Powered By Blogger

Rabu, 01 April 2026

DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

ziarah
Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya 


Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda. Sunyi yang tidak kosong, tapi penuh nama. Nama-nama yang pernah hidup, berjuang, lalu memilih diam selamanya demi negeri ini.

Pada Rabu, 1 April 2026, di TMP Karoeng Kota Tasikmalaya, langkah-langkah para anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya berjalan lebih pelan dari biasanya. Bukan lelah, tapi hormat.

Dalam rangka HUT Persit ke-80, kegiatan ziarah ini dihadiri oleh Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Rima M. Imvan Ibrahim, S.Sos., bersama jajaran pengurus, anggota Persit Kodim dan Koramil, serta rombongan Persit dari Brigif 13/Galuh.

Tak banyak kata yang terucap. Upacara penghormatan berlangsung dalam diam yang berbicara. Karangan bunga diletakkan, lalu satu per satu tangan menabur bunga seolah menitipkan pesan yang tak sempat disampaikan generasi hari ini kepada mereka yang telah lebih dulu pergi.

Di tempat ini, waktu terasa berhenti. Yang ada hanya kesadaran sederhana: kemerdekaan yang hari ini terasa biasa, ternyata lahir dari perjuangan yang luar biasa.

Ziarah ini bukan hanya tentang mengenang. Ini tentang mengingat dengan cara yang lebih dalam bahwa setiap kenyamanan yang dirasakan hari ini, punya jejak pengorbanan di belakangnya.

Persit, sebagai bagian dari keluarga besar TNI, tidak hanya berdiri di belakang. Mereka ikut menjaga nilai, merawat semangat, dan memastikan bahwa cerita tentang pengorbanan tidak pernah benar-benar selesai.

Momentum HUT Persit ke-80 pun menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu di medan perang. Kadang, ia hadir dalam bentuk kesetiaan, pengabdian, dan ketulusan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Dan pagi itu, di antara nisan-nisan yang berdiri rapi, satu hal terasa jelas:

para pahlawan mungkin telah gugur,

tapi semangatnya tidak pernah benar-benar pergi.

Jumat, 23 Januari 2026

Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Hadiri Peringatan Isra Mi’raj, Perkuat Keteladanan Akhlak Mulia di Lingkungan Kodim

Persit
Keluarga Besar Persit KCK Cabang XXIII
Kodim 0612/Tasikmalaya 

Tasikmalaya – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W. 1447 Hijriah / 2026 Masehi di lingkungan Kodim 0612/Tasikmalaya menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan keteladanan akhlak mulia, khususnya bagi keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana. Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026 dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Kehadiran Ketua Persit KCK Cabang XXIII DIM 0612/Tasikmalaya Koorcab Rem 062/Tn Ny. Rima Imvan Ibrahim menjadi penegas peran Persit sebagai pilar pendukung moral dan spiritual prajurit TNI AD. Bersama jajaran pengurus dan anggota Persit, ia turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai wujud komitmen dalam membangun keluarga prajurit yang berakhlak, harmonis, dan berkarakter kuat.

Peringatan Isra Mi’raj ini mengusung tema:

“Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah S.A.W. untuk Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.”

Tema tersebut sejalan dengan peran strategis Persit dalam menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah S.A.W. di lingkungan keluarga prajurit, sebagai fondasi pembentukan karakter yang kuat, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam mendukung pelaksanaan tugas suami sebagai prajurit TNI.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han turut hadir bersama Kasdim, para Perwira Staf, Danramil jajaran, anggota Makodim, PNS, serta keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya.

Tausyiah disampaikan oleh Ustadz Al Misbah Fatul Majid, yang menekankan makna Isra Mi’raj sebagai momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan, serta pentingnya meneladani sifat Rasulullah S.A.W. seperti kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat maupun kedinasan.

Melalui peringatan ini, Ketua Persit KCK Cabang XXIII DIM 0612/Tasikmalaya Ny. Rima Imvan Ibrahim diharapkan mampu terus mendorong peran aktif Persit dalam membina keluarga prajurit yang religius, berakhlak mulia, serta menjadi teladan positif di lingkungan satuan dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh kekhusyukan, dan sarat makna spiritual, serta ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kelancaran tugas prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya beserta keluarganya.

Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Menyemai Akhlak Mulia Prajurit untuk Indonesia Maju

Keluarga Kodim 0612/Tasikmalaya 

Tasikmalaya – Momentum Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W. dimaknai secara mendalam oleh keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya. Pada Jumat, 23 Januari 2026, Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W. Tahun 1447 Hijriah / 2026 Masehi, bukan sekadar sebagai agenda keagamaan rutin, tetapi sebagai ruang refleksi dan penguatan karakter prajurit.

Kegiatan ini mengusung tema:

“Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah S.A.W. untuk Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.”

Peringatan Isra Mi’raj tersebut menjadi bagian dari pembinaan mental dan rohani prajurit TNI AD beserta keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya, agar nilai-nilai luhur Rasulullah S.A.W. senantiasa terpatri dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXIII DIM 0612/Tasikmalaya Koorcab Rem 062/Tn Ny. Rima Imvan Ibrahim, Kasdim 0612/Tasikmalaya, para Perwira Staf, Danramil jajaran, anggota Makodim, PNS, serta pengurus dan anggota Persit KCK Cabang XXIII DIM 0612/Tasikmalaya.

Tausyiah disampaikan oleh Ustadz Al Misbah Fatul Majid, yang mengajak seluruh hadirin untuk memaknai peristiwa Isra Mi’raj sebagai pengingat pentingnya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia juga menekankan keteladanan Rasulullah S.A.W. seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak mulia sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pengabdian kedinasan.

Dalam sambutannya, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi Imvan Ibrahim menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj harus menjadi momentum introspeksi diri bagi setiap prajurit.

“Nilai-nilai akhlak Rasulullah S.A.W. hendaknya menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Prajurit yang profesional, berakhlak mulia, dan dekat dengan rakyat adalah kekuatan utama TNI AD,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu memperkokoh karakter prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh makna, serta diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kelancaran tugas seluruh prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya.

