Powered By Blogger

Jumat, 23 Januari 2026

Kunjungan Kerja Panglima TNI Melintasi Wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya Menuju Peninjauan Yon TP 890/GS di Garut

Panglima TNI
Bapak Panglima TNI Dan Dandim 0612/Tasikmalaya 

Kamis, 22 Januari 2026, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. melaksanakan perjalanan dinas melintasi wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya dalam rangka kunjungan kerja menuju Yon TP 890/GS yang berlokasi di wilayah Garut. Kegiatan ini mencerminkan kepemimpinan yang memilih hadir langsung di lapangan untuk melihat kondisi satuan secara nyata.

Dalam perjalanan tersebut, Panglima TNI menyempatkan singgah terlebih dahulu untuk beristirahat sejenak di RM H. Emul 2, Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah. Singgah singkat ini berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Kehadiran Panglima TNI disambut langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., beserta jajaran.

Setelah beristirahat sekitar lima belas menit, Panglima TNI kembali melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor menuju lokasi peninjauan Yon TP 890/GS di wilayah Garut. Perjalanan ini menjadi simbol kepemimpinan yang membumi hadir, menyatu dengan medan, dan memahami langsung dinamika tugas satuan di lapangan.

Peninjauan ke Yon TP 890/GS merupakan wujud perhatian pimpinan tertinggi TNI terhadap kesiapan prajurit dan satuan. Dari jalur yang dilalui hingga satuan yang dituju, tersirat pesan bahwa kekuatan TNI dibangun melalui kehadiran langsung, kepedulian, dan komitmen untuk terus bergerak bersama prajurit dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.

Senin, 19 Januari 2026

Upacara Bendera Awal Tahun 2026, Dandim Baru Tegaskan Semangat PRIMA di Makodim 0612/Tasikmalaya

Upacara Bendera
Letkol Czi Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han,
Selaku Inspektur Upacara

Tidak ada yang benar-benar baru dari sebuah upacara bendera. Namun pagi itu, Senin, 19 Januari 2026, Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya menghadirkan makna yang berbeda. Bukan sekadar barisan, aba-aba, dan pengibaran Sang Merah Putih, tetapi sebuah titik mula: awal tahun, awal kepemimpinan, dan awal peneguhan komitmen pengabdian.

Upacara Bendera 17-an bulan Januari tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya yang baru, Letkol Czi Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, selaku Inspektur Upacara. Di bawah langit pagi yang tenang, seluruh prajurit dan PNS TNI berdiri tegap, menyimak amanat Panglima TNI yang dibacakan dengan penuh penekanan makna.

Melalui amanat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, S.E., M.Si., ucapan selamat Tahun Baru 2026 disampaikan kepada segenap prajurit dan PNS TNI di manapun berada dan bertugas. Ucapan yang sederhana, namun sarat pesan, bahwa pergantian tahun bukan sekadar kalender yang bergeser, melainkan ruang evaluasi untuk melihat kembali sejauh mana tugas dijalani dengan kesadaran dan tanggung jawab.

Panglima TNI mengajak seluruh jajaran menjadikan tahun ini sebagai momentum awal yang baik, bukan hanya untuk meningkatkan kinerja, tetapi juga memperkuat nilai ibadah sebagai fondasi moral dalam setiap pelaksanaan tugas. Tugas, menurut amanat tersebut, bukan sekadar kewajiban struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan semangat, ketulusan, dan keikhlasan.

Lebih dari itu, Panglima TNI menegaskan pentingnya membangun karakter prajurit yang mampu menjawab tantangan zaman. Sikap PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, serta Adaptif) ditekankan sebagai sikap dasar yang tidak boleh berhenti pada slogan, tetapi harus hadir nyata dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak sehari-hari.

Upacara bendera ini menjadi penanda awal langkah di tahun 2026, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama di bawah kepemimpinan Dandim 0612/Tasikmalaya yang baru. Di lapangan upacara itu, disiplin tidak hanya ditunjukkan melalui barisan yang rapi, tetapi juga melalui kesadaran kolektif bahwa pengabdian TNI selalu berpijak pada nilai, loyalitas, dan kedekatan dengan rakyat.

Ketika upacara usai dan barisan dibubarkan, pesan yang tersisa bukan sekadar amanat tertulis, melainkan pengingat sunyi bahwa tugas pengabdian selalu dimulai dari niat yang benar, dijalani dengan konsistensi, dan dituntaskan dengan tanggung jawab.

