Powered By Blogger

Minggu, 29 Juni 2025

TPT Longsor di Taraju, Satu Anak Meninggal Dunia: Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem


Longsor di Taraju
Lokasi Penyelamatan Korban 

Taraju, Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Taraju sejak pagi mengakibatkan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di kawasan pemukiman warga Kampung Mekarjaya RT 043/001, Desa Cikubang, mengalami longsor pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut berdampak pada dua rumah warga dan menutup jalur lingkungan sekitar.

Lebih tragis lagi, dalam insiden tersebut dilaporkan satu anak meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa musim hujan di wilayah perbukitan seperti Taraju menyimpan risiko tinggi, terutama bagi permukiman yang berada di area lereng dan tepi tebing.


Respons Cepat Aparat dan Masyarakat

Informasi awal diterima oleh petugas sekitar pukul 19.30 WIB melalui laporan dari anggota Linmas dan Kepala Desa Cikubang. Tanggap darurat langsung dilakukan oleh unsur desa, Babinsa, anggota Polsek Taraju, serta masyarakat setempat yang bergotong royong membantu mengevakuasi area terdampak dan mensterilkan lokasi.

Babinsa Desa Cikubang segera melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah desa, dan relawan setempat. Upaya penyelamatan serta pendataan dilakukan dengan cepat dan penuh kehati-hatian di tengah kondisi tanah yang masih labil.


Jalan Tertutup, Warga Dihimbau Waspada

Longsoran yang terjadi menyebabkan akses jalan lingkungan tertutup sepenuhnya oleh material tanah dan puing TPT. Hingga saat ini, belum ada laporan pengungsian massal, namun pihak aparat dan relawan tetap berjaga untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Masyarakat sekitar dihimbau untuk tidak panik namun tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun. Kondisi geografis dengan kontur tanah rawan longsor membuat area ini perlu perhatian ekstra, baik dari segi pemetaan risiko maupun mitigasi jangka panjang.


Langkah Ke Depan: Kesadaran Bencana Adalah Tanggung Jawab Bersama

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif antara warga, pemerintah, dan seluruh unsur pengaman wilayah. Ke depan, perlindungan terhadap infrastruktur pemukiman yang berada di titik rawan harus ditingkatkan, termasuk edukasi kebencanaan di tingkat keluarga dan komunitas.

Musibah tidak pernah diundang, namun sikap waspada dan terorganisir bisa menjadi benteng penyelamat. Kesedihan atas kehilangan nyawa seorang anak dalam peristiwa ini menjadi luka bersama, dan sekaligus pengingat agar setiap elemen masyarakat lebih sigap menjaga keselamatan lingkungan sekitarnya.


Sabtu, 28 Juni 2025

Semangat Tarung Drajat Menggema di Dadaha: 140 Peserta Tunjukkan Sportivitas Sejati dalam Kejursat Se-Tasikmalaya 2025

Tarung Drajat
Antusiasme Peserta Dari 17 Satuan Latihan
Se-Tasikmalaya 


Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

GOR Susi Susanti, yang berdiri kokoh di tengah Komplek Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya, kembali menjadi panggung semangat juang dan persaudaraan. Kali ini, lewat Kejuaraan Antar Satlat (Kejursat) Tarung Drajat Se-Tasikmalaya Tahun 2025, yang resmi dibuka dengan antusiasme tinggi dari 140 peserta dari 17 satuan latihan (Satlat) se-Tasikmalaya.

Lebih dari sekadar turnamen, Kejursat ini menjadi ruang tumbuh generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga tangguh dalam karakter. Tarung Drajat, sebagai olahraga asli Indonesia, kembali membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan hanya soal otot, tapi juga soal integritas, solidaritas, dan nilai kemanusiaan.


Bukan Sekadar Pertarungan, Tapi Perayaan Disiplin dan Persaudaraan

Acara pembukaan berlangsung sejak pagi dengan suasana tertib dan penuh semangat. Peserta dari berbagai daerah Tasikmalaya hadir mengenakan seragam kebanggaan masing-masing, membawa energi yang sama: bertarung dengan sikap ksatria dan sportif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh olahraga daerah. Mewakili banyak pihak dari wilayah Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya, kehadiran mereka memperkuat komitmen bersama untuk terus mendorong pembinaan olahraga bela diri yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter.


Tarung Drajat, Olahraga yang Menyatukan Banyak Nilai

Lebih dari seni bela diri, Tarung Drajat adalah sistem pendidikan fisik dan mental. Di dalamnya, terkandung filosofi untuk menghormati lawan, menghargai proses, dan membentuk ketangguhan yang membumi. Kejursat ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi jembatan lintas usia, wilayah, bahkan profesi—semua bersatu lewat gerakan, semangat, dan tujuan yang sama.

Sebagai ajang pembinaan, Kejursat bukan hanya melahirkan atlet, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang memiliki mental petarung dan sikap pantang menyerah.


Dari Tasikmalaya untuk Indonesia: Membangun Karakter Lewat Bela Diri

Kegiatan Kejursat Tarung Drajat 2025 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, melainkan menjadi fondasi kuat dalam pembangunan karakter generasi muda di Tasikmalaya. Terlebih, semangat yang dibangun dalam arena juga mencerminkan nilai-nilai lokal yang menjunjung tinggi kebersamaan dan etika.

Di tengah tantangan zaman yang penuh distraksi, hadirnya Kejursat ini adalah pesan kuat: bahwa olahraga bela diri tetap relevan, membumi, dan mampu menjadi sarana pembentukan jati diri yang kokoh.

Dari arena Tarung Drajat di Dadaha, semangat petarung sejati kembali digemakan. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk membangun diri, komunitas, dan masa depan yang lebih kuat.


Tebing Longsor di Tapal Kuda Salawu, Akses Jalan Nasional Tertutup Sementara

 

Longsor di Tapal Kuda Salawu
Kolaborasi Pemulihan Di Tempat Longsor 

Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tasikmalaya sejak dini hari menyebabkan tebing longsor di jalur utama penghubung Garut–Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Tapal Kuda, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu. Material longsoran menutup seluruh badan jalan, mengakibatkan akses tidak bisa dilalui kendaraan dari kedua arah.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 06.10 WIB, sesaat setelah laporan awal diterima oleh aparat pada pukul 06.20 WIB melalui telepon dari seorang pengendara motor yang melintas di lokasi. Babinsa setempat segera merespons laporan tersebut dengan mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi cepat bersama relawan serta aparat desa.