Kunjungan Kerja Panglima TNI Melintasi Wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya Menuju Peninjauan Yon TP 890/GS di Garut

Panglima TNI
Bapak Panglima TNI Dan Dandim 0612/Tasikmalaya 

Kamis, 22 Januari 2026, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. melaksanakan perjalanan dinas melintasi wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya dalam rangka kunjungan kerja menuju Yon TP 890/GS yang berlokasi di wilayah Garut. Kegiatan ini mencerminkan kepemimpinan yang memilih hadir langsung di lapangan untuk melihat kondisi satuan secara nyata.

Dalam perjalanan tersebut, Panglima TNI menyempatkan singgah terlebih dahulu untuk beristirahat sejenak di RM H. Emul 2, Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah. Singgah singkat ini berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Kehadiran Panglima TNI disambut langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., beserta jajaran.

Setelah beristirahat sekitar lima belas menit, Panglima TNI kembali melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor menuju lokasi peninjauan Yon TP 890/GS di wilayah Garut. Perjalanan ini menjadi simbol kepemimpinan yang membumi hadir, menyatu dengan medan, dan memahami langsung dinamika tugas satuan di lapangan.

Peninjauan ke Yon TP 890/GS merupakan wujud perhatian pimpinan tertinggi TNI terhadap kesiapan prajurit dan satuan. Dari jalur yang dilalui hingga satuan yang dituju, tersirat pesan bahwa kekuatan TNI dibangun melalui kehadiran langsung, kepedulian, dan komitmen untuk terus bergerak bersama prajurit dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.

Senin, 19 Januari 2026

Upacara Bendera Awal Tahun 2026, Dandim Baru Tegaskan Semangat PRIMA di Makodim 0612/Tasikmalaya

Upacara Bendera
Letkol Czi Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han,
Selaku Inspektur Upacara

Tidak ada yang benar-benar baru dari sebuah upacara bendera. Namun pagi itu, Senin, 19 Januari 2026, Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya menghadirkan makna yang berbeda. Bukan sekadar barisan, aba-aba, dan pengibaran Sang Merah Putih, tetapi sebuah titik mula: awal tahun, awal kepemimpinan, dan awal peneguhan komitmen pengabdian.

Upacara Bendera 17-an bulan Januari tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya yang baru, Letkol Czi Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, selaku Inspektur Upacara. Di bawah langit pagi yang tenang, seluruh prajurit dan PNS TNI berdiri tegap, menyimak amanat Panglima TNI yang dibacakan dengan penuh penekanan makna.

Melalui amanat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, S.E., M.Si., ucapan selamat Tahun Baru 2026 disampaikan kepada segenap prajurit dan PNS TNI di manapun berada dan bertugas. Ucapan yang sederhana, namun sarat pesan, bahwa pergantian tahun bukan sekadar kalender yang bergeser, melainkan ruang evaluasi untuk melihat kembali sejauh mana tugas dijalani dengan kesadaran dan tanggung jawab.

Panglima TNI mengajak seluruh jajaran menjadikan tahun ini sebagai momentum awal yang baik, bukan hanya untuk meningkatkan kinerja, tetapi juga memperkuat nilai ibadah sebagai fondasi moral dalam setiap pelaksanaan tugas. Tugas, menurut amanat tersebut, bukan sekadar kewajiban struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan semangat, ketulusan, dan keikhlasan.

Lebih dari itu, Panglima TNI menegaskan pentingnya membangun karakter prajurit yang mampu menjawab tantangan zaman. Sikap PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, serta Adaptif) ditekankan sebagai sikap dasar yang tidak boleh berhenti pada slogan, tetapi harus hadir nyata dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak sehari-hari.

Upacara bendera ini menjadi penanda awal langkah di tahun 2026, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama di bawah kepemimpinan Dandim 0612/Tasikmalaya yang baru. Di lapangan upacara itu, disiplin tidak hanya ditunjukkan melalui barisan yang rapi, tetapi juga melalui kesadaran kolektif bahwa pengabdian TNI selalu berpijak pada nilai, loyalitas, dan kedekatan dengan rakyat.

Ketika upacara usai dan barisan dibubarkan, pesan yang tersisa bukan sekadar amanat tertulis, melainkan pengingat sunyi bahwa tugas pengabdian selalu dimulai dari niat yang benar, dijalani dengan konsistensi, dan dituntaskan dengan tanggung jawab.

Sabtu, 17 Januari 2026

Dari Tasawuf ke Masa Depan: Transformasi Pesantren Idrisiyah Dimulai, Dandim 0612 Tasikmalaya Hadir Mengawal Arah Perubahan

Momen Kebersamaan Tamu Undangan
Di
Ponpes Idrisiyyah 

Tasikmalaya — Pagi di Komplek Pesantren Idrisiyah, Cisayong, Sabtu 17 Januari 2026, tidak hanya dipenuhi lantunan ayat suci dan barisan tamu undangan. Ada satu hal yang terasa lebih kuat: tekad untuk berubah. Dari ruang pesantren yang sarat tradisi, sebuah langkah besar dideklarasikan melalui Kick Off Transformasi Pesantren Idrisiyah dengan tema “Bertasawuf, Maju, Unggul, dan Mendunia.”

Sekitar seribuan lebih hadirin menjadi saksi, bahwa pesantren bukan sekadar penjaga nilai lama, tetapi juga penentu arah masa depan. Di antara jajaran pejabat pusat dan daerah yang hadir, tampak Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., yang baru menjabat, mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Kehadirannya menegaskan bahwa transformasi pendidikan dan pembinaan karakter bangsa adalah kerja bersama, termasuk unsur TNI yang selama ini dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

Rangkaian acara berjalan khidmat namun progresif. Dimulai dari lagu kebangsaan, pembacaan Al-Qur’an, hingga penayangan video transformasi yang menggambarkan perjalanan panjang Idrisiyah menuju wajah pendidikan yang lebih adaptif. Dalam sambutannya, pimpinan pesantren menegaskan bahwa menjadi manusia beruntung berarti berani berubah, dan perubahan itu harus bermuara pada lahirnya generasi yang cerdas akal, bersih hati, serta kokoh akhlaknya. Nilai **5T Tekun, Terampil, Toleran, Teladan, dan Takwa** ditegaskan sebagai fondasi karakter santri Idrisiyah.