Sabtu, 17 Januari 2026

Dari Tasawuf ke Masa Depan: Transformasi Pesantren Idrisiyah Dimulai, Dandim 0612 Tasikmalaya Hadir Mengawal Arah Perubahan

Momen Kebersamaan Tamu Undangan
Di
Ponpes Idrisiyyah 

Tasikmalaya — Pagi di Komplek Pesantren Idrisiyah, Cisayong, Sabtu 17 Januari 2026, tidak hanya dipenuhi lantunan ayat suci dan barisan tamu undangan. Ada satu hal yang terasa lebih kuat: tekad untuk berubah. Dari ruang pesantren yang sarat tradisi, sebuah langkah besar dideklarasikan melalui Kick Off Transformasi Pesantren Idrisiyah dengan tema “Bertasawuf, Maju, Unggul, dan Mendunia.”

Sekitar seribuan lebih hadirin menjadi saksi, bahwa pesantren bukan sekadar penjaga nilai lama, tetapi juga penentu arah masa depan. Di antara jajaran pejabat pusat dan daerah yang hadir, tampak Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., yang baru menjabat, mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Kehadirannya menegaskan bahwa transformasi pendidikan dan pembinaan karakter bangsa adalah kerja bersama, termasuk unsur TNI yang selama ini dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

Rangkaian acara berjalan khidmat namun progresif. Dimulai dari lagu kebangsaan, pembacaan Al-Qur’an, hingga penayangan video transformasi yang menggambarkan perjalanan panjang Idrisiyah menuju wajah pendidikan yang lebih adaptif. Dalam sambutannya, pimpinan pesantren menegaskan bahwa menjadi manusia beruntung berarti berani berubah, dan perubahan itu harus bermuara pada lahirnya generasi yang cerdas akal, bersih hati, serta kokoh akhlaknya. Nilai **5T Tekun, Terampil, Toleran, Teladan, dan Takwa** ditegaskan sebagai fondasi karakter santri Idrisiyah.

Dialog lintas ruang pun terjadi melalui komunikasi virtual bersama alumni, mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan Idrisiyah dalam satu tarikan napas. Penandatanganan kerja sama dengan mitra pesantren serta apresiasi umroh bagi pendidik berprestasi menjadi simbol bahwa transformasi tidak berhenti di wacana, tetapi bergerak dalam aksi nyata.

Bupati Tasikmalaya, perwakilan Kementerian Agama RI, hingga Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menyampaikan pesan yang senada: pesantren adalah kekuatan strategis daerah dan bangsa. Pendidikan berbasis tasawuf yang dipadukan dengan kemajuan zaman diyakini mampu melahirkan generasi unggul yang tetap berpijak pada nilai kebangsaan dan kearifan lokal.

Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian Transformasi Pesantren Idrisiyah oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, disusul kultum dan doa oleh Pimpinan Umum Pesantren Idrisiyah. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik mula perjalanan panjang menuju pesantren yang berkiprah di tingkat nasional hingga global.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Dari Cisayong, Pesantren Idrisiyah mengirim pesan sederhana namun tegas: tasawuf tidak menghambat kemajuan, justru menjadi kompasnya.

Kamis, 01 Januari 2026

Menutup Tahun dengan Sujud dan Doa, Kodim 0612/Tasikmalaya Kirim Harapan dari Masjid At-Taqwa

Kodim 0612/Tasikmalaya
Momen Doa Bersama 

Tasikmalaya – Pergantian tahun tidak selalu harus dirayakan dengan gegap gempita. Di Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, malam akhir tahun justru dimaknai dengan keheningan, sujud, dan doa yang dipanjatkan bersama. Selasa, 31 Desember 2025, para prajurit dan PNS Kodim 0612/Tasikmalaya berkumpul dalam satu barisan iman, menghadap Sang Pencipta, menyambut Tahun Baru 2026 dengan hati yang tunduk dan penuh harap.

Doa bersama ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan ikhtiar batin untuk menutup lembaran tahun dengan introspeksi. Dalam suasana masjid yang khusyuk, lantunan doa mengalir sebagai pengakuan atas segala kekhilafan, sekaligus permohonan agar langkah pengabdian ke depan senantiasa berada dalam ridho Allah SWT.