Respons Cepat di Tengah Ancaman Alam

Bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, longsoran tanah dan bambu cukup tebal dan luas hingga menutupi seluruh permukaan jalan. Meski kondisi saat kejadian relatif sepi, potensi bahayanya tinggi, mengingat jalur tersebut adalah akses vital bagi masyarakat dan kendaraan antarkota.

Babinsa bersama unsur masyarakat, relawan, dan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum telah mulai melakukan upaya pembersihan material longsor. Dalam tahap awal, dilakukan evakuasi manual untuk membuka sebagian jalur agar kendaraan darurat bisa melintas.


Kondisi Terkini dan Imbauan

Hingga laporan ini disusun, jalan belum dapat dilalui baik dari arah Singaparna menuju Garut maupun sebaliknya. Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur tersebut sementara waktu dan mencari alternatif rute lain hingga proses pembersihan selesai dan kondisi dinyatakan aman.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah dengan kontur pegunungan dan tebing curam seperti Kecamatan Salawu. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu utama kejadian longsor, khususnya di area yang belum diperkuat secara struktural.


Langkah Kolaboratif untuk Pemulihan

Dalam situasi darurat ini, kolaborasi lintas unsur sangat diandalkan. Mulai dari masyarakat lokal, aparat kewilayahan, hingga dinas teknis bergerak bersama tanpa menunggu komando pusat. Respon awal cepat menjadi faktor kunci dalam mencegah risiko lebih besar dan mempercepat pemulihan akses jalan.

Ke depan, mitigasi bencana dan penguatan struktur tanah di jalur rawan longsor perlu ditingkatkan agar kejadian serupa dapat dihindari. Musim hujan tak hanya membawa air, tapi juga peringatan: bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama.

Kamis, 26 Juni 2025

Kodim 0612/Tasikmalaya Raih Gelar Juara Turnamen Mini Soccer Bhayangkara ke-79: Lebih dari Sekadar Kemenangan

Kodim 0612/Tasikmalaya
Perayaan Kemenangan Bersama Kapolres Kabupaten  Tasikmalaya 


Tasikmalaya, 26 Juni 2025 Di bawah langit cerah dan semangat yang membara, lapangan mini soccer Polres Tasikmalaya menjadi saksi lahirnya juara baru dalam perhelatan Turnamen Mini Soccer memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Kodim 0612/Tasikmalaya menutup turnamen dengan gemilang, merebut gelar juara usai mengalahkan tim Pemkab Tasikmalaya dengan skor mencolok 3-0.

Di balik kemenangan tersebut, tersimpan semangat kolektif, kerja sama tanpa pamrih, dan dedikasi luar biasa dari tim Kodim FC yang tampil solid dari awal hingga akhir turnamen. Di bawah arahan Coach Eko, tim menunjukkan performa agresif dan koordinasi matang, yang menjadi kunci utama keberhasilan mereka menaklukkan lawan-lawan tangguh di sepanjang kompetisi.

Final berlangsung sengit namun fair play, menjadi hiburan menarik yang disaksikan langsung oleh para pendukung, keluarga besar TNI-Polri, dan masyarakat yang memadati tribun lapangan. Setiap gol yang tercipta bukan hanya buah dari strategi dan kekuatan fisik, tetapi juga dari semangat kebersamaan yang tak tergoyahkan.

Momen puncak turnamen ditandai dengan penyerahan trofi juara kepada tim Kodim 0612/Tasikmalaya oleh Kapolres Tasikmalaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat sportivitas semua peserta serta menegaskan pentingnya sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam membangun kebersamaan dan stabilitas di tengah masyarakat.

Turnamen ini menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan piala ia menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antarlembaga bisa tumbuh dalam atmosfer persahabatan, saling menghormati, dan semangat membangun Tasikmalaya yang lebih harmonis.

Selamat kepada Kodim 0612/Tasikmalaya atas kemenangan yang inspiratif. Semoga semangat ini terus menyala dan menjalar ke berbagai lini kehidupan masyarakat.


Pestok Tasikmalaya 2025: Tradisi Patok Domba dan Kambing Menjadi Simbol Ketangguhan Budaya Rakyat

Tradisi Patok Domba dan Kambing
Domba dan Kambing Tampil Sebagai
“Atlet Budaya”


Tasikmalaya, Rabu  26 Juni 2025

Ribuan pasang mata tertuju pada arena lapangan upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Suara sorak sorai berpadu dengan derap kaki domba yang memasuki arena. Bukan sekadar tontonan biasa, inilah Pestok Pesta Patok Domba dan Kambing, tradisi rakyat yang tetap berdiri tegak di tengah arus modernisasi.

Pestok tahun ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milangkala Kabupaten Tasikmalaya ke-393 dan Hari Bhayangkara ke-79. Tradisi ini menjadi simbol nyata bagaimana masyarakat Tasikmalaya menjaga warisan leluhur sambil terus melangkah maju.


Kehadiran Beragam Elemen, Bersatu dalam Budaya

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting yang mewakili institusi pemerintahan, keamanan, hingga elemen masyarakat. Hadir secara kolektif dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, mulai dari unsur pemerintahan daerah, TNI-Polri, lembaga legislatif, unsur penegakan hukum, tokoh peternakan lokal, serta berbagai komunitas pecinta domba.

Tanpa ada tokoh yang ditonjolkan, kehadiran mereka semua menjadi simbol kesetaraan dalam merayakan budaya dimana pejabat, petani, santri, hingga anak-anak sekolah berdiri sejajar di sisi arena, menjadi bagian dari perayaan yang menghidupkan.


Domba dan Kambing, Lebih dari Sekadar Ternak

Dalam perhelatan ini, domba dan kambing tampil sebagai “atlet budaya” yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan: bahwa kemandirian masyarakat bisa dibangun dari apa yang diwariskan. Pestok mengajarkan nilai perawatan, ketelatenan, serta kecintaan pada tradisi.

Setiap patokan bukan hanya soal adu kekuatan, tapi juga ketajaman strategi, kedekatan emosional antara manusia dan hewan peliharaannya, serta kebanggaan terhadap hasil ternak sendiri. Di sinilah budaya dan ekonomi saling bertautan.


Ruang Belajar yang Menghibur

Pestok tidak hanya menyuguhkan tontonan, tetapi juga memberi ruang edukasi. Bagi generasi muda, kegiatan ini memperkenalkan pentingnya peran peternakan tradisional. Bagi peternak, ini menjadi ajang pembuktian dan apresiasi. Bagi masyarakat umum, ini menjadi sarana melepas penat sambil merekatkan kebersamaan.