Dialog lintas ruang pun terjadi melalui komunikasi virtual bersama alumni, mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan Idrisiyah dalam satu tarikan napas. Penandatanganan kerja sama dengan mitra pesantren serta apresiasi umroh bagi pendidik berprestasi menjadi simbol bahwa transformasi tidak berhenti di wacana, tetapi bergerak dalam aksi nyata.

Bupati Tasikmalaya, perwakilan Kementerian Agama RI, hingga Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menyampaikan pesan yang senada: pesantren adalah kekuatan strategis daerah dan bangsa. Pendidikan berbasis tasawuf yang dipadukan dengan kemajuan zaman diyakini mampu melahirkan generasi unggul yang tetap berpijak pada nilai kebangsaan dan kearifan lokal.

Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian Transformasi Pesantren Idrisiyah oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, disusul kultum dan doa oleh Pimpinan Umum Pesantren Idrisiyah. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik mula perjalanan panjang menuju pesantren yang berkiprah di tingkat nasional hingga global.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Dari Cisayong, Pesantren Idrisiyah mengirim pesan sederhana namun tegas: tasawuf tidak menghambat kemajuan, justru menjadi kompasnya.

Kamis, 01 Januari 2026

Menutup Tahun dengan Sujud dan Doa, Kodim 0612/Tasikmalaya Kirim Harapan dari Masjid At-Taqwa

Kodim 0612/Tasikmalaya
Momen Doa Bersama 

Tasikmalaya – Pergantian tahun tidak selalu harus dirayakan dengan gegap gempita. Di Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, malam akhir tahun justru dimaknai dengan keheningan, sujud, dan doa yang dipanjatkan bersama. Selasa, 31 Desember 2025, para prajurit dan PNS Kodim 0612/Tasikmalaya berkumpul dalam satu barisan iman, menghadap Sang Pencipta, menyambut Tahun Baru 2026 dengan hati yang tunduk dan penuh harap.

Doa bersama ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan ikhtiar batin untuk menutup lembaran tahun dengan introspeksi. Dalam suasana masjid yang khusyuk, lantunan doa mengalir sebagai pengakuan atas segala kekhilafan, sekaligus permohonan agar langkah pengabdian ke depan senantiasa berada dalam ridho Allah SWT.

Momentum tersebut juga menjadi ruang empati. Di tengah doa-doa yang terucap, terselip harapan tulus untuk saudara-saudara sebangsa di Aceh dan Sumatera yang tengah diuji oleh bencana alam. Jarak geografis tak menjadi sekat bagi kepedulian. Dari Tasikmalaya, doa dikirimkan agar para korban diberi kekuatan, keselamatan, dan jalan kemudahan dalam melewati masa sulit.

Bagi keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya, doa bersama ini adalah pengingat bahwa kekuatan sejati tidak hanya bersumber dari fisik dan kedisiplinan, tetapi juga dari kedalaman spiritual dan keteguhan iman. Prajurit dan PNS tidak hanya dituntut siap secara profesional, namun juga kuat secara batin dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Memasuki Tahun Baru 2026, doa-doa yang dipanjatkan menjadi pijakan awal untuk melangkah dengan niat yang lebih lurus, semangat yang diperbarui, dan kepedulian sosial yang terus dijaga. Dari Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, harapan pun dirajut: semoga Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dijauhkan dari segala musibah, serta dianugerahi kedamaian dan persatuan.

Selasa, 16 Desember 2025

Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya: Membicarakan yang Sering Dianggap Sunyi

 

Persit
Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya

Tasikmalaya — Ada hal-hal yang kerap dianggap tak pantas dibicarakan keras-keras, padahal dampaknya sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Penyakit Menular Seksual dan HIV-AIDS adalah salah satunya. Bukan karena terlalu jauh, tetapi karena sering diselimuti rasa tabu.

Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya memilih untuk tidak diam. Pada Selasa, 16 Desember 2025, Persit menghadirkan ruang edukasi kesehatan yang tidak menghakimi, tidak menakut-nakuti, namun menguatkan melalui kegiatan Sosialisasi Kesehatan tentang Penyakit Menular Seksual dan HIV-AIDS.

Sebagai narasumber, dr. Deden Danial Bunyamin, dokter dari Rumkitban Galunggung Tasikmalaya, menyampaikan materi dengan pendekatan yang membumi. Ia mengajak para peserta memahami bahwa PMS dan HIV-AIDS bukan untuk dijauhi dengan stigma, melainkan dikenali dengan pengetahuan. Cara penularan, dampak kesehatan, hingga langkah pencegahan dijelaskan secara lugas dan mudah dipahami.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Fara Yan Octa Rombenanta. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa literasi kesehatan adalah bentuk perlindungan paling awal bagi keluarga.

“Keberanian seorang ibu untuk belajar dan memahami adalah awal dari keluarga yang sehat,” ungkapnya.

Turut hadir Pasipers Kodim 0612/Tasikmalaya sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Persit dalam membangun kesadaran kesehatan di lingkungan keluarga besar TNI. Kehadiran ibu-ibu Persit sebagai peserta menambah suasana diskusi yang hangat dan terbuka, mencerminkan tingginya kepedulian terhadap isu kesehatan yang sering disalahpahami.

Melalui kegiatan ini, Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya menegaskan bahwa menjaga kesehatan keluarga tidak selalu dimulai dari ruang perawatan, tetapi dari ruang kesadaran. Dari keberanian untuk membicarakan hal-hal yang selama ini sunyi, demi masa depan keluarga yang lebih sehat, kuat, dan berdaya.


Senin, 15 Desember 2025

Usai Upacara, Pengabdian Dilanjutkan: Tali Asih untuk Veteran dan Warakawuri di Hari Juang TNI AD


Bakti Sosial
Pemberian Tali Asih Ke Salah Satu Veteran 

Tasikmalaya — Senin, 15 Desember 2025, Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya belum sepenuhnya sunyi setelah Upacara Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat berakhir. Di tempat yang sama, makna Hari Juang justru berlanjut dalam wujud yang lebih sederhana, namun sarat rasa : bakti sosial pemberian tali asih kepada para veteran dan warakawuri.