Momentum tersebut juga menjadi ruang empati. Di tengah doa-doa yang terucap, terselip harapan tulus untuk saudara-saudara sebangsa di Aceh dan Sumatera yang tengah diuji oleh bencana alam. Jarak geografis tak menjadi sekat bagi kepedulian. Dari Tasikmalaya, doa dikirimkan agar para korban diberi kekuatan, keselamatan, dan jalan kemudahan dalam melewati masa sulit.

Bagi keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya, doa bersama ini adalah pengingat bahwa kekuatan sejati tidak hanya bersumber dari fisik dan kedisiplinan, tetapi juga dari kedalaman spiritual dan keteguhan iman. Prajurit dan PNS tidak hanya dituntut siap secara profesional, namun juga kuat secara batin dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Memasuki Tahun Baru 2026, doa-doa yang dipanjatkan menjadi pijakan awal untuk melangkah dengan niat yang lebih lurus, semangat yang diperbarui, dan kepedulian sosial yang terus dijaga. Dari Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, harapan pun dirajut: semoga Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dijauhkan dari segala musibah, serta dianugerahi kedamaian dan persatuan.

Selasa, 16 Desember 2025

Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya: Membicarakan yang Sering Dianggap Sunyi

 

Persit
Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya

Tasikmalaya — Ada hal-hal yang kerap dianggap tak pantas dibicarakan keras-keras, padahal dampaknya sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Penyakit Menular Seksual dan HIV-AIDS adalah salah satunya. Bukan karena terlalu jauh, tetapi karena sering diselimuti rasa tabu.

Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya memilih untuk tidak diam. Pada Selasa, 16 Desember 2025, Persit menghadirkan ruang edukasi kesehatan yang tidak menghakimi, tidak menakut-nakuti, namun menguatkan melalui kegiatan Sosialisasi Kesehatan tentang Penyakit Menular Seksual dan HIV-AIDS.

Sebagai narasumber, dr. Deden Danial Bunyamin, dokter dari Rumkitban Galunggung Tasikmalaya, menyampaikan materi dengan pendekatan yang membumi. Ia mengajak para peserta memahami bahwa PMS dan HIV-AIDS bukan untuk dijauhi dengan stigma, melainkan dikenali dengan pengetahuan. Cara penularan, dampak kesehatan, hingga langkah pencegahan dijelaskan secara lugas dan mudah dipahami.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Fara Yan Octa Rombenanta. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa literasi kesehatan adalah bentuk perlindungan paling awal bagi keluarga.

“Keberanian seorang ibu untuk belajar dan memahami adalah awal dari keluarga yang sehat,” ungkapnya.

Turut hadir Pasipers Kodim 0612/Tasikmalaya sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Persit dalam membangun kesadaran kesehatan di lingkungan keluarga besar TNI. Kehadiran ibu-ibu Persit sebagai peserta menambah suasana diskusi yang hangat dan terbuka, mencerminkan tingginya kepedulian terhadap isu kesehatan yang sering disalahpahami.

Melalui kegiatan ini, Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya menegaskan bahwa menjaga kesehatan keluarga tidak selalu dimulai dari ruang perawatan, tetapi dari ruang kesadaran. Dari keberanian untuk membicarakan hal-hal yang selama ini sunyi, demi masa depan keluarga yang lebih sehat, kuat, dan berdaya.


Senin, 15 Desember 2025

Usai Upacara, Pengabdian Dilanjutkan: Tali Asih untuk Veteran dan Warakawuri di Hari Juang TNI AD


Bakti Sosial
Pemberian Tali Asih Ke Salah Satu Veteran 

Tasikmalaya — Senin, 15 Desember 2025, Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya belum sepenuhnya sunyi setelah Upacara Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat berakhir. Di tempat yang sama, makna Hari Juang justru berlanjut dalam wujud yang lebih sederhana, namun sarat rasa : bakti sosial pemberian tali asih kepada para veteran dan warakawuri.

Kegiatan bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor Inf Deni Zaenal Mutaqien, S.Sos., M.IP, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang TNI AD. Tanpa barisan pasukan dan aba-aba komando, suasana berubah menjadi lebih hangat dan personal. Sapaan, jabat tangan, dan senyum menjadi bahasa utama pengabdian.