Lebih dari itu, Pestok juga memperlihatkan bahwa kegiatan lokal bisa dikemas sebagai destinasi budaya yang menarik dan berkarakter, memperkuat identitas daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai modern.


Tasikmalaya: Daerah yang Tumbuh Tanpa Lupa Akar

Di usia ke-393, Tasikmalaya memberi pelajaran penting: bahwa perkembangan tidak harus menjauh dari budaya. Pestok adalah contohnya. Di tengah gegap gempita zaman digital, tradisi lokal masih punya tempat tidak hanya di panggung kecil, tapi di hati masyarakat yang menyambutnya dengan gembira.

Pestok 2025 bukan sekadar peristiwa, melainkan napas hidup masyarakat. Di sinilah tradisi bukan untuk dikenang, melainkan untuk dijalani bersama dengan semangat yang setara, berbudaya, dan penuh cinta pada tanah sendiri.


Pawai Ta’aruf Manonjaya: Ketika 1 Muharam Menjadi Panggung Hijrah Kolektif dan Wajah Harmoni Tasikmalaya

Pawai Ta’aruf 1 Muharam
Kemeriahan Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 


Manonjaya, Kamis 26 Juni 2025

Saat matahari baru saja menapak langit timur, Alun-Alun Manonjaya bukan lagi sekadar ruang terbuka hijau. Ia menjelma menjadi ladang spiritual. Hari itu, Kamis pagi yang hangat, ribuan langkah berpadu dalam satu irama: menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H.

Lebih dari tiga ribu jiwa santri, pelajar, para kiai, pimpinan pondok, ibu-ibu majelis taklim, aparat, hingga tokoh masyarakat turut serta dalam Pawai Ta’aruf. Ini bukan sekadar pawai. Ini adalah deklarasi bersama: bahwa hijrah bukan hanya kenangan sejarah, tetapi gerak nyata menuju nilai-nilai kebaikan hari ini.


Bukan Sekadar Barisan, Ini Iring-Iringan Spirit

Dengan rute yang menghubungkan Alun-Alun Manonjaya hingga Pondok Pesantren Miftahul Huda di Desa Kalimanggis, lautan manusia berjalan penuh takzim. Di tangan mereka berkibar bendera bertuliskan kalimat thayyibah, di bibir mereka mengalun sholawat, dan di hati mereka terpatri semangat hijrah: dari gelap menuju cahaya, dari ego menuju harmoni.

Di tengah barisan, hadir figur-figur penjaga ruang sosial Manonjaya. Camat, Danramil, Kapolsek, Ketua DMI, Ketua DKM, Majelis NU, Kepala Desa Kalimanggis, para pimpinan ponpes, serta dewan kiai Pesantren Miftahul Huda, berjalan berdampingan. Tak ada sekat jabatan, hanya ada satu panggilan: ukhuwah.


Danramil Bicara Cinta Tanah Air dan Tradisi

Danramil 1208/Manonjaya, yang turut menyusuri barisan bersama masyarakat, menyampaikan pesan yang menukik namun menghangatkan:

“Ini bukan sekadar tradisi yang berulang setiap tahun. Ini adalah perwujudan Islam yang damai, yang mencerahkan, dan mencintai tanah air. Pawai ini menjadi ruang terbuka untuk menyatukan umat, menyambungkan instansi, dan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kita semua bagian dari perjalanan hijrah itu sendiri.”


Keamanan Adalah Kolaborasi, Bukan Instruksi

Pawai Ta’aruf tahun ini berlangsung aman dan tertib, bukan karena instruksi, tetapi karena sinergi: antara TNI-Polri, pemerintah kecamatan, panitia lokal, relawan, dan masyarakat. Semua berjalan dalam skenario yang tertulis rapi: gotong royong.

Tidak ada keributan, tidak ada kerusuhan, hanya suara sholawat, tawa anak-anak, dan aura religius yang terasa hidup di sepanjang jalan.


Tahun Baru Islam Bukan Hanya Kalender Baru

Lebih dari seremoni, 1 Muharam di Manonjaya hadir sebagai refleksi publik. Tentang pentingnya berhijrah, bukan hanya secara spiritual, tapi juga sosial. Menjadi masyarakat yang lebih sadar, lebih peduli, dan lebih solid.

Pawai yang berakhir di lingkungan Pesantren Miftahul Huda bukan berarti perjalanan selesai. Justru di situlah dimulai: saat pendidikan, keagamaan, dan budaya bersatu menjadi fondasi hidup bermasyarakat.

Manonjaya hari itu tak hanya mengarak manusia, tapi juga mengarak harapan: bahwa masa depan yang religius, inklusif, dan penuh toleransi adalah sesuatu yang bisa diraih asal semua mau berjalan bersama.


Sabtu, 21 Juni 2025

PAKSI DPD Tasikmalaya Resmi Dikukuhkan: Ketika Hukum, Budaya, dan Kemandirian Bertemu dalam Satu Ruang

PAKSI DPD Tasikmalaya
Paguyuban Advokat Sunda Indonesia (PAKSI) DPD Tasikmalaya.


Sabtu sore di Tasikmalaya bukan hanya tentang angin sejuk atau lalu lintas santai menuju malam. Tanggal 21 Juni 2025 menjadi saksi, saat sekumpulan pemikir hukum dan penjaga nilai-nilai Sunda berkumpul, bukan untuk berdebat, tapi untuk satu tujuan: mengukuhkan tekad bersama melalui Paguyuban Advokat Sunda Indonesia (PAKSI) DPD Tasikmalaya.

Bertempat di Kota Tasikmalaya, pengukuhan kepengurusan PAKSI periode 2025–2030 berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh simbol. Prosesi bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi bahwa hukum bisa berjalan beriringan dengan akar budaya.

Acara dimulai tepat pukul 16.00 WIB. Tak ada panggung mewah, tapi yang hadir adalah orang-orang dengan visi besar. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, diikuti penayangan profil DPP PAKSI yang seolah menjadi cermin tentang bagaimana hukum bisa membumi di tanah Sunda.

Ketua Pelaksana, Agung Firdaus, S.H., membuka lembaran pertemuan dengan semangat. “PAKSI bukan hanya tempat berkumpul para advokat. Ini rumah pemikiran, tempat nilai Sunda dilestarikan dalam bingkai konstitusi,” ungkapnya, lugas.