Kegiatan bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor Inf Deni Zaenal Mutaqien, S.Sos., M.IP, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang TNI AD. Tanpa barisan pasukan dan aba-aba komando, suasana berubah menjadi lebih hangat dan personal. Sapaan, jabat tangan, dan senyum menjadi bahasa utama pengabdian.

Pemberian tali asih ini bukan sekadar bantuan simbolik. Ia adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang lebih dahulu berjuang para veteran yang pernah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan masa muda demi tegaknya bangsa, serta para warakawuri yang setia menopang perjuangan dalam senyap.

Hari Juang TNI AD pada momentum ini seolah menemukan makna utuhnya. Jika upacara menjadi ruang pengingat sejarah, maka bakti sosial menjadi bukti bahwa semangat juang itu terus hidup dalam kepedulian nyata. Nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI tidak berhenti di lapangan upacara, tetapi diterjemahkan dalam tindakan kemanusiaan.

Kasdim 0612/Tasikmalaya menegaskan bahwa perhatian kepada veteran dan warakawuri merupakan bagian tak terpisahkan dari jati diri TNI AD. Pengabdian kepada bangsa tidak mengenal garis waktu; ia terus mengalir dari generasi ke generasi prajurit.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI AD tidak hanya tercermin dari kedisiplinan pasukan, tetapi juga dari kepekaan hati terhadap mereka yang telah berjasa. Dalam suasana yang sederhana, Hari Juang kembali menemukan ruhnya tentang menghormati masa lalu, merawat kebersamaan, dan menjaga nilai kemanusiaan.

Di Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya, Senin itu, Hari Juang tidak ditutup dengan aba-aba. Ia ditutup dengan doa, rasa hormat, dan komitmen untuk terus melanjutkan pengabdian.

Hari Juang TNI AD ke-80 : Dari Lapangan Upacara Makodim 0612/Tasikmalaya, TNI AD Meneguhkan Janji

Hari Juang TNI AD

Kasdim membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.

Tasikmalaya — Pada Senin 15 Desember 2025 Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya pagi itu tidak sekadar menjadi ruang baris-berbaris. Ia menjelma menjadi ruang pengingat, tempat para prajurit TNI Angkatan Darat menundukkan kepala sejenak, meneguhkan kembali janji pengabdian yang diwariskan oleh sejarah perjuangan bangsa.

Dalam Upacara Peringatan Hari Juang TNI AD ke-80 Tahun Anggaran 2025, Inspektur Upacara Kasdim 0612/Tasikmalaya, Mayor Inf Deni Zaenal Mutaqien, S.Sos., M.IP, membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Sebuah amanat yang tidak hanya berbicara tentang tugas, tetapi juga tentang realitas yang tengah dihadapi rakyat Indonesia: bencana yang datang silih berganti.

Kasad menegaskan bahwa meningkatnya frekuensi bencana alam menjadi ujian nyata bagi nilai-nilai dasar keprajuritan. Di saat rumah runtuh, sawah terendam, dan harapan masyarakat terguncang, kehadiran prajurit TNI AD bukan lagi sebatas simbol negara, melainkan wujud nyata kemanusiaan.

Nilai itu sejatinya telah lama tertanam dalam Sapta Marga, ketika prajurit menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kesiapannya mengabdi tanpa pamrih. Ia juga terpatri dalam Sumpah Prajurit, bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan kehormatan.

Lebih dari itu, amanat Kasad seolah mengajak seluruh prajurit untuk kembali menghidupkan Delapan Wajib TNI dalam praktik nyata: menjadi pelindung rakyat, bersikap sederhana, membantu kesulitan masyarakat, serta menjaga sikap dan tutur kata di tengah kehidupan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi kompas moral TNI AD saat berada di garis terdepan penanggulangan bencana maupun dalam tugas pembinaan teritorial.

Hari Juang TNI AD tidak lahir dari ruang komando yang nyaman, melainkan dari keringat dan pengorbanan prajurit bersama rakyat. Semangat itulah yang kembali digaungkan dalam upacara ini bahwa kekuatan TNI AD sejatinya terletak pada kemanunggalannya dengan rakyat.

Melalui peringatan Hari Juang ke-80, prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya diingatkan bahwa medan juang hari ini bukan hanya soal pertahanan negara, tetapi juga tentang kepekaan sosial, kecepatan bertindak, dan ketulusan melayani masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Upacara pun ditutup dengan kesadaran kolektif bahwa Sapta Marga bukan sekadar hafalan, Sumpah Prajurit bukan sekadar seremonial, dan Delapan Wajib TNI bukan sekadar aturan. Ketiganya adalah janji hidup prajurit TNI AD janji yang harus terus dijaga, terutama ketika rakyat paling membutuhkan kehadiran negara.

Jumat, 12 Desember 2025

Karya Bhakti Hari Juang Kartika 2025: Jalan Sukamekar Disulap Jadi Ruang Gotong Royong

Karya Bhakti Hari Juang Kartika
Semangat Kebersamaan Membersihkan Lingkungan


Tasikmalaya — Pagi di Jl. Sukamekar RT/RW 001/016, Kelurahan Mangkubumi, terasa berbeda. Bukan hanya suara sapu dan garukan cangkul yang menyapa udara, tetapi juga energi kebersamaan yang mengalir tanpa komando. Tepat pukul 07.30 WIB, Karya Bhakti dalam rangka rangkaian Hari Juang Kartika 2025 resmi bergerak.

Bukan seremoni. Bukan pula agenda yang sekadar menggugurkan kewajiban.

Ini adalah pertemuan antara TNI AD dan warga dalam wujud paling sederhana namun paling tulus: membersihkan lingkungan tempat mereka hidup.

Di sepanjang jalan Sukamekar, prajurit dan masyarakat berdiri sejajar. Ada yang mengikis rumput liar, ada yang menata drainase yang mulai menyempit, ada pula yang mengangkut timbunan sampah untuk membuka kembali jalur air. Semua dilakukan tanpa banyak bicara. Yang berbicara hari ini adalah tindakan.

Karya Bhakti ini menjadi bagian dari ruh Hari Juang Kartika: mengingatkan bahwa kekuatan TNI tidak hanya lahir dari barak dan latihan, tetapi juga dari kedekatan dengan rakyatnya. Dari deru nafas yang sama-sama lelah, dari peluh yang jatuh di tanah yang sama.