Pemberian tali asih ini bukan sekadar bantuan simbolik. Ia adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang lebih dahulu berjuang para veteran yang pernah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan masa muda demi tegaknya bangsa, serta para warakawuri yang setia menopang perjuangan dalam senyap.

Hari Juang TNI AD pada momentum ini seolah menemukan makna utuhnya. Jika upacara menjadi ruang pengingat sejarah, maka bakti sosial menjadi bukti bahwa semangat juang itu terus hidup dalam kepedulian nyata. Nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI tidak berhenti di lapangan upacara, tetapi diterjemahkan dalam tindakan kemanusiaan.

Kasdim 0612/Tasikmalaya menegaskan bahwa perhatian kepada veteran dan warakawuri merupakan bagian tak terpisahkan dari jati diri TNI AD. Pengabdian kepada bangsa tidak mengenal garis waktu; ia terus mengalir dari generasi ke generasi prajurit.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI AD tidak hanya tercermin dari kedisiplinan pasukan, tetapi juga dari kepekaan hati terhadap mereka yang telah berjasa. Dalam suasana yang sederhana, Hari Juang kembali menemukan ruhnya tentang menghormati masa lalu, merawat kebersamaan, dan menjaga nilai kemanusiaan.

Di Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya, Senin itu, Hari Juang tidak ditutup dengan aba-aba. Ia ditutup dengan doa, rasa hormat, dan komitmen untuk terus melanjutkan pengabdian.

Hari Juang TNI AD ke-80 : Dari Lapangan Upacara Makodim 0612/Tasikmalaya, TNI AD Meneguhkan Janji

Hari Juang TNI AD

Kasdim membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.

Tasikmalaya — Pada Senin 15 Desember 2025 Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya pagi itu tidak sekadar menjadi ruang baris-berbaris. Ia menjelma menjadi ruang pengingat, tempat para prajurit TNI Angkatan Darat menundukkan kepala sejenak, meneguhkan kembali janji pengabdian yang diwariskan oleh sejarah perjuangan bangsa.

Dalam Upacara Peringatan Hari Juang TNI AD ke-80 Tahun Anggaran 2025, Inspektur Upacara Kasdim 0612/Tasikmalaya, Mayor Inf Deni Zaenal Mutaqien, S.Sos., M.IP, membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Sebuah amanat yang tidak hanya berbicara tentang tugas, tetapi juga tentang realitas yang tengah dihadapi rakyat Indonesia: bencana yang datang silih berganti.

Kasad menegaskan bahwa meningkatnya frekuensi bencana alam menjadi ujian nyata bagi nilai-nilai dasar keprajuritan. Di saat rumah runtuh, sawah terendam, dan harapan masyarakat terguncang, kehadiran prajurit TNI AD bukan lagi sebatas simbol negara, melainkan wujud nyata kemanusiaan.

Nilai itu sejatinya telah lama tertanam dalam Sapta Marga, ketika prajurit menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kesiapannya mengabdi tanpa pamrih. Ia juga terpatri dalam Sumpah Prajurit, bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan kehormatan.

Lebih dari itu, amanat Kasad seolah mengajak seluruh prajurit untuk kembali menghidupkan Delapan Wajib TNI dalam praktik nyata: menjadi pelindung rakyat, bersikap sederhana, membantu kesulitan masyarakat, serta menjaga sikap dan tutur kata di tengah kehidupan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi kompas moral TNI AD saat berada di garis terdepan penanggulangan bencana maupun dalam tugas pembinaan teritorial.

Hari Juang TNI AD tidak lahir dari ruang komando yang nyaman, melainkan dari keringat dan pengorbanan prajurit bersama rakyat. Semangat itulah yang kembali digaungkan dalam upacara ini bahwa kekuatan TNI AD sejatinya terletak pada kemanunggalannya dengan rakyat.

Melalui peringatan Hari Juang ke-80, prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya diingatkan bahwa medan juang hari ini bukan hanya soal pertahanan negara, tetapi juga tentang kepekaan sosial, kecepatan bertindak, dan ketulusan melayani masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Upacara pun ditutup dengan kesadaran kolektif bahwa Sapta Marga bukan sekadar hafalan, Sumpah Prajurit bukan sekadar seremonial, dan Delapan Wajib TNI bukan sekadar aturan. Ketiganya adalah janji hidup prajurit TNI AD janji yang harus terus dijaga, terutama ketika rakyat paling membutuhkan kehadiran negara.

DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...