Sambutan pun hadir dari Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Tasikmalaya, Maman Rohman Setiadi, mewakili Wali Kota. Dalam narasi yang tenang tapi berisi, ia menyampaikan apresiasi kepada PAKSI yang membawa aroma segar dalam dinamika hukum lokal.

Lalu hadir sosok Zaideni Herdiasin, S.H., Ketua Harian DPP PAKSI Jawa Barat. Tak seperti pidato formal kebanyakan, ia bicara seperti berbagi cerita tentang idealisme, keberpihakan, dan pentingnya menjaga hukum tetap manusiawi. “Hukum tak selalu kaku. Ia bisa hangat, ketika dipadukan dengan nilai-nilai budaya yang telah hidup jauh sebelum kitab undang-undang lahir,” ujarnya.

Prosesi pengukuhan berjalan sederhana namun sarat makna. Asep Heri Kusmayadi resmi memimpin PAKSI DPD Tasikmalaya Raya untuk lima tahun ke depan. Di tangannya, para advokat diharapkan bukan hanya menjadi pembela hukum, tapi juga penjaga etika lokal.


Yang Hadir Bukan Sembarang Nama

Barisan tamu undangan yang hadir menambah bobot acara. Di antaranya:

• Letda Inf. Mahpudin, S.M., mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya

• Letda Sus Welly Gita Pratama dari Lanud Wiriadinata

• Boli Rahmany, Sekretaris Umum DPP PAKSI

• H. Encep Nur Jamal, S.H., M.H., Bendahara DPC PERADI Tasikmalaya

• Paus Kamaludin dari Dewan Pengawas DPP

• Seluruh jajaran pengurus dan anggota PAKSI DPD Tasikmalaya Raya periode 2025–2030

Acara ditutup tanpa hingar-bingar. Tidak ada lampu sorot yang menyilaukan, hanya semangat yang menyala. PAKSI DPD Tasikmalaya kini telah berdiri, bukan sebagai simbol kosong, tapi sebagai perwujudan bahwa hukum bisa tetap setia pada kearifan lokal.

Dan sore itu, Tasikmalaya sekali lagi membuktikan: ketika advokat berbicara dalam bahasa rakyat, hukum tidak lagi terasa jauh.


Jumat, 20 Juni 2025

Tragedi Sunyi di Bojongasih: Seorang Ibu Tiga Anak Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gantung Diri

Gantung Diri
Lokasi Kejadian 


Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 20 Juni 2025  Suasana duka menyelimuti warga Kampung Kebon Tujuh, RT 01 RW 03, Dusun Madur, Desa Bojongasih, Kecamatan Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya, setelah seorang ibu rumah tangga berinisial YN (32) ditemukan meninggal dunia akibat tindakan gantung diri di kediamannya.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, bertepatan dengan waktu Salat Jumat. Berdasarkan keterangan keluarga, YN sebelumnya sempat keluar rumah menuju bekas pabrik di sekitar kampung untuk mencari anaknya yang berinisial H (12). Setelah kembali, diduga YN melakukan aksi bunuh diri saat rumah dalam keadaan sepi dan tertutup rapat.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, H, sepulang dari masjid. Ia sontak terkejut mendapati ibunya dalam keadaan tergantung di area dapur menggunakan kain. H langsung memberi tahu anggota keluarga lainnya dan warga sekitar untuk meminta pertolongan.

Babinsa Desa Bojongasih dari Koramil 1217/Bantarkalong bersama Bhabinkamtibmas dari Polsek Bojongasih segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Mereka melakukan koordinasi untuk evakuasi serta pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain maupun kerugian materiel dalam kejadian tersebut.

Korban, yang merupakan warga asli Desa Bojongasih, meninggalkan tiga orang anak. Pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat ini turut mendampingi keluarga, memberikan dukungan moral, dan berkoordinasi dengan aparat desa dalam penanganan lanjut, termasuk trauma healing bagi anak-anak yang ditinggalkan.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua tentang pentingnya kepekaan terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar kita. Tekanan hidup yang tak terlihat kadang dapat membebani secara berat tanpa kita sadari. Dukungan keluarga, komunitas, serta akses terhadap bantuan psikologis sangat diperlukan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda sedang menghadapi tekanan berat, jangan ragu untuk bicara. Bantuan tersedia. Anda tidak sendirian.


Solid di Lapangan, Kompak di Masyarakat: Olahraga Bersama Warnai Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Tasikmalaya

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79
Suasana Semangat Kebersamaan 


Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 20 Juni 2025  Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, Polres Tasikmalaya menggelar kegiatan olahraga bersama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Apel Mapolres Tasikmalaya, Jalan Raya Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Acara ini menjadi momentum simbolik sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan dimulai pada pukul 07.10 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolres Tasikmalaya, AKBP Haris Dinzah, S.H., S.I.K., M.H., selaku penanggung jawab acara. Lebih dari 250 peserta turut hadir, termasuk Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, serta para pejabat dari TNI, Kejaksaan, DPRD, dan unsur Forkopimda lainnya.

Turut hadir dalam momen ini antara lain: Mayor Chk. Wawan Sopwan mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya, Heru Widjatmiko, S.H., M.H. selaku Kajari Kabupaten Tasikmalaya, Kapten Inf. Agus Arifin dari Brigif R/13/Galuh Kostrad, Mayor Adm Erfan Afandi mewakili Danlanud Wiriadinata, Drs. Budi Ahdiat selaku Ketua DPRD, serta unsur Brimob, Sub Denpom, dan satuan-satuan lainnya bersama para istri: Persit, Bhayangkari, Pia Ardhya Garini, hingga Bayangkari Brimob.

Kegiatan diawali dengan apel olahraga bersama yang dilanjutkan sambutan dari Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas undangan Kapolres dan mengucapkan selamat Hari Bhayangkara kepada seluruh jajaran Polri. Ia juga menyoroti pentingnya kekompakan seluruh unsur keamanan dalam menjaga kondusivitas daerah, terlebih setelah suksesnya penyelenggaraan Pilkada yang berlangsung aman dan tertib.

Usai apel, semangat kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti senam aerobik dan jalan sehat sejauh tiga kilometer. Rute jalan sehat dimulai dari Mapolres Tasikmalaya dan melintasi Simpang Durung, Warung Legok, Taneuh Buruem, hingga Kaum Mangunreja sebelum kembali ke titik awal.