Warga menyambut kegiatan ini sebagai momen yang membangkitkan semangat lama semangat gotong royong yang kadang tenggelam oleh rutinitas. “Ieu mah anu dipikahoyong,” kata seorang warga yang ikut menyapu, “TNI sareng masyarakat babarengan, teu aya jarak.”

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025 ini bukan akhir, melainkan pengingat: bahwa membenahi lingkungan adalah kerja bersama, bukan kerja musiman. Dan bahwa Hari Juang Kartika tidak hanya diperingati dengan upacara, tetapi juga dengan langkah nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Di Sukamekar, pagi ini, Hari Juang Kartika terasa hidup bukan sebagai tanggal, tapi sebagai gerakan.


Rabu, 10 Desember 2025

Ketika Hari Juang TNI AD Dihadirkan Lewat Kepedulian Kesehatan

Hari Juang TNI AD
Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Juang TNI AD, Kodim 0612/Tasikmalaya menyelenggarakan Bakti Kesehatan yang dipusatkan di Rumkitban Galunggung Tasikmalaya, Rabu, 10 Desember 2025.

Peringatan Hari Juang kali ini tidak diwujudkan melalui seremoni semata. Di ruang pelayanan kesehatan, makna perjuangan justru terasa lebih dekat dan nyata hadir melalui kepedulian dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Mengusung tema “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju”, kegiatan ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan masyarakat dan pengobatan yang dilayani oleh Tim Kesehatan Rumkitban Galunggung. Warga yang datang mendapat pelayanan dengan pendekatan humanis, ramah, dan tanpa jarak.

Setiap keluhan kesehatan didengarkan dengan saksama. Di balik tindakan medis yang diberikan, terselip pesan penting tentang kesadaran menjaga kesehatan sebagai fondasi ketahanan individu, keluarga, dan masyarakat. Inilah sisi lain perjuangan tidak bersuara keras, namun berdampak langsung.

Melalui bakti kesehatan ini, Kodim 0612/Tasikmalaya menegaskan bahwa Hari Juang TNI AD bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan merawat masa depan. Perjuangan hari ini hadir dalam bentuk kehadiran, empati, dan pengabdian yang menyentuh kehidupan rakyat sehari-hari.

Karena ketika TNI AD benar-benar manunggal dengan rakyat, persatuan tidak hanya diucapkan tetapi dirasakan.

Saat Komunikasi Tak Lagi Sekadar Bicara : Kodim 0612/Tasikmalaya Menghidupkan Komunikasi Sosial Kreatif TA 2025

Komunikasi Sosial
Sambutan Dandim 0612/Tasikmalaya 

Tasikmalaya — Komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi soal menyentuh cara berpikir dan membentuk karakter. Inilah semangat yang diusung Kodim 0612/Tasikmalaya saat menggelar Komunikasi Sosial Kreatif Tahun Anggaran 2025 di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Rabu, 10 Desember 2025.

Dengan tema “Peran Komunikasi Sosial Kreatif dan Inovatif dalam Memperkuat Kemandirian dan Karakter Bangsa guna Mendukung Program Pemerintah Republik Indonesia di Daerah”, kegiatan ini menjadi ruang dialog sekaligus refleksi: bagaimana komunikasi dapat menjadi alat perubahan sosial, bukan sekadar rutinitas formal.

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos., membuka kegiatan dengan penekanan bahwa tantangan kebangsaan hari ini menuntut cara berkomunikasi yang lebih adaptif. Masyarakat berubah, teknologi berkembang, dan pesan-pesan kebangsaan perlu disampaikan dengan pendekatan yang relevan serta membumi.

Menurutnya, komunikasi sosial yang kreatif mampu menjadi jembatan antara kebijakan negara dan realitas masyarakat. Dari sanalah nilai kemandirian, persatuan, dan karakter bangsa dapat tumbuh secara alami, bukan dipaksakan.

Kegiatan kemudian diisi oleh para pemateri yang menghadirkan sudut pandang segar tentang komunikasi sosial. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh praktik di lapangan bagaimana kreativitas dan inovasi komunikasi dapat memperkuat ketahanan sosial serta mendukung program pemerintah di wilayah.

Suasana diskusi terasa hidup. Peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga terlibat dalam pertukaran gagasan, menandakan bahwa komunikasi sosial sejatinya adalah proses dua arah: saling mendengar dan saling memahami.

Di akhir kegiatan, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos. kembali memberikan sambutan penutup. Ia mengingatkan bahwa nilai utama dari kegiatan ini terletak pada tindak lanjutnya, bukan pada selesai atau tidaknya acara.

“Komunikasi sosial yang efektif adalah yang mampu menghadirkan perubahan nyata di masyarakat. Dari kata menjadi aksi, dari wacana menjadi kontribusi,” tuturnya.

Melalui Komunikasi Sosial Kreatif TA 2025 ini, Kodim 0612/Tasikmalaya menegaskan perannya sebagai bagian dari masyarakat hadir , mendengar, dan bergerak bersama dalam membangun karakter bangsa dari daerah untuk Indonesia.


Jumat, 10 Oktober 2025

Bakti Sosial Persit Kodim 0612/Tasikmalaya di Manggungjaya: Saat Doa dan Haru Menyatu dalam Kebaikan

Bakti Sosial
Penerima Manfaat Baksos Sedang Mendoakan 

Jumat Siang 10 Oktober 2025 di Desa Manggungjaya , Kecamatan Rajapolah, terasa berbeda dari biasanya. Langit teduh seolah ikut menyambut langkah penuh kepedulian rombongan Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Fara Yan Octa Rombenanta, yang datang bersama Danramil 1205/Rajapolah Kapten Inf Syamsul Alam dan Ketua Persit Ranting VI, Ny. Ani Syamsul Alam.

Dalam kegiatan bakti sosial yang digelar sederhana namun sarat makna itu, Persit Kodim 0612/Tasikmalaya menyerahkan bantuan sosial kepada warga lanjut usia dan penyandang disabilitas di Kampung Margasari dan Kampung Sukajadi, Desa Manggungjaya.

