 ekor sapi terinfeksi dan 36 di antaranya mati, wabah ini tidak hanya mengancam kesehatan hewan ternak, tetapi juga kesejahteraan para peternak di wilayah Tasik Selatan.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, SP MP, mengungkapkan bahwa kasus pertama teridentifikasi pada Desember di Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah. Gejala awal berupa keluarnya lendir dari mulut ternak dan penurunan nafsu makan menjadi sinyal kuat terjadinya infeksi.

“Informasi ini kami peroleh dari laporan masyarakat. Setelah itu, tim kami langsung turun ke lapangan untuk investigasi, khususnya di wilayah Tasik Selatan,” ujar Tatang, Selasa (7/1).

Angka yang Mengkhawatirkan

Kabupaten Tasikmalaya memiliki populasi ternak sapi sekitar 45 ribu ekor. Namun, penyebaran PMK telah menembus tiga kecamatan Cikalong, Cipatujah, dan Karangnunggal dengan 470 sapi terinfeksi. Menurut Tatang, langkah preventif segera diambil, termasuk koordinasi intensif dengan Balai Veteriner Kesehatan Hewan di Subang.

Kolaborasi dan Solusi Bersama

Menghadapi krisis ini, DPKPP Kabupaten Tasikmalaya tidak tinggal diam. Selain tindakan investigasi, penyuluhan kepada peternak menjadi kunci penting. Pendekatan edukatif dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait langkah-langkah pencegahan seperti karantina, kebersihan kandang, hingga vaksinasi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para peternak, masyarakat, dan instansi terkait untuk mengendalikan penyebaran PMK,” tambah Tatang.

Membangkitkan Kepedulian Peternak Lokal

Wabah ini mengingatkan pentingnya kepedulian kolektif dalam menjaga kesehatan hewan ternak. Bagi peternak seperti Pak Udin di Cipatujah, yang telah kehilangan dua sapi akibat PMK, edukasi menjadi bekal penting. “Saya jadi lebih paham tentang pencegahan penyakit ini. Kami berharap ada solusi cepat untuk menyelamatkan ternak lainnya,” ungkapnya.

Mengubah Krisis Menjadi Kesempatan

Melalui pendekatan ini, DPKPP berharap wabah PMK dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran peternak tentang pentingnya kesehatan hewan. Dengan dukungan berbagai pihak, Kabupaten Tasikmalaya optimistis mampu mengatasi tantangan ini dan menjaga sektor peternakan tetap tangguh.

Bagaimana Anda sebagai pembaca dapat berkontribusi? Awali dengan berbagi informasi ini kepada orang-orang di sekitar Anda. Bersama, kita bisa menjadi bagian dari solusi.



Sumber : Ilustrasi AI, https://www.ayotasik.com/berita-tasik/3314292209/470-sapi-di-kabupaten-tasikmalaya-terinfeksi-pmk-kadis-pertanian-36-eko-mati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Hadiri Peringatan Isra Mi’raj, Perkuat Keteladanan Akhlak Mulia di Lingkungan Kodim

Keluarga Besar Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya   Tasikmalaya – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W. 1447 Hijriah / 20...