Momen Kegiatan 

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, sarapan pagi bersama, serta pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi dan hiburan. Suasana keakraban dan penuh semangat tampak menyatu di antara seluruh peserta, menjadi cerminan kekompakan dalam mengabdi kepada masyarakat.

Acara berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Hari Bhayangkara ke-79 bukan hanya diperingati sebagai tradisi institusi Polri, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengabdian untuk negeri harus selalu dijalankan dalam semangat persatuan dan kolaborasi.


Kamis, 19 Juni 2025

Dari Tanah, Tumbuh Harapan: Pelantikan HKTI Kota Tasikmalaya Digelar di Tengah Hijau KWT Kenanga

Pelantikan HKTI Kota Tasikmalaya
Momen Pelantikan HKTI Wilayah Kota Tasikmalaya 


Kota Tasikmalaya, Kamis 19 Juni 2025 – Di tengah hamparan tanaman produktif milik para wanita tani, sebuah momentum penting lahir: Pelantikan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Wilayah Kota Tasikmalaya resmi digelar di lingkungan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga, Kampung Nyanggahurip, RT 03 RW 02, Kelurahan Margabakti, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Pelantikan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, menyatu dengan denyut kehidupan para petani. Simbolis dan penuh makna, kegiatan ini tak digelar di hotel atau aula besar, melainkan di tengah-tengah komunitas tani tempat di mana HKTI hendak berakar.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dari berbagai lintas sektor. Di antaranya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil 15 Fraksi Gerindra, Haris Sanjaya, M.I.Pol., Sekretaris DPD HKTI Jabar Yayat S. Adhie, S.E., M.M., Wakil Ketua Bidang OKK DPD HKTI Budianto, serta Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA.

Kodim 0612/Tasikmalaya turut hadir melalui Danramil 1209/Cibeureum sebagai perwakilan Dandim 0612/Tsm, dan dukungan pengamanan hadir dari Kanit Intel Polresta Tasikmalaya Ipda Enung, serta Kapten Lek Agus Nugroho mewakili Danlanud Wiriadinata. Selain itu, acara turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK dr. Elvira Kamarrow Putri, Anggota Komisi II DPRD Kota H. Andi Warsandi, S.E.,, Plt Kadis Pertanian Gun Gun Pahlagunara, S.IP, Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Apt. Asep Saepulloh, S.Farm., MPH., serta Ketua DPC HKTI Kota Tasikmalaya H. Gilman Mawardi, S.Pd.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta doa pembuka. Dalam laporan panitia pelaksana, Dr. Dedi Natawijaya, Drs., M.S., menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan struktur organisasi HKTI di daerah, sekaligus menandai semangat baru gerakan pertanian rakyat di tingkat kota.

Sambutan dari Walikota Tasikmalaya menyampaikan harapan agar HKTI mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan, pemberdayaan petani, serta integrasi sektor pertanian dengan teknologi dan pasar. Beliau juga mengapresiasi dipilihnya KWT Kenanga sebagai lokasi pelantikan, karena mencerminkan kedekatan organisasi dengan masyarakat tani secara nyata.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelantikan resmi Ketua HKTI Kota Tasikmalaya dan jajarannya, yang disaksikan oleh seluruh undangan dan tamu kehormatan. Pelantikan ini juga memperkuat peran HKTI sebagai organisasi non-partisan yang memfasilitasi aspirasi, perlindungan, dan peningkatan kapasitas petani di tingkat lokal.

Kegiatan berlangsung tertib dan aman hingga selesai, meninggalkan kesan mendalam bahwa pertanian tidak hanya berbicara soal hasil panen, tetapi juga menyangkut tata kelola, kemandirian, dan masa depan pangan bangsa. Dari ladang KWT Kenanga yang subur, tekad baru tumbuh untuk menjadikan pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah.


Bukan Sekadar Seragam: Ketika Semangat Bela Negara Ditanamkan dari Aula Kecil di Cihideung

Pembukaan Pendidikan Bela Negara
Sambutan Kaban Kesbangpol
Drs. Ade Hendar, MM


Kota Tasikmalaya, Rabu 19 Juni 2025 – Di tengah tantangan kebangsaan yang makin kompleks, kesadaran akan pentingnya bela negara tak lagi bisa hanya dibebankan kepada militer. Hal inilah yang menjadi dasar digelarnya Pembukaan Pendidikan Bela Negara bagi Masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dengan tema “Peran serta masyarakat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Kegiatan yang digagas oleh Kesbangpol Kota Tasikmalaya dan dipimpin langsung oleh Kaban Kesbangpol, Drs. Ade Hendar, MM, ini diikuti oleh sekitar 75 peserta dari unsur Linmas. Hadir pula dalam pembukaan tersebut Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., Danramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, dan sejumlah tokoh pemerintahan tingkat kota dan kecamatan.

Dalam sambutannya, Drs. Ade Hendar menekankan bahwa bela negara bukan hanya urusan TNI dan Polri, tetapi tanggung jawab setiap warga negara. Pendidikan bela negara ini bertujuan membentuk karakter masyarakat yang tangguh, berjiwa patriotik, dan sadar akan nilai-nilai Pancasila. Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan ini akan dilaksanakan secara maraton di sepuluh kecamatan untuk menyebarluaskan semangat kebangsaan sekaligus menangkal ancaman ideologis seperti radikalisme, intoleransi, dan hoaks.

Sementara itu, Dandim 0612/Tasikmalaya, dalam sambutan sekaligus pernyataan pembukaan resmi kegiatan, menegaskan peran Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat desa dan kelurahan. “Linmas adalah mata dan telinga negara di tengah masyarakat. Tugas kalian bukan sekadar hadir, tapi menjadi teladan dan penjaga harmoni sosial,” tegasnya.

Letkol Arm Yan Octa Rombenanta juga menambahkan bahwa pelatihan bela negara bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dan integritas nasional di akar rumput. “Mari kita bangun negeri ini dari ruang-ruang kecil, dari tindakan-tindakan sederhana, namun bermakna bagi keutuhan bangsa,” ujarnya, sebelum menutup sambutan dengan pernyataan resmi pembukaan acara.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Dandim dan Kaban Kesbangpol, serta penyampaian materi bela negara oleh Danramil 1201/Tawang Kapten Inf Abdul Saleh, yang memberikan pembekalan tentang disiplin, tanggung jawab, serta peran Linmas dalam sistem pertahanan semesta.