Para penerima bantuan di antaranya Ibu Titin, Ibu Tuti Setiawati, Raka  anak penyandang tuna rungu dan tuna wicara, serta Ibu Engkoy dan Bapak Ate yang kini tengah berjuang melawan keterbatasan fisik. Paket bantuan diserahkan langsung oleh rombongan dengan penuh kehangatan dan senyum tulus.

Momen paling menyentuh terjadi ketika para penerima manfaat memanjatkan doa bersama. Suara lirih penuh syukur dan mata yang berkaca-kaca menciptakan suasana haru yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Tak ada jarak antara pemberi dan penerima  hanya rasa kebersamaan yang mengalir lembut di tengah kegiatan itu.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh ketenangan. Para anggota Persit tampak kompak dan sigap dalam membantu, sementara masyarakat sekitar ikut menyaksikan dengan rasa bangga dan terharu.

Melalui kegiatan ini, Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu ditandai dengan kemewahan, tetapi dengan keikhlasan hati untuk hadir dan berbagi. Di balik senyum dan doa yang terucap, tersimpan makna besar tentang kemanusiaan: bahwa kebaikan sekecil apa pun akan selalu meninggalkan jejak yang abadi.


Sumber : Koramil 1205/Rajapolah 

Kamis, 04 September 2025

Dari Desa Sukaraja untuk Bangsa: Doa, Maulid Nabi, dan Jejak Kepedulian

Bersama Mahasiswa KKN Cipasung


Rajapolah – Kamis pagi, 4 September 2025, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, berubah menjadi pusat kebersamaan. Lapangan desa yang biasanya dipenuhi anak-anak bermain bola, hari itu disulap menjadi ruang spiritual tempat doa-doa dipanjatkan, selawat dilantunkan, dan harapan dikumpulkan dalam kegiatan Doa Bersama dari Desa untuk Bangsa sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara ini menjadi momen yang menyatukan banyak pihak. Hadir perwakilan Camat Rajapolah, Babinsa Sertu Hariyanto mewakili Danramil 1205/Rajapolah, perwakilan Kapolsek Rajapolah, Ketua MUI Kecamatan Abdul Gaos, Kepala Desa Sukaraja Asep Nandang, S.Pd.I, jajaran lembaga desa, para ajengan, kyai, ustadz-ustadzah, serta masyarakat umum. Semua berkumpul tanpa sekat, menyatu dalam doa yang dipimpin Ustad Cecep Gaots Syihabuddin.

Yang menarik, mahasiswa KKN dari Cipasung juga hadir. Kehadiran mereka memberi warna berbeda membaur dengan warga, ikut dalam barisan doa, sekaligus menjadi simbol keterhubungan generasi muda dengan tradisi desa. Mereka membawa semangat baru bahwa nilai religius dan kepedulian sosial bukan hal usang, melainkan bekal untuk masa depan.

Selain doa bersama, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Wajah polos yang tersenyum saat menerima santunan menjadi pengingat sederhana: bahwa inti ajaran Nabi adalah kepedulian yang nyata, bukan sekadar kata-kata.

Babinsa Sertu Hariyanto dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kebersamaan semacam ini adalah kekuatan bangsa. “Peringatan Maulid Nabi tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan dan membangun kekuatan spiritual masyarakat,” ucapnya.

Acara berjalan dengan tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Dari aparat, tokoh agama, mahasiswa, hingga warga biasa semua larut dalam satu irama yang sama: doa, kebersamaan, dan cinta pada Nabi Muhammad SAW.

Dari Desa Sukaraja di Rajapolah, pada 4 September 2025, tersampaikan pesan yang jernih: bangsa ini bisa kuat bukan hanya dengan pembangunan fisik, tetapi juga dengan doa dan kepedulian yang lahir dari hati rakyatnya.


Selasa, 15 Juli 2025

Pangdam III/Siliwangi Hadiri Tasikmalaya Expo & Babinsa Award di Bandung: Kodim 0612/Tasikmalaya Torehkan Prestasi dan Cetak Rekor MURI

Pangdam III/Siliwangi
Pangdam III/Siliwangi 
Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., CHRMP

Bandung, 14 Juli 2025  Dalam suasana penuh semangat membangun daerah, Graha Manggala Siliwangi Bandung menjadi saksi gelaran spektakuler Tasikmalaya Expo & Babinsa Award 2025, yang digagas oleh Kodim 0612/Tasikmalaya dalam rangka memperingati HUT Kodam III/Siliwangi. Acara ini tak hanya menjadi ruang pamer potensi lokal, namun juga pentas penghargaan bagi para Babinsa yang telah membumikan makna pengabdian di tingkat desa.

Puncak kegiatan dihadiri langsung oleh Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si, CHRMP didampingi Kasdam,Irdam,Kapoksahli, Danrem 062/Tarumanagara, dan para pejabat utama Kodam. Turut hadir pula tokoh nasional dan daerah seperti Wali Kota dan Bupati Tasikmalaya, anggota DPR RI, Kadin Jabar, hingga Kesbangpol Provinsi Jawa Barat. Lebih dari 150 peserta memadati lokasi, mencerminkan besarnya antusiasme terhadap kolaborasi pembangunan berbasis potensi lokal.


Tasikmalaya Expo: Menyulut Api Semangat UMKM

Dalam sambutannya, Pangdam III/Siliwangi menekankan bahwa Tasikmalaya Expo bukan sekadar pameran, melainkan etalase perjuangan ekonomi rakyat. "Kegiatan ini menunjukkan bahwa TNI, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bisa bersatu untuk mengangkat kekuatan ekonomi lokal. Ini lebih dari sekadar pameran ini adalah panggilan untuk bangkit bersama," ujar Pangdam.

Kodim 0612/Tasikmalaya melalui Expo ini mendorong geliat UMKM dan kearifan lokal untuk naik kelas, sejalan dengan semangat “Babinsa Membangun Daerah” yang menjadi tema besar tahun ini.


Babinsa Award: Membumikan Peran TNI di Tengah Masyarakat

Lebih dari itu, momentum Babinsa Award 2025 menjadi magnet utama. Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos, memimpin langsung jalannya penghargaan yang diberikan kepada para Bintara Pembina Desa (Babinsa) berprestasi. Mereka dinilai atas dedikasi luar biasa dalam pembinaan wilayah, ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pemberdayaan masyarakat.