Meski digelar hanya dalam waktu singkat, kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh semangat. Di luar seremoni, yang tertinggal adalah komitmen bersama bahwa membela negara bisa dimulai dari lingkungan sendiri, dari menjaga tetangga, hingga memfilter informasi yang masuk ke rumah-rumah kita.


Cikapinis Tak Lagi Sama: Saat TNI dan Rakyat Bahu-Membahu Menyulam Harapan

Karya Bhakti Membangun Desa Bersama TNI
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P.


Karangnunggal, 18 Juni 2025 Ketika jalan-jalan desa tak lagi berdebu, rumah-rumah rapuh berdiri kembali dengan kokoh, dan Posyandu menjadi titik temu harapan baru, di sanalah jejak karya TNI dan rakyat tertinggal. Komando Distrik Militer (Kodim) 0612/Tasikmalaya resmi menutup Program Karya Bhakti Membangun Desa Bersama TNI Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Desa Cikapinis, Kecamatan Karangnunggal.

Bukan sekadar acara penutupan. Ini adalah titik hening untuk mengingat bahwa dalam satu bulan terakhir, masyarakat dan prajurit telah bekerja dengan tangan yang sama membangun, merawat, dan menyatu.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., yang dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa karya bhakti ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan jiwa kebersamaan.

“Apa yang kita bangun bersama di Cikapinis bukan hanya jalan, rumah, atau posyandu. Tapi juga rasa percaya, kepedulian, dan kebanggaan atas gotong royong. Saya titip, rawatlah hasil kerja kita bersama ini,” ujar Letkol Arm Yan Octa penuh harap.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas sektor: Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P., jajaran Forkopimda, Danramil se-jajaran Kodim 0612/Tsm, Pgs. Danramil 1215/Karangnunggal Mayor Caj Wawan, dan unsur Persit, serta tokoh masyarakat, adat, pemuda, hingga perwakilan Bank Indonesia dan Kejaksaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tasikmalaya memberikan apresiasi mendalam.

“Program ini tak hanya membangun desa, tetapi menggerakkan semangat kolektif. Gotong royong selama satu bulan telah menunjukkan bahwa kesejahteraan bisa dicapai bersama jika kita mau bersinergi,” tuturnya.


Pembangunan yang Bernapas

Hasil karya bhakti tahun ini bukan sekadar statistik. Ada pengaspalan jalan desa sepanjang 3 km, rehab 9 rumah tidak layak huni, dan perbaikan dua Posyandu. Di balik data itu ada cerita: tentang warga yang kini bisa membawa hasil panen tanpa harus terantuk lubang jalan, tentang anak-anak yang bisa ditimbang di Posyandu yang layak, dan tentang rumah yang kini kembali pantas disebut “tempat pulang.”

Tak hanya fisik, program ini juga menyentuh hati. Penyuluhan kebangsaan, bela negara, dan kesehatan jadi bagian dari edukasi sosial yang menyertai pembangunan.

Kepala Desa Cikapinis bersama para tokoh adat dan warga menyampaikan rasa terima kasih yang dalam. Suara mereka satu: “Terima kasih TNI dan semua pihak, karena kami tak lagi merasa sendiri membangun desa ini.”


Jejak Yang Tak Mudah Luntur

Ketika kegiatan resmi ditutup, yang tersisa bukan hanya foto dokumentasi. Tapi semangat. Kebersamaan yang mengakar. Kodim 0612/Tasikmalaya telah menanam benih nilai tentang membangun bukan untuk dilihat, tapi untuk dirasakan.

Karena desa yang tangguh bukan dibentuk dari anggaran semata, tapi dari kemauan untuk bergandengan tangan. Dan hari ini, Cikapinis membuktikannya.

Rabu, 18 Juni 2025

Langkah Kecil Menuju Makna Besar: Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Menyapa Kampung Naga

Persit
Momen Di Kampung Naga 

Kampung Naga, 17 Juni 2025 – Di sebuah desa yang menyimpan hening dan hikmah, rombongan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya menapaki jalan bebatuan dan menyatu dengan kesejukan kearifan lokal. Bukan sekadar kunjungan, ini adalah perjalanan rasa antara budaya dan kepedulian.

Dipimpin langsung oleh Ny. Fara Octa, Ketua Persit Cabang XXIII, rombongan disambut hangat di jantung Kampung Naga sebuah kampung adat yang setia menjaga warisan leluhur dalam sunyi yang bermakna. Dalam kegiatan tersebut, turut mendampingi Danramil 1222/Salawu, Kapten Inf Hasan, serta Babinsa wilayah setempat yang selama ini aktif menjalin hubungan harmonis dengan warga.

Wisata budaya ini tidak berdiri sendiri. Di sela kekaguman pada rumah-rumah panggung dan filosofi hidup masyarakat adat, Persit menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada warga Kampung Naga sebagai bentuk kehadiran yang tidak hanya melihat, tetapi juga peduli.

“Di sini kita belajar bahwa hidup bisa sederhana tapi bermakna. Kita tidak datang membawa banyak hal, tapi kami berharap bisa membawa manfaat,” tutur Ny. Fara Octa.

Kehadiran Persit bersama unsur teritorial TNI menjadi cerminan sinergi nyata menghargai adat istiadat, sekaligus membawa pesan bahwa perhatian dan kasih sayang tetap bisa menjangkau hingga pelosok yang senyap.

Kampung Naga hari itu tidak ramai. Tapi terasa penuh. Penuh makna, penuh kesadaran bahwa budaya dan kemanusiaan bisa berjalan berdampingan, saling menguatkan. Inilah jejak kecil yang membisikkan pesan besar: peduli tak harus mewah, cukup tulus dan hadir.


Minggu, 15 Juni 2025

Tasikmalaya Gelar Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025: Warisan Budaya Sunda dalam Bingkai Prestasi dan Karakter Bangsa

Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025
Suasana Semangat Di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya 


Tasikmalaya, 15 Juni 2025 — Suasana penuh semangat dan kekayaan budaya Sunda menyelimuti halaman Balai Kota Tasikmalaya pada Minggu pagi, saat perhelatan Tasik Open Olahraga Panahan Tradisional Jamparing Kasoekapoeraan Se-Jawa Barat 2025 resmi dibuka. Acara ini mengusung tema "Ngajaga Warisan, Ngawangun Ajang Prestasi Bangsa", sebagai wujud nyata pelestarian budaya leluhur sekaligus pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga tradisional.

Dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparulloh, M.Pd, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Tasik Raya, Garut, Ciamis, Sumedang, hingga perwakilan dari Sumatera Barat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarat akan nilai-nilai historis dan kultural yang melekat kuat dalam tradisi masyarakat Sunda.


Hadir dalam acara ini para tokoh penting daerah, di antaranya:

• Danramil 1202/Indihiang Mayor Inf. Epi Mulyana mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya

• Kasi Binjas Lanud Wiriadinata Letda Kes Toni Purwantoko mewakili Danlanud Wiriadinata

• Kepala Dinas Porabudpar Kota Tasikmalaya Dr. Deddy Mulyana

• Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Tedi Setiadi

• Ketua KORMI Kota Tasikmalaya Dr. H. Imih Misbahul Munir

• Ketua KWS Puseur H. Rd. Arief Abimanyu Wiradisuria

• Pembina Jamparing Galunggung H. Ucu Anwar Surahman

• Ketua Pelaksana H. Dadan Sukandar, W. BE., MM., MBA.


Lebih dari Sekadar Perlombaan

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana H. Dadan Sukandar mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa jamparing bukan hanya olahraga, namun merupakan manifestasi budaya luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kegiatan ini mencakup 13 kategori dan memperebutkan piala bergilir dari Kasokapoeraan. Usia peserta termuda adalah empat tahun, menandakan regenerasi dalam pelestarian tradisi ini sudah dimulai sejak dini," ujarnya.

Sementara itu, Pembina Jamparing Galunggung H. Ucu Anwar Surahman menyampaikan harapan agar jamparing dapat semakin berkembang dan dikenal luas di seluruh Jawa Barat, bahkan hingga tingkat nasional. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua KWS Puseur, H. Rd. Arief Abimanyu, yang menekankan bahwa jamparing merupakan jati diri budaya Sunda dan dapat menjadi cikal bakal panahan tradisional Indonesia masuk dalam kancah olahraga dunia.


Simbol Warisan dan Keteladanan

Sekda Kota Tasikmalaya, dalam sambutan mewakili Wali Kota, menyampaikan bahwa olahraga jamparing tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wahana edukasi karakter. "Kita diajarkan untuk fokus pada tujuan, mengukur kekuatan, menyeimbangkan irama nafas dan hati, serta menerima hasil dengan lapang dada. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjutnya, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari pengembangan sport tourism berbasis budaya yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Tasikmalaya sebagai kota yang religius, berkelanjutan, dan berkarakter.


Parade Budaya yang Memukau

Usai seremoni pembukaan, para tamu undangan dan peserta disuguhkan dengan beragam penampilan seni budaya. Mulai dari rajah bubuka kilanang, tarian jamparing dari Sanggar Tari Sabadesa, hingga pentas kreasi seni budaya lainnya, semuanya menjadi bukti bahwa Tasikmalaya adalah pusat budaya yang terus hidup dan berkembang.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba panahan tradisional yang mempertandingkan berbagai kategori, menampilkan perpaduan antara teknik, filosofi, dan ketangguhan dari seluruh peserta.

Tasik Open Jamparing Kasoekapoeraan 2025 bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah panggung warisan, ruang prestasi, dan pilar pembentukan karakter generasi muda. Kota Tasikmalaya kembali menegaskan diri sebagai pusat budaya Sunda yang tak hanya menjaga warisan, tetapi juga membidiknya untuk masa depan yang gemilang.

Rabu, 11 Juni 2025

Merajut Harmoni Sosial: Kunjungan Ketua Persit Daerah III/Siliwangi di Kodim 0612/Tasikmalaya

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman


Hari Selasa, 10 Juni 2025 menjadi momen yang penuh warna di Kota Tasikmalaya. Dalam suasana hangat dan bersahabat, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman, hadir bersama rombongan dalam kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya.

Bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi langkah nyata membangun semangat kepedulian dan solidaritas di tengah keluarga besar TNI AD, serta membuka ruang dialog dan kebersamaan dengan masyarakat.


Dimulai dari Pendidikan, Disambut dengan Hangat

Setibanya di TK Kartika, Jalan Taman Pahlawan Kusuma Bangsa, Kota Tasikmalaya, rombongan disambut dengan penuh kehangatan oleh Ny. Silvia Yan Octa, Ketua Persit Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya. Anak-anak, guru, dan anggota Persit turut menyemarakkan penyambutan ini, menjadi awal yang menyenangkan dari rangkaian kegiatan sepanjang hari itu.


Menabur Manfaat di Makodim 0612/Tasikmalaya

Perjalanan dilanjutkan ke Makodim 0612/Tasikmalaya, di mana digelar sejumlah agenda yang tidak hanya menyentuh internal organisasi Persit, namun juga masyarakat sekitar. Dari pembagian bantuan sosial, pengobatan gratis, hingga kunjungan ke pelaku UMKM lokal, semuanya dilaksanakan dengan semangat penuh kepedulian.

Dalam sesi pengarahan kepada anggota Persit, Ny. Leni menyampaikan pesan yang membekas: tentang pentingnya peran Persit bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai penguat moral dan sosial dalam rumah tangga dan masyarakat.

"Jadilah perempuan yang saling menguatkan, yang bekerja dengan hati, yang mampu menghadirkan perubahan kecil namun berarti. Kita adalah bagian dari wajah TNI di mata masyarakat," tutur beliau dengan lugas dan penuh semangat.


Menyapa Keluarga Prajurit, Menguatkan UMKM Lokal

Usai pengarahan, rombongan melanjutkan perjalanan ke RM Saung Panyawahan, Desa Mekarwangi, Cisayong untuk santap siang bersama. Namun, kegiatan tak berhenti di sana. Kunjungan dilanjutkan ke rumah Regina Artika Sari Dewi, putri dari Kopka Sarmin, anggota Koramil Cisayong. Anjangsana ini menjadi bentuk nyata empati dan perhatian keluarga besar TNI terhadap anggotanya.

Rangkaian kegiatan sosial dilengkapi dengan kunjungan ke pelaku UMKM binaan Kodim, seperti Agnesa Batik dan Dawalul Bordir. Produk-produk lokal yang penuh kreativitas ini menjadi simbol bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan seiring dengan peran aktif Persit dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal.


Makan Malam yang Mengikat Kebersamaan

Menjelang malam, rombongan menikmati makan malam di Bakso Laksana, Kota Tasikmalaya. Di balik meja makan, tercipta ruang keakraban tanpa sekat pangkat dan jabatan. Momen ini menjadi penutup hari yang panjang namun berkesan, sekaligus mempererat jaringan emosional antaranggota Persit dan perwakilan satuan wilayah Siliwangi.