Para nominasi disaring dari berbagai wilayah, dengan sejumlah kategori mulai dari kinerja terbaik hingga stand Koramil terbaik. Momen paling mengharukan hadir saat penghargaan Juara Utama Babinsa diberikan dan dilanjutkan dengan pengumuman Rekor MURI yang diraih oleh Kodim 0612/Tasikmalaya.


Cetak Sejarah: Kodim 0612/Tasikmalaya Raih Rekor MURI

Tepat di momen puncak Babinsa Award, Kodim 0612/Tasikmalaya berhasil mencatatkan diri dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan konsistensi dalam membina Babinsa sebagai motor penggerak pembangunan desa secara terukur dan berdampak.

Rekor ini menjadi simbol keberhasilan pendekatan TNI di tingkat akar rumput, sekaligus bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kinerja para Babinsa. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” sebagai bentuk pengabdian yang tak lekang oleh waktu.


Sinergi yang Membumi, Penghargaan yang Menginspirasi

Dengan rangkaian acara yang padat namun sarat makna mulai dari video dokumenter, tari persembahan, sambutan inspiratif, hingga penghargaan demi penghargaan Tasikmalaya Expo dan Babinsa Award 2025 bukan hanya agenda seremonial. Ia adalah panggung kolaborasi lintas elemen untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

Melalui sinergi Babinsa, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM, Tasikmalaya menunjukkan bahwa kekuatan pembangunan tidak melulu soal anggaran besar, melainkan soal hati yang tulus dan semangat yang tidak pernah padam.


Jumat, 11 Juli 2025

Prajurit Teladan Kodim 0612/Tasikmalaya Berangkat Umrah, Dandim: Ini Bentuk Apresiasi dan Motivasi

Prajurit Teladan
Pemberangkatan Ibadah Umrah Prajurit Teladan
Kodim 0612/Tasikmalaya 

Tasikmalaya, 11 Juli 2025 – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya pagi ini. Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos, secara resmi melepas keberangkatan Kapten Czi Rohadi, Danramil 1225/Cipatujah, untuk menjalankan ibadah Umrah ke Tanah Suci.

Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan penghargaan tulus atas dedikasi dan integritas Kapten Czi Rohadi yang telah terpilih sebagai Prajurit Teladan dan Terbaik Kodim 0612/Tsm.

Dihadiri oleh para perwira staf, anggota TNI, PNS, dan keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya, acara pelepasan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan rasa bangga atas pengabdian Kapten Czi Rohadi yang dinilai mampu menjadi teladan dalam sikap, tugas, dan tanggung jawab sehari-hari.

“Pemberangkatan ibadah Umrah ini bukan hanya bentuk penghargaan atas prestasi, tetapi juga sebagai motivasi bagi seluruh anggota untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap tugas,” ungkap Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos.

Sementara itu, Kapten Czi Rohadi yang mendapat kepercayaan menjalankan ibadah Umrah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan mulia ini. Ia menegaskan akan membawa semangat pengabdian dan menjadi pribadi yang lebih baik sepulang dari Tanah Suci.

“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari Komando serta seluruh keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya. Ini bukan hanya kehormatan pribadi, tapi juga amanah yang akan saya jaga sebaik-baiknya,” ujar Kapten Czi Rohadi.

Program penghargaan berupa Umrah ini menjadi cerminan nyata bahwa keteladanan dalam tugas bukan hanya diakui, tetapi juga diberi ruang untuk disyukuri. Di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit, nilai-nilai keimanan tetap dijunjung tinggi sebagai pondasi utama dalam pengabdian.

Dengan langkah yang ringan dan hati yang mantap, Kapten Czi Rohadi melangkah menuju Tanah Suci membawa nama baik Kodim 0612/Tasikmalaya dan semangat keteladanan yang diharapkan mampu menginspirasi prajurit lainnya.


Minggu, 29 Juni 2025

TPT Longsor di Taraju, Satu Anak Meninggal Dunia: Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem


Longsor di Taraju
Lokasi Penyelamatan Korban 

Taraju, Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Taraju sejak pagi mengakibatkan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di kawasan pemukiman warga Kampung Mekarjaya RT 043/001, Desa Cikubang, mengalami longsor pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut berdampak pada dua rumah warga dan menutup jalur lingkungan sekitar.

Lebih tragis lagi, dalam insiden tersebut dilaporkan satu anak meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa musim hujan di wilayah perbukitan seperti Taraju menyimpan risiko tinggi, terutama bagi permukiman yang berada di area lereng dan tepi tebing.


Respons Cepat Aparat dan Masyarakat

Informasi awal diterima oleh petugas sekitar pukul 19.30 WIB melalui laporan dari anggota Linmas dan Kepala Desa Cikubang. Tanggap darurat langsung dilakukan oleh unsur desa, Babinsa, anggota Polsek Taraju, serta masyarakat setempat yang bergotong royong membantu mengevakuasi area terdampak dan mensterilkan lokasi.

Babinsa Desa Cikubang segera melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah desa, dan relawan setempat. Upaya penyelamatan serta pendataan dilakukan dengan cepat dan penuh kehati-hatian di tengah kondisi tanah yang masih labil.


Jalan Tertutup, Warga Dihimbau Waspada

Longsoran yang terjadi menyebabkan akses jalan lingkungan tertutup sepenuhnya oleh material tanah dan puing TPT. Hingga saat ini, belum ada laporan pengungsian massal, namun pihak aparat dan relawan tetap berjaga untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Masyarakat sekitar dihimbau untuk tidak panik namun tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun. Kondisi geografis dengan kontur tanah rawan longsor membuat area ini perlu perhatian ekstra, baik dari segi pemetaan risiko maupun mitigasi jangka panjang.


Langkah Ke Depan: Kesadaran Bencana Adalah Tanggung Jawab Bersama

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif antara warga, pemerintah, dan seluruh unsur pengaman wilayah. Ke depan, perlindungan terhadap infrastruktur pemukiman yang berada di titik rawan harus ditingkatkan, termasuk edukasi kebencanaan di tingkat keluarga dan komunitas.

Musibah tidak pernah diundang, namun sikap waspada dan terorganisir bisa menjadi benteng penyelamat. Kesedihan atas kehilangan nyawa seorang anak dalam peristiwa ini menjadi luka bersama, dan sekaligus pengingat agar setiap elemen masyarakat lebih sigap menjaga keselamatan lingkungan sekitarnya.


Sabtu, 28 Juni 2025

Semangat Tarung Drajat Menggema di Dadaha: 140 Peserta Tunjukkan Sportivitas Sejati dalam Kejursat Se-Tasikmalaya 2025

Tarung Drajat
Antusiasme Peserta Dari 17 Satuan Latihan
Se-Tasikmalaya 


Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

GOR Susi Susanti, yang berdiri kokoh di tengah Komplek Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya, kembali menjadi panggung semangat juang dan persaudaraan. Kali ini, lewat Kejuaraan Antar Satlat (Kejursat) Tarung Drajat Se-Tasikmalaya Tahun 2025, yang resmi dibuka dengan antusiasme tinggi dari 140 peserta dari 17 satuan latihan (Satlat) se-Tasikmalaya.

Lebih dari sekadar turnamen, Kejursat ini menjadi ruang tumbuh generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga tangguh dalam karakter. Tarung Drajat, sebagai olahraga asli Indonesia, kembali membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan hanya soal otot, tapi juga soal integritas, solidaritas, dan nilai kemanusiaan.


Bukan Sekadar Pertarungan, Tapi Perayaan Disiplin dan Persaudaraan

Acara pembukaan berlangsung sejak pagi dengan suasana tertib dan penuh semangat. Peserta dari berbagai daerah Tasikmalaya hadir mengenakan seragam kebanggaan masing-masing, membawa energi yang sama: bertarung dengan sikap ksatria dan sportif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh olahraga daerah. Mewakili banyak pihak dari wilayah Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya, kehadiran mereka memperkuat komitmen bersama untuk terus mendorong pembinaan olahraga bela diri yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter.


Tarung Drajat, Olahraga yang Menyatukan Banyak Nilai

Lebih dari seni bela diri, Tarung Drajat adalah sistem pendidikan fisik dan mental. Di dalamnya, terkandung filosofi untuk menghormati lawan, menghargai proses, dan membentuk ketangguhan yang membumi. Kejursat ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi jembatan lintas usia, wilayah, bahkan profesi—semua bersatu lewat gerakan, semangat, dan tujuan yang sama.

Sebagai ajang pembinaan, Kejursat bukan hanya melahirkan atlet, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang memiliki mental petarung dan sikap pantang menyerah.


Dari Tasikmalaya untuk Indonesia: Membangun Karakter Lewat Bela Diri

Kegiatan Kejursat Tarung Drajat 2025 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, melainkan menjadi fondasi kuat dalam pembangunan karakter generasi muda di Tasikmalaya. Terlebih, semangat yang dibangun dalam arena juga mencerminkan nilai-nilai lokal yang menjunjung tinggi kebersamaan dan etika.

Di tengah tantangan zaman yang penuh distraksi, hadirnya Kejursat ini adalah pesan kuat: bahwa olahraga bela diri tetap relevan, membumi, dan mampu menjadi sarana pembentukan jati diri yang kokoh.

Dari arena Tarung Drajat di Dadaha, semangat petarung sejati kembali digemakan. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk membangun diri, komunitas, dan masa depan yang lebih kuat.


Tebing Longsor di Tapal Kuda Salawu, Akses Jalan Nasional Tertutup Sementara

 

Longsor di Tapal Kuda Salawu
Kolaborasi Pemulihan Di Tempat Longsor 

Tasikmalaya – Sabtu, 28 Juni 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tasikmalaya sejak dini hari menyebabkan tebing longsor di jalur utama penghubung Garut–Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Tapal Kuda, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu. Material longsoran menutup seluruh badan jalan, mengakibatkan akses tidak bisa dilalui kendaraan dari kedua arah.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 06.10 WIB, sesaat setelah laporan awal diterima oleh aparat pada pukul 06.20 WIB melalui telepon dari seorang pengendara motor yang melintas di lokasi. Babinsa setempat segera merespons laporan tersebut dengan mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi cepat bersama relawan serta aparat desa.


Respons Cepat di Tengah Ancaman Alam

Bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, longsoran tanah dan bambu cukup tebal dan luas hingga menutupi seluruh permukaan jalan. Meski kondisi saat kejadian relatif sepi, potensi bahayanya tinggi, mengingat jalur tersebut adalah akses vital bagi masyarakat dan kendaraan antarkota.

Babinsa bersama unsur masyarakat, relawan, dan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum telah mulai melakukan upaya pembersihan material longsor. Dalam tahap awal, dilakukan evakuasi manual untuk membuka sebagian jalur agar kendaraan darurat bisa melintas.


Kondisi Terkini dan Imbauan

Hingga laporan ini disusun, jalan belum dapat dilalui baik dari arah Singaparna menuju Garut maupun sebaliknya. Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur tersebut sementara waktu dan mencari alternatif rute lain hingga proses pembersihan selesai dan kondisi dinyatakan aman.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah dengan kontur pegunungan dan tebing curam seperti Kecamatan Salawu. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu utama kejadian longsor, khususnya di area yang belum diperkuat secara struktural.


Langkah Kolaboratif untuk Pemulihan

Dalam situasi darurat ini, kolaborasi lintas unsur sangat diandalkan. Mulai dari masyarakat lokal, aparat kewilayahan, hingga dinas teknis bergerak bersama tanpa menunggu komando pusat. Respon awal cepat menjadi faktor kunci dalam mencegah risiko lebih besar dan mempercepat pemulihan akses jalan.

Ke depan, mitigasi bencana dan penguatan struktur tanah di jalur rawan longsor perlu ditingkatkan agar kejadian serupa dapat dihindari. Musim hujan tak hanya membawa air, tapi juga peringatan: bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama.

DI ANTARA NAMA-NAMA YANG TAK LAGI BERSUARA, PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA CABANG XXIII KODIM 0612/TASIKMALAYA MENITIPKAN DOA DI TMP KAROENG

Tabur Bunga Di Salahsatu Makam Pahlawan Karoeng Kota Tasikmalaya  Tasikmalaya — Pagi itu tidak sekadar dingin. Ia membawa sunyi yang berbeda...