Lebih dari Sekadar Kunjungan

Kunjungan kerja ini bukan hanya tentang agenda, tetapi tentang nilai. Tentang bagaimana Persit menanamkan rasa peduli, menghidupkan semangat gotong royong, serta mengambil peran dalam membentuk keluarga TNI yang tangguh dan masyarakat yang mandiri.

Melalui kegiatan ini, Ny. Leni Dadang Arif Abdurahman memperlihatkan bahwa organisasi istri prajurit bukan sekadar pendamping dalam diam, tapi motor penggerak dalam sunyi yang membawa makna bagi banyak pihak.

Salam hormat untuk para perempuan hebat di Persit Kartika Chandra Kirana – teruslah menjadi cahaya di tengah pengabdian!


Jumat, 06 Juni 2025

“Banteng” Presiden untuk Manonjaya: Kurban Bukan Hanya Soal Daging

Antusias Warga Prosesi Penyembelihan Hewan Kurban 


Manonjaya, 6 Juni 2025 

Seekor sapi raksasa seberat 9,5 kwintal tiba di Masjid Agung Manonjaya tanpa suara sirine atau karpet merah. Tapi kehadirannya menggetarkan. Bukan karena ukurannya yang mencolok, tapi karena siapa yang mengirimkannya dan untuk siapa ia disiapkan.

Sapi ini, dijuluki “Banteng”, adalah bagian dari kurban pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tak datang ke kota-kota besar. Ia justru hadir di jantung Tasikmalaya, tepatnya di Kecamatan Manonjaya tempat di mana banyak warga masih hidup dengan kesederhanaan yang jujur.


Lebih dari Daging: Ini Tentang Distribusi Rasa Peduli

Seekor sapi besar dipotong. Dagingnya dipilah rapi, ditimbang setengah kilo per paket, lalu dikemas menjadi 1.000 bungkus kurban. Tapi nilai kurban ini tak bisa ditakar hanya dengan satuan kilogram. Karena yang dibagi bukan hanya daging—tetapi juga perasaan diperhatikan.


Warga dari berbagai penjuru Kecamatan Manonjaya datang, tidak sekadar untuk menerima, tapi untuk merasakan: bahwa negara itu nyata, bahwa kepemimpinan bisa menyentuh hingga ke meja makan rakyat kecil.


Hadir untuk Menyaksikan, Bukan Sekadar Seremonial

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh berbagai tokoh:

• Camat Manonjaya, Bpk. Kadir, S.Sos

• Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar

• Kapolsek Manonjaya, AKP Endang Wijaya

• Ketua MUI Kec. Manonjaya, KH. Ace Munawar

• Ketua LPTQ, KH. Muhammad Yunus

• Ketua DKM Masjid Agung Manonjaya, KH. Asep Saepuloh

• Kasi Kessos Kec. Manonjaya, Bpk. Sansan


Warga sekitar yang tak hanya datang untuk menerima, tapi juga menyaksikan semangat gotong royong bekerja nyata.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Tidak ada panggung megah. Tapi ada ruang sederhana tempat warga saling menyapa, bersyukur, dan berbagi cerita.


Edukasi Sunyi dari Seekor Sapi

Dalam sunyi prosesi kurban ini, ada pelajaran besar yang terucap tanpa kata:

Bahwa kepedulian itu tidak harus datang dengan ramai, tapi harus datang dengan tulus. Bahwa berkurban bukan cuma ibadah, tapi juga kesempatan untuk menyampaikan pesan: kita masih peduli, kita masih bersaudara.

“Kurban ini bukan hanya tentang daging. Ini tentang menghadirkan negara dalam bentuk paling sederhana: dalam sebungkus rejeki yang disampaikan dengan hormat,” ujar Danramil 1208/Manonjaya, Lettu Inf Mirhamdi Siregar.

Hari ini seekor sapi jatuh, tapi harkat sesama manusia terangkat.

Dan Manonjaya mencatatnya bukan hanya di laporan, tapi di hati mereka yang menerima.


Rabu, 04 Juni 2025

Satlinmas Desa Sukaraja Dilatih Tanggap Darurat, Babinsa dan Babinkamtibmas Jadi Pemateri Andalan

Satlinmas Desa
Satlinmas Desa Sukaraja 

Tasikmalaya – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus digalakkan. Salah satunya tampak di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu, 4 Juni 2025. Melalui Program Dana Desa Tahap I, pemerintah desa menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana yang diikuti oleh seluruh anggota Satlinmas.


Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hari ini digelar di GOR Desa Sukaraja dan menghadirkan narasumber langsung dari unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan desa. Babinsa Sertu Hariyanto, Babinkamtibmas Bripka Arief Firmansyah, serta Mantri Desa Yanto menjadi tiga tokoh kunci dalam sesi pemaparan materi.


Kegiatan dimulai dengan suasana penuh semangat. Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Sukaraja, Asep Nandang S. Pd.I, yang menekankan pentingnya edukasi dini untuk menghadapi bencana.


“Desa harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri saat bencana datang. Kuncinya ada pada kesiapan, pengetahuan, dan koordinasi. Dan pelatihan ini adalah pondasinya,” ujar Asep dalam sambutannya.


Materi yang diberikan tidak hanya sebatas teori, namun juga memuat simulasi singkat tentang tindakan cepat tanggap darurat, komunikasi di masa krisis, serta peran strategis Satlinmas dalam menenangkan warga dan mengevakuasi dengan tepat. Babinsa Sertu Hariyanto menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar reaksi, tetapi harus menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.


Pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antar lembaga di tingkat desa. Bripka Arief menambahkan bahwa kolaborasi antara unsur keamanan dan warga desa adalah modal utama dalam merespon keadaan darurat secara cepat dan efisien.


Dengan pelaksanaan yang berjalan tertib, aman, dan lancar, kegiatan ini diharapkan menjadi model pembinaan masyarakat desa yang bisa direplikasi di wilayah lain. Program ini bukan hanya mencetak satlinmas yang tangguh, namun juga membangun desa yang waspada dan tahan uji terhadap ancaman bencana di masa depan.



Sumber : Babinsa Desa Sukaraja 

Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Hadiri Peringatan Isra Mi’raj, Perkuat Keteladanan Akhlak Mulia di Lingkungan Kodim

Keluarga Besar Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya   Tasikmalaya – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W. 1447 Hijriah / 20...